Zayn adalah korban bully di sekolah dan di lingkungan rumahnya.
suatu hari Zayn yang sedang dikerjai oleh Clara dan teman-temannya di sebuah rumah kosong yang terlihat tua. Mendadak Zayn dapat melihat hantu setelah terjatuh dari kursi saat hendak mengambil sepatunya yang tersangkut di lampu hias yang tergantung di ruang tamu rumah kosong tersebut.
Zayn yang terjatuh itu pingsan dan setelah siuman, Zayn mendadak dapat melihat hantu cantik si pemilik rumah kosong itu.
Maudy. Ya, nama hantu cantik itu adalah Maudy.
Setelah pertemuan itu keduanya menjalin hubungan pertemanan.
Awalnya pertemanan itu tidak ada ketulusan karena saling ingin memanfaatkan.
tetapi apa jadinya kalau mereka berdua menjadi saling jatuh cinta karena terbiasa bersama?
"Kenapa lo jadi hantu?" tanya Zayn.
"Karena gue masih penasaran sebelum dendam gue terbalas."
"Lalu, setelah terbalas apa yang akan lo lakukan?"
"Gue hilang dari dunia ini, karena itulah perjanjian nya saat dulu gue nolak untuk dibawa ke alam selanjutnya," jawab Maudy.
"Deg," jantung Zayn seolah berhenti berdetak saat mendengar itu.
bagaimana kisah percintaan antara hantu dan manusia kali ini? yuk simak kaka semoga suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode tujuh (takut sama Maudy)
Jangan lupa untuk klik like nya setelah membaca ya kaka cantik dan ganteng 🤗
...........
Zayn pulang dari rumah Maudy dengan perasaan yang bingung dan sedikit kesal.
"Gue nggak tau apa-apa kenapa mesti marah kaya gitu sih," gumam Zayn yang baru saja sampai di depan rumahnya.
"Assalamualaikum," seru Zayn seraya membuka pintu, lalu Zayn naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamarnya.
"Waalaikumsalam," jawab Mykaila yang sedang mengajari Yaya belajar di ruang tengah.
"Kenapa tuh bocah," gumam Mykaila melihat Zayn yang berjalan dengan menggerutu.
Sementara itu, Zayn yang tak merasa di perhatikan sudah mendaratkan badan gendutnya di ranjang, menatap langit-langit kamar.
"Serem juga si Maudy marahnya," gumam Zayn yang mengingat mata merah Maudy saat berteriak mengusir Zayn untuk pergi dari rumahnya.
___________________
Di rumah Maudy, dirinya sedang meringkuk di atas ranjang pengantin yang masih bertaburan dengan kelopak bunga mawar merah.
Maudy menangis, merindukan dirinya semasa masih hidup.
Lalu Maudy turun dari ranjang dan membuka lemari, di sana masih tergantung gaun pengantin yang sangat cantik berjejeran dengan gaun malam yang sudah Maudy siapkan untuk menemani malam-malam Samuel, tetapi dengan tega Samuel meracuni Maudy dan membuat seolah Maudy mati bunuh diri di rumahnya, bahkan Samuel sudah menyiapkan surat wasiat yang mengatakan kalau Maudy memilih untuk mengakhiri hidupnya karena perusahaan Maudy diambang kehancuran, tertulis juga kalau Maudy menyerahkan perusahaan tersebut pada Samuel.
Mengingat itu membuat hati Maudy kembali merasakan sakit.
"Aaaaaaaaaaa," teriak Maudy seraya memeluk gaun itu lalu Maudy terduduk lesu di depan lemari.
"Kenapa Sam, kenapa lo sejahat itu sama gue tapi gue tetep nggak bisa membalas perlakuan lo," tangis Maudy.
"Bahkan lo mau nyingkirin gue untuk yang ke dua kali dengan membawa dukun palsu," lirih Maudy.
Siang sudah menjadi malam dan Maudy kini tertidur di ranjang dengan gaun pengantin berada di pelukannya.
________
Di rumah Zayn, Zayn sedang makan malam bersama dengan keluarga di meja makan dan malam ini Malik menyemangati Zayn yang sudah mulai mengurangi porsi makannya.
"Nah begitu dong Zayn, bukan apa-apa, tapi Bapak kan mau anak Bapak itu jadi lelaki tampan idola semua wanita," ucap Malik menatap Zayn.
"Bukannya Bapak malu ya punya anak yang kelebihan lemak," batin Zayn.
Kemudian terdengar suara Mykaila memanggil Malik, Mykaila ingin menyampaikan hal penting pada keluarganya.
"Pak," lirih mykaila.
"Iya," jawab Malik melihat kearah Mykaila.
"Nanti hari sabtu Mas Danesh mau datang ke rumah, katanya mau ketemu sama Bapak sama Ibu," kata Mykaila dengan malu-malu.
"Bagus dong, kalian kan udah lama pacaran dari SMA sampai sekarang kuliah semester empat, Bapak juga suka sama Danesh dia keturunan dari keluarga terpandang udah jelas bibit, bebet, bobotnya," ucap Malik merasa senang.
Sedangkan Zayn merasa tidak suka saat mendengar pujian itu untuk Danesh.
Zayn merasa kalau Danesh sebenarnya tidak tulus mencintai Mykaila.
"Zayn nggak suka sama Kak Danesh," jawab Zayn yang kemudian berdiri secara tiba-tiba membuat perut gendutnya dengan tidak sengaja mengenai meja makan dan membuat meja makan itu sedikit bergoyang.
"Jangan marah Bang, entar gempa," ledek Yaya yang sedari diam memperhatikan para tetua di rumah itu berbicara.
