Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6.Hari pertama sekolah
Setelah tausiah mereka kembali ke asrama untuk mengembalikan mukena dan mengambil peralatan mandi lalu mereka bergegas pergi untuk mandi.Setelah selesai mandi mereka bersiap-siap untuk pergi sekolah.
"Syifa, Adinda kalian sudah selesai belum."Dwi mulai kesal karena menunggu Syifa dan Adinda.
"Sudah mbak,oh iya Syifa sendirian ya Mbak yang kelas 2 aliyah?"
"Iya kamu sendiri Fa."Jawab Dewi.
"Ya....,jadi Syifa pergi sendiri dong."Dengan muka cemberut.
"Jangan gitu dong Fa,bagaimana kalau kita mengantar Syifa dulu lalu kita pergi ke kelas kita"saran wulan karena merasa kasihan"Tapi untuk hari ini saja ya Fa."
"Gak bisa setiap hari ya Mbak?"mohon Syifa.
"Kalau setiap hari nanti kami terlambat dong Fa ke kelasnya,"dan dianggukkan oleh yang lain.
"Ya sudah."Syifa pasrah.
"Kita pergi sekarang ya,nanti kita telat."Ucap Wulan
Mereka pun pergi sekolah sesuai dengan rencana mereka,mereka mengantar Syifa ke kelasnya dulu lalu mereka pergi ke kelas mereka.
_____Di dalam kelas Syifa_______
Syifa masuk ke dalam kelas sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum semuanya."
Semua mata tertuju kepada Syifa.
"Waalaikumsalam."
"Kamu santri baru ya?"tanya salah satu santri pria.
"Iya, saya baru datang kemarin."Mata Syifa mencari bangku yang kosong.
" Si cantik,sini duduk dekat Abang."Tawar santri pria tersebut sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan dia itu buaya,jangan pernah mau duduk dekat dia,mending kamu duduk di samping aku aja."Ucap salah satu santriwati.
Syifa langsung menuju bangku di dekat santriwati tersebut.
"Dini,kamu cemburu ya, takut kalau dia jadi pacar saya padahal kamu yang mau sama saya."pria tersebut menggoda Dini.
"Ogah pede banget kamu."
Setelah mereka selesai berdebat
"Hi, Ukhti nama kamu siapa?"tanya Dini.
"Namaku Asyifa Alexandre Saputri,panggil saja Syifa,nama kamu sendiri siapa?"
"Nama ku Laras Andini,panggil saja Dini."Jawab Dini.
"Yaampun jadi nama kamu Syifa."Ucap santri pria yang tadi heboh."Namanya cantik seperti orangnya,kenalin nama Gue Bayu Pratama panggil saja Abang Bayu. "
"Eh kamu itu nyambung-nyambung pembicaraan orang saja."Ketus Dini.
"Kamu itu sewot aja,tenang kamu juga cantik kok."Goda Bayu.
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi mereka langsung ke tempat duduk masing masing.Tiba tiba guru yang mengajar masuk ke kelas
"Assalamualaikum."Salam Ustadz dari depan pintu.
Semua santri menatap kearah asal suara.
"Waalaikumsalam."
Saat melihat siapa yang datang Syifa terkejut ternyata dia David Azmi Alfarid.
"Apakah di kelas ada santriwati baru?"
Syifa hanya mengangkat tangan ku.
"Kamu sekarang kedepan dan perkenalkan dirimu." Ustadz David mempersilakan Syifa memperkenalkan dirinya.
Syifa mulai beranjak dari tempat duduknya.
"Assalammualaikum wr.wb."
"Waalaikumsalam we.wb."Jawab mereka.
"Perkenalkan nama saya Asyifa Alexandre Saputri, saya pindahan dari sekolah di Jakarta."
"Apa ada yang ingin ditanyakan?"
Salah satu santri pria mengangkat tangannya
"Saya ingin bertanya,apakah kamu memiliki pacar?"tanyanya.
"Maaf itu privasi saya."Jawab syifa singkat
"Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan dari santri itu, hanya itu kok."Pinta Ustadz David.
"Baiklah tidak masalah,saya tidak mempunyai pacar."
"Alhamdulillah." Tanpa sadar Ustadz David mengucap hamdalah sambil tersenyum.
Semua santri terdiam tidak percaya atas jawaban dari Ustadz David karena biasanya Ustadz David tidak terlalu perduli tentang santriwati.
Syifa yang melihat memberanikan diri bertanya.
"Apakah Ustadz baik baik saja."
"Iya ,kamu perhatian banget sih."Jawab ustadz David sangat senang.
Semua penggemar ustadz David menatap tajam pada Syifa karena perkataan Ustadz David.
