NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Romantis
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Rangga melamarnya setelah suaminya meninggal. Mirisnya, Suaminya meninggal karena Rangga. Apakah Arumi dapat bertahan dalam takdir yang seakan sedang berkelakar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Bintang

Dunia terasa berputar hanya untuk Bintang Dirgahayu. Begitulah pemikiran wanita berusia 32 tahun ini. Dia single, gaji dua digit, profesinya kini sebagai Kepala Corsec di Red-Desmont Investment. Sejak kecil Bintang selalu mengutamakan dirinya sendiri. Bukan egois katanya, tapi realistis.

Julukan macam-macam sudah tersemat padanya. Pick me girl, ani-ani luxury, sosialita tanggung. Whatever lah, dan semua itu benar. Malah dijadikan pencapaian baginya.

Hasil kerjanya nggak bagus-bagus amat sih, tapi dia pandai mengambil hati orang lain. Terutama... untuk Presiden Direktur kala itu. Ayahanda dari Rangga Adiwilaga, Pak Agung Adiwilaga. Pencapaiannya untuk Pak Agung adalah hal terbaiknya sepanjang karier. Karena ia bisa jadi selingkuhan Presdir. Padahal Pak Presdir sudah memiliki istri – ibu Rangga- yang mana adalah istri keduanya yang konon dinikahi tanpa restu istri pertama.

Di usia ke 23 Bintang masuk ke Red Desmont, dan walau pun saat itu ia masih pekerja magang, ia sudah meniduri 3 manajer. Yang membuat kariernya tentu saja melesat jauh. Hal itu ia lakukan untuk mengalihkan perhatiannya dari sosok Arumi, teman kuliahnya.

Arumi berhasil menikahi Ary Prambudi. Hal itu membuat Bintang sangat benci.  Sepanjang perkuliahan ia berusaha menarik perhatian Ary, tapi pria itu tak gentar. Ary dikenal sangat mencintai istrinya yang sedang dilanda kanker payudara. Bintang kira setelah istrinya meninggal, ia bisa dapat kesempatan.

Sampai ia mendengar kabar kalau Ary sudah menikah diam-diam dengan Arumi.

Apa sih yang Ary lihat dari Arumi yang polos dan planga-plongo itu? Begitu pikirnya. Baiklah Arumi memang cantik, wajahnya seperti ukiran dewi, tapi hanya itu saja. Wanita yang pasif dan penurut tidak menarik, karena pria suka tantangan.

Begitu menurutnya.

Namun saat Pak Agung meninggal, dan digantikan oleh anak haramnya, begitulah publik menilai Rangga Adiwilaga. Anak haram dari seorang ani-ani. Yang ternyata sangat memikat di balik tatapan dinginnya itu. Perusahaan langsung growth ratusan persen.

Hal-hal yang dulu tidak berani diambil oleh Pak Agung, langsung dibabat habis oleh Rangga. Yang dulu tidak berani ditolak Pak Agung, langsung direject oleh Rangga. Di tangan Rangga, tidak ada yang namanya ‘harga saudara’. Semuanya harus menghasilkan.

Dan Bintang mulai tertarik ke Rangga.

Sayangnya, pria itu pembenci wanita kelas kakap.

Karena ibunya ‘lonte kelas atas’.

Ia muak saat melihat wanita yang setipe dengan ibunya.

Dan Bintang adalah salah satunya.

Apalagi saat Rangga tahu kalau Bintang pernah meniduri Pak Agung.

Rangga mulai menerapkan aturan baru, kalau sekretaris tidak boleh terlibat di urusan strategis perusahaan, tugasnya hanya administrasi dan dokumentasi sesuai nama jabatannya. Dan Rangga mulai meng-hire asisten... yang semuanya laki-laki.

Hal itu membuat Bintang terjerebab dari posisi elit ke posisi ‘nggak penting-penting amat, sih’.

Bintang membenci kondisinya, dan memutuskan untuk mengerjai Rangga. Di lain waktu, ia bertemu Ary lagi di acara reuni kampus almamaternya.

Saat sedang dalam misi tersembunyi untuk merebut Ary kembali ke pelukannya, Bintang penasaran membuka-buka obrolannya dengan si Dosen Ganteng.

"Pak, saya kangen. Bisa kita bertemu di kampus hari ini? Sarapan bareng yuk? Seperti yang sering kita lakukan dulu."

Hanya itu saja di WAnya, tanpa balasan apapun dari Ary. Hanya di read saja.

Bintang mengerucutkan bibirnya yang tebal dan mengernyit.

Lalu memikirkan kata-kata yang lebih menggoda untuk menarik perhatian pria itu

Baru saja ia mau mengetik, tiba-tiba ia tertarik dengan status WA Ary. Ada status baru dengan background hitam.

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun. Telah meninggal dunia, Ary Prambudi, SE, MM, pada hari xx tanggal xx-xx-2026. Mohon diberikan pintu maaf yang sebesar-besarnya untuk almarhum.

Bintang pun terpaku.

