: alesya gadis yatim piatu yang tinggal dengan tante dan omnya, dia memiliki sepupu kembar yang selalu memperlakukannya dengan tidak baik, namun walaupun begitu alesya selalu memaafkan perbuatan mereka dan tetap memilih tinggal dirumah bak neraka baginya.
Suatu hari, keadaan keluarga burke sedang dalam masalah besar, pasalnya perusahaan yang mereka Kelola selama ini mengalami kerugian besar mengakibatkan mereka dililit utang untuk menutupi kerugian mereka, untuk menutupi utang tersebut, tante dan om alesya berenca menjual dirinya kepada teman bisnis omnya dengan harga yang sangat tinggi, tapi saat mereka sampai disebuah club malam tempat yang sudah dijanjikan oleh teman omnya untuk menjemput dirinya, tiba-tiba alesya berniat untuk kabur dari sana, ia tidak ingin dinikahi oleh pria hidung belang.
Saat dirinya ingin keluar tiba-tiba bertabrakan dengan laki-laki asing, dan saat itu juga om dan tantenya melihat dirinya
“alesya mau kabur kamana kau gadis sial!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fida lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7, akankah aku dijual lagi??
Sungguh saat ini aku sudah pasrah dengan takdirku,
apapun yang akan ku alami keepannya, tetap yang kuandalkan adalah TUhan
~Alesya Callista
Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh bosnya, delvin
langsung membawa asya keapartemen milik bosnya, sedangkan aland pergi lagi
untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Delvin memgantarkan asya yang masih tertidur karena
kelelahan dan kehabisan tenaga untuk menghindari om dan tantenya yang
mengejarnya semalam, ia juga menangis karna ketakutannya yang luar biasa.
Aland chevalier, seorang pengusaha yang sukses didunia
bisnis, tidak hanya diindonesia namun
Namanya juga terkenal sampai penjuru dunia, siapa yang tidak mengenal marga
chevalier, hanya menyebut Namanya, para pemegang saham dan pengusaha pasti
berlomba-lomba ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan mereka.
Namun aland tidak beruntung disunia percintaannya dan
hubungannya dengan orangtuanya, bukan tidak baik, melainkan orang tuanya sudah
tidak ada sejak ia berusia belasan tahun, saat itu aland menempuh pendidikannya
diluar negri dan tinggal dengan pamannya yang ada di inggris, bocah berusia
belasan tahun yang seharusnya masih merasakan bermain dengan teman-temannya,
tapi berbeda dengan aland ia lebih baik belajar dengan pamannya karna itulah
yang harus ia lakukan untuk melanjutkan perusahaan papanya kelak nanti
Takdir berkata lain, belum waktunya untuk aland beralih
tangan mengambil perusahaan papanya, namun kenyataannya hal itu harus ia
lakukan, orangtuanya kecelakaan dalam pesawat yang mereka tempuh saat ingin
berkunjung ke inggris tepatnya kerumah pamn aland,
Sungguh sesuatu yang sangat membuat aland terpukul dan
mengharuskan dirinya untuk lebih dewasa sebelum waktunya, dan setelah kepergian
orangtuanya aland berusaha untuk mengembangkan perusahaan milik orangtuanya dan
berkembang hingga sekarang, namun itu semua tidak luput dari bantuan paman dan
bibinya.
“apa yang harus kulakukan dengan Wanita tadi?” tanya aland
pada dirinya senidir saat ia hendak menemui rekan bisnisnya
“mengapa juga aku harus menolong Wanita itu, sementara aku
tidak mengenalnya?” monolognya lagi dan dengan sendirinya pusing, aland
mengacak rambutnya frustasi
“sungguh aland yang bodoh” makinya pada dirinya sendiri,
sebelum akhirnya ia sampai ketempat yang sudah mereka janjikan dengan rekan
bisnisnya
Sementara diapartemen milik aland, asya bangun dan melihat
sekelilingnya, berbeda. Satu hal itulah yang ada dikepala asya sekarang,
ia melihat ruangan persegi dengan cat tembok berwarna cream, dan
langit-langitnya berwarna putih, sungguh warna yang suram menurut asya.
“dimana aku? Apa aku dirumah om mesum itu?” monolog asya dan
melihat tubuhnya yang masih utuh memakai bajunya yang semalam.
