NovelToon NovelToon
Istri Rahasia

Istri Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

Apa rasanya ditanya kapan nikah hampir di setiap hari?

Mengesalkan!

Ya, itulah yang dirasakan oleh Ghaliza.

Tapi Ghaliza tak pernah menyangka jika ia harus menjadi ISTRI Rahasia dari seorang pria yang tak ia kenal.

Bingung ya?

Penasaran, ikuti kisahnya yuukk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 ( Lebih Dekat )

Ghaliza tengah bersiap pergi ke restoran. Kebetulan ia kebagian shift dua, jadi Ghaliza berangkat agak siang.

Saat tengah merapikan penampilannya terdengar pintu kamarnya diketuk. Ghaliza membuka pintu dan melihat pemilik kost tersenyum padanya.

" Selamat pagi Mbak Ghaliza...," sapa ibu kost.

" Pagi juga Bu...," sahut Ghaliza.

" Ada tamu di depan sana. Keren, cakep lagi. Kalo yang lain masih di rumah pasti heboh ngeliat tamunya Mbak Ghaliza...," kata ibu kost sambil tersenyum penuh arti.

" Tamu, seingat Saya ga ada orang yang tau Saya tinggal di sini. Siapa ya Bu, atau mungkin dia salah orang...?" tanya Ghaliza cemas.

" Masa salah orang sih, Mbak Ghaliza bisa aja. Atau mungkin itu pacarnya Mbak Ghaliza. Udah temuin aja deh biar ga penasaran...," kata ibu kost sambil berlalu.

Ghaliza menutup pintu kamar dan keluar menemui tamu yang dimaksud. Saat ke ruang tamu Ghaliza melihat sosok pria duduk membelakanginya.

" Itu dia Mbak Ghalizanya Mas. Silakan...," kata ibu kost sambil tersenyum.

" Iya, makasih Bu...," sahut pria yang dikenali Ghaliza sebagai Raja, pemilik sekolah tempat Ghaliza mengajar.

Ghaliza memperlihatkan wajah tak bersahabatnya kepada Raja. Ibu kost yang melihat interaksi Ghaliza dan tamunya hanya tersenyum lalu menyingkir diam-diam. Sedangkan Raja nampak menahan tawa melihat sikap Ghaliza.

" Ga mau menyapa Saya Bu Ghaliza...?" tanya Raja.

" Ada apa Anda ke sini. Tau darimana kalo Saya tinggal di sini. Jangan bilang Anda menguntit Saya ya Pak Raja yang terhormat...," sahut Ghaliza ketus.

Raja tak kuasa menahan tawanya saat mendengar jawaban Ghaliza. Ia menggelengkan kepalanya untuk meredakan tawanya. Sedangkan Ghaliza nampak terpana melihat Raja, si cowok arogan itu tertawa di hadapannya. Hal yang konon katanya hampir tak pernah dilakukan Raja di depan orang lain.

" Ga ada yang lucu...!" kata Ghaliza marah.

" Ups, iya sorry. Aku ga bermakaud menertawai Kamu Ghaliza...," sahut Raja sambil tersenyum.

Sudut hati Ghaliza menghangat mendengar kata Kamu yang diucapkan Raja untuknya. Namun Ghaliza masih tetap memperlihatkan wajah tak sukanya sambil berdiri di hadapan Raja.

" Baca ini dulu baru Kamu ngerti. Duduk lah, apa Kamu mau membacanya sambil berdiri...?" tanya Raja sambil menyodorkan map ke hadapan Ghaliza.

Ghaliza menatap sejenak map yang disodorkan Raja padanya. Dengan enggan Ghaliza meraihnya lalu duduk di hadapan Raja dan mulai membaca isinya. Raja memperhatikan gerak gerik Ghaliza sambil tersenyum. Ia menatap bibir Ghaliza dan teringat ciuman panjang yang ia berikan di bibir itu kemarin. Raja nampak menelan salivanya saat mengingat ciuman itu.

" Apa maksud Anda membawa ini semua. Anda mau menekan Saya...?" tanya Ghaliza dengan tatapan tak suka.

