NovelToon NovelToon
Akhir Kisah Cinta Tria

Akhir Kisah Cinta Tria

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:491.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: pecinta hijau

Tria Handayani Marzuki adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama dengan kedua orang tua angkatnya, atas ke inginkan dari ayahnya sebelum beliau meninggal.

Awalnya Tria mengira ia akan hidup bahagia bersama mereka, namun dengan seiring berjalannya waktu yang di dapat Tria hanyalah kesedihan dan kesengsaraan.

Tria di perlakukan seperti seorang pembantu di rumahnya sendiri, Tria mencoba untuk tetap menjalani kehidupannya dengan rasa ikhlas. Keberadaan sahabatnya membuat Tria bertahan untuk hidup, hanya bersama dengan mereka Tria bisa tertawa lepas.

Tria mencintai salah satu dari sahabatnya, Satrio Nugraha yang ternyata ia juga diam diam mencintai Tria. Hingga suatu saat Rio memberanikan dirinya untuk mengutarakan perasaannya kepada Tria, dan Tria menyambutnya dengan bahagia.

Kisah cinta yang baru saja di mulai, harus kandas begitu saja karena Tria di jodohkan dengan pria lain oleh Karmila, mamah angkatnya.

"Aku memilih dia." ucap Tria.

Rio yang mendengarnya sungguh tidak menyangka dengan keputusan yang diambil Tria, Tria mengorbankan kebahagiaannya. Hanya untuk menuruti keinginan Karmila, mamah angkatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta hijau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps6

Di kamar Tria.

Setelah terputus sambungan telfon dengan Rio, Tria masih enggan beranjak dari kasurnya.

”Apa mama dan bapak akan mengizinkan aku pergi, jika aku minta izin nanti?”

”Tapi... aku tidak peduli lagi, di izinkan atau tidak, aku akan tetap pergi jika Rio datang menjemput ku besok!”

”Huft! Lebih baik aku ke dapur sekarang dan menyiapkan makan malam.” Tria bangkit dari ranjangnya. Ia melangkah keluar dari kamar ke dapur.

Di dapur.

Tria mulai memasak untuk makan malam. Ia memasak nasi, memasak sayur, menggoreng ikan, dan membuat sambal.

Hal memasak adalah hal mudah baginya, apalagi pekerjaan itu ia sudah kerjakan semenjak kecil. Hingga tangannya sangat lincah saat mengupas bawang, memotong sayur, dan lain sebagainya.

Adapun yang membuat ia pintar memasak adalah dari almarhum ibunya, Nur Hasanah. Beliau sering mengajak Tria ke dapur untuk melihatnya memasak. Sekaligus, ia mengenalkan nama bahan-bahan dapur pada Tria.

Masakan yang menjadi menu masakannya adalah sayur capcay. Satu keluarga menyukai sayur itu. Setelah selesai memasak, Tria menyiapkan makanan di atas meja makan.

”Ok, sudah siap semuanya.” Ia menutup makanan dengan penutup saji. Lalu ia kembali ke kamarnya.

Di kamar Tria.

Tria sedang membersihkan diri, usai mandi, ia berganti pakaian.

Tria mengenakan rok panjang berwarna biru navy dengan baju kaos putih. Ia menyisir rambut panjangnya sambil menatap pantulan diri nya di cermin.

Rambut ikal panjang sepinggang, bibir tipis berwarna merah muda, hidung mancung, mata berwarna coklat terang, tinggi semampai, kulit putih halus dan mulus.

”Apakah ini benar-benar aku? Dosa kah jika aku memuji diri ku sendiri cantik?”

Tria adalah seorang gadis yang cantik alami. Tapi ia tidak menyadarinya meskipun selama ini ia bercermin, baru sekarang lah ia memperhatikan dirinya dengan seksama di depan cermin tersebut.

Ia melihat jam dinding pukul 7.00 malam, ia keluar dari kamar usai menyisir rambut. Ia pergi ke dapur. Di rumah ini peraturan jam makan malam adalah tepat jam 7 malam.

Di dapur.

Tria melihat seluruh keluarga sudah berada di posisi kursinya masing-masing. Tria duduk di samping Rahma. Mereka mulai mengambil makanannya.

Mereka semua makan dalam diam menikmati masakan khas dari Tria. Beberapa menit berlalu, seluruh anggota keluarga sudah selesai makan, begitu juga dengan Tria.

”Ma, Pa, Tria ingin meminta izin untuk pergi berlibur besok dengan teman-teman Tria, di villa milik Rio. Bolehkah Tria pergi besok, Ma, Pa?” Tria memberanikan diri meminta izin pada papa dan mama nya.

Di villa Rio? Itu artinya Rio juga ada di sana. benak Yuli.

