Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
Pagi ini aqiqah Ezra hanya dihadiri anak anak panti saja,Ezra yang anteng dalam gendongan Alina ia tidak terusik sedikit pun
"Kalau sudah sama kamu di anteng banget Alin"ucap mama Rina
"Iya mah"
"Besok kamu harus berangkat lagi kuliah"
"Iya mah aku bingung gimana takut seperti kemarin lagi dia nangis"
"Apa gak bisa kamu minta Tio untuk kuliah online aja"
"Emang bisa mah?"
"Bisa Tio bisa atur semuanya sayang kamu bicarakan lagi sama Tio"
"Iya mah nanti aku bicarakan sama kak Tio"
Acara berjalan dengan lancar Tio juga besok harus mulai kerja dia tidak bisa meninggalkan terlalu lama pekerjaan nya.
Hidup harus tetap berjalan meskipun kehilangan seseorang,hanya bisa mengenangnya dan kembali ke rutinitas seperti biasa.
Tapi tidak dengan Alina hidup nya berubah dia seperti ibu yang baru melahirkan Ezra seperti mengikat nya sekarang Alina tidak bisa berangkat kuliah seperti biasanya.
"Hallo Alina kenapa kamu gak masuk kuliah?"tanya Aryan
"Aku belum bisa masuk kak aku masih mengurus Ezra dia gak mau lepas dari aku,untuk bisnis kita Kakak aja yang urus ya gapapa hasil nya untuk kakak aja karena aku gak ikut kerja"
"Gak bisa seperti itu Alina ini usaha kita berdua aku akan tetap membagi dua dengan mu"
"Tapi kan kak aku udah lama gak ikut kerja"
"Gapapa kalau begitu lain kali kita ketemu ya aku sudah sangat rindu kita sudah lama gak ketemu"
"Iya kak nanti aku kabarin lagi ya"
Sudah dua bulan Alina mengurus Ezra tapi tidak ada tanda tanda ia mau lepas dengannya,sama suster nya saja hanya mau beberapa menit saja selebihnya Alina yang mengurusnya.
"Alina pasti kamu capek ya"Tanya Tio
"Iya begitulah kak tapi gapapa aku senang bisa mengurusnya"
"Apa kamu tidak mau memikirkan nya lagi Alina kita sudah satu rumah pasti banyak omongan orang orang yang tidak baik,jika nanti kamu menikah dengan saya kamu tidak perlu mengurus keperluan saya atau apapun itu"
Alina mendengar ucapan Tio ia mencerna nya memang tidak baik satu rumah,tapi dia juga tidak ingin mengambil keputusan mendadak.
Tidak terasa Ezra sudah memasuki usia 3 bulan Alina kadang membawa nya ke kampus untuk memberikan tugas atau Alina membawa nya ke tempat kerja.
Meskipun Alina belum pernah menikah dan melahirkan tapi Alina tidak pernah mengeluh untuk mengurus Ezra dia selalu membawa nya kemana pun dia pergi karena Ezra benar benar tidak ingin lepas darinya.
"Alina kamu membawa lagi Ezra?"tanya Aryan
"Iya kak dia benar benar gak mau di tinggal"
"Alina kenapa kamu gak menikah saja sama kakak iparmu?"
"Kenapa kamu bicara seperti itu kak,apa kamu sudah tidak mau sama aku?"
"Bukan begitu Alina aku hanya kasian pada Ezra dia membutuhkan sosok ibu dan keluarga yang utuh"
Alina tidak mendengarkan nya lagi dia langsung meninggalkan Aryan yang memanggil nya
"Alina tunggu aku bisa jelasin maksud aku bukan begitu"
"Aku yang menghargai kehadiran mu menolak mentah mentah semuanya tapi kamu malah memberi saran seperti itu,kalau kamu sudah tidak mau sama aku oke kita putus aja"
"Alina tunggu.."
Alina mengendarai mobil nya dan Ezra berasa di samping nya memakai car seat baby,Ezra yang tidak tau apa apa dia hanya memainkan teater nya dan berceloteh tidak jelas.