" Ehm, Saya pikir Anda cukup pintar. Bukan kah di sana tertulis kewajiban Anda sebagai pengajar. Coba Anda lihat poin ke tujuh. Di sana tertulis 'Saya akan menyelesaikan tugas Saya selaku pengajar di tahun ajaran yang berlaku'. Artinya Anda ga bisa lari. Kewajiban Anda sedang menanti dan saat ini Anak-anak kelas 8E seperti Anak ayam kehilangan induknya. Selalu membuat onar dan mengganggu ketertiban. Mana tanggung jawab Anda sebagai guru sekaligus Wali kelas...?" tanya Raja dengan tatapan mengintimidasi.

Ghaliza dan Raja saling menatap sejenak. Sejujurnya Ghaliza membenci sikap pria dia hadapannya itu, arogan dan tak punya belas kasih. Tapi Ghaliza sadar akan tanggung jawabnya. Ia pun mengalihkan tatapannya dan menghela nafas panjang.

" Baik, Saya akan kembali. Beri Saya waktu untuk menyelesaikan semua urusan Saya dulu...," kata Ghaliza.

" Ga ada yang perlu diurus lagi. Semua udah Saya urus, termasuk denda yang harus Bu Ghaliza bayar jika keluar dari pekerjaan sebagai cleaning service di restoran itu. Bu Ghaliza hanya harus bersiap masuk ke sekolah dan mengajar seperti biasa...," kata Raja sambil berdiri dari duduknya.

Ghaliza terkejut mendengar ucapan Raja. Ia menatap Raja yang juga tengah menatapnya. Raja melangkah mendekati Ghaliza hingga tubuh Ghaliza menegang seketika karena teringat ciuman yang dilakukan Raja kemarin.

" Saya sangat menantikan kehadiran Anda Bu Ghaliza...," kata Raja sambil tersenyum. Raja menundukkan tubuhnya lalu mengecup kepala Ghaliza dengan lembut hingga membuat Ghaliza terpana.

Tangan Ghaliza yang sudah terangkat dan siap untuk menampar Raja pun tertahan. Rupanya Raja sudah membaca gerakan tangan Ghaliza hingga bisa menangkap tangan Ghaliza dan menggenggamnya erat.

" Aku udah pernah bilang kan, kalo Aku berhak atas dirimu Ghaliza...," kata Raja dengan suara serak.

" Kamu laki-laki breng*ek Raja. Kamu tau kalo Aku udah bersuami, tapi Kamu malah terus melecehkan Aku. Aku akan melaporkan ini ke polisi kalo Kamu berani melakukannya sekali lagi...!" sahut Ghaliza dengan nada dan tatapan mengancam.

Raja tersentak kaget mendengar ucapan Ghaliza. Sisi hatinya menghangat saat mendengar Ghaliza menyebut namanya tanpa embel-embel 'Pak' seperti biasanya. Raja menjauhkan tubuhnya lalu pergi meninggalkan Ghaliza yang masih duduk dengan nafas yang memburu.

" Dasar breng*ek. Kenapa Aku ga bisa jauh dari dia. Ada apa ini ya Allah. Aku benci dia tapi kenapa Aku selalu dipertemukan dalam situasi yang menyulitkan. Ini seperti pertanda kalo Aku sama dia berjodoh. Tapi mana mungkin jodoh kalo Aku aja udah menikah...," gumam Ghaliza sambil mengusap titik air mata di sudut matanya.

\=====

Ghaliza berangkat pagi sekali dari rumah kost. Beberapa teman wanita yang juga tinggal di kost itu nampak heran melihat penampilan Ghaliza yang terkesan formal.

" Ghaliza, mau kemana Kamu sepagi ini. Dan ini, Kamu keren banget...," kata Siwi seorang karyawati Bank sambil menatap kagum kearah Ghaliza.

" Eh iya Wi. Alhamdulillah Aku diterima kerja jadi guru di SMP swasta...," sahut Ghaliza sambil tersenyum.

" Wah, selamat ya Ghaliz. Baru seminggu kenal Kamu, tapi udah banyak kemajuan yang Kamu raih. Aku salut deh sama Kamu...," kata Via si manager pabrik.

