NovelToon NovelToon
Allsbert : Petualangan Tentara Di Dunia Lain

Allsbert : Petualangan Tentara Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Reinkarnasi / Barat
Popularitas:123.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lana_Eka

Suatu hari seorang pemimpin Squadron tentara Khusus bernama Mayor Eldric sedang menjalankan misi khusus bersama pasukannya. Namun, tanpa diduga pada saat pasukan itu hendak pulang mereka tidak sengaja bertemu dengan pasukan musuh dan terkena serangan dari rudal yang dilepaskan pasukan itu. Tersadar setelah Helikopter yang mereka tumpangi jatuh Eldric kini telanjang bulat di tengah hutan?

Kehilangan sebagian ingatan, dia menemukan bahwa dia dipanggil dengan nama berbeda, Allsbert.

Allsbert sendiri kemudian bertemu dengan Seorang Wanita Elves cantik yang terkutuk.

Bagaimana perjalanan Allsbert di dunia yang berbeda dengan dunianya dulu itu?

Genre: Fantasi, Aksi, petualangan, Dunia Lain ( isekai ), Romantis, Survival, Perang, Kerajaan, Zero to Anti-Hero

Original. Update? Saya usahakan sehari 1x pada jam 19.30 WIB. So, Jangan lupa masukin ke Favorit dan rak buku kalian ya! Thank You. Happy Reading~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lana_Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepertinya Teknikku Tidak Tumpul

Berdiri dengan jarak 15 meter dari Allsbert, nampak ada mahkluk berlumuran darah di mulut serta tubuhnya sedang menatap Allsbert.

" Fuu "

Makhluk itu melihat Allsbert dengan mata yang berwarna merah darah dan tatapan seram. Kepalanya agak miring seperti bertanya " Siapa? "

Di bawah tubuhnya seperti ada berserakan daging hewan yang habis di buru dan dimakan oleh makhluk itu.

Makhluk itu memiliki tinggi sekitar satu meter dengan perawakan yang entah bagaimana mirip seekor kelinci. Cakar tajam nampak ada di jari-jarinya. Tangan dari hewan itu entah kenapa nampak berotot di balik bulu-bulu yang berwarna putih dan telinga panjang serta besar mirip seperti milik kelinci pada umumnya ada di kepalanya.

Makhluk itu menatap Allsbert dengan pandangan haus darah.

Perlahan Allsbert kemudian  menurunkan barang bawaannya dan menarik pedangnya. Dia melakukan itu secara perlahan karena tidak ingin mengejutkan makhluk itu.

Tapi, tiba-tiba tanpa basa-basi makhluk itu langsung menerjang berlari ke arah Allsbert.

" Ap– "

Ketika jarak mereka sudah tertutupi makhluk itu mencoba mencakar Allsbert dengan cakarnya.

Dua serangan dilancarkan makhluk itu kepada Allsbert. Serangan pertama dilancarkan dengan tangan kanan mencoba menebas Allsbert dengan cakarnya. Namun, serangan itu dapat dihindari oleh Allsbert karena serangan itu cukup mudah untuk dibaca oleh Allsbert.

Tanpa membuang waktu, serangan beruntun langsung dilancarkan hewan itu dengan tangan kirinya hanya berkisar sepersekian detik setelah Allsbert menghindari serangan itu.

Allsbert mencoba menangkis serangan itu dengan serangannya.

" Fu?! "

Darah segar nampak memucrat ke udara dan menetes ke bawah.

Bukan dari Allsbert. Tapi darah itu berasal dari mahkluk yang menyerang dirinya secara agresif itu. Tangan kiri  dari hewan itu mendapatkan luka cukup serius dari serangan Allsbert membuatnya tidak bisa menggerakan tangan kiri itu.

" Mungkin kukumu itu tajam dan kuat. Tapi kau lupa daging  pergelangan tanganmu itu tetaplah lembek! "

Allsbert langsung menutup jarak diantara mereka.

" Fuuu!! "

Mata hewan itu melotot, hewan itu kemudian mencoba untuk menggunakan tangan kanan untuk menyerang Allsbert.