"Maaf ustadz apakah saya boleh duduk."
"Oh silakan,nanti saat istirahat kamu keruang saya."
Setelah syifa kembali ke tempat duduk.
"Baiklah kita akan melanjutka pelajaran kita tentang cara mensucikan diri."Jelas Ustadz David memulai pelajaran.
Tidak terasa bel berbunyi tanda jam pelajaran ustadz David selesai
"Syifa kita ke kantin yuk."Ajak Dini.
"Sepertinya kalau sekarang gak bisa Dini, saya tadi disuruh Ustadz David keruanganya nanti saya nyusul saja ya"
"Oh yasudah kita kekantin duluan ya Fa."Pamit Dini kepada Syifa dan hanya diangguki oleh Syifa.
Setelah Dini pergi ke kantin Syifa bergegas pergi keruang ustadz David.Setibanya di ruang Ustadz David.
"Assalammualaikum Ustadz"
"Waalaikumsalam,silahkan masuk."
Karena telah mendapat jawaban dari dalan Syifa masuk keruangan.
"Maaf Ustadz,ada perlu apa ya Ustadz memanggil saya kesini?"
"Tiga hari lagi ada lombah mengaji tingkat kabupaten,saya mau kamu yang mewakili pesantren ini dan tidak ada penolakan karena saya tahu sebenarnya kamu itu pandai dalam membaca Alquran,saya melihat kamu di mushola semalam sedang membaca Alquran."Jelas Ustadz david bian panjang lebar.
"Maaf Ustadz tapi apakah Ustadz yakin saya bisa."
"Saya yakin itu,bahkan saya yakin dengan perasaan saya kepada kamu."
"Tapi Ustadz saya ada syarat yang harus Ustadz kabulkan."Ucap Syifa
DEG jantung David berdebar kencang karena ucapan Syifa dengan pemikiran yang traveling.
"Saya mau tidak ada orang yang tahu tentang hal ini."
"Yaampun ini Ukhti bikin jantung saya mau copot saja,rupanya syarat untuk ikut lombah saya pikir syarat untuk menjadi pendamping hidup nya."Batin Ustadz David.
"Baiklah tidak masalah karena hanya akan ada 1 perwakilan dalam satu pesantren,jika tidak ada halangan nanti saya yang akan menemani kamu ikut lombah tersebut."
"Baiklah Ustadz terimakasih,saya permisi mau istirahat."Syifa mulai akan pergi.
"Tunggu,apakah kamu akan pergi ke kantin."
"Iya Ustadz."Kembali memutar tubuhnya kearah Ustadz David.
"Kalau seperti itu apakah saya boleh ikut bersama kamu."Ustadz David dengan berharap.
"Boleh,mari Ustadz."Syifa berjalan di depan Ustadz David.
"Maaf Syifa , seorang perempuan harus berjalan di belakang karena nanti saya khilaf."
Sebelah alis Syifa terangkat,tak ingin ambil pusing Syifa menuruti ucapan Ustadz David.
Mereka melangkah menuju ke kantin bersama.
_____Di kantin_______
Adinda, Dewi, Wulan, Ayu,dan Dwi sudah duluan ke kantin karena saat mereka ke kelas Syifa tidak ada Syifa.Tidak sengaja adinda melihat Syifa datang bersama Ustadz David.
"Syifa,sini," Adinda melambaikan tangan.
Syifa hanya mengangguk seraya tersenyum
lalu berpamit kepada Ustadz David.
"Maaf Ustadz,saya pergi kesana dulu ya."
David mengangguk dengan wajah sedikit kecewa.
Syifa pergi ketempat Adinda dan teman temanya.
"Syifa ini sudah Kak Adinda pesenin buat kamu,dimakan sekarang ya nanti bel masuk berbunyi."
"Iya Kak."
Syifa mulai memakan makanan yang telah dipesankan Adinda.
"Kamu dari mana,kok ke kantinya bisa barengan dengan cowok gila itu sih?"Adinda mulai mengintrogasi Syifa.
"Dari ruanganya Kak ,tadi dipanggil."
"Fa sepertinya Ustadz David suka deh sama kamu,"Dewi ikut mengintrogasi Syifa.
"Tidak mungkinlah Mbak, masak iya Ustadz cinta sama muritnya sih,"Syifa masih santai.
"Jika memang itu benar jangan mau ya,Kakak gak mau punya saudara seperti dia."Adinda tak terima jika Syifa membalas perasaan Ustadz David.
"Ya tenang saja,atau jangan jangan Kakak yang suka sama ustadz david ya."Goda Syifa.
"Gak mungkinlah." Adinda membanta.
J****angan lupa like,komen dan votenya ya
"terimakasih"🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya