Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.
Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.
"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Enam
Hening yang mencekik seketika melanda seisi ruangan. Belasan kasim dan pelayan yang berdiri di belakang Kaisar langsung menundukkan kepala sedalam-dalamnya, bahkan tidak berani bernapas dengan keras.
Kata-kata Shen Ran bukan sekadar tuntutan, itu adalah ancaman terbuka yang dikemas dalam retorika hukum yang sempurna. Pilihan yang ia berikan kepada Long Tianqi sangat brutal: tegakkan keadilan, atau biarkan takhtanya runtuh akibat krisis legitimasi moral.
Long Tianqi meremas gulungan surat di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya yang tajam menatap Shen Ran, mencoba mencari sisa-sisa wanita rapuh yang dulu selalu memohon perhatiannya. Tidak ada. Di hadapannya kini berdiri seorang ahli strategi berdarah dingin yang baru saja menodongkan belati tak kasat mata tepat ke lehernya.
"Yang Mulia... ini fitnah! Permaisuri pasti menaruh dendam dan memalsukan semua ini! Keluarga Chu selalu setia kepada Anda!" jerit Chu Xinyue histeris. Ia merangkak maju, mencoba meraih jubah naga Long Tianqi.
"Setia?" Shen Ran memotong, suaranya jernih dan sarat akan sarkasme. "Selir Agung Chu, stempel lilin pada gulungan ketiga adalah stempel khusus milik ayahmu yang hanya digunakan untuk dokumen militer rahasia. Apakah kau ingin mengatakan bahwa Permaisuri yang terkurung di Istana Dingin tanpa pena dan tinta ini bisa memahat replika stempel militer yang begitu detail dalam semalam?"
Chu Xinyue tertegun. Lidahnya mendadak kelu. Di abad ke-21, Clara telah memenangkan puluhan kasus pemalsuan dokumen korporat; ia tahu persis celah hukum mana yang tidak bisa dibantah oleh lawan.
Long Tianqi memejamkan mata sejenak, menahan badai amarah yang bergemuruh di dadanya. Sebagai seorang penguasa, ia tahu kapan harus menekan dan kapan harus mundur. Dan saat ini, di hari peringatan ibunya, dengan bukti korupsi sebesar ini di tangannya, ia tidak punya pilihan lain.
"Panglima Pengawal!" titah Long Tianqi, suaranya menggelegar dingin.
"Hamba, Yang Mulia!" Panglima pengawal yang berjaga di luar segera masuk dan berlutut.
"Kurung Selir Agung Chu di kediamannya. Tangkap seluruh anggota klan Chu yang berada di ibu kota untuk diinterogasi oleh Mahkamah Agung Kekaisaran. Jika ada yang melawan, eksekusi di tempat!"
"Yang Mulia! Tidak! Anda tidak bisa melakukan ini pada hamba!" Chu Xinyue menjerit histeris saat dua pengawal kekaisaran menyeretnya keluar dari Istana Dingin. Wajah cantiknya kini dipenuhi air mata keputusasaan yang nyata, bukan lagi sandiwara.
Setelah Chu Xinyue diseret pergi, Long Tianqi berbalik menatap Shen Ran. Ruangan itu kini hanya menyisakan mereka berdua dan beberapa pengawal pribadi.
"Kau telah berubah, Shen Ran. Aku tidak pernah tahu kau menyembunyikan taring setajam ini," ucap Long Tianqi dengan nada rendah, ada kilat ketertarikan yang rumit di matanya.
Shen Ran hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman formal yang sangat berjarak, seperti seorang profesional yang sedang menghadapi klien yang tidak terlalu ia sukai.
"Manusia akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup saat mereka didorong ke tepi jurang, Yang Mulia," sahut Shen Ran tenang.
"Sekarang, Istana Dingin ini sudah terlalu kotor untuk Permaisuri Anda. Saya berasumsi Anda memiliki tempat yang lebih layak untuk saya?"
Long Tianqi menatapnya lekat-lekat sebelum akhirnya mengangguk. "Kembalilah ke Istana Phoenix. Mulai hari ini, seluruh hak dan kekuasaan Permaisuri dikembalikan kepadamu."
"Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Yang Mulia," ucap Shen Ran sambil memberikan penghormatan formal yang sempurna, tanpa ada sedikit pun rasa terima kasih yang tulus di matanya.
Long Tiangi berbalik meninggalkan istana dingin dengan perasaan kalut. Selir yang selama ini terlihat polos dan lugu ternyata mempunyai keluarga tukang korup. Ia tidak bisa memilih antara wanita yang dicintainya atau membasmi keluarga korup selir kesayangannya itu.
Langkah kaki Long Tianqi yang menjauh terdengar berat, menggema di koridor batu Istana Dingin yang sunyi. Sang Kaisar pergi membawa badai di dalam kepalanya. Untuk pertama kalinya, egonya sebagai penguasa tertinggi tercoreng bukan oleh musuh di medan perang, melainkan oleh kebenaran mutlak yang disodorkan oleh wanita yang pernah ia campakkan.
Begitu bayangan jubah naga itu benar-benar lenyap di balik gerbang, ketegangan di udara perlahan mencair. Shen Ran berdiri tegak, tak lagi menunjukkan tanda-tanda wanita sekarat. Ia mengibas debu tak kasat mata di lengan bajunya dengan gerakan elegan.
"Cinta?" gumamnya lirih, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis. "Kaisar yang malang. Di dunia bisnis maupun politik, menaruh hati pada pion yang cacat hukum adalah pilihan paling bodoh yang pernah ada."