NovelToon NovelToon
Duda Keren Cari Jodoh

Duda Keren Cari Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:363.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: IkeFrenhas

David Arion Syahreza, si duda keren yang lagi cari jodoh karena dorongan dari sang Mama. Padahal, dia sih masih belum move on dari sang mantan.

Awalnya, David ogah-ogahan mendatangi perjodohan yang telah diatur sang mama. Hingga akhirnya, dia menemukan seseorang yang membuatnya tertarik.

Namun sayang, wanita itu malah menghilang bak ditelan bumi.
Akankah ia menemukan tambatan hati yang dicarinya?

Sekuel Suamiku Mencintai Adikku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IkeFrenhas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.5

"Apa maksud kamu, David?" tanya Mama dengan mata mendelik tajam.

"Apanya, Ma?" Aku balik bertanya dengan wajah polos. Tentu saja sukses membuat telinga kiriku memanas karena jewerannya.

Entah mengapa, wanita tersayangku itu akhir-akhir ini sering menarik telingaku sampai memerah. Dulu rasanya tidaklah begitu. Namun, sejak statusku berubah menjadi duda perjaka, haish ... bukan duda perjaka melainkan si duda keren. Mama berubah drastis.

Wanita yang telah melahirkan aku itu lebih lebih sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Lebih tepatnya kekerasan fisik kepada anak semata wayangnya yang tampan ini.

Aku berdecak sebal. Kemudian hendak melangkah meninggalkan Mama yang masih menatapku tajam.

"Kenapa kamu bilang kalau Tasya punya kekasih? Apa benar begitu, atau kamu yang hanya mengada-ada cerita. Awas kamu!" ancam Mama dengan mata mendelik tajam.

"David bicara serius, Ma. Lagipula kapan David mengarang cerita. Mama ada - ada saja," kekehku menggeleng.

"Ooh. Jadi kamu lupa pernah ngarang cerita yang buat Mama sampai enggak punya muka di hadapan Anna, ha?"

"Soal apa, Ma?" tanyaku polos. Aku benar-benar lupa tentang apa yang baru saja Mama katakan.

"Soal apa - soal apa. Soal kehamilan Anna waktu itu."

Ah, itu. Benar kata orang, wanita memang pengingat yang baik. Sangat baik malah. Sampai-sampai, saat seorang lelaki telah lupa apa yang dikatakan. Justru sang wanita lah yang mengingatkan, bahkan setelah sekian tahun lamanya. Mama contohnya.

Aku meringis malu.

"Kamu, 'kan bilang sama Mama kalau Anna mengandung anak kamu. Ternyata hanya omong kosong belaka," ketus Mama.

Aku menggaruk kepala yang tidak gatal. Mengingat kekonyolan yang kubuat kala itu, nyatanya membuatku malu juga.

Untung saja Mama tidak marah besar uang berakibat pada penghapusan nama aku dari kartu keluarga.

Saat itu aku begitu terhanyut oleh suasana. Saat aku sama sekali tidak pernah menyentuh Anna sebagai istri, dia malah hamil anak Adrian. Benar-benar kesialan yang hakiki.

"Itu, 'kan bercanda, Ma," kekehku.

"Begitu itu becanda?" Mama mendelik. "Ya ampuun! Ngidam apa Mama dulu saat hamil kamu, David? Heran, deh!" keluh Mama.

"Maaf, Ma. Janji enggak lagi."

"Pokoknya Mama enggak mau tahu. Kamu harus menikah tahun ini. Tahun ini. Titik."

Aku menelan ludah secara paksa. Rasanya seakan menelan kerikil, kerongkongan terasa menyakitkan.

Aku mengangguk pasrah. Tidak ingin wanita tersayangku itu marah lagi.

***

Rapat sepanjang hari membuatku kadang merasa kebosanan.

Pekerjaan ini memang tiada pernah ada habisnya.

"Jadi gimana, sudah mulai promosi belum?" tanyaku datar tidak lupa memasang wajah sedatar mungkin.

"Sudah, Boss. Cabang Malang juga. Sepertinya produk baru kita akan sukses," ujar Dewo kepala devisi marketing.