Maafin Tante sayang kamu harus ikut lelah perjalanan jauh sekarang kamu tidur ya,tidak lama Alina sudah sampai dirumah Tio sekarang rumah Tio seperti rumah Alina sendiri. Meskipun dirumah itu tidak hanya Alina berdua tapi Alina selalu menjaga jarak Tio yang selalu gila kerja ia tetap pulang tengah malam hampir tidak ada libur.
Setelah Alina membaringkan Ezra ke box nya Alina pergi ke kamar mandi karena ini sudah malam Alina tidak lama lama di dalam kamar mandi,melihat ke arah Ezra tidur tapi melihatnya gelisah Alina mendekati nya kamu kenapa sayang saat Alina memegang tubuh Ezra ternya Ezra demam.ya tuhan Ezra demam aku harus bagaimana aku harus menelpon kak Tio.
"Kak kamu lagi dimana?"tanya Alina
"Aku lagi dijalan arah pulang kenapa Alina?"
"Ezra demam kak aku gak tau harus apa"
"Kamu tenang dulu,tanyakan pada suster nya apakah ada obat demam untuk nya"
"Baiklah,kakak cepat pulang"
Alina pergi ke kamar suster Ezra mengetuk pintunya.
"Iya nona ada apa?"tanya suster Ezra
"Sus ada obat demam gak Ezra demam"
"Oh baik nona ada tunggu sebentar biar saya yang memeriksa nya"
Buru buru suster Ezra menuju kamar Ezra memeriksa nya karena suster Ezra adalah seorang perawat kesehatan jadi dia bisa memeriksa nya.
"Nona panas nya sampai 38 derajat,kalau sekarang kita kasih obat tapi panas nya belum turun kita harus cepat membawa nya ke rumah sakit"
"Iya sus ayo kasih dulu obat"Alina sangat gelisah sekali takut terjadi apa apa pada Ezra,apa dia kelelahan aku bawa pergi jauh jauh.Dan tidak lama kemudian Tio datang dengan terburu-buru
"Bagaiman Alina apa Ezra sudah kamu kasih obat"tanya Tio
"Sudah kak,tadi kata sus kalau panas nya gak turun turun kita harus bawa ke dokter"
"Ya sudah aku ke kamar dulu,aku akan menemani Ezra"
Alina menatap Ezra yang sedang tidur dan terpasang penurun panas di dahi nya,maafin Tante sayang gara gara Tante kamu demam entah mengapa Alina jadi mellow dan menangis.
"Kamu kenapa menangis Alina"tanya Tio yang sudah berpakaian rumahan
"Ini salahku kak dia demam karena harus ikut aku ke kampus"
"Kenapa kamu nyalahin diri kamu sendiri Alina,ini bukan salah kamu mungkin imun tubuh Ezra lagi tidak bagus"
"Ahhh kakak gak akan ngerti"
Tio sangat bingung kenapa Alina menangis seperti itu dia sudah jelaskan bukan salah nya tapi dia tetap menangis.
"Sudah ya kamu jangan menangis lagi nanti Ezra bangun dengerin Tante nya menangis"
Alina mengusap pipinya dan menatap Ezra dalam hati Alina kenapa aku menangis seperti ini aku menangis karena Ezra sakit atau sakit hati karena ucapan Aryan.
"Kamu sudah makan belum Alina?"
"Belum kak"
"Kebiasaan,ya sudah tunggu disini biar aku ambilkan kita makan bersama"
Tio turun ke bawah membawakan makanan untuk dirinya dan Alina karena sudah ada di kulkas Tio hanya menghangatkan saja.
"Ayo makan dulu jangan sampai kamu sakit seperti Ezra"
Alina langsung duduk dan makan bersama bareng Tio,saat Tio melihat ke wajah Alina ada bekas makanan di bibir nya.
"Kamu makan aja kayak anak kecil belepotan"sambil membersihkan nya dengan tangan Tio sendiri
"Hehe maaf kak habisnya aku laper" sebenarnya Alina canggung sekali tapi dia berusaha biasa saja
Tiba tiba Ezra terbangun dan menangis,buru buru Alina bangkit dan mendekati box Ezra dan membawanya,kenapa sayang apa kamu ada yang sakit.