“bajuku masih utuh dan tidak terbuka sedikitpun, itu artinya
aku tidak disentuh oleh om mesum itu” sambungnya lagi dan berusaha untuk turun
dari ranjang berukuran king size tersebut, namun mendengar suara yang cukup
menyeramkan dipendengaran asya membuat dirinya mengurungkan niatnya dan
meringkuk didalam selimut
“apa yang ingin kamu lakukan nona?” tanya delvin saat hendak
melihat asya yang ingin turun dari ranjang
“nona? apa kamu sudah sadar?” tanya delvin lagi saat melihat
asya yang menutupi dirinya dengan selimut, dengan perlahan delvin mendekati
asya dan membuka selimut tersebut, seketika asya berteriak ketakutan dan mita
tolong
“aaaaaa….” Teriak asya karna merasakan selimutnya ditarik
oleh pria yang mendekatinya
“jangan menyentuhku om, jangan menyentuhku, tolong jangan
sentuh aku” asya menyerocos ria tanpa membuka matanya dan mulutnya komat
kamit membaca doa agar pria tersebut tidak menyentuhnya
Delvin menahan tawanya saat melihat kekonyolan asya, mana
mungkin seseorang yang membacakan ayat kursi maka manusia yang mendekatinya
akan menghilang, ada-ada saja Wanita itu, piker delvin
“hei nona, berhenti membaca ayat itu, aku manusia bukan
setan” sewot delvin karna asya tidak berhentinya membacakan ayat kursi dan
masih memejamkan matanya
Seketika asya terdiam dan langsung membuka matanya, ia
terkejut mendapati pria yang didepan matanya memasaang wajah marah dan mata
melotot
“ehhh.. maafkan aku om, aku tidak tau kalau om itu manusia“
jawab asya asalan dan Kembali menjauhkan diri dari delvin
“enak saja, apa kamu tidak bisa membedakan mana manusia, dan
mana setan!!?” tanya delvin ditengah kekesalannya dengan asya
“heh.. kan aku sudah minta ,maaf om, lagipula siapa suruh om
datang dengan suara yang menyeramkan dan tiba-tiba mendekatiku” tanya asya yang
berbalik marah kepada delvin
“gadis ini, apa kamu tidak tau kalau kamu menumpang
disini!!” kata delvin dan menaik turunkan alisnya sebelah, dan saat itu juga
asya tersadar dan melihat sekelilingnya
“ apa om yang semalam membawaku kesini? Tapi kenapa wajah om
berubah, semalam tidak seperti ini” kata asya mengamati wajah delvin yang
menuturnya berbeda, semalam tidak seperti ini tapi sedikit mirip karna
sama-sama memiliki brewok didagunya
“heh,, apa-apaan kamu? Jangan berani menyentuhku!!!” kata
delvin saat tangan asya terangkat dan hampir menyentuh wajahnya,bukan karna
alasan apa delvin mengatakan seperti itu, namun ia tidak mau mendapat masalah
dari bosnya jika mengetahui Wanita yang bosnya tolong bersentuhan dengannya
Karna pasalnya, aland tidak sembarangan menolong orang dan
membawanya masuk keapartemen miliknya, apalagi itu seorang Wanita, sungguh bukan
sifat aland seperti itu
“maaf” kata asya lirih saat tau dirinya salah dan sudah
lancing ingin menyentuh pria yang berada didepan matanya
“bersihkan tubuhmu, kamar mandinya ada disana, dan itu
bajumu sudah disipakan” kata delvin dan berlalu meninggalkan asya dikamar itu,
ia keluar dan ingin memberitahu kepada bosnya perihal Wanita itu
Sebelumnya, aland sudah berpesan kepada delvin untuk membeli
perlengkapan asya dan menyuruh Wanita itu untuk membersihkan diri sebelum ia
pulang siang nanti, dengan cepat delvin melakukan apa yang diperintahkan oleh
aland
Sepeninggalan delvin, asya masih termenung didalam kamar
tersebut, ia memikirkan bagaimana jika om tadi menjualnya dengan harga yang
lebih tinggi dari dia yang membeli dirinya dari om dan tantenya, mengingat hal
itu, asya takut dan otaknya sudah tidak bisa mencerna apapun lagi
“pasti hari ini chloe mencariku, apa yang ia lakukan dikelas
yahh? Apa dia bisa mengerjakan tugas?” tanya asya pada dirinya sendiri,
seketika ia mengingat perkataan chloe yang selalu ia tolak
“ kalau kamu tiak tahan dirumah itu lagi, kamu bisa
tinggal dirumahku saja asya” kata chloe saat melihat asya yang jika datang
kesekolah acak-acakan dan terlambat kesekolah
“tidak chlo, aku masih betah disana, meskipun mereka
bertindak tidak baik denganku, tapi mereka tetaplah keluargaku” jawab asya
dengan tersenyum, karna kenyataannya memang seperti itu, dan itulah jawaban
yang dilontarkan asya setiap kali chloe mengajaknya tinggal bersama
“chlo, apa kamu mencariku sekarang? Siapa yang menjadi
temanmu saat kamu ingin kekantin?” monolog asya dan ia segera berlalu kekamar
mandi untuk membersihkan diri
“sampai kapan aku disini?, apa aku akan tinggal disini atau
malah diusir dan dijual lagi?” asya masih berbicara pada dirinya senduri, ia
tidak bisa membayangkan jika ia dijual Kembali dan menjadi akhir dari semuanya.
