Kota Mecha, pusat teknologi tercanggih di dunia, kini menjadi incaran kota-kota luar yang iri dan ingin menghancurkannya. Demi menjaga kedamaian, pemerintah dan perusahaan Mechabest mencari pahlawan generasi baru berhati mulia untuk menggantikan para pahlawan senior yang pensiun.
Kehidupan empat sahabat—Yasing, Maul, Alfian, dan Sahla—berubah drastis ketika agen rahasia mendatangi rumah mereka dan mengundang mereka mengikuti trial khusus. Berbekal Jam Perubah berkekuatan berbasis keahlian hewan, mereka harus bekerja sama menghadapi musuh, menguasai mode robot masing-masing, dan bertahan dari petualangan yang penuh aksi sekaligus aksi kekonyolan khas persahabatan mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serbuan Drone Seri-N dan Strategi Bertahan
Sirene darurat di Markas Pusat Mechabest kembali meraung tajam melintasi lorong-lorong utama. Pendar lampu merah berkedip cepat, memantulkan bayangan panik di atas meja kontrol Ruang Komando Utama. Opik, yang jarinya bergerak secepat kilat di atas papan ketik holografik, langsung memperbesar tampilan peta digital Kota Mecha.
"Tiga objek tak dikenal bergerak masuk dari batas wilayah utara!" seru Opik tinggi. "Berdasarkan frekuensi gelombang energinya... ini fix Unit Drone Pemburu Seri-N milik Kota Neo!"
Prof. Einstein melangkah mendekati layar raksasa, matanya menyipit mengamati pola pergerakan ketiga titik merah tersebut. "Mereka bergerak menuju Kawasan Industri Sektor 4. Tempat itu sepi di jam-jam sekarang, tapi penuh dengan pembangkit energi penting."
"Rian beneran gak main-main..." gumam Yasing sambil mengepalkan tangannya kencang. Matanya membara oleh semangat bertarung. "Dia mau menguji batas kemampuan kita pakai mesin-mesin tempur itu!"
Teh Caca menatap empat anggota tim muda Mechabest dengan raut wajah tegas namun penuh kepercayaan. "Yasing, Maul, Alifian, Sahla! Ini ujian pertama kalian melawan teknologi tempur murni berbasis kecerdasan buatan dari Kota Neo. Ingat pesan Profesor, jangan terpancing emosi dan tetap bertarung dalam satu komando!"
"Siap, Teh Caca!" jawab keempatnya serempak.
"Pasya, Kelay, kalian siaga di barisan cadangan untuk mengamankan perimeter warga jika terjadi kebocoran energi!" perintah Teh Caca lagi.
"Dimengerti, Komandan!" sahut Bang Pasya dan Kelay penuh kedisiplinan.
Tanpa membuang waktu satu detik pun, Yasing, Maul, Alifian, dan Sahla melesat menuju ruang peluncuran cepat. Mecha Watch di pergelangan tangan mereka menyala terang, memancarkan denyut energi yang saling terhubung satu sama lain.
Kawasan Industri Sektor 4 dipenuhi oleh deretan pabrik otomatis dan pipa-pipa energi bertekanan tinggi. Suasana malam di sana biasanya tenang, namun malam ini atmosfer berubah mencekam.
Tiga unit Drone Pemburu Seri-N melayang tanpa suara di udara. Bentuk mereka sangat aerodinamis—menyerupai belah ketupat berlapis baja perak murni dengan mata sensor merah tunggal di bagian tengahnya. Tidak ada suara mesin atau baling-baling; mereka mengambang menggunakan teknologi pendorong anti-gravitasi yang sangat halus.
SWOOSH! SWOOSH! SWOOSH!
Empat pahlawan Mechabest mendarat tegap di atas jalanan beton kawasan industri, tepat di hadapan ketiga drone tempur tersebut.
"Target teridentifikasi," suara mekanis yang sangat dingin terdengar dari speaker internal drone tempur tersebut. [Memulai protokol pengumpulan data tempur Mechabest.]
Dari kejauhan, di atas tangki penyimpanan energi raksasa, Rian berdiri dengan jaket trench coat-nya yang mengibar pelan tertiup angin malam. Dia menyaksikan jalannya pertempuran melalui lensa pintar dan panel kontrol Neo-Tracker di tangannya.
"Mari kita lihat..." bisik Rian dingin. "Seberapa cepat kalian bisa beradaptasi dengan mesin yang dirancang tanpa emosi."
"Gak usah banyak bicara, mesin tua!" seru Yasing berapi-api. Dia menekan jam tangannya seketika.
"MECHABEST ACTIVATE! MODE SINGA!"
Pusaran cahaya merah membungkus tubuh Yasing, melapisinya dengan zirah api yang membara. Sahla berpindah ke Mode Cheetah (Kuning) dengan kecepatan kilat, Alifian melayang ke udara dalam Mode Elang (Kuning), sementara Maul berdiri kokoh di paling depan dengan zirah berat Mode Badak (Hijau).
"Serang duluan!" Yasing melesat maju, mengayunkan cakar apinya ke arah drone pertama.
Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.
Sebelum cakar Yasing menyentuh baja drone, mata sensor merah drone itu berkedip cepat. Dalam hitungan milidetik, drone tersebut membiaskan bentuknya, meluncur miring dengan kecepatan yang rasanya tidak masuk akal bagi objek seberat itu!
SWOOSH!
Serangan Yasing hanya menghantam angin hampa!
[Pola serangan fisik jarak dekat terdeteksi. Mengaktifkan perisai pembias energi.]
Drone kedua melayang tepat di atas Yasing dan menembakkan jaring partikel listrik bertegangan tinggi!
"Yasing, awas!" jerit Sahla. Dengan kecepatan Mode Cheetah, Sahla melesat bagaikan kilat kuning, menarik tubuh Yasing keluar dari jangkauan jaring listrik tersebut sebelum menyentuh tanah.
BRZZZZZZT!
Jaring listrik itu menghantam permukaan beton hingga melelehkan lapisan aspal!
"Kecepatan kalkulasi mereka luar biasa..." Alifian yang berada di udara menatap panik ke arah indikator taktis di jamnya. "Setiap kali kita memikirkan gerakan, sensor biometrik mereka sudah membaca perubahan frekuensi otot dan energi kita sebelum kita sempat mengeksekusi serangan!"
"Artinya... mereka membaca niat bertarung kita dari getaran energi Mecha Watch," sambung Maul dengan nada suara yang tetap sangat tenang. Dia melangkah maju dua tapak, menancapkan kedua kaki zirahnya ke tanah beton. "Kalau begitu, jangan bertarung pakai rencana yang biasa."
Dari atas tangki energi, Rian mengukir senyum tipis. "Perhitungan tepat, pahlawan Tank. Tapi membaca situasi saja tidak cukup untuk menembus pertahanan Seri-N."
Ketiga drone tempur itu kini membentuk formasi segitiga di udara. Mata sensor mereka memancarkan laser merah pekat yang saling terhubung, menciptakan Jaring Pembatas Energi yang perlahan-lahan menyempit, mengurung Yasing, Maul, Alifian, dan Sahla di tengah-tengah!
"Jaring ini menyerap daya zirah secara beruntun!" panggil Alifian cemas. "Daya zirah gua turun lima persen tiap tiga detik!"
"Gua tahan jaringnya! Kalian cari celah!" seru Maul tegas.
Maul mengaktifkan cula perisai hijau raksasanya. Dia melompat ke depan, menahan langsung dinding laser merah itu dengan perisai zirahnya!
BRANNGGGGG!
Percikan listrik dahsyat meledak di sekitar tubuh Maul. Zirah Mode Badak-nya bergetar hebat menerima beban daya yang sengit, namun Maul sama sekali tidak mundur selangkah pun. Wajah datarnya memancarkan keteguhan luar biasa yang tak tergoyahkan.
