NovelToon NovelToon
SISTEM HEWAN KONTRAK TERKUAT

SISTEM HEWAN KONTRAK TERKUAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Balas Dendam / Summon
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Saat ujian SMA, Rio menjadi bahan tertawaan satu sekolah karena mengontrak seekor monyet kurus dekil tingkat Warrior (Trash-Rank). Semua orang menganggap masa depannya hancur, namun sebuah panel gaib tiba-tiba muncul di hadapannya:

[Ding! Sistem Push Rank Immortal Aktif!][Target: Monyet Lumpur (Identitas Asli: Sun Wukong - Segel Dewa)][Status Pengguna: SSS-Rank Hidden Power]

Di saat murid lain sibuk pamer kekuatan di sekolah, Rio memilih "mabar" di Dungeon terlarang bersama lima hewan mitologi miliknya: Sun Wukong, Serigala Kegelapan, Qilin, Phoenix, dan Ratu Laba-laba. Ketika gerbang bencana dunia jebol, Rio melangkah maju membawa squad top globalnya yang sudah berada di tier MYTHICAL IMMORTAL!

Siapa bilang dia salah kontrak?

#System #SunWukong #Overpowered #HiddenPower #Evolution #Mythology

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Porsi dan Satu Nama yang Mengubah Segalanya

Pagi itu Rio turun ke warung Bu Heni pukul enam lewat dua puluh.

Warung kecil itu sudah buka — suara penggorengan dari dapur, aroma minyak panas dan bawang merah yang mengambang di udara pagi, kipas angin sudut yang berputar dengan ritme tidak konsisten sejak tahun lalu dan belum ada yang repot-repot memperbaikinya.

Rio melewati pintu dan langsung berhenti.

Meja pojok kanan — yang paling jauh dari pintu masuk, paling dekat ke dinding, posisi yang dalam bahasa tubuh orang lapangan berarti *punggung aman, pandangan ke seluruh ruangan* — ada seseorang yang bukan pelanggan biasa warung ini.

Kemeja putih bersih. Kopi hitam yang masih mengepul. Dan di sisi meja yang menghadap pintu, satu piring nasi dengan lauk telur dadar dan tempe goreng yang sudah menunggu.

Sudah dipesan.

Untuk kursi yang belum ditempati siapapun.

Raymond Pratama mengangkat matanya dari cangkir kopinya dan menatap Rio dengan tenang. Tidak tersenyum, tidak mengangguk, tidak membuat gestur apapun yang mengundang. Hanya menatap dengan cara seseorang yang sudah tiba di tempat yang ia tuju dan tidak perlu melakukan apapun selain menunggu.

Rio melangkah masuk. Duduk di kursi kosong itu.

Karena menolak duduk di sana hanya akan memberikan lebih banyak informasi dari yang perlu diberikan.

---

"Nasi Bu Heni di sini lumayan," kata Raymond.

"Iya," jawab Rio. Ia mengambil sendok dan mulai makan.

Raymond mengamatinya beberapa detik. "Kamu tidak tanya bagaimana saya tahu kamu biasa sarapan di sini."

"Karena jawabannya tidak mengubah fakta bahwa Bapak sudah tahu."

Sudut bibir Raymond bergerak sedikit. "Kevin bilang kamu F-rank."

"Sistem ujian sekolah bilang begitu."

"Dan kamu tidak mengoreksinya."

"Tidak ada yang meminta."

Raymond memutar cangkir kopinya sekali dengan jari — gerakan yang tampak absentminded tapi Rio perhatikan dilakukan dengan presisi yang tidak absentminded sama sekali.

"Kemarin saya berdiri di trotoar seberang sekolahmu satu jam lebih. Melakukan pemindaian energi personal radius tiga puluh meter." Suaranya datar seperti orang yang membacakan laporan cuaca. "Satu-satunya anomali yang saya temukan adalah seorang murid berambut acak-acakan yang berjalan keluar gerbang dengan monyet di pundaknya."

Rio meletakkan sendok. "Anomali seperti apa?"

