Kisah Molly Arkana yang di cintai dua pria tampan satu darah, yah, Alex kekasihnya sudah berusia 39 tahun, tapi memiliki putra berusia 23 tahun, hasil dari cinta terlarang di usia Alex yang ke 15 tahun.
Dan Farrell yang seharusnya menjadi anak tirinya, juga mencintai nya. Ini kisah Farrell yang mencintai kekasih papah nya.
Banyak bawang, jadi siap kan tissue, ada part ngakak nya juga, plus part bucin, romantis, sama geram sampe geregetan pengen gigit telinga orang, siap siap, dengan alur cerita naik turun nya. 😍♥️
Happy reading ♥️😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis amatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter Tujuh
Sering kali terdengar cinta berawal dari mata turun ke jalan, eh sorry.. kehati maksudnya. Tak memandang fisik, usia juga harta, bahkan tak sedikit yang rela meninggalkan istri kayanya hanya demi mengejar kekasih miskinnya.
Tapi lain dengan perempuan, biasanya rela meninggalkan kekasih yang selalu ada demi mengejar yang bertahta. Bahkan ada yang rela memutuskan hubungan dengan keluarganya hanya karena kebucinan tingkat dewa.
Begitulah.. versi cinta memang berbeda beda, tapi kapan cinta di salah kan.? kita sendiri tak pernah bisa menyalahkan cinta, karena cinta itu bagaikan emak-emak milenial yang kalau naik motor send kanan belok ke kiri. Tak pernah mau di salah kan...!!!
Hari ini Alex berniat mengajak calon istrinya makan malam bersama keluarga yang hanya ada ibu kandung dan putranya saja.
Tak perduli dengan penolakan yang akan putranya lontarkan, dia rajanya di rumah itu. Semua perkataan nya harus terlaksana..!!
Majulah pah..!! Mamah mendukung mu..!! sepenggal kalimat penyemangat yang terngiang di telinga, dalam mimpinya malam tadi dari mendiang sang istri.
"Mau kemana kamu Rell..?" tanya Alex pada putra semata wayang, yang kini sudah berpakaian rapi hendak pergi.
Sedang lelaki itu masih duduk sambil menyilang kan kakinya di sofa dengan mata yang menatap majalah bisnis di tangannya. Jendela besar menyuguhkan pemandangan langit sore, syahdunya, sungguh syahdu, apa lagi secangkir latte menghiasi mejanya.
"Ke tempat Rangga..!! bosen di rumah..!!" jawab pemuda berwajah sinis itu ketus.
"Jangan hari ini Rell.. besok-besok saja. Nanti malam calon ibumu, datang ke sini.. dia mau mengenal calon putranya.." ucap Alex santai.
Sedang Farrell mengernyitkan dahinya tak bisa santai seorang gadis yang usianya lebih muda dari nya akan menjadi ibu.? pemuda itu tampak gusar "Jangan harap Farrell mau menemuinya.. sia sia papah mau mengenal kan nya padaku.. aku tidak akan mau menerimanya.." balasnya.
"Kalau begitu bersiap lah Rell.. siap-siap jadi gelandangan..." sambung Alex terselip ancaman.
"Maksud papah.?"
"Papah akan memblokir semua fasilitas mu.. dan mencoret nama mu dari kartu keluarga ku.. jangan harap kamu mendapat warisan dari ku Rell.. semua kekayaan ku akan ku berikan pada Molly istriku.."
"Pah,..!!!" sergah Farrell tersentak, hampir saja bola matanya terlepas dari tempatnya.
"Papah lebih memilih gadis matre itu dari pada aku? putra mu sendiri.? darah daging mu hah.?" lanjutnya mengerutkan keningnya kuat-kuat.
"Hee hmm.." Alex masih terlihat santai.
Farrell melangkah mendekat "Pah...!! sadar pah.. apa papah tidak takut hah.? terkena azab gara-gara membuang putra tampan seperti ku..?" ujarnya.
"Tidak ada azab yang datang gara-gara membuang putra durhaka seperti mu.." saut Alex datar.
"Pah..!!" pekik Farrell.
Bugh Alex menutup majalahnya sebelum menatap putranya yang tampak menampilkan wajah protes.
"Pilih lah.. jadi gelandangan.? atau mau makan malam bersama ibu sambung mu.?" tawarnya yang kemudian melangkah pergi.
"Pah..!!!" panggil Farrell yang terabaikan.
Pemuda itu menghentakkan kakinya geram "Licik sekali orang tua itu..!!" ucapnya.
"Awas saja.. kau gadis matre..!! akan ku buat kau menyesal sudah masuk di tengah-tengah keluarga ku..!!" tambahnya mengepalkan tangan.
...----------------...
POV Molly
Sebuah senyuman menyambut kedatangan ku, saat ku injakan kakiku ke tanah setelah setengah jam aku berada dalam mobil mewah kiriman kekasihku.
Seorang pria mengenakan kemeja tipis berwarna biru dan celana jeans hitamnya, Oh dia begitu memesonaku.
Om Alex berdiri tegak merentangkan kedua tangannya menawarkan pelukan padaku. Dan tanpa pikir panjang, aku masuk ke dalam dekapan hangat nya.
"Selamat datang sayang.. maaf Om harus kirim orang untuk menjemput mu.. Om masih harus memastikan Farrell tidak pergi kemana mana sore tadi.." ucapnya.
