NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:307.8k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Talak Tiga

Tak ada yang menyambut begitu Hilman masuk ke dalam rumah. Tidak masalah, karena memang sudah lazimnya di rumah Selly ya begitu. Berbeda jika sedang berada di rumah istri pertama, akan ada sambutan senyum manis Suri disertai pertanyaan 'Gimana hari ini?'.

Dulu, Hilman anggap perbedaan kebiasaan itu bukanlah hal penting ataupun sesuatu yang istimewa. Akan tetapi sekarang baru terasa dan sadar jika ia rindu kebiasaan Suri yang membuatnya selalu bersemangat serta batinnya senang. Namun, sifat sang istri pertama yang penurut membuatnya jumawa untuk melakukan poligami.

"Ibu di mana?" tanya Hilman yang dibukakan pintu oleh asisten rumah tangga.

"Belum pulang, Pak. Tadi siang bilang mau ke mall, mau belanja kebutuhan dapur."

"Boby sudah pulang?"

"Belum, Pak."

Hilman menghela napas. Anaknya itu masih dalam mode ngambek karena di depak Diaz dari perusahaan. Boby menyuruhnya merayu Diaz agar memberikan kompensasi 1 miliar. Tentu saja tidak dikabulkan.

"Leony?"

"Ada di kamarnya. Oh ya, Pak. Ada paket untuk Bapak."

Hilman memegang amplop coklat pemberian sang asisten rumah tangga yang kemudian berlalu ke dalam. Matanya menyipit mencari nama pengirim. Tetapi sama sekali tidak tertera nama di depan maupun di belakang amplop coklat persegi panjang.

"Menurutmu ini apa?"

Yandi menerima uluran amplop. Meraba-raba dengan penuh konsentrasi. "Sepertinya beberapa foto. Mau saya bukakan?"

"Buka aja!"

Hilman berkacak pinggang dengan pandangan kosong menembus gorden jendela. Ia biarkan Yandi merobek sisi amplop. Segala rahasianya hanya sang asisten yang tahu. Tentang berapa perempuan dalam hidupnya. Tentang sepak terjang bisnisnya yang tak mengindahkan halal haram. Termasuk tentang keluarga besarnya yang pecah oleh persaingan bisnis.

Dugaan Yandi benar. Ada tujuh lembar foto ukuran 4 R yang kini berada dalam genggamannya. Setiap lembar ia amati tanpa ekspresi. "Sebaiknya jangan lihat foto ini. Saya khawatir Anda tidak siap mental."

Hilman menoleh dengan kening mengkerut. Justru larangan itulah yang membuatnya penasaran. "Sini!"

Di sinilah sekarang Hilman berada. Kamar utama yang menjadi tempatnya melepas penat, ruang privasi berbagi peluh dengan Selly yang pandai bereksplorasi urusan ranjang. Hanya dalam hitungan menit, kamar yang rapi berubah acak-acakan. Ia membuka setiap laci, membongkar isi lemari Selly, membuka brankas.

Pintu kamar di dorong dari luar dengan gerak tergesa.

"Sayang, maaf telat ... Astaga! Bang, kenapa berantakin kamar?" Selly mendekati Hilman. Menatap dengan ekspresi terkejut.

Hilman mencengkeram rahang Selly dengan mata menyala oleh amarah yang berkobar. "Perempuan tidak tahu diuntung. Aku angkat derajat kau dari LC jadi ratu. Malah kau balas dengan selingkuh."

Selly meringis dengan mata melebar. Antara sakit dan takut melihat amarah yang tergambar di wajah Hilman. "Bang...sakit. Ja jangan begini."

Hilman melepaskan cengkeramannya dengan kasar. Membuat Selly terhuyung ke belakang.

"Bang, aku cuma telat pulang habis shopping. Kenapa malah nuduh selingkuh."

"Nuduh katamu. Ini apa?" Hilman mengambil foto yang ada di ujung ranjang. Dilemparkan ke depan wajah Selly. Diantaranya ada yang mengenai pipi.

Selly menangkap satu foto, sisanya berhamburan ke lantai. Kedua matanya melotot seolah hendak lompat. Ia memegang foto dirinya saat sedang liburan di pantai Thailand dalam balutan bikini dengan pose dipeluk pria dari belakang.

Wajah Selly berubah pias melihat foto-foto yang berserakan di lantai. Lanjutan dari foto bikini dengan pose intim lainnya. "Bang, ini editan. Abang jangan percaya."

"Masih ngeles juga. Kalau ini gimana." Hilman menunjukkan layar ponsel. Dihadapkan ke wajah Selly dalam jarak dekat.

