NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

professional

"Tapi kan kemarin bukan nya keputusan nya bukan seperti itu pak Kenzo?" tanya Zhafran, Kenzo langsung menatap Zhafran.

"Tapi dari kami ada sedikit perubahan karena setelah di diskusikan lagi saran dari pak Zhafran kemarin masih kurang maksimal" jawab Kenzo tegas.

Vara dan Reza hanya bisa terdiam mendengar perdebatan mereka berdua, saat ini vara dan beberapa atasan nya serta pihak dari kepolisian tengah berdiskusi untuk menangani kasus kemarin.

"Lalu apakah perubahan ini sudah disetujui oleh atasan anda?" tanya Chandra ia menengahi mereka berdua.

"Tentu saja sudah, kami selalu meminta arahan dan juga persetujuan dari atasan kami sebelum melakukan observasi kembali" Chandra mengangguk mendengar jawaban Kenzo.

Dan salah satu rekan kerja Kenzo langsung menjelaskan kembali apa yang mereka akan ubah dari penyelidikan kali ini.

Vara rasa nya pening sekali mendengar perdebatan mereka yang entah kenapa Vara rasa baru kali ini ia melihat perdebatan sedahsyat ini, biasanya mereka hanya akan berdiskusi dan saling tukar pikiran tapi kali ini benar-benar seperti hendak baku hantam wkwk.

"Var ini semua sudah saya tulis, setelah selesai mintakan stempel di depan ya" ujar Reza yang dari tadi duduk di samping nya dan sama seperti dirinya mendengarkan perdebatan mereka.

"iya pak" jawab Vara.

Setelah meeting kali ini selesai, Sena langsung angkat bicara untuk menjelaskan apa yang ia tangkap dari diskusi mereka tadi, dan semua terdiam untuk mendengarkan penjelasan dari Sena.

entah kenapa mata Vara melirik ke sekitar orang-orang yang tengah fokus memperhatikan bos nya itu, dan yang sangat membuat ia penasaran kenapa pak Kenzo terlihat sangat marah ya dari wajah nya kaya tidak biasanya yang selalu terlihat tenang dan penuh senyuman, namun ia tak banyak pikir mungkin beliau sedang pusing memikirkan pekerjaan nya.

Tak lama meeting pun selesai satu persatu orang yang ada di dalam ruangan tersebut keluar, tinggal lah Sena Reza dan Vara.

"ini ya var berkas yang kamu stempel nanti" ujar reza ia masih terus sibuk menata beberapa berkas di meja.

"baik pak" jawab Vara, setelah Sena menutup laptopnya ia mengajak Reza dan Vara untuk keluar ruangan.

"Kamu urus itu dulu habis itu keruangan saya ya" Vara mengangguk saja mengiyakan perintah dari Reza.

Disisi lain saat Sena baru saja masuk keruangan nya ia kaget melihat Kenzo yang sudah ada disana sedang duduk santai di sofa sembari menyeduh segelas air putih.

"Lu engak sopan banget masuk ruangan gue tanpa ijin" omel Sena, ia kesal melihat Kenzo yang tiba-tiba saja sudah ada diruangan nya.

"gue cuma numpang duduk pelit banget, gerah banget diluar" ujar Kenzo sembari melepas atribut kepolisian nya.

"di ruang tunggu kan ada sofa dan AC ngapain kesini" sewot Sena, Kenzo hanya melirik saja dan ia kembali menyenderkan tubuhnya di sofa.

"zo, lain kali kalo kerja profesional lah kamu engak perlu marah-marah kaya tadi yang ada reputasi kamu di kepolisian malah jelek" Kenzo yang dibilang seperti itu hanya berekspresi datar saja.

"udah lah diem engak usah bahas itu" Sena hanya bisa menarik nafas sembari geleng-geleng melihat Kenzo yang cuek-cuek saja.

"Lu kalo misalkan kesel sama zhafran perkara Vara kemarin lu harus nya bisa lah profesional engak perlu kaya gitu, ini itu lingkungan kerja lu harus bisa nempatin diri" Sena tak pernah henti-hentinya menasehati Kenzo.

"Sen, lu bisa diem engak si gue lagi pusing ini" itulah jawaban Kenzo sangat tidak menghargai nasehat Sena.

"ya gue cuma engak mau aja lu bertindak semau mu, lu engak inget kah perjuangan lu dulu masuk kepolisian gimana terus kalo hanya karna perkara kecil sampai lu dikeluarkan itu sangat disayangkan" Kenzo langsung menegakkan duduk nya, sembari memijat pelipis nya.

"Tapi emang rekan kerja lu yang dua itu ngeselin banget, mereka kaya selalu meremehkan Anggota kepolisian padahal kita selalu bekerja keras buat dapat hasil yang maksimal seperti apa yang masyarakat inginkan" Kenzo baru angkat bicara setelah dari tadi mendengar ocehan Sena.

"Gua paham, tapi setiap pekerjaan kalo dihadapi dengan kepala dingin itu akan lebih mudah dan Santai kalo sama-sama emosi yang ada hancur semuanya. Belajarlah untuk dewasa Kenzo" Kenzo sama sekali tidak merespon ucapan Sena.

Tok tok tok

Sena dan Kenzo langsung menatap ke arah pintu setelah mendengar suara ketukan dari luar.

"Masuk"

"Permisi pak Sena, maaf saya mau mengantarkan berkas ini" ujar Vara, seketika Kenzo langsung menegakkan duduk nya sembari matanya terus memperhatikan Vara.

"Oh iya var masuk aja taro sini" tunjuk Sena ke atas meja nya agar berkas itu diletakkan disitu.

"baik pak" setelah Vara meletakan berkas nya ia pun langsung berpamitan pergi.

"Seneng lu" goda Sena, ia dari tadi memperhatikan Kenzo yang menatap Vara terus.

"gitu dong ada asupan masuk" jawab Kenzo sembari tertawa-tawa, dan ia pun berdiri mengambil barang-barang nya lalu berpamitan pergi.

"baru ngeliat Vara aja mood nya langsung bagus Kenzo Kenzo" ucap Sena sendiri sembari tersenyum dan geleng-geleng kepala.

...****************...

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!