NOVEL INI KELANJUTAN DARI NOVEL SEBELUMNYA SANTRI MBELING
Yang mana menceritakan perjalanan spiritual Gus Panji yang mana sering berhubungan dengan orang - orang kalangan atas atau orang pengusaha kaya raya.
Sedangkan Adiknya Gus Hanan yang mana selalu berhubungan dengan orang - orang kalangan bawah, atau orang - orang fakir miskin.
Dan Juga perjalanan cinta asmara Siska adiknya Panji dan Hanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANGWARUL MUJAHADAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DZIKIR SAPU JAGAD
Jam 05 sore, Panji memarkirkan mobilnya di halaman rumah Reno.
"Assalamualaikum," sapa Panji.
"Waalaikumsalam," sahut ibu Indah, "Eeeh Nak Panji, silahkan masuk."
"Iya Ibuk, duduk di teras saja," kata Panji kemudian duduk di teras bersama Anita.
"Reno nya belum datang, sebentar lagi juga pulang. Ibu buatkan kopi dulu ya?"
"Iya Buk," sahut Panji.
Tak lama kemudian, sepeda motor Honda memasuki halaman rumah.
"Assalamualaikum," sapa Reno yang baru pulang kerja.
"Waalaikumsalam."
"Sudah lama Kang Panji," kata Reno kemudian bersalaman lalu duduk di kursi teras.
"Baru saja...
Anita, ini Mas Reno yang telah menolong mu."
"Kenalkan, saya Anita."
"Aku Reno."
"Bukannya Mas Reno ini tukang becak yang mangkal di pertigaan jalan Panjaitan..?"
"Iya Anita, benar. Sekarang sudah tidak lagi mangkal mengayuh becak. Karena mulai kemarin aku kerja di proyek PT Java."
"Katanya Mas Panji kamu kuliah..?"
"Iya benar, kuliah ambil jam malam."
"Oh begitu. Mas Reno, aku kemari untuk mengucapkan rasa terimakasih, karena Mas Reno telah menolong ku dan membawah ku ke rumah sakit, pas kecelakaan."
"Sama - sama Anita. Itu hanya kebetulan saja, dan rasa kemanusian ku saja."
"Sudah datang Reno," sahut Ibu nya, "Nak Panji, ayoo di minum kopinya, Mbak silahkan di minum teh nya."
"Iya buk, terimakasih," ujar Anita sambil tersenyum.
"Ibuk permisi ke dalam dulu ya?"
"Iya Buk."
"Anita... Apa kamu ingat akan nasehat pesan dari Gus Hanan waktu di Nganjuk," tanya Panji.
"Iya Mas, masih ingat. Jodoh ku adalah tukang becak yang mangkal di pertigaan jalan Panjaitan."
"Inilah orangnya. Dia bernama Reno, mahasiswa jurusan teknik sipil. Untuk mengisi waktu luang, Mas Reno mengantikan bapak nya yang sakit untuk mengayuh becak di pertigaan.
Dia seorang pemuda yang sangat bertanggung jawab. Dia berjuang untuk membantu meringankan beban kedua orang tuanya. Dia juga membiayai kuliah nya dengan jerih payah nya sendiri.
Sekarang... Mas Reno bekerja di perusahaan ternama sesuai dengan bidangnya. Kerja di PT Java Kontraktor," kata Panji.
"Iya iya, rambutnya pendek sekarang," kata Anita,
"Jadi pangling."
Adzan Magrib berkumandang, Panji dan Reno juga Anita berserta keluarga besar Reno melaksanakan solat berjamaah di musholla.
Selesai solat, Panji bersama Anita dan Reno kembali ke teras.
"Nak Panji... Makan dulu ya, ini Ibuk masak sayur lodeh ikan pindang, tahu tempe dan sambel trasi," ujar Ibu Indah sambil menaruh piring di atas keramik teras rumah
"Alhamdulillah... Iya Buk. Jadi merepotkan," kata Panji.