Foto Ary disana, ditengah-tengah, dipigura dengan bunga-bunga kuning dan background hitam.

Lama, Bintang mengamati foto itu, tulisan itu. Tangannya gemetaran.

Dan sesak mulai merenggut dadanya.

Bintang terkesiap dan menjatuhkan ponselnya ke atas meja.

Lalu tertegun beberapa saat.

“Nggak... mungkin kan?” gumamnya.

Ia raih kembali ponselnya.

Ia amati lagi.

“Ini bercanda dong? Ya kan?!”

Lalu Bintang berusaha memikirkan hal logis. Mereka baru saja mengobrol, minggu lalu, di acara reuni. Dan text dari Bintang di read Ary kemarin. Semua baik-baik saja, kecuali...

“Ini pasti kerjaan Arumi. Iya! Pasti!” sahutnya saat memikirkan hal yang paling masuk di akalnya.

Menurutnya agar Bintang tidak kirim WA lagi ke Ary, maka dibuatlah skenario ini.

“Ah! Cewek brengsek!” seru Bintang sambil mengambil ponselnya dan beranjak ke kamar mandi untuk touch up.

**

Bintang beranjak ke bilik toilet setelah memperbaiki ( menebalkan, lebih tepatnya) riasannya. Sambil duduk di closet ia memikirkan kata-kata untuk melabrak Arumi.

Cleck!!

Suara pintu utama toilet wanita terbuka, diikuti oleh langkah kaki yang terburu-buru masuk ke dalam. Bintang hanya diam di dalam bilik toilet sambil mengernyit menatap ponselnya, merancang kata-kata makian untuk Arumi.

Samar-samar ia mendengar suara obrolan dari luar bilik.

“Gue nggak tahu kasusnya bisa jadi merembet segede ini! Kan udah gue bilang waktu itu, cari Rangga sebisa mungkin! Lo nya malah capek lah, ngantuk lah! AH!!”

“Ya lonya cuma nyuruh-nyuruh doang! Lo pikir cari dia segampang itu?! Orang kita pikir dia udah teler, nggak bisa lari jauh! Dosisnya udah gue dobelin, eeeh malah menghilang, entahlah dia ngumpet dimana!”

“Sekarang gimana nih? CCTV katanya udah berhasil dipulihkan Cybercrime. Dia ajukan laporan loh gaes. Gue takut banget ini!”

“Lo bilang CCTV aman!! Lo yang Bilang!!”

Setelah itu ada bunyi pukulan dan dug-dug nyaring.

“Gue udah bayar petugasnya kok cuy! Dan memang udah dihapus sama dia di depan mata gue sendiri!!”

“Nyatanya?!”

Bintang mengurungkan diri untuk keluar dari toilet.

Obrolan ini sangat familiar.

Suara-suara ini dia kenal.

Geng Sekretaris junior yang dia hasut untuk mengerjai Rangga.

Siapa yang tidak tertarik sama sosok menawan itu? Semakin judes Rangga, semakin tajam lidahnya, semakin seksi di mata cewek-cewek. Rangga bagaikan Alpha yang mengundang untuk ditaklukan.

Kemarin, Bintanglah yang membuat para juniornya bisa menghadiri acara ‘ramah tamah’ para kolega Rangga di Oscar Club. Ia menukar nama Tony, si asisten, dengan nama 5 orang sekretaris junior. Tony tertahan di Lobby hotel karena tidak dapat masuk, sebagai gantinya geng sekretaris ini yang masuk ke club.

Bintang juga yang menawarkan diri untuk ‘membantu’ para juniornya ini. “Lu mau cara biar si Boss Muda ngelirik lu? Nih... kasih obat, tidur sama dia. Foto. Terus besoknya kirim chat : semalam kamu nakal banget sayang. Khehehehe.” Begitu hasutnya.

Tapi semua rencananya gagal karena dari obrolan di luar bilik toilet ini, Rangga sepertinya berhasil kabur.

Tapi... kenapa sampai melibatkan Cybercrime?

Polisi dong?

Selebay itukah Rangga?

Bintang mendengarkan obrolan panik di depan sana dengan seksama.

“Masalahnya bukan Cuma obat, bego!” bentak salah satu cewek. “Gara-gara obat yang kita kasih, Pak Rangga teler pas menyetir kemarin pagi. Dia kecelakaan fatal, nabrak orang sampai meninggal di tempat!"

DEG.

Jantung Bintang berdegup kencang. Kemarin pagi?

Lalu ia menatap layar status story Ary. Di sana juga tertera tanggal kemarin pagi.

"Hah?! Serius lo? Kok di berita nggak ada? Media sosial sepi-sepi aja?" tanya salah satu cewek entah siapa namanya

"Ya iyalah sepi! Tim Humas dan IT kita langsung gercep nge-block semua portal berita sejak kemarin siang. Kasus ini diredam total biar nggak terjadi kegemparan! Katanya dari pihak korban juga sudah diurus jalur damai lewat pengacara Denny, walaupun belum fix banget karena istrinya masih syok.”

