NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: PaRaS_Sllh

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PaRaS_Sllh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6~

Desi menyuapi ibu mertuanya dengan telaten. Kini beliau sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Sudah bisa duduk dan berbicara meski masih kurang begitu jelas.

Candr duduk di bibir ranjang dibawah kaki ibu. Memijatnya dengan lembut, sembari bercerita mengenai banyak hal. Tidak terkecuali sinetron kesukaan ibu, 'Cinta Sebening Embun'. Desi memilih menjadi pendengar.

Kalau saja dia tak menyaksikan sendiri bagaimana sikap lrmbutnya Candra pada ibunya, pasti dia tidak akan percaya jika orang lain mengatakannya.

Desi merasa Candra memiliki kepribadian ganda. Yang sewaktu-waktu sikapnya bisa berubah seketika. Ibaratkan bunglon yang dapat merubah warnanya berdasarkan tempat yang ia tempati.

Pukul sembilan malam setelah makan malam, mereka memasuki kamar. Desi yang tahu diri, langsung saja duduk di sofa dan menyibukkan dirinya dengan ponselnya. Dan Desi melihat Candra tengah duduk bersandar di krpala ranjang. Jemarinya sibuk menari-nari di layar ponselnya.

Bisa di tebak, saat ini Candra sedang ber-chat ria dengan Melani.

Dia mengupload sebuah foto siluet dirinya di panta saat melihat dan menikmati sunset(matahari terbenam) ke akun sosmednya.

Mengetikkan sebuah caption yang memang menggambarkan isi hatinya malam itu.(Jika tak bisa kau membuatnya bahagia, setidaknya jangan membuatnya menangis. Sekuat apapun dia bisa menahannya, tapi dia hanyalah manusia biasa. Sebenarnya dia rapuh, hanya saja dia menutupinya dengan sangat rapi hingga orang-orang tak dapat menyadarinya. Tetapi jika engkau peka terhadap perasaannya, walau serapi apapun dia menutupinya kau akan tetap mengetahuinya).

Setelah itu dia memilih meletakkan ponselnya di atas nakas dan berbaring. Berharap esok hari semua kesakitan yang ia rasakan itu segera menghilang.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Hari kepulangan Candra dan Desi pun tiba. Mereka berdua pergi ke kamar orang tua Candra.

"Bu, aku dan Candra pulang ya, bu. Karena besok aku harus bekerja begitu juga dengan Candra. Ibu cepatlah sehat, setelah itu aku akan datang ke sini lagi, bu."Desi berpamitan dan berpesan kepada ibu mertuanya itu sambil tersenyum tulus.

"Secepat itu kah kalian pulang ke rumah kalian?"tanya ibu Candra dengan sendu.

"Setelah ibu pulih, aku akan datang kesini lagi, bu. Ada hal penting yang harus aku bicarakan."Ujar Desi.

"Baiklah bu, kami pergi dulu ya, bu. jaga kesehatan ibu."Kata Candra sambil melirik Desi dan tersenyum sinis.

Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobil lalu mereka duduk dengan berdampingan di jok tengah. Kemudian mobil pun berjalan meninggalkan rumah orang tua Candra.

Lalu Candra pun membuka pembicaraan mereka.

"Apa maksudmu mengatakan itu pada ibu?"tanya Candra.

"Oh maksudku, setelah ibumu pulih aku akan membicarakan tentang semua ini terlebih dahulu pada kedua orang tuaku. Setelah itu, aku akan datang bersama kedua orang tuaku ke kediaman orang tuamu untuk membicarakan tentang perceraian kita."jawabnya dengan tenang.

"Kenapa kau mengatakan itu pada ibu? Bagaimana jika nanti ibu memikirkan perkataanmu itu dan darah tingginya kumat lagi? Aku tidak mau terjadi sesuatu pada ibuku. Egois kau, tak pernah kah kau memikirkan ibuku?"kata Candra dengan penuh emosi.

"Biarlah kau mengataiku egois. Aku tidak peduli, karena yang paling egois disini adalah dirimu. Aku ingin lepas dari semua ini, aku tidak mau lagi diperbudak oleh mu. Kau bilang aku tidak pernah memikirkan ibumu? hah? Aku memikirkan ibumu, aku juga memikirkan segalanya termasuk juga rumah tangga poligami ini. Kurang apa lagi pengorbananku? Aku merelakan seluruh kebahagiaanku untuk kalian semua karena aku memikirkan kalian semua sampai-sampai aku lupa dengan diriku sendiri. Apa yang aku dapatkan? Apa aku mendapatkan kebahagiaan? TIDAK. Sedangkan kau mendapatkan seluruh keinginanmu, menikahi melani, kau menyuruhku merawat ibumu aku sudah melakukan itu. Tapi kau juga tidak pernah memikirkan aku, kau tak pernah mau mengerti diriku. Kau hanya mau di mengerti oleh orang, tapi tidak mau mengerti terhadap orang lain. Dan ketika aku harus datang bersama kedua orang tuaku ke rumah ibumu dan membahas soal perceraian kita, dan juga ketika keadaan ibumu drop jangan salahkan aku. Karena kejadian itu tidak sepenuhnya salahku. Kenapa? Karena semuanya menjadi rumit itu karena kau membuat hubungan poligami ini. Aku juga manusia yang ingin bahagia, dan yang mempunyai batas kesabaran." Balas Desi dengan penuh amarah yang sudah diubun-ubun.