”Tidak boleh!” jawab Karmila tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Ia menolak untuk mengizinkan Tria pergi. Apalagi di sana pasti ada Rio.

Tria terdiam, ia kecewa, rasa sedihnya terpancar jelas di raut wajahnya.

”Tapi, Ma, untuk kali ini saja, Ma! Tolong, izinkan Tria pergi...” ucapnya lirih. Ia memohon dengan pandangan mengiba pada Karmila agar di izinkan.

”Tidak boleh!” Karmila tegas dengan pendiriannya. Ia tetap tidak memperbolehkan Tria pergi. Ia tidak peduli dengan tatapan iba ataupun perasaan sedih gadis itu.

”Boleh saja kamu pergi, asal kamu bisa menjaga dirimu dengan baik selama kamu berada di vila. Dan... Papa sendiri yang akan mengantar Kamu ke sana,” ucap Burhan.

Selama ini dari Tria kecil hingga sekarang, Burhan hanya melihat Tria berdiam diri saja di rumah. Kali ini, ia mengizinkan gadis itu untuk pergi karena ia tersentuh dengan tatapan mengiba Tria. Lagi pula, Tria pergi dengan temannya untuk merayakan kelulusan sekolah. Wajah Tria berubah senang.

”Terima kasih, Pa.” Tria sangat bahagia sekali Burhan mengizinkannya pergi.

Karmila tidak senang, begitu juga dengan Yuli, ia tidak senang. Apalagi jika Rio juga ada di sana, waktu Tria dan Rio akan banyak untuk berduaan.

”Pa, kenapa izinkan Tria pergi, Pa! Villanya Rio itu sangat jauh, Pa! Siapa yang akan menjaga Tria di sana?” Protes Karmila.

Ia tidak ingin Tria pergi ke vila karena Tria akan punya kesempatan untuk berdua dengan Rio nantinya. Di samping itu, jika Tria pergi maka siapa yang akan menyiapkan makanan nanti? Sementara kedua anak gadisnya tidak tau memasak.

”Mama, sudahlah, izinkan saja Tria pergi. Mama jangan khawatir tentang yang jaga Tria selama di Vila, karena aku akan menjaganya di sana,” ucap Yuli seketika. Tria terdiam.

Apa artinya Yuli akan pergi bersamaku ke Villa? Apa dia tidak tahu malu? Ini adalah acara aku dan temanku. benak Tria.

Karmila juga terdiam sesaat, ia memandangi Yuli. Yuli memberikan kode kepada Karmila, agar mamanya itu mengerti maksudnya.

Apa Yuli ingin memanfaatkan ini untuk dekat dengan Rio? Jadi, kesempatan Tria untuk dekat-dekat dengan Rio tidak ada. Oh, bagus-bagus! Pintar juga anakku ini memanfaatkan suatu kesempatan. benak Karmila.

”Baiklah, mama izinkan kamu pergi asalkan... Yuli ikut bersama mu! Dia yang akan menjaga mu di sana. Dan kalian berdua perlu ingat, jaga diri kalian baik-baik selama di sana,” ucapnya menasehati.

Tria melirik Yuli, wanita itu tampak bahagia sekali dapat ikut pergi. Tria ikut tersenyum yang di paksakan.

”Terima kasih, Ma, kami akan menjaga diri kami dengan baik selama di sana.” Ucap Tria dan Yuli bersamaan.

”Mama, jika Yuli di izinkan pergi... Rahma juga ingin ikut pergi bersama mereka!” Protes Rahma.

”Tidak! Kamu tidak boleh ikut, cukup aku saja yang menjaga Tria,” tolak Yuli.

”Rahma tetap ikut!”

”Sayang, kamu di rumah saja temani Mama. Jika kalian pergi semua, siapa yang akan temani Mama di rumah sebesar ini? Hum?” Karmila membujuk Rahma, agar Rahma tidak pergi.

”Ya, Mama dan papa gak asyik! Masa Rahma gak di izinin sih, sedangkan Yuli... Papa dan Mama izinkan,” protes Rahma lagi, wajahnya cemberut.

Mereka berdua tidak tahu malu! Acara besok adalah acara temanku dan aku, apa hubungannya dengan mereka berdua? benak Tria.

”Ini kan acara liburannya Tria dan teman-temannya, sayang! Jadi, kamu tidak bisa ikut ke sana dong!” Karmila berbicara lembut masih membujuk Rahma.

”Juga bukan acaranya kak Yuli, Ma! Lalu... kenapa Yuli di izinkan pergi sedangkan Rahma tidak?” Rahma masih memprotes.

”Aku ke sana untuk menjaga Tria, Rahma!” Yuli menatap Rahma dengan tajam. Ia marah pada adiknya itu selalu saja memprotes tentang kepergiannya besok.

