NovelToon NovelToon
I'M A Night Butterfly

I'M A Night Butterfly

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:270.6k
Nilai: 5
Nama Author: gupita

Panggil saja aku Mentari umur ku yang masih belia di paksa dewasa. Harus menerima masalah begitu berat dalam keluarga. Ibu ku mati bunuh diri tak sanggup menerima ke jahatan yang ayah ku berikan.

Ayah ku menjual ku kepada mami Tiara hanya untuk membahagiakan istri mudanya. Bagaimana kehidupan ku selanjutnya?

Atau aku mati saja ikut bersama ibu ku di surga. Bagaimana nasib adik ku Revalina jika aku mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gupita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Penderitaan

"Ngapain si lo takut. Cuma ngomong Nenek Sihir aja. Pakek bisik-bisik." ucap Mentari sambil meninggikan suaranya.

"Hish. Ayo." Revalina menarik tangan Mentari.

"Sabar, pakek baju dulu dodol." ucap Mentari sambil memukul kepala Revalina dengan pelan.

"Oia, lupa." Revalina tersenyum.

Saat Mentari dan Revalina menuruni anak tangga Jesica menatapnya sangat tajam. Saat Mentari menarik kursi yang akan ia duduki tiba-tiba Leo berbicara.

"Kamu di sini bukan tuan puteri. Kalo udah jam pukul 19 turun ke bawah buat makan malam." lugas Leo.

"Seharusnya ngomong dari tadi sebelum aku masuk kamar. Jadi biar aku tau." ucap Mentari seoalah-olah menyalahkan Jesica tidak memberi tahunya.

"Sialan ini bocah. Berani-beraninya menyindir ku. Tidak bisa di remehkan." batin Jesica sambil melirik Mentari dengan sinis.

"Makan yang banyak Va. Biar lo kuat buat hadapi kenyataan ini." celoteh Mentari.

Leo geram dengan tingkah Mentari dari tadi yang ngajak ribut.

"Diam Mentari!" teriak Leo.

Mentari di bentak oleh Leo, langsung mendorong kursinya pergi meninggalkan meja makan. Karena Revalina takut dengan Jesica dan Leo langsu g berlari mengekori sang kakak.

"Kamu nih ngekor mulu. Sana masuk kamar kamu." titah Mentari akan masuk ke dalam kamarnya.

"Takut kak." wajah Revalina berubah pucat seperti orang tertekan.

"Aku lagi pengen sendiri. Kalo kamu takut. Kunci kamar langsung tidur aja. Besok kakak ada ujian ke lulusan dan nggak bisa di ganggu." elak Mentari dengan santai masuk ke dalam kamar.

Setelah ke pergian Mentari dan Revalina, Jesica menyuruh bik Anik membersihkan meja makan.

"Besok kasih tau anak-anak mu suruh bantu bik Anik. Jangan kaya bos di rumah ini." titah Jesica.

"Iya, sayang. Maafkan anak-anak ku. Itu didikan Sinta jadi seperti itu. Aku punya kabar gembira untuk kita." ucap Leo mengajak Jesica masuk ke dalam kamar.

Jesica duduk di meja riasnya sambil berkaca memakai skincare.

"Kabar baik apa?"

"Lusa kita bisa menikah." Leo memeluk Jesica dari belakang.

"Memangnya rumah itu sudah laku terjual?" tanya Jesica penasaran.

"Sudah sayang. Besok transaksinya. Kamu mau ikut?" tawar Leo.

"Boleh."

******

Di pagi hari Revalina sudah siap-siap sekolah yang sudah rapih. Tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk, lalu Revalina memeriksanya. Dan saat di buka pintunya wajah Revalina langsung berubah pucat.

Tara.....

Jeng.....

Jeng.....

"Kamu mau ke mana?" tanya Jesica pura-pura bodoh.

"Sekolah tante."

"Kamu itu belum mengerjakan pekerjaan mu di rumah ini. Kaya nyapu, cuci piring, ngepel dan pekerjaan lainnya." titah Jessica.

"Nanti saya telat ke sekolah tante. Tapi..." ucapan Revalina terhenti dan potong oleh Jesica.

"Yang punya rumah ini saya! nggak pakek tapi-tapian. Sana kerjakan!" teriak Jesica.

Tiba-tiba Mentari keluar dari kamar lalu menarik sang adik. Menatap tajam kepada Jesica mengisyaratkan jika jangan berani-beraninya ganggu dirinya.

"Buruan nanti kita telat." Mentari dan Revalina menuruni anak tangga.

Melihat Leo sedang duduk di meja makan untuk sarapan.

"Kalian nggak sarapan?" tanya Leo.

"Nggak usah sok peduli." cibir Mentari pergi meninggalkan Leo.

Revalina yang masih mematung melihat sang ayah sudah marah besar. Revalina langsung duduk di meja makan lalu menyantap makanan yang ada dengan lahap.

"Kamu habis makan cuci piring bersih kan meja ini. Baru berangkat sekolah." titah Jesica.

*****

Di sekolah Mentari duduk di kantin memang sudah waktunya makan siang. Weni dan Rio hanya sibuk sendiri dengan ponsel meraka masing-masing. Tiba-tiba terdengar suara sapaan untuk mereka.

"Hai, semuanya." sapa Alex."Boleh gabung?" tanya Alex dengan ragu.

"Ya, ampun pria cakep. Sini duduk samping aku." ucap Rio dengan gaya kemayunya tangannya sambil memberi kode agar duduk di sampingnya.

