Ashalina putri memutuskan merantau ke Batam , karna orang tuanya tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan .Dengan mengandalkan Ijazah SMAnya , Ashalina melamar menjadi buruh PT yang memproduksi barang barang Elektronik di kota yang disebut dengan kota teh obeng tersebut , kota kecil yang padat penduduknya .
Lima Tahun Ashalina bekerja sebagai buruh di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan lautan singapur dan malaysia itu . Ashalina memutuskan untuk mencari pekerjaan ke Negara tetangga sebagai Art . karna ia harus melunasi hutang biaya pengobatan Ayahnya , kepada rentenir yang memberikannya pinjaman .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06
"Ashalin...! " panggil Mr Ze
" Iya Mr .! " jawab Ashalina datang dari arah dapur , ia sedang memasak makanan untuknya .
" Ambilkan saya minum ." mendudukkan tubuhnya disofa ruang tamu apartemennya .
" Baik Mr ." Ashalina pun undur diri kedapur mengambilkan air putih untuk majikan setan berwujud malaikat itu .
" Ini Mr Ze ! ." ucap Ashalina meletakkan gelas yang berisi air putih di atas meja .
" Lepaskan sepatu saya , dan pijiti kaki saya ." perintah majikan bajingannya itu .
" Baik Mr Ze ." Ashalina segera melepas sepatu Mr ze dan memijit kakinya .
" Mr Ze ! ." panggil Ashalina
" Hmm..! ."
" Bolehkah saya jalan jalan disekitaran apartemen kalau pekerjaan saya sudah selesai ."
" Silahkan ! , tapi saya tidak tanggung jawab jika kau tertangkap rajia ."
" Mr Ze ! ." panggil Ashalina lagi
" Hmm..! "
" Kenapa Mr Ze mahir sekali berbahasa Indonesia ? ." Tanya Ashalina penasaran .
" Bukankah Indonesia itu sangat dekat dari sini , dan disini banyak orang indonasia . dan saya juga selalu memakai art orang Indonesia ." jawab Mr Ze , yang sudah memejamkan matanya sambil bersandar disandaran sofa .
" Mr Ze !."
" Hmm..! ."
" Biarkan saya pulang ke Indonesia Mr ! , Mr tisak usah membayar saya yang sudah bekerja beberapa hari , saya mohon Mr ! kembalikan paspor saya ." Mohon Ashalina penuh harap .
" Tidak ! ."
" Apa untungnya buat Mr Ze ? ."
" Jadilah wanitaku ." jawab Mr Ze santai tanpa membuka matanya
" Mr Ze bisa mencari wanita bayaran diluar sana , kenapa masih menginginkan saya lagi ? ."
" Terkadang aku merasa bosan dengan wanita wanita bayaran itu ." jawab Mr Ze
" Kalau bosan kenapa Mr Ze tidak berhenti aja bermain wanita ? ."
"Jangan menasehatiku ."
" Aku tidak bisa menjadi wanitamu Mr Ze ." tolak Ashalina lagi
" Kenapa ? , bukankah kau juga akan mendapat kenikmatan dan uang dariku ?." tanya Mr Ze
Ashalina menghembuskan napasnya ." Ya ! aku memang akan mendapatkan kenikmatan dan uang . kenikmatan itu hanya sesaat , dan uang itu sebentar akan habis , setelah itu hidupku akan hancur ." jawab Ashalina
mendengar jawaban Ashalina Mr Ze membuka matanya dan mengalihkan tatapannya ke arah Ashalina ." Aku akan membayarmu 3M ."
Ashalina menggeleng lagi " Aku tidak bisa Mr Ze ."
" 5M ."
Entah kenapa semakin Ashalina menolak , Mr Ze semakin mengingikan gadis itu tapi ia ingin Ashalina yang menyerahkan diri sendiri , meski ia harus membayar mahal . Dan karna Ashalina terus menolak sehingga Mr Ze melakukan cara licik dengan mengancam dan menahan paspornya.
" Mr Ze ! , aku mohon lepaskan aku ."
" No !."
" Kenapa Mr Ze ? ."
" 10 M ."
" Baiklah Mr Ze ." Ashalina pasrah , ia menghapus air matanya yang sempat keluar . perlahan ia membuka pakaiannya.
" Uang 10M itu bukanlah sedikit , jadi aku ingin kau yang melayaniku sampai aku puas ." ucap Mr Ze lagi , tersenyum penuh kemenangan .
" Baiklah Mr Ze , tapi setelah ini kembalikan pasporku " balas Ashalina , ia sudah tidak memikirkan dirinya lagi . tidak ada pilihan untuknya , Mr Ze sungguh sangat keras kepala tidak bisa dibujuk atau dirayu . Biarlah kali ini dia melakukan dosa besar , demi bisa bertemu dengan keluarganya .
perlahan Ashalina mendekati Mr Ze , mendudukkan dirinya dipangkuan Mr Ze . membuka satu persatu kancing kemejanya dan melepasnya dari tubuh Mr Ze .
" kenapa berhenti ? ."