"Saya bantu Buk, untuk membawa piring," sahut Anita.
"Gak usah Mbak, biar Ibu saja."
"Gak apa - apa Buk, itu calon menantu Ibuk kok," kata Panji tersenyum.
"Ah, Mas Panji itu asal saja Buk kalau ngomong."
"Ya gak apa - apa jadi menantu Ibuk, yang penting suka sama suka."
Setelah makanan siap, Panji dan Anita juga Reno menikmati malam bersama.
"Hari minggu Anita kok masuk kerja..?
Bukankah Bank libur," tanya Reno.
"Lembur Mas Reno, mengaudit keuangan bank. Mas Reno sendiri kok kerja di hari minggu..?"
"Kalau di proyek, walau hari libur ada saja kerjaan."
Tak lama kemudian,
"Alhamdulillah... Kenyang.
Reno, Anita, aku pulang dulu ya, Maya isteri ku sendirian di rumah," kata Panji.
"Kamu gak ngantar aku pulang," sahut Anita.
"Kamu pulang diantar Reno saja. Reno... Kamu antar Anita pulang ya? Sekalian kalian jalan - jalan.
Anita ini jodoh mu," kata Panji kemudian berdiri.
"Iya kang Panji," jawab Reno.
"Mumpung hari minggu sambil jalan - jalan naik motor.
Ibuk... Panji pulang dulu ya?"
"Oh iya Nak Panji, hati - hati di jalan."
"Iya Buk, Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam," jawab Ibu indah. "Loh Nak Anita tidak ikut pulang bareng Nak Panji..?"
"Tidak Buk, Mas Panji langsung pulang. Saya diantar Mas Reno."
"Oh begitu."

Setelah duduk bersila dari subuh di dasar laut Blambangan kabupaten Banyuwangi, tubuh Gus Hanan perlahan - lahan bergeser ke dasar laut puger kabupaten Jember.
Kerajaan Jin Bawah Laut Timur Pulau jawa.
"Paman Tirto... Cuaca istana kerajaan sangat panas sekali..?"
"Iya Nyai. Ada murid kyai Wasik Blambangan sedang melakukan dzikir Sapu Jagad. Gelombang hawa aura dzikir membuat alam jin rada panas."
"Apa itu dzikir Sapu Jagad..?"
"Yang saya tau... Dzikir Sapu Jagad adalah duduk membaca kalimat tauhid, tetapi raganya bisa bergeser kemana - mana Nyai."
"Maksudnya bergeser bagaimana..?"
"Raganya, selalu berpindah - pindah tanpa di sadarinya. Dalam pengertian saya, itu adalah tahap awal proses untuk mencapai kesempurnaan ilmu dzikir Sapu Jagad.
Di tahapan kesempurnaan... Orang itu raganya berpindah - pindah, tetapi dia dalam keadaan tidak sadar.
Biasanya... Proses dari tidak sadar menuju kesadaran, itu berproses selama 40 hari Nyai."
"Bagaimana kamu bisa tau," tanya Nyai Ratu Dewi Sambi.
"Karena saya pernah mendengar pembicaraan seorang kyai asal Banyuwangi."
"Paman Tirto, apa kamu tau siapa pemuda itu..?"
"Tidak tau Nyai, yang saya tau, dia seorang pemuda berumur antara 17 tahun 18 tahunan."
Setelah menerawang dengan seksama, Nyai Ratu Dewi Sambi penguasa kerajaan jin bawah laut timur pulau jawa berkata lirih,
"Ternyata pemuda itu anak keturunan Mbah Wali Suro. Dia adik nya Gus Panji.
Tetapi... Ilmu yang di miliki Gus Panji dengan adiknya tidak sama. Kelihatannya adiknya lebih hebat ilmunya daripada Gus Panji. Kelihatannya, Adiknya lebih galak dari pada Panji."