"Sssstttt," ucap Sulasih seraya mengusap punggung Zayn berusaha menenangkan.
"Idiihh, yang mau merit itu kan gue bukan lo," jawab Mykaila menatap tajam Zayn.
"Sudah-sudah..., Zayn Bapak harap kamu bisa menghargai pilihan Kakak kamu," ucap Malik berusaha menenangkan keluarganya.
"Hmmmm," desis Zayn.
__________________
"Zayn lagi ngapain ya?" gumam Clara yang sedang duduk di kursi meja belajarnya di kamar.
"Hahaa, sebenernya lo itu lucu tau Zayn," lanjut Clara yang sekarang sudah menatap foto Zayn.
Sementara itu, Clara tak menyadari kalau dirinya sedang di perhatikan oleh Maudy dari jendela kamar.
"Dasar munafik, di depannya aja lo ngebully mulu giliran di belakang lo ngangenin dia," ucap Maudy.
Setelah itu Maudy harus pergi setelah mendengar suara wanita yang sangat di bencinya, suara itu adalah milik Ibu Clara, selingkuhan Samuel yang sekarang hidup bahagia di atas penderitaan Maudy.
"Bodoh banget sih gue, ngapain gue nyamperin rumah ini," gerutu Maudy yang kemudian pergi dari rumah Samuel.
Kali ini Maudy memilih untuk berjalan kaki menikmati indahnya malam di bawah cahaya rembulan dan Maudy banyak bertemu dengan hantu gentayangan yang berlalu lalang di sepanjang jalan.
Maudy melihat ke salah satu hantu yang paling menyeramkan yaitu hantu kepala buntung, terlihat hantu itu sedang menenteng kepalanya sendiri yang bola matanya terlihat sedang melotot di seberang jalan.
Maudy merasa bergidik lalu Maudy memalingkan wajahnya kemudian terdengar suara dari seberang, ternyata hantu kepala buntung lah yang memanggil Maudy.
"Hay cewek, sendirian aja nih," goda hantu kepala buntung.
"Eh... apa lo, benerin dulu tuh kepala baru nyapa orang," jawab Maudy.
"Eh sombong... mentang-mentang cantik!" gerutu hantu itu.
Dan Maudy tak menghiraukan lagi hantu itu, Maudy melanjutkan langkah kakinya seraya memikirkan Zayn.
"Duh, gue tadi keterlaluan nggak ya sama Zayn," gumam Maudy yang sedang memainkan ujung kuku-kukunya.
Setelah itu Maudy memilih untuk pergi ke rumah Zayn, sesampainya di sana Maudy berjalan masuk ke rumah Zayn yang sudah sepi, lalu Maudy melihat Zayn di kamarnya, ternyata Zayn sudah tertidur dengan lelap, kemudian Maudy pun menghilang setelah menembus dinding kamar Zayn.
_______________
Matahari sudah keluar dari persembunyiannya dan sinarnya menembus celah kamar Zayn dan terlihat pagi ini Zayn sudah bangun lebih awal.
Zayn sedang memakai sepatu bersiap untuk berolahraga, berlari di taman seorang diri.
Pertama, Zayn tidak lupa membawa uang jajan yang berada di bawah kasur, uang itu hasil pemberian dari Sulasih karena Zayn rajin membantunya mengurus laundry.
Zayn berjalan melewati keluarganya yang sedang sarapan di meja makan.
"Zayn, sarapan dulu," panggil Ibu Zayn.
"Zayn makan di luar aja Bu, Assalamualaikum," ucap Zayn yang berdiri di bawah tangga.
Setelah itu Zayn melanjutkan langkah kakinya menuju pintu lalu membuka pintu itu yang ternyata sudah ada Maudy di balik pintu tersebut.
Zayn berpura-pura seolah tak melihat Maudy dengan terus berjalan menembus Maudy yang sedang berdiri menatap Zayn.
"Maaf Dy, gue nggak mau temenan lagi sama lo, gue ngeri," batin Zayn seraya menelusup kan telapak tangannya ke dalam saku hoodie yang ia kenakan.
"Zayn... Zayn," panggil Maudy yang terus mengikuti Zayn di balik badan gendut Zayn.
Sedangkan Zayn, ia tak memperdulikan Maudy karena sedang tergoda dengan bubur ayam yang berada di pintu masuk taman komplek.
"Bubur ayam enak nih," ucap Zayn yang semakin mempercepat langkahnya.
"Zaayyn!" teriak Maudy, walau sudah begitu tetap saja Zayn masih pura-pura tak mendengar.
Maudy yang merasa kesal itu lalu tiba-tiba saja sudah berdiri di depan Zayn, Dan Zayn mengira kalau dirinya akan menembus Maudy seperti tadi, namun kenyataannya berbeda, Zayn tak menembus Maudy sehingga perut gendut Zayn berhasil menyundul tubuh mungil Maudy dan membuat Maudy terhuyung.
Lalu dengan sigap Zayn meraih tangan Maudy agar Maudy tak terjatuh, kemudian Zayn membawa Maudy masuk kedalam pelukannya.
Satu detik, dua detik, tiga detik Zayn membiarkan Maudy berada di di pelukannya, tersadar apa yang sedang Zayn lakukan lalu Zayn mendorong Maudy dari pelukannya itu.
"Lo ngapain sih ngikutin gue mulu," gerutu Zayn kemudian.
"Siapa yang ngikutin lo," ucap seorang wanita yang baru saja melewati Zayn dan Maudy.
Wanita itu mengira kalau Zayn berbicara dengannya.
Zayn dan Maudy sama-sama melihat kearah wanita tersebut dengan kompak.
"Dasar gendut aneh," gerutu wanita itu seraya menoleh kearah Zayn.
Bersambung.