NovelToon NovelToon
Posesif Daddy

Posesif Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: ketua kocheng

(REVISI)


Bagaimana jika ingatan mu di hapus oleh kakakmu dengan alasan bahwa ia mencintaimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ketua kocheng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cici

Violet berdiri di depan pintu utama ia masih takut untuk bertemu Dave apalagi dave sudah membunuh kedua orang tuanya violet memegang perlahan kenop pintu ia buka pintu yang sama sekali tak terkunci

Violet tidak melihat siapapun termasuk para art yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya violet berjalan menuju ruang tamu tetapi ia belum menemukan Dave ia semakin takut violet memegang erat kotak makan pemberian Rini

Hingga seseorang yang sendari tadi violet cari tiba tiba memeluknya dari belakang dan menopang dagunya di pundak violet

"Kamu sudah pulang Vi Daddy khawatir mengapa kamu lari seperti itu kemarin?..." violet bisa merasakan detak jantung Dave yang sangat kencang tangan Violet bergetar violet hanya bisa memejamkan matanya hanya menelan ludah saja rasanya sangat sulit

Dave memutar tubuh violet agar berhadapan langsung dengannya terlihat wajah violet yang pucat

"Vi.. kamu sakit? Apa yang sakit ayo kita ke dokter..." tanya Dave dengan sangat khawatir violet menggeleng cepat ia tidak mau dibawa ke dokter oleh Dave karena ia takut bahwa Dave akan membawanya pada psikologis lagi

"Lalu kamu kenapa vi?!..." Kesal dengan violet yang tak memberi sautan Dave menggambil kotak makanan yang violet genggam sangat erat

"Eh.. Daddy jangan itu--"

"Diam!!" Violet terkejut dengan bentakan Dave ia terdiam dengan mata yang sudah memerah Dave membuka kotak itu lalu ia melemparnya ke lantai hingga nasi goreng Rini yang dibuat khusus untuk violet berhamburan

"Jangan pernah kamu datang ke tempat itu lagi atau mereka semua akan menemui ajalnya!!" Satu tetes air mata sudah melewati pipi violet hatinya terasa sangat hancur dengan apa yang Dave ucapkan ingin rasanya ia lari meninggalkan Dave tapi itu tak mungkin Dave gila ia psikopat menjijikan hanya karena obsesinya pada violet ia membunuh orang tak bersalah

"Kamu.. gila!! Kamu penderita sakit jiwa!..." Dave mengepalkan tangannya rahangnya sudah mengeras amarah dalam jiwanya berontak meminta dibebaskan violet menundukkan wajahnya

Dave menarik tangan violet dengan kasar ia terus menarik violet walaupun violet berontak

Violet dibawa menaiki tangga melewati kamar violet dan akhirnya Dave membawa violet kembali ke kamarnya dimana sekarang violet benar² ketakutan ia terus berontak walaupun tangannya sangat kesakitan

BRUKK!

Pintu yang ditutup sangat kencang oleh Dave setelah mereka masuk, violet masih mematung ia takut apa yang akan Dave lakukan sekarang ia menangis terus mengeluarkan air mata tanpa suara tangannya bergetar hebat bahkan kakinya lemas hanya untuk sekedar melangkah

Dave berbalik menatap lekat violet yang menundukkan kepalanya dan terlihat air mata yang menetes cukup banyak Dave mengusap air mata violet dengan jarinya

"Jangan menangis violet atau Daddy hukum kamu..."

Deg!

Violet membelalakkan matanya saat Dave menarik tekuk lehernya dan ******* bibir violet lembut violet memberontak ia mencoba mendorong tubuh Dave tetapi tak berhasil tanpa violet sadari tiba tiba ia menendang **** Dave dengan lututnya yang berhasil memberhentikan lumayan Dave

"Argghh!! Vi... Apa yang kamu lakukan!!..." Ringis Dave sembari memegangi burungnya violet melihat ke arah pintu ia berlari menuju pintu keluar tapi tangan kekar Dave menarik violet cukup kasar hingga sang empu terbanting ke arah ranjang