" Makasih. Maaf Aku duluan ya, takut dipecat, malu kan hari pertama bikin kasus...," gurau Ghaliza sambil tertawa dan disambut tawa kedua temannya itu.

" Iya deh. Semangat ya Ghaliza...!" sahut Siwi dan Via sambil tertawa.

Ghaliza melambaikan tangannya lalu melangkah cepat keluar dari rumah kost.

\=====

Ghaliza sedang berdiri menanti kendaraan yang akan membawanya ke sekolah. Tapi sejak tadi ojol yang dipesannya selalu sibuk. Saat seperti itu tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Ghaliza mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa pemilik mobil itu. Matanya membulat saat melihat siapa yang ada di balik kemudi.

" Selamat pagi Bu Ghaliza. Ayo bareng Saya aja, udah hampir jam masuk sekolah lho. Anda ga mau kan kalo gaji Anda dipotong karena telat...," kata Raja sambil tersenyum.

Ghaliza kesal mendengar ucapan Raja. Tak ingin terlambat, Ghaliza pun mengalah. Ia membuka pintu lalu duduk di samping Raja. Raja nampak tersenyum senang melihat Ghaliza yang tak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya.

Tiba-tiba Raja mencondongkan tubuhnya kearah Ghaliza hingga membuat Ghaliza panik.

" Mau apa Kamu...?!" tanya Ghaliza sambil memasang sikap waspada.

" Kamu belum pasang seat beltnya Ghaliza...," sahut Raja tenang.

Tanpa mereka sadari kini mereka berdua sudah terbiasa bicara menggunakan kata Aku dan Kamu saat berdua seperti ini.

" Kan tinggal bilang aja. Ga usah cari kesempatan dalam kesempitan ya Kamu...," kata Ghaliza ketus sambil memakai seat belt.

Raja tertawa mendengar ucapan Ghaliza. Jika tak ingat misinya membawa Ghaliza kembali mengajar di sekolah, rasanya Raja ingin memeluk dan mencium Ghaliza saking gemasnya. Tapi Raja harus menahan diri karena tak ingin Ghaliza ngambek dan batal kembali ke sekolah.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan itu membuat Ghaliza kesal.

" Kamu bilang Kita bakal terlambat, tapi Kamu malah ngendarain mobil santai kaya gitu. Kamu sengaja bikin Aku terlambat ya...!" kata Ghaliza sambil membulatkan matanya.

" Aku pemilik sekaligus donatur utama di sekolah itu. Jadi terserah Aku dong mau datang jam berapa. Kalo Aku ga ke sekolah pun ga ada yang berani ngelarang..," sahut Raja santai.

Mendengar ucapan Raja membuat Ghaliza panik.

" Hentikan mobilnya sekarang. Aku mau naik Taxi aja...," pinta Ghaliza.

Tapi Raja mengabaikannya dan menginjak pedal gas hingga mobil melaju lebih cepat. Melihat hal itu Ghaliza makin panik. Ia tak mau terlambat tapi ia juga tak mau mengganggu konsentrasi Raja yang sedang mengemudi karena khawatir kecelakaan. Raja melirik kearah Ghaliza yang terlihat menggigit bibirnya sambil memejamkan mata.

Raja tersenyum karena berhasil mengerjai Ghaliza. Hingga mobil tiba di sekolah dan berhenti di parkiran sekolah.

" Ehm, ga nyangka Bu Ghaliza betah duduk berlama-lama di mobil Saya ini...," sindir Raja sambil tersenyum.

Ghaliza membuka matanya dan melihat ke sekitarnya. Tanpa bicara sepatah kata pun Ghaliza keluar dari mobil Raja lalu melangkah cepat menuju ke ruang guru.

" Makasih Pak Raja...," sindir Raja mewakili Ghaliza mengucapkan terima kasih.

Ghaliza yang mendengarnya hanya menoleh lalu kembali melangkah. Tapi langkah Ghaliza terhenti saat mengingat pria yang tadi bersamanya adalah orang yang menggajinya selama ini. Ghaliza menepuk dahinya lalu berbalik. Tepat di saat itu Raja telah berdiri di belakangnya hingga keduanya pun bertabrakan.

