NovelToon NovelToon
Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hasma mahmud

Raina Salsadila tumbuh menjadi wanita mandiri. Demi menghidupi adik-adik nya dengan layak ia rela menjadi bodyguard CEO jutek.

"Wanita! Berani sekali kalian menjadikan wanita sebagai bodyguard ku. Pecat dia sebelum matahari terbenam. Jika tidak kau akan tahu bagaimana menakutkannya diriku." Bentak Sawn Praja Dinata.

Kisah pilu masa lalu membuat Raina bertahan menjadi bodyguard Sawn Praja Dinata.

Berapa lamakah Raina sanggup bertahan?

Mampukah kesaleha-han Raina Salsadila meruntuhkan ego Sawn Praja Dinata?

Yokkk kepoin keseruan kisah manis antara Sawn dan Raina...!

IG Author: Hasma_mahmud

Selamat membaca...💕💙💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasma mahmud, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shawn Praja Dinata

Matahari siang ini terasa semakin terik. Namun, belum ada tanda-tanda Raina dan Robin akan meninggalkan taman. Sesekali Robin menghibur Raina dengan candaan khasnya, membuat Raina tersenyum sambil menutup mulut dengan tangan kanannya.

Raina memberanikan diri untuk menatap Robin dengan perasaan bersalah. Terkadang ia menghela nafas dalam, kemudian kasar menghembuskannya dari bibir.

"Ada apa? Kelihatannya, Nona Sendirian, punya masalah serius. Katakan padaku, apa yang membuat Mu merasakan cemas?"

"Nona Sendirian? Panggilan apa itu?" Raina melotot ke arah Robin dengan tatapan kesal. Ini pertemuan ketiga mereka, namun Robin terus saja memanggilnya dengan sebutan 'Nona Sendirian' maka tidak salah saat Raina memutuskan untuk bertanya kenapa Pria itu selalu memanggilnya seperti itu.

"Aku hanya mencoba akrab dengan Mu. Di pertemuan pertama kita, aku tidak mengetahui nama Mu. Karena kau satu-satunya wanita saat itu, aku memberanikan diri memanggil Mu seperti itu. Maksudku, memanggil Mu dengan sebutan 'Nona Sendirian' apa kau marah?" Selidik Robin sambil memandangi wajah lawan bicaranya.

"Marah?" Raina menggelengkan kepala.

"Aku tidak bisa marah. Justru aku merasa bersalah, gara-gara kehadiran ku hubungan Pak Shawn dan Pak Robin mengalami masalah." Raina menundak. Menyesal.

"Tentu saja! Kau harus memiliki perasaan bersalah terhadap ku, dengan begitu aku bisa menghukum Mu sesuka hati ku." Robin pura-pura meninggikan suaranya.

"Sebagai hukuman, tolong belikan aku makanan. Tadi, aku memang sudah makan. Tapi sekarang aku merasa lapar." Robin memelas sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada. Lagi-lagi Raina tersenyum melihat tingkah konyol lawan bicaranya. Sebenarnya, Robin sengaja melakukan itu agar Raina melupakan rasa sakitnya.

"Baik Tuan Muda. Perintah Mu akan segera hamba laksanakan." Raina balas mencandai Robin dengan cara yang sama, menangkupkan tangan di depan dada.

Raina dan Robin beranjak meninggalkan taman. Ia sengaja mengajak Robin makan di Restauran tempatnya bekerja. Raina hanya ingin menjelaskan, bahwa dirinya baik-baik saja walau ia gagal bekerja sebagai Bodyguard pribadi pria jutek itu. Pria yang tidak ingin ia temui walau hanya di dalam mimpi, Shawn Praja Dinata.

...***...

"Silahkan duduk. Aku akan segera kembali." Raina meninggalkan Robin dan berjalan kearah dapur.

Tanpa berpikir panjang, Robin langsung duduk namun matanya menerawang kesegala arah. Lima menit kemudian, Raina datang dengan nampan yang terisi penuh oleh makanan.

"Apa kau bekerja di tempat ini?" Robin membuka suara ketika Raina duduk di depannya. Ia bertanya dengan suara datar. Untungnya, Restauran siang ini tidak terlalu ramai sehingga Robin merasa tenang.

Raina mengangguk sambil tersenyum tipis.

"Makanan ini sangat lezat. Pak Robin tidak akan kecewa." Tutur Raina tanpa melepas senyuman dari bibir tipisnya.