"Jangan coba-coba kabur violet!! Sepertinya kamu memang ingin Daddy hukum!..." Dave mengambil tali di dalam laci lalu mengikat tangan Violet menahannya di atas kepala violet lalu dave menaiki tubuh violet dengan tangan kiri di atas kepala violet yang bertujuan menahan tangan Violet agar ia tak berontak Dave mulai mencium bibir candu violet lagi perlahan menjadi ******* dan semakin kasar violet berusaha berontak tetapi ia tak bisa

"Hikss..hikss jangan Vi mohon jangan.... Hikss...jangan" violet semakin berontak saat Dave menciumi leher violet dan menghisapnya dengan lembut

"Sstt kamu tau Vi Daddy punya kejutan buat kamu..." Dave mengambil remote tv ia nyalakan dan terlihat seorang pelajar yang masih mengenakan seragam yang terduduk dengan mata terpejam dan darah segar yang mengalir di keningnya violet semakin keras mengeluarkan suara tangisannya ia tak ingin satu satunya teman dekatnya mati di tangan pria gila ini

"Hikss... Cici... Daddy Vi mohon jangan sakiti Cici..hikss violet bakal lakuin apa aja asalkan Daddy lepasin Cici.." Dave menggeleng ia mendekatkan wajahnya dan tersenyum miring

"Kemarin kamu juga berjanji Vi tapi kamu melanggar janji kamu.." panas dingin itulah yang violet rasakan ia tak tau harus bagaimana matanya buram karena air mata yang menghalangi penglihatannya

Dave menarik dagu violet mengecup singkat bibir violet lembut dan berkata "malam ini kamu tidur dengan Daddy dengan begitu Cici yang begitu kamu sayangi akan melihat hari esok..." violet tak punya pilihan ia mengangguk mengiyakan Dave menyeringai ia ******* kembali bibir violet rasanya berbeda karena sekarang violet tidak berontak ia menerima ciuman yang diberikan Dave

...[Sebagian chapter dihapus demi privasi Dave]...

¶∆¶

Merasa ada yang menciumi pundaknya violet terbangun dari tidurnya ia bisa merasakan lidah hangat Dave yang tengah menjilati pundaknya bayangan beberapa jam yang lalu muncul di benak violet

"Kamu sudah bangun sayang?" Panggil Dave dengan suara khas bangun tidur dan nada yang sangat lembut

Violet tak menjawab ia tak mau berbicara lagi dengan Dave tapi saat ia ingat bahwa Cici tengah ditahan ia bangun dari tidurnya dan menghadap Dave

"Mana Cici? Jangan sakiti dia atau--"

"Atau apa?! Kamu akan kabur begitu? Jangan pernah mengancam Daddy karena bisa saja mati!!"

Bulu kuduk violet berdiri mengapa Dave sangat mudah merubah sikapnya violet menggelengkan kepalanya ia tak mau kehilangan lagi ia masih terpukul dengan meninggalnya kedua orang tuanya

"Vi mau ketemu Cici.." ucap violet sembari memainkan jarinya ia tak ingin melihat dave ia terlalu takut

"Lebih baik sekarang kita makan Vi kamu belum makan bukan?..." Dave berdiri ia meninggalkan violet dan menuju kamar mandi di kamarnya hingga sebuah pesan masuk dari hp Dave yang berada di atas laci berbunyi

Violet melirik laci dan benar itu hpnya Dave yang dimana ia menerima pesan dari kei karena hp Dave tak memakai kata sandi tanpa ragu Violet membuka pesan itu yang bertuliskan

tuan apakah nona Sabina kita bunuh saja? Ia sangat berisik disini

Violet membelalakkan matanya tak percaya Setega itu kah Dave? Apakah ia psikopat berdarah dingin?