Raja dan Ghaliza saling menatap sejenak lalu saling menjauh.

" Maaf...," kata keduanya bersamaan.

" Makasih atas tumpangannya Pak Raja. Saya permisi dulu...," kata Ghaliza sambil tersenyum.

" Sama-sama Bu Ghaliza...," sahut Raja sambil balas tersenyum.

Ghaliza lalu melangkah cepat menuju ruang guru. Jantungnya berdetak cepat dan wajahnya memerah. Ghaliza merasa jika kedekatannya dengan Raja sudah tak wajar lagi. Ghaliza sadar jika ia telah bersuami dan tak boleh memberi kesempatan pada pria lain untuk masuk ke dalam hatinya.

" Harusnya ga boleh kaya gini. Aku udah menikah, Aku Istri orang sekarang...," gumam Ghaliza sambil mengepalkan tangannya.

Anton yang memang kembali untuk mengambil sesuatu pun nampak mengerutkan keningnya saat melihat Ghaliza tengah melamun.

" Bu Ghaliz baik-baik aja kan. Kok mukanya pucat kaya gitu...," kata Anton hati-hati.

" Oh, gapapa kok Pak Anton. Cuma kaget aja abis ngeliat kucing garong di depan tadi...," sahut Ghaliza asal.

Tiba-tiba seorang karyawan TU bernama Tisa masuk sambil membawa beberapa kartu undangan di tangannya.

" Apaan tuh Tis...?" tanya Anton.

" Ini ada undangan dari Pak Raja untuk semua karyawan dan guru di sekolah ini Pak...," sahut Tisa sambil meletakkan undangan di meja setiap guru.

" Undangan apa...?" tanya Ghaliza sambil menerima kartu dari Tisa.

" Peresmian kantor baru Bu. Kata Pak Raja, semua wajib datang...," sahut Tisa sambil tersenyum dan berlalu.

" Dasar pemaksa...," gerutu Ghaliza dalam hati sambil membaca undangan berwarna biru itu.

\=====

Jum'at sore Ghaliza dan rekan guru nampak bersiap menghadiri undangan Raja. Mereka berkumpul di sekolah lalu berangkat bersama-sama menuju gedung tempat acara digelar.

Ghaliza mengenakan out fit berupa rok panjang hitam dan blouse lengan pendek berbahan brukat berwarna abu-abu. Kalung mutiara nampak melingkar manis di lehernya. Sedangkan rambut Ghaliza dibiarkan tergerai indah di bahunya. Ghaliza memberi aksen jepit rambut bertahtakan mutiara di rambut indahnya itu. Sepatu dan tas warna hitam melengkapi penampilannya membuat Ghaliza terlihat sangat menawan meskipun simple.

Sementara itu di gedung telah terlihat banyak tamu yang hadir. Sang pemilik hajat yang tak lain adalah Raja tampak berkali-kali menoleh keluar seolah menunggu kehadiran seseorang yang penting untuknya.

Saat itu Raja mengenakan out fit setelan jas dan celana panjang berwarna abu-abu dengan dalaman kemeja berwarna putih. Terlihat gagah dan tampan. Hingga membuat banyak wanita yang berdecak kagum menatapnya.

Raja menoleh kearah pintu masuk saat didengarnya langkah kaki dan tawa yang akrab di telinganya. Ternyata Hengki dan para guru baru saja tiba. Mereka nampak bergantian mengisi buku tamu sambil diselingi tawa. Setelahnya Hengki membawa para guru untuk menyapa Raja. Mereka bersalaman dan mengucap selamat kepada Raja yang nampak menyambut dengan tersenyum. Ghaliza ikut menyalami Raja tanpa berkata sepatah kata pun. Kemudian mereka berbincang hangat sejenak. Setelahnya Raja pamit untuk menyapa tamu lainnya.

Saat melewati Ghaliza dengan sengaja Raja menyentuh bahu Ghaliza dengan bahunya hingga Ghaliza menoleh dengan sebal. Tatapan keduanya bertemu. Tapi alangkah terkejutnya Ghaliza saat Raja mengedipkan matanya kearah Ghaliza sambil tersenyum.