Namun, itu serasa percuma karena Allsbert dapat menghindari lagi serangan itu dan justru langsung  secepat kilat mendaratkan serangan bertubi-tubi menyayat daging dari hewan itu.

Mendapatkan serangan bertubi-tubi, hewan itu nampak tidak mau menyerah dan hendak mencakar Allsbert lagi.

Allsbert menghindar dengan meloncat mundur ke belakang. Namun, bukannya Allsbert berhenti dan menjaga jarak. Allsbert justru segera menolakkan tubuhnya ketika sudah menyentuh tanah untuk melesat ke arah si kelinci itu dan menutup jarak mereka lagi.

" Fuu... Fuu "

Kelinci itu bernafas secara terengah-engah mencoba menahan serangan Allsbert dengan lengan tangan kanan sebagai usaha terakhir.

Namun, Allsbert tanpa ampun langsung menebaskan pedangnya  memutuskan tangan kanan hewan itu yang digunakan untuk bertahan.

Tanpa kedua tangan, hewan itu menjadi tidak berdaya.

Meskipun demikian, Allsbert tidak memberikan rasa kasihan sama sekali.

Allsbert tetap menebaskan pedangnya merobek dan menyayat daging di tubuh hewan itu berkali-kali sampai darah memancar ke sepanjang tempat berdiri si kelinci itu.

Tubuh kelinci itu penuh dengan darah yang berasal dari sayatan-sayatan yang diberikan Allsbert.

Setelah beberapa kali serangan dilancarkan Allsbert, Allsbert mengakhiri serangannya dengan menusukkan pedangnya ke dada hewan itu.

Nafas dari kelinci itu berhenti dan dia terdorong jatuh ke belakang ditimpa oleh Allsbert.

•••

" Hah... Hah... "

Allsbert duduk bernafas terengah-engah sembari melihat tubuh kelinci bersimbah darah di depannya.

Seperti sebelumnya, Allsbert merasakan perasaan hangat selama dua detik kemudian menghilang setelah mengalahkan makhluk ini.

Daripada memikirkan keberadaan makhluk aneh yang baru saja dia rasakan, Allsbert justru memikirkan,

" Sebenarnya rasa apa ini? " Pikir Allsbert.

Tapi tentu Allsbert tidak menemukan jawabannya. Lagipula baru pertama kali dia mengalami rasa-rasa aneh semacam itu.

" Yah. Terserah lah. Lebih penting, rupanya teknikku masih tidak tumpul. Tapi ini sedikit menyebalkan. "

Allsbert melihat ke bawah ke arah  baju yang dia kenakan yang terlihat ada bekas cakaran. Itu tidak melukai kulit Allsbert tapi itu cukup membuat lubang besar di baju Allsbert.

" Sudahlah. Nanti aku akan pakai baju yang lain. Toh aku masih mempunyai dua baju juga. Tapi lebih penting, kenapa aku menjadi lapar sekarang? "

Padahal Allsbert baru selesai sarapan sekitar 45 menit yang lalu, namun setelah dia mengalahkan makhluk kelinci jadi-jadian di depannya ini dia menjadi kembali merasa lapar.

Allsbert terpaksa untuk memakan daging simpanannya itu.

Namun, dia kemudian melihat kelinci di depannya itu dan muncul sebuah ide,

" Bagaimana rasa kelinci ini?  "

Setelah selesai makan Allsbert kemudian mengambil daging dari kelinci itu dan melanjutkan perjalanan.

•••

Sudah  sepanjang siang hingga sore hari Allsbert berjalan menyusuri hutan ini dan bergerak ke arah selatan. Namun, sepertinya belum ada juga tanda-tanda bahwa dia akan keluar dari hutan.

Kelihatanya hutan ini sangat luas dengan vegetasi serta fauna hutan yang sangat berbeda dari hewan-hewan yang pernah ditemui Allsbert selama ini.

Lebih dari itu, hewan-hewan yang ditemui Allsbert sepanjang hari ini juga sangat agresif.

Sepanjang siang hingga sore hari ini Allsbert sudah diserang oleh 6 jenis hewan yang berbeda. Dari mulai hewan seperti kelabang raksasa berukuran 1 meter, kadal bertempurung, hewan berkaki empat bermulut lebar, serangga raksasa, serta buaya darat.