Apa mereka tidak bisa untuk tidak mencampuri segala urusan ku? Mereka selalu saja mengambil keuntungan dan kesempatan dariku. Entah apa tujuan Yuli sebenarnya mau ikut aku ke Vila.

Ini, Rahma juga ngotot ingin ikut! Apa mereka berdua benar-benar tidak tahu malu? Ada hak apa mereka berdua ingin ikut aku? Sementara acara mereka berdua... aku tidak pernah ikut campur. benak Tria.

”Sudah, sudah! Apa yang kalian ributkan? Papa pusing dengar suara kalian! Rahma, kamu tetap di rumah temani Mama dan Bapak! Yuli... dia akan tetap ikut Tria besok untuk menjaga Tria di vila. Titik tidak bisa di ubah! Sekarang... bubar!” Burhan mengeluarkan perintahnya.

Rahma berdiri dengan kesal, ia pergi ke kamarnya tanpa berkata lagi.

”Terima kasih, Ma, Pa, karena sudah izinin Tria pergi,” ucap Tria.

”Hum,” sahut Karmila dan Burhan.

”Tria ke kamar dulu.” Tria melangkah pergi dari dapur.

”Ma, Pa, besok adalah kesempatan ku untuk bisa lebih dekat dengan Rio. Aku senang bangat Ma, Pa!” Ucap Yuli dengan manja, ia memeluk lengan mamanya dan menyandarkan kepalanya di bahu Karmila.

”Iya, sayang! Mama tahu, itu sudah terlihat di wajah mu! Pergunakan waktu mu dengan baik untuk mendekati Rio, ya, sayang! Buatlah dia jatuh hati padamu.” Ucap Karmila.

”Ingat, tetap jaga diri... jaga Tria selama kalian berada di vila!” Burhan menasehati.

”Iya, Pa, Yuli akan menjaga diri dan menjaga Tria selama di sana,” sahut Yuli.

”Hum, sekarang waktunya istirahat! Pergilah untuk istirahat!” Yuli mengangguk.

”Mama, ayo kita juga pergi istirahat,” ajaknya pada Karmila. Karmila menurut.

Di kamar Tria.

”Rio, besok aku jadi berangkat. Tetapi, aku di antar sama papa, jadi, kamu gak usah datang jemput Aku. Ok?” Tria.

Tria mengirim pesan kepada Rio untuk memberitahu padanya tentang kepergiannya besok, ia juga memberitahu pria itu untuk tidak usah menjemputnya.

Ting! Notifikasi nada pesan berbunyi, dengan cepat Tria membuka dan membaca pesan tersebut, pesan balasan dari Rio.

”Aku akan tetap datang menjemput mu, Tria.” Rio.

”Tidak usah datang jemput ya, Rio! Kami akan di antar sama papa besok. Nurut ya, please!!” Tria memohon dengan mengirim emot memohon pada Rio.

"Aku tetap akan datang menjemput mu! Tunggu! Apa maksudmu dengan ”Kami”?” Selidik Rio.

”Em, itu...Yuli akan ikut berlibur bersama kita, besok.” Tria.

”Yuli? Bagaimana bisa? Ini kan acara kita, Tria! Apa hubungannya dengan Yuli?" Rio memberi emot marah pada Tria.

”Nanti saja bahas itu! Ingat, besok tidak perlu datang jemput, ok!!” Tria.

”Mana bisa begitu, Tria!! Aku butuh penjelasan!!” Rio.

Tria hanya membaca tanpa ingin membalasnya. Ia menaruh handphonenya.

Ting! Nada pesan kembali terdengar, Tria melirik ke layar, pesan dari Rio. Ia mengabaikan pesan itu tanpa membacanya.

Ia melanjutkan berkemas menyiapkan pakaian untuk di bawa nya besok.

*

*

*

Di kediaman Fadil, di kamar Rio.

Rio begitu kesal, ia melempar hapenya di atas ranjang. Ia sangat stres mengingat Yuli juga ikut ke villa besok.

Ia lebih pusing lagi ketika Tria tidak membalas chat nya. Apalagi pesan terakhirnya di abaikan begitu saja.

”Argh!! Kenapa dia harus ikut, sih?! Gak bisa bangat lihat orang senang dikit!! Apa maunya, coba?!”

”Ah! Tria gak balas chat nya lagi!! Bagaimana menghadapi Yuli besok ya! Ketahuan banget caper nya ke aku!”

Rio tahu jika Yuli mencintai dirinya. Berita itu ia dengar dari sepupunya. Yuli sering sekali mencari perhatian ke Rio, ia juga berani menunjukkan perasaannya kepada Rio di tempat umum.

Rio sangat jengkel kepada Yuli, apalagi saat ia tahu jika Yuli adalah kakak angkat Tria, wanita yang di cintai nya.