Aku mengangguk. "Kamu tahu konsekuensinya, 'kan?" tanyaku tajam.

"Ta-tau, Boss. Sudah dipertimbangkan dengan matang dan baik," balasnya gugup.

"Oke," tegasku. "Lalu, bagaimana dengan produk. Sudah berapa persen siapnya? Ini produk perdana, 'kan?"

Mataku tertuju pada kepala bagian produk. "Iya, Boss. Semua sedang dalam proses produksi. Desain udah oke, udah diterima juga. Bahan udah dicek oke. Lalu--"

"Kamu langsung cek ke lapangan tidak?" sergahku memotong kalimatnya yang belum selesai.

"Be-belum, Boss," balas si Arga.

Aku menggebrak meja dengan kedua tangan. Bisa-bisanya dia ceroboh begitu. Tanganku menunjuk tepat ke wajah Arga membuatnya pucat pasi.

"Kalau kamu mau main-main dengan pekerjaan ini. Lebih baik keluar." Lantas teracung menuju pintu keluar.

"Ti-tidak, Boss. Saya tida main-main."

"Dengan cara tidak memeriksanya secara langsung. Omong kosong!"

"Maaf, Boss ... maaf." Kedua tangan Arga menangkup di depan dadanya. Berulang kali dia menunduk meminta maaf.

"Hari ini, periksa pabrik. Buat laporan gambar berikut videonya. Awas kalau main-main. Harus ada wajah kamu di sana," sinisku.

"Baik, Boss."

"Oke. Rapat selesai. Selebihnya, bawa laporan ke meja saya. Terima kasih."

Aku berdiri diikuti dua asisten di belakang, meninggalkan ruang rapat. Kemudian masuk ke ruangan, sedangkan kedua asisten tadi kembali ke meja masing-masing.

"Saya mau istirahat. Tidak ingin diganggu. Mengerti," tegasku memberi peringatan.

"Baik, Boss," balas keduanya bersamaan.

Setelah itu aku pun menuju ruang istirahat. Tidur sejenak menenangkan pikiran.

Entah berapa lama aku tertidur. Sampai suara dering ponsel berbunyi merusak mimpi indahku.

Aku bermimpi berjalan berdua bersama Anna, bergandengan tangan dengan senyum terkembang yang menghiasi wajah. Sesekali pandangan kami pun bertemu, senyuman itu masih melekat di kedua bibir.

Betapa bahagianya hati. Sampai-sampai mimpi itu seolah menjadi nyata.

Bunga indah bermekaran di sepanjang tatapan mata memandang, seakan iri melihat kebahagiaan kami berdua. Tiada siapa pun, tiada pula pengganggu. Hanya ada kami berdua. Berdua saja. Hanya aku dan Anna.

Hingga dering ponsel sialan itu merusak semuanya. Membuyarkan buncah bahagia yang kurasakan tadi.

Aku berdecak kesal, tetapi beranjak juga dari ranjang. Mengambil ponsel di nakas. Semakin kesal saat mendapati nama Mama tertera di layar pipih ini.

"Halo, Ma," sapaku malas.

Untung saja kali ini Mama tidak melakukan panggilan lewat video call. Bisa-bisa kena semprot diriku ini karena baru bangun tidur.

"Kenapa suaramu lesu sekali, David?" Suara Mama di seberang sana terdengar khawatir.

"David baik-baik aja, Mama. Mungkin karena lelah."

"Oh, syukurlah. Nanti malam kamu enggak usah lembur, dong! Besok lagi lanjut kerjanya. Kamu harus jaga kondisi, kaga kesehatan biar tetap awet muda. Mama, 'kan belum punya menantu, David," omel Mama.

"Iya, Mama. Ada apa Mama telepon David?"

"Kamu jangan lupa nanti sepulang kerja temui teman Mama di restoran Ekstra ya ...."

"Mama atur janji lagi sama wanita yang lain lagi untuk David?"

"Habisnya, nungguin kamu kelamaan, sih. Setelah Tasya kali itu, kami belum juga ada wanita lain lagi. Ya udah, Mama aja yang atur. Kamu tinggal datang, duduk manis, dan ajak mengobrol. Ingat harus manis dan lembut yaa."