"Terima kasih." Mata Robin terbelalak melihat makanan yang di letakkan Raina di atas meja, ia menelan air liur sambil membayangkan makanan itu melumer di dalam mulutnya.

"Apa kau tidak akan makan bersamaku?" Robin pura-pura memperlihatkan wajah sedihnya, mencoba merayu Raina dengan menunjukkan wajah polosnya. Raina menggelengkan kepala sambil menunjuk minuman dingin yang di pesannya.

"Baiklah. Untuk saat ini aku memaafkan Mu. Lain kali kau harus makan bersamaku."

"Siap, Boss." Balas Raina sambil memberi hormat.

Sementar itu di tempat berbeda, Shawn bingung harus berkata apa pada Robin. Meminta maaf? Egonya terlalu besar dan tidak mengizinkannya melakukan itu.

"Kenapa aku yang meminta maaf? Bukankah semua itu salahnya? Aku sudah memintanya untuk tidak membiarkan wanita itu berkeliaran di sekitarku. Dia tidak mengindahkan perintahku!" Shawn menghentikan aktivitas mondar-mandirnya kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa.

"Apa aku benar-benar harus meminta maaf? Ini menyebalkan." Shawn mengacak rambutnya sambil menghela nafas kasar.

Selama sepekan ini Shawn selalu menunggu panggilan dan pesan dari Robin. Sayangnya tidak ada satu pun pesan maupun panggilan yang masuk, mau tidak mau Shawn harus membuang egonya dan menemui Robin terlebih dahulu.

...***...

"Apa anda menyukai makanannya? Anda terlihat menikmatinya, terutama sambalnya." Raina menatap wajah Robin heran. Baru kali ini ia melihat orang makan selahap itu. Dan ini sudah masuk pesanan ketiga. Robin masih sibuk mengunyah makanannya sampai-sampai ia tidak bisa menjawab setiap pertanyaan Raina.

"Ini luar biasa. Aku tidak pernah tahu kalau aku memiliki nafsu makan sebesar ini." Robin berusaha menjelaskan sambil melirik Raina yang masih memandang heran padanya.

"Pak Robin, apa saya boleh mengatakan sesuatu?"

"Katakan saja, tidak ada yang melarang!"

"Anda harus kembali bekerja. Mas Agil mengatakan segalanya." Raina berucap pelan. Ia merunduk, merasa bersalah.

"Nona Sendirian, tidak perlu merasa bersalah karena diriku. Lagi pula, ini bentuk protes ku pada si payah Shawn." Cicit Robil sambil menyebikkan bibirnya.

Raina mengerutkan kening tak mengerti. Protes? Setahunya, Robin yang salah. Lalu protes apa yang di maksud pria yang duduk tenang di hadapannya itu?

"Shawn Praja Dinata adalah sahabat baik ku. Kami berteman sejak sekolah menengah atas." Robin terlihat serius. Pelan ia mulai mengurai kisahnya.

"Beberapa anak nakal menghajar ku secara membabi-buta, dan saat itu Shawn tampil menjadi pahlawan yang menyelamatkan ku dari serangan mereka.

Shawn sangat pandai dalam urusan bela diri. Karena itulah dia tidak membutuhkan Bodyguard. Menurutnya, itu hanya kegiatan yang sia-sia.

Shawn mulai merintis usahanya sejak duduk di bangku kuliah. Aku sangat bangga padanya, walaupun berasal dari keluarga berada tidak sampai membuatnya manja. Terkadang, di pagi hari kami bertengkar. Dan sore harinya kami mulai saling memaafkan." Terlihat senyum manis mengembang di bibir tipis Robin. Mengingat masa lalu membuatnya terlihat bahagia.

"Bisa mengenal Shawn dalam hidup ini membuat ku menjadi orang yang sangat beruntung. Baik hati, penyayang pada keluarga, ramah, berbagi pada orang yang kurang mampu menjadi agenda rutinnya. Dan yang paling ku sukai dari dirinya, ia tidak pernah membedakan antara si kaya dan si miskin. Sikap positif-nya terhadap segala hal selalu membuatku iri." Lagi-lagi Robin menutup kalimatnya dengan senyuman manisnya.

Apa Pak Shawn sungguh sebaik itu? Raina menyimak cerita Robin tanpa berucap sepatah katapun.

"Angel Sasmita." Wajah Robin berubah kesal. Ia langsung mengepalkan kedua tangan-nya setelah menyebut nama itu. Emosi sebesar itu? Pada sorang wanita? Tidak kah itu terlalu berlebihan?