”Udah lah! Lebih baik aku istirahat sekarang!!”

Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, mengistirahatkan pikirannya yang lelah berfikir.

*

*

*

Di kamar Tria.

Drrrrrt drrrrrt!! Tria mendengar nada dering handphonenya berbunyi. Ia melirik handphonenya, tertulis ”Bagas memanggil...” Ia mengangkatnya.

”Halo, Tria. Apa aku mengganggu mu?”

”Tidak Mas. Ada apa ya, Mas?”

”Apa kamu jadi pergi ke villa Rio, besok?”

Kening Tria mengerut. Dari mana Bagas tahu dia akan pergi ke villa Rio besok?

Apa jangan-jangan... dia juga ikut ke sana!! benak Tria.

”Halo? Tria, apa kamu masih di sana?” tanya Bagas, ketika tidak mendengar sahutan Tria.

”Em, iya, Mas! Bagaimana tadi?”

”Apa besok kamu jadi pergi ke villanya Rio?” Bagas mengulang pertanyaannya.

”Iya, Mas! Aku jadi,” jawab Tria. Bagas tersenyum senang.

”Baiklah, besok kita sama-sama pergi nya ke sana, ya! Aku jemput kamu. Ok?” Tawar Bagas.

”Em, ini...apa Mas juga pergi berlibur ke Villa besok?” Tria ingin memastikan dugaannya.

”Iya! Jadi... besok kita pergi bersama, ya! Kamu mau kan? Aku akan jemput kamu besok.”

”Tidak usah jemput Mas! Ada papa ku yang antar ke sana,” tolak Tria.

”Tapi...Tria--” Ucapannya terpangkas oleh Tria.

”Maaf, Mas. Ini sudah malam... aku sudahi telfonnya.”

”Oh, kamu sudah ingin istirahat? Baiklah, aku tidak ganggu lagi! Kamu tidurlah... besok perjalanan ke vila sangat panjang.”

”Iya, Mas!”

”Hum. Selamat malam... sayang! Mimpi indah... semoga kamu mimpikan aku.” Bagas segera memutuskan telfon setelah mengucapkan itu.

”Mas, sampai kapan kamu akan mempertahankan perasaan mu itu? Berhentilah mencintai ku, mas! Karena aku gak bisa memberikan hubungan yang mas inginkan... selain hubungan antara adik dan kakak saja.”

Ia sudah selesai mengemas pakaian. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur.

”Aku lelah sekali,” ia memejamkan mata. Tidak berselang lama, ia tertidur.

1
Denni Siahaan
"semoga dapat ganjaran Karmila
Kadek Bella
lanjut thoor,nggak ada party nya
Aldin Andi
cerita yang bagus
Rosita Husin Zen
tria hamil apa lgi athor kasih tria hamil sepasang anak kembar alhamduliah banget biar tambah bahagia banget kehidupan rumah tangganya rio dan trià aaamiin
Rosita Husin Zen
tria laki laki masih babyàk banget yg lebih baik dari rio jdi jangan tàkut di tinggal sama di sàkiti sama rio aruh selagi kamu tria masih gadis bàik cantik
Rosita Husin Zen
thor knp ga mampus aja sih orang jahat dan licik seprti yuli dan mamanya
Rosita Husin Zen
cepat cepat kàsih tau thor yg jahatin tria kan kasohan banget tria thor
Rosita Husin Zen
cerita ini ga pakai sholat dan mengaji dan memakai jilbab/pakai baju syari yà thor
pecinta hijau: iya...
total 1 replies
Rosita Husin Zen
ini certa nya tetantang keserakahan licik saudra angkat yg tidak tau diri dan tidak punya malu dengan mengambil hak punya orang lain astagfirllohhalazim
Elmiah
senang aku liat rio sama tria nikah mantao
Elmiah
senang aku tapi air mata ku menetis bacanya ro mane kasih tahu juga dong
Elmiah
tria harus kuat
Elmiah
tria lemah takut jadi gak seru bacanya seandai nya tria kawin sama ismael rio nya lemah gak seru
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kk. Sukses bwt kk 🌼🌼❤️
pecinta hijau: salam kenal juga.. aamiin...terima kasih
total 1 replies
Aldin Andi
diam diam cinta... langsung saja katakan kalau cinta...nanti xesel loh kalau Rio mencoba mencintai wanita lain.
Aldin Andi
wah...saingan cintax Rio..
Aldin Andi
benar sekali...rindu itu sangat menyiksa....
Aldin Andi
tenang. Mamanya Rio juga setuju kok
Aldin Andi
dekat dekat Tria hanya untuk seorang pria. Ada maunya saja.
Aldin Andi
kamu salah, seharusnya kamu berbagi suka duka dengan teman mu. apa artinya sahabat kalau kamu tidak berbagi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!