" Dasar mesum...," maki Ghaliza lirih dan masih bisa didengar oleh Raja yang nampak tertawa kecil mendengarnya.

Raja meninggalkan Ghaliza dan tamu lainnya lalu mendekati keluarganya. Ada kedua orangtua dan mertuanya yang nampak sedang berbincang hangat di sana.

Tak lama kemudian MC pun mulai memandu acara.

" Baiklah, sekarang Kami mohon Bapak Raja beserta keluarga untuk hadir ke atas panggung...," kata MC.

Terlihat Raja naik ke atas panggung didampingi kedua orangtuanya. Namun Ghaliza terkejut saat Harun dan Suci ikut naik ke atas panggung dan berdiri di samping kiri Raja.

" Ummi sama Abah kok ada di sana...?" batin Ghaliza bingung. Di tengah kebingungan sang MC melanjutkan ucapannya.

" Maaf, ada yang tertinggal. Kami mohon kepada Istri Bapak Raja untuk ikut hadir di sini...," pinta MC tiba-tiba hingga membuat kegaduhan di dalam gedung itu.

Mendengar ucapan MC membuat sisi hati Ghaliza berdenyut nyeri. Ia tak menyangka jika Raja adalah pria beristri yang gemar menggoda bawahannya. Dan sialnya, orang yang digoda adalah dirinya sendiri. Ghaliza pun berusaha tersenyum sambil memaki dalam hati.

bersambung

1
Guntar Nugraha
Bintang yg bicara Ok BossQu 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍 👍👍👍👍👍🙏🙏🙏
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk
total 1 replies
Guntar Nugraha
Lach coba itu...😊😊😊
any Sulistiani: he he ... 😅
total 1 replies
Guntar Nugraha
Tetap semangat optimis dan yakin Thor... 💪💪💪🙏
any Sulistiani: insyaa Allah siaappp 👌😉
total 1 replies
Ibuk Kumaiyah
semangat terus nulisnya
any Sulistiani: insya Allah siaapp. Alhamdulillah..., mksh suportnya ya say...
total 1 replies
SEPTi
sweet
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut kk...
total 1 replies
SEPTi
aku kadang bingung namanya Suci/Sukma
any Sulistiani: lanjuutt kk..
total 1 replies
SEPTi
aku kira dulu raja mau main main sama pernikahan ini ngga taunya udh ada rasa dari awal
any Sulistiani: betul. lanjut ya kk, mksh..
total 1 replies
Guntar Nugraha S
Bintang yg bicara Ok Ttp Semangat @UmmiQu...
Riffa
aku suka novelmu thor tidak berbelit²
Elis Nurida
bagus sekali
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say..
total 1 replies
Ibu Idah
Bagus
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say...
total 1 replies
Guntar Nugraha
Bagus bingiiiiiittt....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya bii..
total 1 replies
Regita Regita
Buat Author aku cuma bisa kasih kopi dan bunga....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh say. lanjuuutt ya say
total 1 replies
Regita Regita
ceritanya bagus,tapi yg baca masih sedikit.aku mampir kesini dulu...langsung fav.semangat Author...semoga selalu sehat dan diberkahi rizki yang melimpah Aamiin.
any Sulistiani: yup, met gabung ya say. # Aamiin yaa Robbal'alamiin..., doa yg sm utkmu say. mksh..
total 1 replies
abu😻acii
bagus cerita nya
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh udh mampir ya say. Baca karya aq lainnya yuk, smg suka yaa, mksh..
total 1 replies
neng ade
bagus .. meskipun kisah cinta yg berliku antara Galiza dan Raja .. namun kesabaran mereka berbuah manis dngn kehadiran baby boy nya .. dngn takdir cinta nya berakhir bahagia ..
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
dasar emak emak Rempong🖕
any Sulistiani: he he..., betul say..
total 1 replies
Maikel Takasili
lanjut... kayaknya bagus ni..
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut lg ya kk.., mksh..
total 1 replies
elena
ka nulisnya banyak span span nya pusinggg
Takdir QU
ko kbnyakkan spasi ny ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!