"Maul!" Yasing menatap sahabatnya yang berjuang menahan gempuran tiga mesin tempur sendirian.
"Jangan cuma ngeliatin gua, Sing!" sahut Maul pelan, napasnya terdengar agak berat namun matanya tetap fokus. "Gua ini Tank. Tugas gua nahan serangan musuh... Tugas lu pada adalah hancurin mereka!"
Yasing mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rasa hangat melingkupi dadanya. Dia menoleh ke arah Sahla dan Alifian, mengangguk mantap.
"Alifian! Sahla! Kita pakai taktik penyatuan energi acak yang kita pelajari pas lawan Sang Omega!" perintah Yasing. "Bikin kalkulasi AI mereka error karena tidak bisa memprediksi siapa yang bakal memukul!"
"Dimengerti!" seru Sahla dan Alifian bersamaan.
Alifian terbang memutar dari udara, memancarkan gelombang gangguan frekuensi dari Mode Elang untuk mengacaukan sinyal komunikasi antara ketiga drone. Di saat bersamaan, Sahla berlari mengitari formasi drone dalam kecepatan tinggi, menciptakan puluhan bayangan kuning yang membingungkan sensor visual musuh.
[WARNING: MULTIPLE UNKNOWN SIGNALS DETECTED! RE-CALCULATING TARGET...]
Mata sensor ketiga drone Seri-N mulai berkedip-kedip tidak teratur. Sistem kalkulasi mereka yang super cepat mendadak mengalami kemacetan akibat memproses ratusan variabel gerakan acak dari Sahla dan Alifian secara bersamaan!
"Sekarang, Yasing!" teriak Maul sambil menggunakan sisa tenaganya untuk memukul mundur jaring laser dengan dorongan perisainya!
"TEBASAN API SINGA PENEMBUS BENTENG!"
Yasing melompat tinggi melintasi bahu Maul. Zirah apinya menyala berkali-kali lipat lebih terang. Dengan satu tebasan cakar api yang sangat cepat dan tak terduga, Yasing menghantam inti energi dari drone utama di tengah!
DUMMMMMMM!
Ledakan dahsyat meletup di udara! Drone utama hancur berkeping-keping, memicu Reaksi Berantai yang merusak sirkuit dua drone lainnya hingga jatuh menghantam jalanan beton dan meledak menjadi serpihan logam tak berguna!
Kepulan asap hitam membubung tinggi di atas Kawasan Industri Sektor 4. Yasing mendarat dengan mulus di samping Maul yang perlahan menonaktifkan zirah beratnya.
"Hah... Hah... Berhasil!" seru Yasing sambil tersenyum lebar dan mengacungkan jempolnya ke arah Maul. "Kerja bagus, Ul!"
Maul menyapu keringat di dahi dengan punggung tangannya, mengangguk pelan dengan raut muka datar yang kembali terpasang sempurna. "Lumayan... Tapi jaket seragam gua jadi bau hangus."
Di atas tangki penyimpanan energi, Rian menatap serpihan tiga Drone Seri-N miliknya yang telah hancur. Dia mematikan layar panel Neo-Tracker di tangannya tanpa rasa kesal sedikit pun. Matanya justru memancarkan ketertarikan yang semakin dalam terhadap kekuatan ikatan tim Mechabest.
"Mengacaukan kalkulasi AI dengan mengandalkan rasa percaya antar-pengguna..." bisik Rian pelan pada dirinya sendiri. Dia membalikkan badan dan menghilang secara perlahan di balik teknologi kamuflase optiknya. "Pengujian lapangan tahap dua selesai. Kalian memang bukan sekadar anak sekolah biasa... Mechabest."
Pertempuran malam itu berakhir dengan kemenangan bagi Yasing dan kawan-kawan, namun mereka tahu... ini barulah awal dari ujian sesungguhnya yang disiapkan oleh Kota Neo.