Ya ampun, Mama. Bisa - bisa aku akan lebih tua sepuluh tahun dari Mama kalau begini caranya.

"Ma ...," desisku.

"Ingat, David. Enggak ada penolakan." Mama berbicara dengan penuh penekanan.

"Oke."

"Bagus."

Siapa lagi wanita ini?

Aku benar-benar pusing dibuatnya.

Kebahagiaan yang sempat aku rasakan barusan, kini benar-benar lenyap tidak berbekas. Tersisa rasa sesal yang semakin menggerogoti dada. Memasungku dalam duka berkepanjangan. Rasanya, perjodohan ini tiada habis-habisnya.

Woi wanita! Kamu di mana?

Kamu yang mirip dengan Anna. Sifatnya, kelembutannya, keramahannya, pinter masaknya.

Hah! Aku terlalu berfokus pada sosok Anna dalam mencari wanita.

Jangan bilang hanya ada satu wanita yang mirip Anna di dunia ini. Stoknya habis diborong Anna semua.

Gila!

Atau, wanita yang bisa menggetarkan hatiku. Itu saja cukup.

Ah, entahlah. Aku pusing.

1
Qaisaa Nazarudin
Ketemu MANTAN terindah langsung lupa sama istri,Keliatan banget masih belum bisa move on dari Mantan..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb bukannya nanya dulu siapa yg sakit,eh malah lari gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Lha lebay, kenapa malah nangis ckk
Qaisaa Nazarudin
Nah ini pasti Aqila..pantesan dia berpindah2 alamat nya.. kurier ternyata..
Qaisaa Nazarudin
Umur Putri 4 Tahun,Ana hamil 9 bulan,Jadi 4 Tahun 9 bulan dong yah,David duda 5 Tahun, berarti Setelah habis Edah Ana langsung Nikah sama Adrian kan yah..Bagus deh,Ana gak perlu lama2 terpuruk karena diselingkuhin David..👍👍 Sekarang Ana udah bahagia dengan keluarga kecilnya,Dan David kayak orang gak punya malu datang kerumah Mantan dan menyaksikan Kebahgiaan Mantan,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT
Qaisaa Nazarudin
Apa gunanya semua itu,kalau kerjaannya tukang selingkuh,mending selingkuh sama cewek lain,lha ini malah dengan adek ipar sendiri, kalau gak suka sama Ana kenapa gK nolak dari awal, sewaktu dijodohkan..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Alhamdulillah,baru juga aku ketar ketir takut Ana dibikin balikan sama David,eh ternyata gak yah,tq thor..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄Jangan sampai Outhor bikin alur David balikan sama Ana ya..
Qaisaa Nazarudin
Siapa juga ibu yg SETUJU udah terang-terangan dia bukan cewek baik2,Mana ada cewek baik jadi PELAKOR kakaknya sendiri?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya gitu,Saat Udah PERGI baru merasa KEHILANGAN..
PENYESALAN selalu belakangan,Yang dulu itu PENDAFTARAN..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Ana ..MEMAAFKAN boleh tapi BUKAN UNTUK KEMBALI..Suami gak sadar diri kayak gini,mmg udah bagus kamu langsung mintak cerai,jangan mau di bodohi dan di injak-injak..Terus kenapa gak Nikah sama adeknya setelah BERCERAI? Harusnya kan itu yg kamu lakukan..
Qaisaa Nazarudin
Wah gila,SUAMI dan ADIK yang gak sadar diri..😡😡Malah anak manja yg kamu inginkan..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Kali ini kamu yg Kena,Mana udah terpesona duluan lagi,Udah dag dig dug duluan lagi,Eh malah salah orang,Apakah si Aqila ini yg disinopsis yg katanya hilang tanpa kabar itu? pasti deh ia..
Qaisaa Nazarudin
Astaga terus yg ditemuin David tadi siapa?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Anak bandel ini pasti😅😅
Satria Devi
Luar biasa
fatimatuz zuhriyah
bagus
Nora♡~
Semangat terus thor... ini cerita dah tamat kah🤔
Revita Elisa
😍😍😍😍😍tamat juga....
Ike Frenhas: lanjut baca cerita yang lain, Kak 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!