"Iya.. gak papa Om.." saut ku. Dan sebuah kecupan mendarat di kening ku lembut.
"Kita masuk.. Mami sudah menunggu mu.." ucap Om Alex menuntun ku.
Yah.. untuk yang pertama kali, aku menyambangi rumah calon suamiku, menemui keluarganya. Wuh. Rasanya seperti menaiki wahana roller coaster. Tegang..!!!
"Ekm ekm...!!"
Dari tadi tak henti hentinya aku berdehem kecil, berusaha menghilangkan grogi ku. Ku rapi kan rambutku dan menyapu gaunku.
"Om.. sayang.." aku menghentikan langkahku kemudian menarik lengan kekasih ku.
"Hemm..?" dahaman seksi yang selalu ku dengar dari bibir keriting Om Alex ketika aku memanggil.
"Emmh.. apa aku sudah rapih..? apa rambutku acak-acakan.? apa aku wangi.? apa....." ucap ku yang belum selesai.
"Kamu manis, seksi, cantik, wangi, rapih, semua nya, kamu perfect setiap harinya sayang.." sergah Om Alex memotong pertanyaan ku.
"Apa benar begitu.? Molly... kurang percaya diri Om.." ucap ku.
"Kenapa.? memang nya Farrell yang akan kamu nikahi.? kenapa harus grogi.? anggap saja dia anak kecil.. jangan berpikir dia sudah lebih tua dari mu.." saut Om Alex meyakinkan ku. Dan aku mengangguk.
"Iya.. genggam tangan ku Om.. Molly masih butuh kekuatan.." pinta ku manja. Dan itu yang membuat Om Alex menyukai ku.
"Jangan kan menggenggam tangan, apapun akan ku berikan.." godanya tersenyum.
Dengan tangan yang saling menggenggam, kami berjalan beriringan menuju pintu masuk rumah besar bercat putih dengan list emas itu, rumah yang mungkin akan menjadi kediaman masa depan ku.
Oh... sejuknya saat ku langkahkan kakiku masuk ke ruang tamu, ku edarkan pandanganku menyisir seluruh tempat luas itu, semua furniture tampak mengkilap, sebuah rumah yang di dominasi dengan ukiran kayu Jepara, terkesan sangat mahal. Ternyata disain rumah dan kantor nya cukup berbeda.
Setelah berlalu dari ruang tamu, kini langkah kami sudah menuju dapur bersih yang memperlihatkan meja makan panjang di tengah-tengah ruangan itu.
"Masya Allah... Alex... jadi ini pacar kamu..?" tanya seorang ibu menghampiri kami. Dengan binar senang di matanya wanita itu menyambut ku.
"Iya Mi.. ini Molly, yang selama ini Alex cerita kan..." saut Om Alex memperkenalkan ku.
Dan aku memberikan senyuman terbaikku pada wanita ramah itu "Assalamualaikum Nyonya..." ucap ku.
Dan wanita itu tampak mengerutkan keningnya protes " Waalaikum salam nak.. tapi jangan Nyonya.. aku ini calon mertua mu.. jadi panggil saja aku Mami.." ucapnya tersenyum ramah.
"Iya.. Mami.."
"Kamu cantik sekali Molly.. kalian pasangan yang cocok.." ucap Mami, menatap ku dan om Alex secara bergantian.
"Kita duduk yuk... Mami masak enak untuk mu... Mami sendiri loh yang masak..." ajaknya menuntun ku menuju meja makan panjang nya.
Tapi entah kenapa kebiasaan kebelet pipisku masih belum hilang juga, setiap gugup aku pasti bolak balik kamar mandi. Setelah sama-sama duduk aku lantas mendekatkan bibirku pada telinga Om Alex yang kini duduk di sebelahku.
"Om.. Molly mau ke kamar kecil.." ucap ku berbisik.
"Iya.. Om antar.."
Aku menggeleng "Tidak usah Om.. Molly bisa sendiri.. tunjukkan saja di mana..?" cegah ku. Saat gugup biasanya aku lama di toilet, jadi lebih baik aku sendiri saja.
Om Alex pun menunjukkan toilet yang tak jauh dari ruang makan. Tergesa gesa aku memasuki ruangan mewah itu tentunya setelah meminta izin pada calon mertuaku. Ku tuntaskan urusan ku di dalam sana.
Sepuluh menit berselang. Dan di sinilah aku sekarang, menatap cermin yang masih memperlihatkan wajah gugup ku.
"Molly... pasti Farrell menerima mu... berikan senyum manis mu padanya... dia pasti menerima mu.. Farrell pasti pemuda yang sangat manis seperti papah nya... yah... pasti dia seperti Om Alex..." gumam ku meyakinkan diri sendiri.
"Ok semangat Molly...!!"
Ku ambil parfum dari dalam tas bahuku, lalu ku semprot kan ke seluruh tubuh ku. Hhhemmmmm.. damai rasanya saat menghirup aroma saffron dengan vanilla yang bercampur, wangi itu lumayan membuat ku lebih tenang.
Dengan kepercayaan diri yang mulai meningkat aku membuka pintu toilet dan melangkah keluar. OMG.!! kagetnya aku..!! saat melihat seorang pemuda di balik pintu.
"Kamu...!!!" ucap ku menunjuk wajahnya.
...----------------...
Bersambung...!! Yang udah baca bantu Like ya Kaka.. lumayan meski belum populer karena masih baru.. terimakasih yang masih setia.. 😚🤗