Semua hewan itu tidak memiliki rasa takut, lebih-lebih mereka bisa dibilang adalah hewan yang cukup kuat.

Begitu melihat Allsbert, hewan-hewan itu seolah memang dirancang untuk menyerang karena tanpa pikir panjang mereka langsung menyerang Allsbert.

Hal itu cukup membuat Allsbert menjadi lebih waspada dalam melintasi hutan ini selama perjalanannya.

Setelah suasana jadi agak gelap, Allsbert beristirahat disebuah tempat dengan pohon besar tinggi bercabang-cabang.

Allsbert membuat api, kemudian mengeluarkan daging dari kelinci yang dilawannya tadi siang untuk dimasak.

Sepanjang perjalanan tadi Allsbert juga sempat mengumpulkan tanaman-tanaman kecil yang tumbuh subur di hutan ini.

Pertama Allsbert hanya iseng untuk mencicipi daun yang bentuknya menarik. Namun, setelah dicoba oleh Allsbert, ternyata tanaman itu memiliki rasa-rasa yang menarik. Banyak dari tanaman itu memiliki rasa seperti bumbu dapur yang Allsbert tahu walau tidak sepenuhnya mirip.

Sejauh ini Allsbert tidak mengetahui tanaman serta daun-daun apa yang dia kumpulkan, namun Allsbert cukup tahu ciri-ciri dari daun beracun sehingga dia yakin bahwa daun yang ia kumpulkan tidaklah beracun.

Allsbert kemudian menghancurkan daun dan bagian tertentu dari tanaman itu kemudian mengoleskannya ke daging yang akan dia panggang.

Allsbert memanggang daging kelinci itu di atas bara api untuk beberapa saat.

Setelah daging itu matang, Allsbert kemudian memakan daging itu seorang diri.

Ternyata rasa dari daging itu menjadi lumayan enak.

Selain dari daging yang berbeda, mungkin karena daging itu juga diberi bumbu sehingga rasa daging itu terasa jauh lebih baik daripada daging yang sebelumnya dimakan Allsbert. Lebih-lebih setelah Allsbert memakan daging itu badannya menjadi agak hangat.

Allsbert kemudian meneruskan untuk memanggang sepotong daging itu lagi untuk persiapan bekal esok hari.

Ketika Allsbert sudah menyelesaikan semua panggangan daging itu, dia kemudian pergi naik, memanjat ke atas pohon bersiap untuk tidur.

1
gegep 07
akhirnya ketemu juga dengan rumah penduduk setelah 50 episode
Windi Lestari
Luar biasa
Indra Onepiece
wkwkwk ternyata up lv
Alex
lanjutkan dulu...
Aqsa Grizzly
orc dan elf
Anak kecil
udh 3 bulan loh thor, ga up up, ayo thor semangat, gw selalu baca karyamu...kalo udh ga sanggup mending pake jalan alternatif kayak buat 1 chapter yg di situ happy ending Allsbert nikah ama eris and punya anak... pokoknya happy ending lah ☺
Lana Eka: Eris dan allsbert gak ditakdirkan bersama.
total 1 replies
Aaarhan
thot, ayo thor up lagi, udh beberapa bulan loh... padahal bagus banget lagi ni novelnya
nia kurniawati
ditunggu up nya ya thor🙏
black lootus
semangat buat author, sy reader akan selalu setia menunggu updatean nya ^^
Sapujagat
waw mantap
Jangkrik Bozz
di tunggu crazy upnya thor
TN Leutenant
moga aja kalo emang ada konflikasi, konflikasinya kompleks dan unguessable
TN Leutenant
waou, survivalist nih, thx btw
TN Leutenant
balmond banget nih
TN Leutenant
Babi
TN Leutenant
gahaha Velociraptor berambut, nanti mah naga berbulu ayam
TN Leutenant
aish, lumayan rinci nih cerita, kayak berpengalaman aja
mineminee:‹
Semangat Thor
Kue Keju
kirain kenapa mereka diam, eh gak taunya gak paham bahasa anjing itu
Kue Keju
baiklah ini saatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!