"Astaga kamu." ucapan Weni dengan nada tinggi.

"Apa sih Wen. Kamu pengen juga kan?" goda Rio.

"Dasar murahan, wlee." Weni menjulurkan lidahnya.

"Udah nggak usah ribut. Alex punya aku." ucap Mentari sambil bercanda.

"seriously?" tanya Alex menggapnya serius.

"Bercanda lex. Jangan dianggap serius ya." Mentari terkekeh.

Alex menatap Mentari dengan lekat, Mentari menjadi salah tingkah.

"Jangan liatin aku kaya gitu dong lex." tegur Mentari sambil tersipu malu.

"Kamu cantik." Alex tersenyum manis.

"Wow..." Weni dan Rio bersorak.

"Udah-udah jangan keras-keras. Malu di liatin orang." ucap Mentari sambil menutup mukanya malu di liatin teman-teman sekolahnya.

*****

Akhirnya waktunya pulang sekolah, Mentari tetap duduk di kelas.

"Lo nggak pulang?" tanya Weni.

"Males banget gue pulang Wen." ucap Mentari datar.

"Why??"

"Sekarang gue tinggal di dalam istana nenek sihir. Untung mantra nggak ampuh. Jadi gue bisa nerobos keluar." Mentari terkekeh.

"Hah? maksud lo?" Weni tampak binggung.

"Lo inget waktu Rio nunjukin foto bokap gue sama wanita?"

"Inget. Memangnya kenapa?"

"Itu calon ibu tiri gue Wen." ucap Mentari santai.

"Whattt!!" teriak Weni syok.

"Jadi, gimana nasib lo disana? di kasih makan nggak? kenapa sih nggak tinggal di rumah lo sendiri aja." Weni memberondong banyak pertanyaan.

"Satu-satu aja si Wen kalo tanya. Binggung nih gue mau jawab yang mana dulu." gerutu Mentari.

"Buruan jawab Tar." Weni nggak sabaran.

"Jadi gini. Pertama, kenapa aku nggak tinggal dirumah. Karena, rumah di jual bokap. Yang ke dua, gue tinggal di sana ya di kasih makan lah. Tapi itu loh mukanya ngebete'in banget. Nyuruh-nyuruh gue ama Revalina kaya babu. Ke tiga, nasib gue apes Wen pakek lo tanya." Mentari sedikit muram.

"Jadi mau lo sekarang apa? hari ini ujian nasional yang pertama. Setelah ini gimana?"

"Gue pengen kerja dulu Wen. Cari kontrakan, bawa Revalina dari rumah itu." Mentari mulai dramatis.

"Gue yakin lo bisa. Apa yang harus gue bantu?"

"Doain gue cukup Wen." Mentari merubah mimik wajahnya menjadi sendu.

Weni memeluk Mentari mencoba mentransfer energi positifnya agar Mentari tetap tenang. Weni keluar dari kelas pamit pulang terlebih dahulu. Mentari tiba-tiba ada ide untuk mencari pekerjaan lumayan uangnya untuk uang saku sekolah. Saat Mentari berjalan ada sebuah cafe yang membuka lowongan pekerjaan sebagai pelayan. Yang di tempel di pintu masuk cafe.

"Wah, ini yang di nama kan rezeki." gumam Mentari sambil berjalan ke dalam cafe.

Mentari masuk ke dalam cafe langsung menuju kasir.

"Kak, saya mau tanya. Apakah lowongan untuk pelayan masih ada?" tanya Mentari sedikit gugup.

"Masih kak. Kakak, mau daftar?"

"Iya kak." ucap Mentari dengan mantap.

"Sebentar ya. Aku coba tanya sama manager dulu." sang Kasir pergi menaiki anak tangga menuju ke atas.

Selang beberapa menit sang kasir pun datang membawa kabar gembira. Menyuruh Mentari bertemu sang atasan untuk interview.

Bersambung.....

Happy reading guys,

Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.

Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.

Terimakasih atas dukungan kalian.

1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤

Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55

#salamhalu

1
Anita
semangat thor😊
raisa_aQiLa
di tunggu kisah selanjutnya.. semangat thor
raisa_aQiLa
baru mampir nii thor.. seru ceritanya. semangat terus up nya
Dewi Masitoh: terima kasih kak, ♥️
total 1 replies
Diah Fiana
kasian mentari, semangat untuk mentari dan kkak author 🥰
Diah Fiana
aku bawa 5 bintang kak ☺️
Lenkzher Thea
Lanjut ka 👍❤
Nur Adam
djkit bgt thoor pdhl dh lama ga up,,hehe lnjut smgt
Dewi Masitoh: maaf ya kak 😆
total 1 replies
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nur Adam
smgt lnjut
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Keren ka lanjut 👍❤
Perempuan Terindah
Hadiiirr kak author....
Dewi Masitoh: terima kasih kaka
total 1 replies
Anni 21
hai author baru up lg kirain mau di gantungin thor tpi othor bkin crita nay gk satu sih ya dan aku baca semua😘😘
Dewi Masitoh: lope-lope buat kakak ♥️
total 1 replies
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut ka, sukses selalu👍❤
Rahma AR
😙
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nur Adam
smgt lnjut
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
lanjut thor semangat....💪💪💪❤❤❤
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut 👍❤
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Rahma AR
lanjut...🥰💪💪
Rahma AR: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!