Selly menelan ludah. Kali ini tidak bisa lagi menyanggah. Video bercinta di tepi kolam renang itu begitu jelas menunjukkan wajahnya yang sedang bergairah.

"Kau pakai apa 5 logam mulia di brankas? Jam tangan aku hilang 3. Uang dolar juga berkurang. Perhiasan yang aku kasih juga tinggal sedikit. JAWAB! DIPAKAI APA?"

Selly menciut mendengar Hilman berteriak dengan wajah murka. "Aku...aku pakai belanja tas branded, Bang,"

"BOHONG! Kau kasih buat pakan berondongmu itu, kan?"

"Nggak, Bang." Selly menggeleng dengan tangan gemetar.

Hilman menarik rambut Selly. Mengendusnya lalu mundur dua langkah. "Rambutmu bau shampo. Kau habis check in sama berondongmu itu. Sialan!"

"Nggak, Bang. Aku abis creambath."

Hilman berdecih. "Aku nggak bisa dikadalin, Selly. Baik. Kalau kau ingin bebas sama berondong, silakan pergi ..."

"Nggak, Bang. Aku minta maaf. Aku khilaf. Please, jangan usir aku. Aku janji tidak akan diulang lagi. Aku khilaf, Bang." Selly menggenggam lengan Hilman dengan sorot mata penuh permohonan.

"Khilaf kau bilang." Hilman menarik tangannya. Mundur dua langkah. "Aku jijik. Aku benci sama orang yang berkhianat. Kurang apa? Duit yang aku kasih bahkan lebih besar untukmu daripada untuk Suri. Bukannya bersyukur malah kau tikam aku dari belakang."

"Bang...maaf." Selly mendekat dan bertekuk lutut di hadapan Hilman. Mulai menangis penuh drama.

"Perempuan kotor. Menjijikkan sekali. Tak sudi aku punya istri macam kau. Selly Ariani, aku ceraikan engkau dengan talak tiga."

***

Cuaca mendung tidak menyurutkan niat Diaz yang ingin berenang. Setelah melakukan pemanasan yang cukup, ia mulai mencelupkan kakinya menuruni tangga stainless yang ada di ujung kiri. Perlahan mulai bergerak dengan gaya bebas. Di tepi kolam renang, dua ekor kucing berlari mengikuti kemana Diaz bergerak.

Pemandangan itu dilihat Tya yang datang membawa sarapan dalam nampan. Tawanya berderai oleh karena kelucuan tingkah Cumi dan Luna yang berlomba lari saat Diaz sudah sampai di ujung kanan. Lalu berubah berputar-putar kebingungan, celingukan, saat Daddy nya itu tidak tampak di permukaan air.

Kucing putih dan abu itu terlonjak bersamaan karena dikagetkan oleh kemunculan Diaz yang berteriak sambil menyipratkan air. Tetapi dua anabul gemoy itu tidak kapok mengikuti Diaz yang kembali berenang ke arah sebaliknya.

Tya selesai merekam keseruan itu dengan senyum yang masih mengembang. Ponsel disimpan di meja lalu menghampiri tepi kolam renang karena Diaz memanggilnya.

"Ada apa?"

"Jongkok dulu." Diaz berdiri dengan kedua tangan terlipat di tepi kolam.

Tya berjongkok diikuti si Cumi dan Luna yang mendekati seolah kepo.

"Pengen yang anget-anget."

"Itu aku udah siapin air putih hangat sama kopi sesuai request. Bawa ke sini?"

"Nggak mau itu. Pengen ini." Diaz merengkuh tengkuk Tya hingga bibir beradu kemudian dilumatnya penuh damba. Ia akui sudah ter tya-tya. Hingga saat melihat sosok sang istri yang duduk dengan rambut digerai, otaknya langsung memerintahkan mencium.

Entah apa yang ada di otak Cumi dan Luna yang menyaksikan adegan itu. Keduanya duduk manis sambil mengibas-ngibaskan ekor.

Ada yang berdiri di dekat jendela. Langkahnya terhenti seketika padahal tujuannya mau bergabung dengan anak dan menantu sambil berjemur. Suri tersenyum simpul. Urung melangkah ke halaman belakang.

Begini toh kelakuan yang dulu bilangnya nggak mungkin jatuh cinta sama Tya. Hadeuh Diaz...Diaz.

1
Nur aprilia adiah
duh si ibu lagi puber kedua tuh mas..ya ampun Diaz bucin Banget deh..
Nur aprilia adiah
mungkin pak Husein CEO yg tersembunyi 😄
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀👀
Hariana Jusman
pastinya karna nggak biasa kenapa tiba² nelpon pasti ada maunya tuh
Hariana Jusman
idih🫣🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!