" A..aku tidak tau harus melakukan apa , aku belum pernah melakukannya ." jawab Ashalina menunduk
" Baiklah ! , untuk kali ini aku akan mengajarimu , dan seterusnya kamu yang akan melakukannya . " ujar Mr Ze
Mr Ze Langsung mencium bibir Ashalina sontak wanita itu kaget dan memberontak.
" Hahahaha ...! ." Mr Ze terbahak bahak memegangi perutnya melihat Ashalina bernapas dengan ngos ngosan . " Gadis sepuluh Milliarku ."
Menurutnya Ashalina sangat polos dan lucu. Baru kali ini Mr Ze menemukan wanita seperti pembantunya itu, membuat Mr Ze semakin tertarik dengan Ashalina.
Mr Ze adalah seorang CEO disalah satu perusahaan galangan kapal disingapur . Di usianya yang masih 29 Tahun , ia sudah harus menggantikan Ayah tirinya yang sudah tua untuk meminpin perusahaan .
Ayah kandungnya sudah meninggal saat usianya 10 Tahun , kemudian Ibunya menikah lagi dengan pengusaha setelah 2Tahun kepergian Ayahnya .
Dan saat itulah ia hidup didik dengan keras oleh Ayah tirinya untuk menjadi penerus perusahaan Ayah tirinya . mengingat Ayah tirinya tidak bisa memiliki anak .
Dipandanginya wajah Ashalina yang terlihat teduh dan cantik , sampai kedua bola mata mereka saling bertubrukan . DEG ! , jantung Mr Ze tiba tiba berdebar ," Rasa apa ini ?, kenapa aku mendadak jantungan ?, aku tidak pernah meraskan ini sebelumnya , kenapa aku tidak tega melakukannya ?,mata ini ? , tatapan ini ? , dimana aku pernah melihatnya ?." batin Mr Ze
Mr Ze beranjak perlahan dari atas tubuh Ashalina dan masuk ke dalam kamar.
Ashalina menangis , air matanya luruh , ia sangat bersyukur Mr Ze tidak jadi menyentuhnya . Ashalina memakai pakaiannya kembali kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya . Ashalina tidak jadi makan malam , karna ia sudah tidak selera lagi .
Esok harinya , Ashalina kembali mengerjakan pekerjaannya seperti biasa . ia tidak lagi menghindari Mr Ze , pagi pagi ia sudah memulai pekerjaannya agar cepat selesai .
" Selamat pagi Mr Ze !." sapa Ashalina sedikit menundukkan kepalanya , melihat majikannya keluar kamar .
" Hmm ! ."
Mr Ze langsung berjalan lurus kearah pintu keluar apartemen untuk pergi bekerja .Ashalina menghela napasnya setelah Mr Ze menghilang dibalik pintu . Bagaimana pun juga Ashalina malu setelah kejadian tadi malam.
Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya , Ashalina langsung masuk kekamarnya . Ia mengistirahatkan badannya sebentar di atas tempat tidur . sore ini rencananya ingin keluar apartemen , ingin sekedar jalan jalan menghirup udara segar di taman sekitaran apartemen .
" Dimana ya Mr Ze menyimpan pasparku ?." gumam Ashalina , kemudian menggigit gigit bibir bawahnya sambil berpikir .
" huuuhhh..!!! " Ashalina bangun dari rebahannya berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri .
Setengah jam kemudian , kini Ashalina sudah berada duduk di bangku taman disekitaran apartemen . Ashalina memutar pandangannya kesekitar taman , tidak banyak orang ditaman tersebut .
Ashalina berharap ditaman itu ia bertemu dengan sesama orang Indonesia , mungkin bisa membantunya membawanya dari sana .
Lama Ashalina duduk dibangku taman sampai bokongnya terasa panas , ia pun berdiri dari tempat duduknya berjalan jalan mengelilingi taman yang ditumbuhi rumput jepang . Dan disekitaran taman juga ada ditanami kelapa kuning dan palem dan ada juga pohon beringin yang sudah dibonsai , ditaman itu juga terdapat air mancur dan kolam ikan hias .
" Hai ! ." sapa salah satu pengunjung taman , Ashalina hanya membalasnya dengan senyum , karna ia merasa lidahnya kaku untuk membalas sapaan orang yang tidak ia kenal , ia juga pikir pria yang menyapanya itu tidak mengerti bahasanya .
" Orang Indo kah ? ." sapa pria yang berwajah cina itu lagi , Ashalina menganggukan kepalanya lagi .
" Bercakaplah , saye juga paham cakap Indo ." ucap pria yang kelihatan seumuran dengan Ayahnya itu lagi .
" Permisi Mr , saya harus pergi ." pamit Ashalina membalikkan tubuhnya .
Tiba tiba langkah Ashalina terhenti , tangannya ditarik pria tua itu .
" Nak kemane buru buru ? , kita bercakep cakep dululah sebentar ." ucap pria tua itu
" Maaf Mr ! , saya harus pergi ." Ashalina berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan pria itu .
mana lanjutan nya ya