Anak genius itu putra seorang ceo yang dijuluki dewa kebersihan?
Bagaimana mungkin?
Jelas-jelas ceo itu alergi pada wanita.
Kisah ini tentang Irenia Lake
Putri dari seorang pengusaha kaya di indonesia yang perlahan bangkrut semenjak memiliki dua istri, iren yang tidak tahu apa-apa meninggalkan sekolah yang hanya tinggal wisuda, terpaksa jadi TKI demi orang tua, namun setelah lama merantau ia justru menjadi nyonya muda dari keluarga itu
Kisah ini tentang Aditya
Seorang CEO muda nan tampan, ia yang kritis dengan kebersihan dijuluki sebagai dewa kebersihan oleh orang-orang disekitarnya, ia memiliki satu kekurangan, aditya alergi pada wanita, ia bisa melihat wanita, ia bisa menyentuh apa yang telah disentuh wanita, tapi tidak bisa disentuh oleh wanita, karna baginya, wanita itu kotor, bahkan bibir merah yang seksi pun terlihat menjijikan dimatanya, semua itu terjadi karna kejadian yang ia saksikan di masa lalu.
Kisah ini tentang Arsena aditya lake
Seorang anak yang muncul di hadapan aditya, dengan wajah yang sama, serta bukti yang tak terelakkan, anak itu menginginkan satu hal, hanya satu hal 'keluarga yang utuh'
Kisah ini tentang ANAK JENIUS DEWA KEBERSIHAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya3114, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang kampung Part 2
Nyonya maya mengantar iren ke bandara, sebelum naik pesawat nyonya maya meminta iren mendatangani beberapa berkas, wajahnya terlihat sangat cemas.
" tenanglah nyonya, pilot nyonya ini sudah pernah latihan terbang di tengah hujan badai, hanya gerimis saja tidak akan menjadi rintangan" ucap pilot yang bernama gusty
" aku tahu kemampuanmu gusty, tolong antar kan iren dengan selamat, langsung ke kediaman saya di bali" ucap nyonya maya seraya memegang pundak gusti,
Nyonya maya kemudian beralih menatap iren, lalu berkata "dan untukmu iren, setelah tiba di bali, kau boleh pulang ke rumahmu, tapi ingat! Saya tidak memberimu libur, kau hanya dipindah tugaskan, karna kau ingin pulang ke indonesia, jadi urus rumah yang baru saya beli itu dengan baik, dan patuhi kontrak kerja yang sudah diperbaharui, hubungi saya jika kau ingin kembali bekerja di sini, saya akan meminta gusty menjemputmu lagi nanti"
Iren hanya mengangguk patuh lalu naik ke atas helikopter milik majikanya itu. perjalanan menuju indonesia hanya memakan waktu selama 6 jam, dan selama itu iren hanya diam, termenung dalam lamunannya sendiri, ia merasa seperti kehilangan keberanian untuk bertemu dengan orang tuanya sendiri, dan alasan dibalik semua itu hanya karna iren sudah tidak perawan lagi.
" iren ayo turun, kita sudah sampai" ucap gusti, ia mengulurkan tangannya untuk membantu iren turun dari helikopter,
Iren tidak sadar sudah berapa lama helikopter mendarat, tau-tau si pilot ganteng sudah membukakan pintu dan berada di bawah sana, mengulurkan tangan seperti seorang pangeran yang hendak membantu sang putri turun dari kereta kuda.
" aku bisa turun sendiri" tolak iren, gustg berusaha tersenyum setelah mendengar penolakan itu.
Iren yang hendak turun terpeleset ketika menginjak landing skids yang basah, ia berusaha untuk menyeimbangkan diri agar tidak terjatuh ke tanah, tapi ia malah memeluk gusty, tanganya melingkar di leher gusty yang kala itu tengah berdiri di hadapannya.
" makanya jangan so, aku mengulurkan tangan karna aku tahu pijakannya basah jadi sedikit licin" ucap gusti, ia memegang pinggang iren lalu berbalik seraya membawa tubuh iren, ia membuat iren memijakkan kakinya di tanah kelahirannya, tanpa kesulitan gusty mengangkat tubuh iren selayaknya memindahkan barang dari satu sisi ke sisi lain.
Jantung iren berdebar dengan sangat kencang, entah karna ia menghirup udara dinginnya indonesia, atau karna tindakan dan juga tatapan mata gusti yang menenangkan hatinya, yang jelas gusty tengah kebingungan dibuatnya, karna iren tak kunjung melepaskan tanganya yang melingkar di leher gusty, ia bahkan bertanya-tanya dalam hati ' kapan iren akan melepas pelukannya? Haruskah ku aku yang melepaskan tangannya? Atau bagaimana baiknya?'
" kalau terus seperti ini, saya bisa jatuh cinta nona" canda gusti yang membuat iren menarik tanganya dengan cepat.
Iren tersipu malu, tapi kemudian ia merasa tidak pantas dengan apa yang telah dilakukannya, " maaf" ucapnya sambil menundukkan kepala.
" tak apa, ayo masuk! Barangnya biar saya yang bawakan" sahut gusti
Iren mengambil tas kecil miliknya dan membiarkan gusty membantu membawakan kopernya, iren tidak tahu, sepanjang jalan menuju rumah, gusti terus menatap punggung iren dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
" Aku merasa tidak pantas mendapat kebaikan darimu, tapi aku juga merasa tidak siap menerima kebencian darimu iren, bahkan Kematian diriku pun tidak akan bisa menghapus deritamu....