next
Berikan komentarmu untuk mereka:>
yg bener mana?
jelek banget karakter pria" disini..jadi semakin malas buat baca tapi untung aku banyak lompat" selain karena tata bahasa dan kalimatnya yang gak nyambung juga para pemainnya semakin ndk karuan .
belum lagi awal" lu nulis berantakan banget dari segi mengetik tapi gw apresiasi dengan alur cerita lu cuman bikin gw down lu gak ada pendirian. plin plan. kalau lupa sama kalimat sebelumnya. dibuat list dicatatan.
yg bilang Al tdk normal siapa?
lagian kalau semua suami mengatakan dya normal dan mudah bergairah dengan wanita lain bukan kah dya pria tdk setia? lalu apa gunanya menikah?😌
bocah nih pasti😑hapus aja, malu, geli gw bacanya.
bodoh banget kalimatnya🤧
umur Lo berapa sih? masih bocah?
kalo iya wajarlah gak tau cinta..atau masih labil, makanya diubah" mulu tentang perasaan.
kalau gak tau, jangan terlalu diumbar kata" cinta atau perasaan cinta kepada seseorang. kan gak nyaman bacanya.
jangan diubah" lagi kalimatnya.
jangan plin paln, gak mood gw bacanya...haduewww
bukannya wanita malam sdh menjadi nafsunya.
itu wanita" club favoritnya.
ini othornya bikin jengkel deh .sat set aja tanpa kejelasan. gak nyambung...njirrr
sebelumnya mengatakan Aland ke club untuk menghibur dirinya dengan wanita" yg selalu menaminya..gak ada tuh Aland menolak wanita manapun. karena dya tipe mudah terangsang..gak masuk akal tiba" ada satu wanita yg selalu ditolak.
padahal ceritanya Aland selalu ditemani wanita" club untuk memuaskan nafsunya.
mending dicatat deh, gimana karakter prianya trus statusnya dan masa lalunya dengan bener..nanti kalau lupa kalimat awalnya bisa keingat dicatayn sebelumnya.
kalau gini kan pembaca bingung". ini Aland emng suka nidurin wanita apa hanya sekedar menemani minum. jangan kek chapter sebelumnya. si aland kan bercinta dengan wanita saat itu eh malah pulang dengan Vin dlm keadaan mabuk. kirain ada flashbacnya ternyata gak ada.
katanya gak sebrengsek itu.
ini othornya plin plan deh kasih kalimat.
CEO kok gitu..gak punya pendirian.
dan juga ngapain dya nutupin siapa dirinya. dan juga masa Freya gak tau siapa Aland, atau gak usah tau tapikan dari Aland memniayai Freya bisa ketahuan kalau Aland itu kaya.
gw jadi bingung sendiri dengan othornya. dichapter sebelumnya bilangnya Aland yg membiayai Freya tapi alasan Freya meninggalkannya karena gak punya apa"
plin plan banget.
itu yg dibilang CEO?🤭
siapa yg merasa senang dan merasa sangat dicintai karena perbuatannya itulah , pria atau mantannya dulu berubah hanya karena wanita.....
tentu saja si mantan kekasih yg merasa sangat biasa.
bodohkan pria itu, apalagi predikatnya sebagai CEO sungguh tdk cocok status seperti itu disematkan.
itulah mengapa gw selalu erasa langsung down membaca sikap karakter pemain di novel hanya karena mantan, bukannya membuat wanita masa lalunya menyesal dengan memperlihatkan bahwa setelah ditinggalkan pria itu justru bahagia dengan wanita lain malah sebaliknya.....🤦
skip😪
yg bener aja Thor ..CEO ko bodoh