Raina memilih untuk tidak mengucapkan sepatah katapun sebelum ia mengetahui semua rangkaian cerita yang akan di urai Robin sampai tuntas.

"Angel. Wanita itu adalah petaka. Sejak kehadirannya Shawn mulai mengenal cinta dan juga derita. Cinta yang diberikan wanita itu tidaklah seberapa, namun luka yang ia tinggalkan bahkan sampai saat ini masih belum sembuh."

Robin mulai meneteskan air mata. Cinta yang sangat tulus dari sahabat untuk sahabatnya. Raina benar-benar cemburu pada tali persahabatan yang tidak pernah terjalin dalam kehidupannya.

"Wanita itu bertemu Shawn pertama kalinya pada acara festival Film yang di adakan di Bandung. Shawn datang sebagai tamu kehormatan di acara itu." Robin mulai menghela nafas panjang kemudian kasar menghembuskan dari Bibir.

Angel Sasmita? Pertama kali mendengar nama itu, Raina merasa nama itu tidak asing di telinganya.

"Kau benar. Angel yang kau kenal adalah Angel yang sama. Aktris papan atas yang namanya melambung tinggi sampai keangkasa. Bahkan setiap kalangan mengenalnya."

Raina merasa malu. Ternyata Robin mengetahui jalan pikiran sederhananya.

"Segala hal telah di berikan Shawn untuk wanita itu, kecuali menjadikan hubungan mereka konsumsi Publik."

Angel Sasmita, dewinya kecantikan di layar kaca. Pak Shawn benar-benar beruntung. Lirih Raina dalam hati.

"Bukankah kematiannya menjadi buah bibir Semua orang? Jadi, itu sebabnya Pak Shawn berubah menjadi sosok pemarah?"

Pandangan Robin seakan berkata 'Kau salah Raina. Semua itu hanya berita bohong.

"Wanita itu masih hidup." Ucap Robin kesal sambil mengepalkan kedua tangannya. Bagai di sambar petir di siang bolong, Raina terkejut mendengar penuturan terakhir Robin.

Angel masih hidup? Lalu, pertanyaannya, di mana wanita itu sekarang? Raina terlalu penasaran, ia menatap Robin dengan tatapan tak terbaca, ia berharap pria itu akan mengatakan semua hal menyangkut Shawn Praja Dinata sehingga ia bisa memaafkan pria itu dengan lapang dada karena pria itu telah menghinanya pada pertemuan pertama mereka.

...***...

1
Siti Sopiah
Rania ni pun satu .terlalu lemah banyak nangis .keluar sj dr rumah aialan tu cari KRJ lain
Siti Sopiah
dasar laki2 pengecut bodoh kau soang
Siti Sopiah
dasar munafik kau angsa
Siti Sopiah
senjata makan tuan
Matsani
Lumayan
Siti Sopiah
keep going Thor 💪💪💪💪💪
Evi Lusiana
di kira smuany bs d tukr dg uang,tdk dg hrg diri seorang rheina
Evi Lusiana
kapok gk tuh boss jutek
Evi Lusiana
lihatlah shawn wanita yg kau remehkan justru penyelamatmu
Sastri Dalila
👍👍👍
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose/
falea sezi
kn bner bekas cium bibir angel dih
falea sezi
jd ini cwok yg dlu di maksd Zain yg berdua ma angel di thailand dih pasti mereka nganu2 moga gk jd ma yuna jijik loo
falea sezi
agak gmna pasti Zain uda pernah donk tidur atau cium2 angel dih kek jijik gt mending cari lain donk tujuan Zain aja g baik dr awal
falea sezi
males kayak g ada laki lain aja dpet bekas jalang angel
falea sezi
najis dpet Zain bekas jalang
falea sezi
jelasin woy flashback nya biar g bingung pembaca emank kita peramal bisa nebak jalan cerita/Sleep/
Lila
Author, ejaannya bbrp kurang tepat.

d menjadi t
p menjadi f
f menjadi t

maksut seharusnya maksud
detektip seharusnya detektif
budak jambi
hukum mati la penjht tu.kl perlu dalg ny skalian.masa dak ada cctv kan orkay
budak jambi
wanita iblis seperti angel di cintai.bodh...tp cock la dgn Shawn yg kasar tu..kasihan Rania di pasg dgn Shawn yg kasar tu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!