“Siapa sih yang ditabrak Pak Rangga? Kok dia jadi mau ngusut begini sampai segitunya?”

“Barusan gue liat di meja Tony ada berkas salinan laporan. Ada fotonya gaes. Nih gue capture. Katanya Dosen di Universitas XX” Hening sebentar.

“Waduh, ganteng banget.”

“Ada namanya nih.... Ary...”

Bintang hampir saja menjatuhkan ponselnya ke bawah saat dia dengar Universitas XX dan ‘ganteng banget’. Ia bagai tercekat dan kepalanya langsung berkunang-kunang.

“Sis, beliau ini badannya sampe kebagi dua keseret truk. Habis ditabrak Pak Rangga, badannya mental ke samping, pas truknya lagi jalan! Gimana Pak Rangga nggak memperkarakan kita! Kita dianggap biang keladinya!!”

Mendengar nama dan kondisi itu diucapkan, seluruh pasokan oksigen di sekitar Bintang seolah menguap. Tubuhnya mendadak lemas tak bertulang. Kedua lututnya gemetar hebat hingga ia tergelincir dari atas kloset dan terduduk kaku di atas lantai toilet yang dingin.

Wajahnya pias, pucat pasi seperti mayat.

Ary Prambudi. Pria yang ia rayu dari minggu lalu, pria yang dunianya ingin ia hancurkan demi memuaskan egonya terhadap Arumi... tewas karena mobil milik bosnya sendiri. Dan dalang dari semua kekacauan fisik Rangga malam itu adalah dirinya sendiri yang menghasut geng sekretaris ini untuk bertindak ekstrem demi ketenaran.

Bintang menatap lantai toilet dengan pandangan kosong dan ternganga. Alibi yang ia susun rapi di kepalanya runtuh seketika. Ia bermaksud mengalihkan perhatian dari Rangga ke Ary karena menganggap menggoda Ary lebih menyenangkan. Karma itu datang terlalu cepat, berputar di dalam satu lingkaran setan yang ia ciptakan sendiri, mengunci Bintang di dalam bilik toilet itu bersama rasa bersalah dan ketakutan yang teramat sangat akan dinginnya jeruji besi.

“Ah...” di saat seperti itu ia ingat kalau ia harus menghapus history chatnya.

Dengan tangan gemetar, ia segera membuka riwayat obrolannya dengan Ary. Menyadari risiko yang bisa menyeret namanya, insting manipulatifnya bergerak cepat. Ia menghapus semua pesan mesra yang pernah ia kirimkan ke nomor Ary.

Hapus untuk saya. Hapus untuk semua.

Bintang bernapas lega, tanpa tahu bahwa tindakannya sudah sangat terlambat karena Arumi telah menyimpan bukti screenshot-nya.

Air mata Bintang luruh tanpa bisa ditahan. Mengabaikan riasan wajahnya yang mahal, dan menumpahkan tangisnya dalam diam agar tidak terdengar ke luar. Kehilangan Ary—pria beristri yang menurutnya jauh lebih menantang untuk digoda ketimbang direktur jutek—benar-benar memukul batinnya.

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
aku jadi Arumi mending cuma tau duit nya ajalah🤣🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kok bisa ya bintang kayak gitu, trauma apa yg membentuk dia seperti itu
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bintang gak selamanya jadi bintang kan..
Lempongsari Samsung
makasih upnya maddam❤❤❤❤❤❤
HilVi Tanurahardja💋
tonyyyy, no no no no ya☝🏻
HilVi Tanurahardja💋
😆😆😆😆
HilVi Tanurahardja💋
betul, guru jg begitu
HilVi Tanurahardja💋
semoga GK ketemu 2 lagi ya rum, ngeri banget ih
mamaqe
mamaq mumet tau duit ajalah😅🤣🤣
Atala Putri
hadir madam💪 tak tunggu up mu
Naftali Hanania
26thn dah melesat kayak komet 😍👍
Hai Madam....Alhamdulillah nongol lg....hbs liburan ya Madam 💖
Miss F
Rangga pelukable loh rum,,MW rasain g??🤣🤣
Leni Pur indah sari
sudah tergoda belum mba arumi??🤭🤭
𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱
weew ... selalu emejing tulisan madam 🤩🤩🤩🤩
Reni
Gimana Rum, Rangga emang se mempesona itu, gk heran banyak demit ganjen berkeliaran di kantor kan? tuh, biang demitnya si Bintang baru aja di amankan🤭
Siti Rohmah
mantap
Eni Istiarsi
kalo mau cari bacaan yang all in ya disini. ini udah kayak ruang publik yang one stop service.dapet hiburan, dapet ilmu, dapet realita hidup
Eni Istiarsi
mulai bergeser penilaian Arumi ke Rangga🤭
Dede Maesaroh
lanjut madam😍
virdarizki / ig vindy yuliana1
recomend banget semua novel kamu ka beda dari yg lain, ga bosen² baca nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!