"Tidak ada." Raymond menatapnya. "Dan itu justru yang paling aneh. Bukan kosong karena tidak ada energi — kosong seperti ada sesuatu yang sangat aktif memastikan tidak ada yang bisa terdeteksi."

---

Di pundak Rio, Wukong yang sedang dalam mode kamuflase penuh berhenti pura-pura mengantuk.

Rio merasakannya dari perubahan berat tubuh si kera yang sangat halus. Wukong sudah berhenti bermain-main.

"Saya punya satu pertanyaan," kata Raymond. Nadanya berubah — kurang seperti investigasi, lebih seperti seseorang yang sudah sampai di inti dari yang ingin ia katakan. "Nama itu. Sistem yang aktif di dalam dirimu." Ia berhenti sebentar. "Tiga belas tahun lalu, ada laporan yang tidak pernah dipublikasikan tentang kemunculan sistem serupa. Tamer yang membawanya kemudian dihapus dari seluruh arsip Asosiasi Hunter Nasional."

Rio tidak bergerak.

"Tamer itu namanya Adrian Albert."

---

Kipas angin di sudut berputar.

Suara penggorengan dari dapur Bu Heni masih sama.

Tapi di dalam dada Rio ada sesuatu yang berhenti bergerak selama satu detik penuh — bukan karena terkejut dalam artian yang sederhana, melainkan karena nama itu bukan nama yang asing. Nama itu adalah nama yang sudah sangat lama ia simpan di bagian dirinya yang tidak pernah ia buka untuk siapapun.

Nama ayahnya.

---

Panel sistem menyala dengan warna yang belum pernah Rio lihat sebelumnya.

Bukan emas. Bukan merah. Bukan putih.

Biru tua.

---

**[PROTOKOL MEMORI TERSEGEL TERDETEKSI]**

**[Kata Kunci Pemicu: "Adrian Albert"]**

**[Informasi tentang pengguna sebelumnya telah disegel atas permintaannya sendiri — 13 tahun lalu]**

**[Buka Akses? Y/N]**

---

Rio menatap pilihan itu di dalam kepalanya tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikit pun.

"Bapak kenal ayah saya," kata Rio. Bukan pertanyaan.

Raymond mengangguk sekali. "Kenal bukan kata yang tepat. Kami pernah berada di pihak yang sama dalam sesuatu yang sangat besar. Sebelum semuanya berubah."

"Berubah bagaimana?"

Raymond menatapnya tiga detik penuh.

"Adrian Albert adalah tamer pertama dalam sejarah negara ini yang mencapai tier Mythical Immortal. Tiga belas tahun lalu." Suaranya turun ke nada paling rendah sejak percakapan dimulai. "Sebelum menghilang dari semua catatan, semua database, semua ingatan resmi. Seolah ia tidak pernah ada."

Ia berhenti.

"Dan sistem yang aktif di dalam dirimu adalah sistem yang sama yang dulu aktif di dalam dirinya."

---

Di pundak Rio, Wukong mengangkat kepalanya.

Bukan gerakan besar. Tapi Rio melihatnya — ekspresi di wajah si kera yang tidak pernah Rio lihat sebelumnya dalam dua minggu terakhir.

Sesuatu yang menyerupai ingatan.

Seperti makhluk yang baru mendengar nama yang sudah sangat lama tidak terdengar, dari kehidupan yang sudah sangat lama berlalu, dan mendapati nama itu masih terasa seperti sesuatu di dalam dadanya.

Dan dalam satu detik itu Rio memahami sesuatu yang mengubah cara ia memandang dua minggu terakhir ini — mengubah cara ia memahami mengapa kontrak dengan Wukong terasa terlalu mudah, mengapa serigala terlalu cepat percaya, mengapa laba-laba yang delapan puluh tahun tidak bergerak mulai membuka mata hanya karena dua kata sederhana.

Mereka tidak memilih Rio karena Rio.

Mereka memilih Rio karena ingatan.

Ingatan tentang seseorang yang membawa sistem yang sama, energi yang sama — seseorang yang pernah mereka kenal sebelumnya.

Ayahnya.

---

Rio menarik napas pelan.

Dan mengetik satu huruf di dalam kepalanya.