Violet menuruni ranjangnya dengan tergesa dan berlari menuruni tangga violet merasakan ****** dan paha bagian dalamnya sangat lengket tetapi ia tak menghiraukan itu

Violet memegang kenop pintu bawah tanah ia tak pernah datang kesini karena Dave melarangnya ia yakin Sabina ada disana violet membuka pintu itu dan ia berjalan menelusuri lorong yang sangat panjang betapa terkejutnya violet saat ia melihat banyak bodyguard bahkan mungkin ada puluhan orang yang menjaga disana violet juga melihat kei yang sedang memainkan katananya violet bersembunyi di balik tong sampah

'cici kamu dimana?' batin Violet saat tak kunjung melihat Sabina hingga suara teriakan wanita di dalam salah satu ruangan menggema

"Tolong...!!! Lepasin brengsek..!! Ahhh sakit! gue punya salah apa sama lu sialan!" violet keluar dari persembunyiannya ia berlari menghampiri sumber suara Sabina ia melewati para bodyguard dan juga melewati kei

Kei terkejut begitu pula para bodyguardnya bagaimana violet bisa disini ia panik bagaimana jika Dave murka karena violet yang menerobos masuk ke ruang bawah tanah

"No--nona kenapa anda disini tidak baik Nona disini mari kita pergi..." Kei berusaha mengajak violet dengan memegang tangannya tapi violet menepisnya ia menatap marah kei yang membuat kei semakin takut

"Diam! Vi mau ketemu Cici jangan halangin Vi atau Vi marah sama kamu..!" Violet memasuki salah satu ruangan disana meninggalkan kei yang masih bingung harus berbuat apa

Violet terkejut dengan keadaan Cici yang penuh dengan darah luka sayatan di tubuhnya sangat terlihat jelas bahkan sampai merobek baju sekolahnya

violet melirik tajam ke arah salah satu anak buah kei ia mendekatinya

"Keluar sekarang juga!!" Teriak violet dan dengan takut ia keluar meninggalkan violet berdua dengan Sabina

"Cici.. kamu gak papa kan?..." Violet mendekati sabina yang tertunduk lemas violet membuka ikatan tangan Sabina lalu mensejajarkan diri dengan Sabina

"Ci..? Ayo kita ke luar dari sini..." ajak violet saat ia tak mendapatkan respon dari sabina yang masih tertunduk dan terlihat ia mengepalkan tangannya lalu menampar keras pipi Violet hingga violet terjatuh tak siap dengan pergerakan Sabina

"Lu sengaja kan?!! Lo sengaja mau siksa gue kan?!! Kenapa lu lakuin ini hah!! JAWAB!!..."

"Cici kenapa tampar Vi? Hiks...kenapa?...Vi salah apa..hikss..." tanpa aba-aba Sabina menjambak rambut violet hingga sang empu mendongak menatap wajah Sabina

"Gue benci liat muka so polos Lo Vi gue benci!!..." Violet menggeleng ia takut sekarang ia harus bagaimana kenapa semua orang menghukumnya? Bahkan teman yang sangat violet sayangi tega menamparnya dan menjambaknya seperti ini

BRAK!!

"Sialan!! lepaskan tangan kotormu..!!" Violet terkejut dengan kedatangan Dave dan ia lebih terkejut lagi saat tiba tiba Dave menjambak rambut Sabina dengan kuat hingga beberapa helai rambut sabina berhamburan

"Akhhh sakit..." Dave melempar Sabina dengan keras ke lantai hingga ia tak sadarkan diri lalu ia menghampiri violet yang sangat ketakutan

"Vi..apa yang sakit? Ayo kita ke rumah sakit..." Dave mencoba menggapai tangan violet tetapi dengan kasar violet menepisnya

"Gak mau!!" Violet menjauh dari Dave ia berdiri menghampiri Sabina yang tak sadarkan diri Violet menggoyang goyangkan tubuh Sabina tetapi ia tak kunjung sadar

Dave tak tahan lagi bagaimana violet masih bisa memikirkan orang lain disaat ia telah disakiti oleh orang itu Dave menarik tangan violet membawanya keluar dari ruangan itu

"Vi gak mau..!!! Lepasin Vi mau sama Cici!!" Violet berusaha berontak tapi apa daya ia tak bisa kekuatannya berbanding jauh dengan Dave

"Bawa dia ke rumah sakit..." perintah Dave pada kei yang menundukkan wajahnya dan kei mengangguk ia langsung berjalan menuju Sabina dan membawanya menuju rumah sakit

Violet berusaha memegang apapun agar ia bisa menahan tubuhnya dari seretan Dave

"Hikss... sakit.. lepasin ini sakit.." Dave terus menarik tangan violet hingga ia sampai di ruang tamu lalu mendudukkan violet

