tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...
teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cewek muka primitif
"What!! apa gue gak salah denger namanya Zim kaya kuno banget sih!" protes salah seorang siswi dari belakang.
"Eh Lo budek ya, dia bilang namanya Z."
"Ih kalo liat si Zim gak tau kenapa ko gue jadi inget mantan yang ke dua puluh enam ya, mirip gantengnya ih."
"Wah masa Markonah"
"..."
Udah tau gue ganteng masih aja ngegibah, dasar cewek!!, pikir Zim memandang aneh kearah cewek yang ada didepannya.
"Apaan lho liat-liat, mau gue sleding muka Lo!!" sergah si cewek hanya karena Zim memandang wajahnya tak sengaja, bukan karena suka, melainkan merasa heran kepada mukanya si cewek, gak tahu kenapa kok mirip banget sama salah satu makhluk primitif prasejarah yang hidup pada jaman batu dulu ya?.
"Galak amat sih lho!
udah jelek jual mahal lagi_-!" balas Zim malah ikut-ikutan nyolot.
"Ya iyalah, masa orang jelek baik hati!"
"Eh, kalian berdua, ada apa ribut-ribut!" sergah Bu guru menengahi antar perdebatan Zim dan seorang cewek bermuka primitif, yang mungkin bisa diibaratkan seperti pertarungan seribu bintang vs bulan.
"Duduk!" gertak Bu guru merasa jengkel.
.
.
.
.
Pelajaran ditutup setelah suara bel sekolah berbunyi, semua murid beranjak pulang mengosongkan kelas saat itu. Namun tidak dengan para siswa laki-laki yang lagaknya kaya so jagoan dan so cool banget. Mereka duduk di atas meja meja yg kosong seraya menatap ketiga bocah itu tajam.
"Ko bulu kuduk gue merinding ya bro?" Bono memegang pundaknya sendiri seperti sudah kesetanan.
"Helleh, kaya baru liat muka si Bang–ke aja lho!" balas Rinto.
Tak lama siswa yang memiliki ukuran badan XXXXXL serta tinggi 170 cm, melangkahkan kakinya yang lebar selebar kaki gajah, sehingga menggentarkan seluruh ruangan kelas.
Siswa sumo itu menarik salah satu kerah swiater yang dipakai oleh Bono dari belakang, lalu menariknya dengan paksa " Hei mau kemana Lo, enak aja langsung pergi!
Awas ya Lo Lo dan Lo pada, satu peraturan di kelas gue yang paling mencolok. Pertama kalian harus bayar iuran buat jajan tambahan gue selama sebulan penuh, gak boleh nunggak, gak boleh ngutang, pokoknya kalian bertiga harus bayar dan hukumnya Fardhu kifayah. Titik!" cetus siswa sumo itu, berbicara sesuka hatinya, seolah sekolah ini milik nenek moyangnya saja.
"Helleh pake acara fardhu kifayah segala!
cepet bilang lho lagi butuh berapa duit, gue mau bayar kes tanpa nunggak tanpa ngutang, pokoknya dijamin kes selama sebulan penuh!" cetus Zim. Karena fasalnya uang bukanlah masalah bagi seorang Zim yang dijuluki sebagai bocah sultan, uang bisa ia dapati dengan mudah, karena warisan dari ibunya lah yang membuatnya menjadi orang yang kaya walaupun hanya sementara.
"Rin! bayar Rin!" ucap zim menyela pembicaraannya sendiri dengan si murid sumo.
"Helleh, katanya mau dibayar kes langsung sebulan penuh, tanpa nunggak tanpa ngutang, pokoknya fardhu kifayah, dasar konon!!" cemooh Rinto sambil memasangkan wajah yang membuat orang lain darah tinggi seketika. Namun untung saja Zim orangnya penyabar dan penuh kasih sayang, oleh karena itu dia dikenal sebagai orang yang pemurah hati.
"Hehe, gue lupa bawa kartu debitnya om."
"Sumo!
Lo butuh berapa duit dari gue, seratus ribu, dua ratus ribu, 500k, 1jt, satu triliun kah??" tukas Rinto sombong.
"Lima ribu wae a, tong se'er se'er teing, kanggo mayar hutang we ka mang Mamat hehe." Kata siswa sumo itu sambil menyunggingkan bibirnya seperti orang yang sedang kesurupan massal. "Hatur nuhun atuh a, salam sejahtera we sareng Abi mah." Bocah sumo itu agak membungkukkan tubuhnya kebawah.
BENGET SANGUAN!!!
Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dirimu tak pernah nongol saat itu
dirimu kemana Thor
Bank ke 🤣🤣🤣