**Y.**

Satu kalimat muncul. Hanya satu. Dengan warna biru tua yang sama, seperti pesan yang sudah disiapkan sangat lama untuk momen yang tepat.

---

**[Pesan dari Adrian Albert — Disimpan 13 Tahun Lalu:]**

**"Kalau kamu membaca ini, sistem sudah memilih penerusnya. Sebelum apapun yang lain, kamu harus tahu satu hal: Aku tidak menghilang. Aku disembunyikan. Dan orang yang menyembunyikanku adalah orang yang hari ini dianggap sebagai pelindung terbesar negara ini."**

---

Rio membaca kalimat itu tiga kali.

Di luar warung, gang sempit sudah mulai ramai dengan suara pagi yang datang bertahap. Motor dinyalakan. Pintu dibuka. Kehidupan yang sangat biasa berjalan seperti seharusnya.

Yang tidak biasa hanya satu hal.

*Aku tidak menghilang. Aku disembunyikan.*

Rio mengangkat wajahnya. Menatap Raymond.

"Bapak tahu di mana dia sekarang?"

Raymond menatapnya lama — lama yang berbeda dari semua lama sebelumnya, lama yang mengandung sesuatu yang bukan kalkulasi dan bukan analisis melainkan kehati-hatian seseorang yang tahu bahwa jawaban yang akan ia berikan tidak bisa ditarik kembali setelah diucapkan.

Ia mengambil dompetnya. Mengeluarkan kartu nama tanpa nama, tanpa jabatan, hanya dua belas digit angka di atas kertas putih bersih. Meletakkannya di atas meja dan mendorongnya pelan ke arah Rio.

"Itulah mengapa saya di sini," kata Raymond. "Bukan karena monyetmu mengalahkan harimau Kevin. Bukan karena anomali dungeon di pelabuhan." Ia berdiri dari kursinya. "Tiga minggu lalu, sensor jaringan nasional kami mendeteksi aktivasi sistem yang kami pikir sudah lenyap bersama pemiliknya. Koordinatnya mengarah ke SMA Bakti Bangsa. Kelas sebelas B."

Ia merapikan kemejanya.

"Kalau kamu siap untuk tahu lebih banyak, nomor itu aktif dua puluh empat jam."

Raymond berjalan ke pintu, berhenti di ambangnya tanpa berbalik.

"Oh, dan Rio." Suaranya kembali ke nada biasa yang sangat tidak dramatis untuk seseorang yang baru saja membalik fondasi hari Rio dalam satu percakapan sarapan. "Kopinya terlalu manis untuk selera saya."

Ia keluar.

Langkahnya terdengar tiga kali di gang luar sebelum hilang.

---

Bu Heni muncul dari dapur, melirik ke meja pojok. "Temannya sudah pergi, Rio? Kopinya tidak habis?"

"Tidak cocok seleranya, Bu."

"Ya sudah." Bu Heni mengambil cangkir itu. "Mau nambah?"

"Tidak, Bu. Makasih."

---

Rio duduk sendirian tiga menit setelah Raymond pergi.

Kartu nama dua belas digit itu ada di tangannya. Tidak ada nama, tidak ada jabatan, tidak ada petunjuk tentang siapa yang membuatnya selain kualitas kertasnya yang cukup baik untuk menunjukkan bahwa pemiliknya tidak sedang berhemat.

Di pundaknya, Wukong sudah kembali ke posisi kamuflase. Kepala tertunduk. Mata setengah terpejam.

Tapi berat tubuhnya di pundak Rio masih terasa berbeda dari biasanya.

Rio memasukkan kartu nama ke saku celananya, berdiri, mengambil nasi bungkus untuk serigala.

Panel sistem masih menampilkan pesan biru tua itu — tidak hilang, tidak berganti, menunggu seperti pintu yang sudah dibuka dan tidak bisa ditutup lagi hanya karena yang membukanya belum siap untuk masuk.

*Orang yang menyembunyikanku adalah orang yang hari ini dianggap sebagai pelindung terbesar negara ini.*

Rio melangkah keluar ke gang yang sudah ramai.