Waktu terus berlalu, tubuh Gus Hanan tanpa di sadari perlahan - lahan bergeser ke arah barat pulau jawa. Setelah adzan Subuh, tubuh Gus Hanan sudah berada di dasar laut Watu Pecak Pasirian Lumajang jawa Timur. Laut Watu pecak adalah tempat transit atau tempat bertapa bangsa jin dari berbagai wilayah di jawa.
*****
Jam 07 pagi, Altar Mila berdiri di depan pintu yayasan.
"Assalamualaikum Pak..."
"Waalaikumsalam," jawab kang Idris security yayasan.
"Tuan Panji ada pak..?"
"Oh ada Non, silahkan masuk, silahkan tunggu di teras. Akan saya panggilkan sebentar."
"Baiklah Pak."
Tak lama kemudian, "Assalamualaikum Nyonya Maya..."
"Waalaikumsalam Mila. Bagaimana kabarnya..?"
"Alhamdulillah baik Nyonya."
"Sejak kapan ada di Surabaya..?"
"Kemarin sore.
Tuan Panji menyuruh saya datang ke yayasan."
"Tunggu sebentar ya, Mas Panji nya lagi solat Dhuha. Sebentar lagi juga selesai. Ada apa, kok tumben ada janji sama Mas Panji..?"
"Katanya ada pekerjaan yang harus saya urus Nyonya."
"Assalamualaikum," sapa Panji kemudian duduk.
"Waalaikumsalam Tuan," ujar Mila kemudian salim cium tangan.
"Mila, tolong kamu beli tanah seluas 1 hektar, di wilayah kecamatan Sukodono. Tanah itu terletak di pinggir jalan. Ini alamatnya dan ini nomer telpon pemiliknya. Tolong surat - suratnya atas nama Ahmad Hanan Al Banjari ya."
"Baiklah Tuan."
"Aku kemarin sudah telpon sama pemilik tanah itu. Dan harga sudah di sepakati. Sekarang, kamu bayar dan kamu balik nama."
"Baiklah Tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu."
"Mila... Tunggu sebentar, barusan aku sudah telfon Anton si Naga Barat. Biar Naga Barat yang menemani mu selama di Surabaya. Biar kamu gak Naik taxi."
"Baiklah Tuan."
"Ini Mas, kopinya," ujar Maya sambil meletakkan 3 cangkir diatas meja,
"Altar Mila, ayoo di minum, itu Capucino."
"Baiklah Nyonya."
Sambil menikmati secangkir kopi hitam dan kepulan asap rokok marlboro, pranji berkata,
"Altar Mila, apa 8 rumah di perumahan Gading itu sudah laku..?"
"Sudah Tuan. Sudah laku semua. Oh iya, kemarin saya baca di majalah bisnis, PT Holding group di jual Tuan. Karena, PT Holding tidak sanggup membayar hutang di bank yang sudah jatuh tempo.
Barangkali Tuan berkenan membelinya."
"Kalau di beli, apa menguntungkan bagi kita..?"
"Dalam waktu setahun dua tahun, kita tidak akan mendapatkan keuntungan, kemungkinan kita akan rugi Tuan. Karena kita harus menaggung hutang di bank, dan relokasi kondisi di lapangan. Tetapi, setelah lewat setahun dua tahun, kemungkinan kita akan mengalami keuntungan besar. Dan keuntungan itu bisa menutup kerugian pireode pertama saat pembelian."
"Bagaimana kamu bisa mempunyai pemikiran seperti itu," tanya Panji.
"Karena... Saat ini, bisnis Real Estate sedang sepi peminat. Lagian model rumah juga sudah kuno.
Jika Tuan membelinya, Tuan bisa membuat rumah modern dengan harga yang terjangkau."
blm pernah kubaca cerita se-luarbiasa ini...
semoga terus berlanjut...
santi mbeling 3