"Duduk disini jangan kemanan mana" dave berjalan menuju kamarnya lalu tak lama kemudian ia datang dengan membawa kotak p3k di tangannya ia duduk di samping violet membuka p3knya lalu mengambil salep untuk pipi violet yang merah karena tamparan Sabina

"Jangan menangis Daddy tau ini perih"

"Gausah Vi bisa sen--" Violet mmeberhentikan ucapannya saat Dave mendekatkan wajahnya dan tangannya mulai meraba bagian selatan violet

"Jangan bantah Daddy sayang.. sekarang bisa saja Daddy melakukan apa yang selalu ingin Daddy lakukan, menurut lah..." violet memalingkan wajahnya pria dihadapannya sangat tidak waras ia takan menang jika berdebat dengannya Dave Takan mengalah

"Daddy gak usah repot-repot ngobatin Vi..." ujar violet tanpa menatap wajah Dave "kamu selalu menolak Daddy bawa ke rumah sakit jadi biarkan Daddy yang mengobati mu.." Violet memandang kosong ke arah depan memikirkan kenapa Sabina bisa seperti itu padanya apakah violet membuat kesalahan? tapi apa? rasa sakit di wajahnya tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya

"Vi? kenapa kamu melamun..." Dave membuyarkan lamunan violet dengan menarik dagu violet agar melihat ke arahnya

"Apa yang Daddy lakukan pada Cici? dia salah apa?..." violet mulai menangis ia tak kuat lagi menahan tangisnya apa yang Dave lakukan dan Sabina lakukan hari ini cukup membuat violet takut

"kamu tau vi? Daddy sayang kamu..." Dave mengusap air mata violet memberi sentuhan yang setidaknya membuat violet sedikit tenang

"Orang yang sayang pada Vi nggak mungkin sakiti Vi apalagi bunyh orang tua Vi..." final violet yang membuat Dave bungkam ia tak menjawab dan berusaha memikirkan bagaimana agar violet bisa ia bawa kembali pada psikologis, Dave semakin takut violet pergi meninggalkannya

violet menggeleng ia berdiri dan berjalan menuju kamarnya Dave semakin takut apalagi saat violet diantarkan oleh anak semata wayangnya keluarga Aditama

1
nilim
ceritanya menarik, tp perbaiki lagi beberapa ada yg ga nyambung dan pake koma atau ga tirik. gw baca agak bingung
nilim
sempet' nya /Facepalm/
nilim
30m banyak loh gila si kl lngsng di abisin
Ayu galih wulandari
Aqu hadir k ak author msh blm mengerti alurnya
Jewel Kefrill
gk ada
Jewel Kefrill
bagian selatan itu apa??
Memyr 67
lebih suka visualnya regan daripada dave
Memyr 67
ternyata dave kakak tiri violet. kakak tiri yg mencintai adik tiri
Memyr 67
violet itu tidak sadar diri tw bodoh? berkali kali diancam dave, kalau violet membantah, tidak menurut, akan dihukum, tetapi selalu saja membangkang sama dave. begitu kena hukum dave, nangis, marah marah. yg psikopat violet kayaknya. masak cewek udah besar, berkalibkali dibritau, diancam, nggak ngerti ngerti?
1234
makin seru thorrr
1234
masih nyimakk thor
Regii Regii
ko aku cari ga ad ya ka
Putri Pink
makanan ringan apa sih yg sampek sebulan gaji masih gk bisa membelinya?!...
heran deehhh
Rafika Aprilyanti Alfian
thooor nyimak
Aisyah Prasutio
kurang sreg tokoh biola nya,🙏🙏
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa di klik profilku, terimakasih 😊
total 1 replies
Aurel
kok mala nyeritain sama si agra sih.....bukanyya sama si dady....
Aurel
meskipun jahat ma orang tapi cintamya....si dave tulus....lo....
M 🐼
Loh kok malah gini, klau sama arga gk sesuai judul
Roetipa Tipa
Dove sadisnya keterlaluan
Atika Darmawati
jgn mati lah violet ..kasian baby nya buat ending nya violet bahagia thorrrr ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!