Satu pertanyaan besar baru saja masuk ke dalam hidupnya, membawa bersamanya semua pertanyaan lain yang selama ini menggantung tanpa terjawab — tentang ayah yang tidak pernah ada dalam ingatannya, tentang sistem yang jatuh ke tangannya seperti warisan yang tidak pernah ada surat wasiatnya, tentang makhluk-makhluk dewa yang memilihnya dengan cara yang terasa terlalu mudah untuk sekadar kebetulan.

Tapi ada satu hal yang lebih mendesak dari semua pertanyaan itu.

Kalau ayahnya disembunyikan oleh orang yang hari ini dianggap pelindung terbesar negara — maka sistem yang kini aktif di tubuh Rio, squad yang mulai terbentuk, dan seluruh perjalanan push rank yang baru saja dimulai ini, bukan sekadar cerita tentang anak SMA yang punya akun smurf tingkat dewa.

Ini adalah lanjutan dari cerita yang sudah dimulai tiga belas tahun sebelum Rio bahkan tahu bahwa cerita itu ada.

---

Di dalam tas Rio, kotak biola tua bergetar satu kali.

Singkat. Tipis. Seperti sesuatu yang sedang tidur dan baru saja bermimpi tentang hal yang mengganggu.

---

**[Abyssal Goddess Weaver — 41.3%]**

---

Rio menatap angka itu sambil menaiki tangga kontrakannya.

Naik tujuh persen dalam semalam — percepatan yang terus bertambah, seperti bola yang sudah menemukan lerengnya dan tidak perlu lagi ada yang mendorong.

Seolah ada sesuatu di dalam kotak itu yang juga mendengar percakapan di warung tadi.

Seolah ada sesuatu yang sedang belajar bahwa dunia ini memang bisa menyembunyikan hal yang sangat besar di balik hal yang tampak sangat kecil.

Dan bahwa bertahan — delapan puluh tahun, atau tiga belas tahun, atau berapapun lamanya — mungkin bukan akhir dari cerita.

Mungkin hanya jedanya.

1
SANG
Lanjut cek....
SANG
Iklan untukmu brooooo👍💪💪💪👍👍👍👍
SANG
Hadiah bunga untukmu thor👍💪👍💪/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Semangat ya💪💪💪💪💪
SANG
Aku datang sebagai tamu baru👍👍👍👍
,
lanjut
the misterius author 🐐: nanti malam kita lanjut kan ua bg
total 1 replies
Benni Yong
mantab
Jacky Hong
jadi gk sabar pengen liat si MC jadi kuat thor
semangat upnya thor
Benni Yong: dah tak kasih vote hari ini thor
akun baru soalnya yang akun Jacky kena hapus😁
total 2 replies
Jacky Hong
gas trus up thor
semangat dah tak krim kopinya👍
the misterius author 🐐: setiap hari minggu update 3 bab bg kalau hari biasa update 2 bab bg nanti kan jadwal nya ya bg jangan lupa ajak teman teman abg baca juga
total 1 replies
SANG
Beken deh, sip deh, tenar deh, mantap deh, keren deh, pokonya top mar ko top deh. Bintang sepuluh untukmu Thor.
SANG
Namanya mulai beken💪👍
the misterius author 🐐: udah mulai tenar kah bg 🤣
total 1 replies
SANG
Namamu pasti ku ingat💪👍
the misterius author 🐐: jangan di ingat thor 🤣
total 2 replies
SANG
Semangat. Lanjut💪👍
the misterius author 🐐: parah parah emang wkwk
total 9 replies
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/Sembilan belas
SANG: Haha🤣🤣🤣👍👍👍
total 2 replies
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Pokonya keren deh💪👍
SANG
Keren deh💪👍
the misterius author 🐐: ok thor😍
total 3 replies
SANG
Wah novel baru lagi ya Thor💪👍
the misterius author 🐐: pokok nya fresh trus thor
total 6 replies
Jacky Hong
buat chpter 6 tak kasi kopi biar semungut upnya Thor
klo bsa up besok 2 chpter🤣
the misterius author 🐐: novel kita ogah main tingal bg
total 4 replies
Jacky Hong
lanjut up thor👍
the misterius author 🐐: sudah up bg 🤣
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!