"Lantang sekali kau memarahiku. Baiklah aku akan mengabulkan keinginanmu. Itu yang kau inginkan bukan? Baiklah setelah ibu pulih aku akan menerima surat gugatan ceraimu."Katanya tak kalah marah.

"Semoga berbahagia dengan Melani."Kata Desi dengan senyuman sinisnya pada Candra.

Beberapa jam kemudian.............................

Mereka berdua pun sampai ke rumahnya Candra. Desi langsung mengambil barangnya dari bagasi dan langsung membawanya masuk ke dalam kamarnya. Begitu juga dengan Candra.

...****************...

...Seminggu sejak pertengkaran di dalam mobil itu, hubungan Desi dan Candra kian menjauh. Sekarang Desi merasa agak lega karena inilah yang dia inginkan, agar semua hubungan dan ikatan ini segera usai. Tetapi, ibu mertuanya Desi belum juga pulih, maka dari itu Desi selalu pergi pagi pulang malam karena dia sedang dibantu oleh Citra untuk mencari kost-kostan....

Pagi itu seperti biasa mereka bertiga sarapan bersama. Desi makan dengan wajah datarnya seperti biasa melihat seluruh adegan kemesraan yang selalu terjadi di meja makan itu setiap pagi. Melani tampak biasa melayani Candra, mengambilkan nasi dan juga lauknya. Memang seperti itu setiap hari. Namun berbeda dengan Candra, yang pagi itu menurut Desi sangat berlebihan. Desi pikir, Candra sengaja memanas-manasinya.

Pria itu dengan sok mesra menyuapi Melani. Desi benar-benar muak melihatnya. Jika bukan karena menghargai masakan Melani, sudah sejak tadi Desi meninggalkan meja itu.

Melani sendiri tampaknya kurang nyaman dengan perlakuan Candra padanya. Beberapa kali Melani tersenyum canggung pada Desi, dan mencoba menyudahi sikap sok mesra Candra padanya.

"Aku makan sendiri saja, Can"pinta Melani.

"Aku ingin menyuapimu sayang"kata Candra kembali mengarahkan sendok ke mulut Melani. Candra melirik Desi dan sudut bibirnya sedikit terangkat ke atas.

Desi hanya memutar bola matanya malas. Dia benar-benar muak dengan semua itu. Untunglah makanan di piringnya telah habis. Desi segera minum dan bersiap pergi.

"Mel, aku berangkat dulu ya. Terima kasih untuk sarapan lezatnya." Desi langsung meninggalkan meja makan yang penuh drama yang membuatnya ingin muntah.

****

"Cit, pulang kerja nanti temani aku lagi ya."kata Desi pada Citra. Mereka berdua sedang makan di kantin pabrik. Citra menghentikan kunyahannya, menatap Desi penasaran.

"Kemana?"tanya Citra.

"Pasti lupa deh kamu. Cari kostan, Cit."jawab Desi.

"Ah iya aku lupa." Citra menepuk keningnya pelan. "Serius kamu mau kost sendiri?"tanyanya khawatir. Gadis itu tahu jika Desi adalah gadis penakut.

"Iya, Cit. Aku gak kuat kalau terus-terusan di sana. Aku juga sedang berfikir untuk mengakhiri ini, Cit. Sakit, Cit... Aku harus menanggung beban ini sendirian."Kata Desi dan tanpa terasa air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk matanya akhirnya keluar juga.

Citra menggenggam erat sebelah kanan tangan Desi. Mencoba memberi Desi dukungan. "Pikirkan baik-baik dulu, Des. Jangan bertindak gegabah. Aku tahu, aku paham apa yang kamu rasakan. Tapi, sekali lagi pikirkan baik-baik."

Desi tersenyum mendengarnya. Dia bersyukur sekali memiliki sahabat sangat pengertian dan sangat peduli seperti Citra. Mereka saling mendukung satu sama lain. Membantu sebisanya jika salah satu diantara mereka sedang dalam masalah.

"Makasih, Cit. Aku sudah memikirkannya matang-matang."Kata Desi.

"Baiklah jika itu keputusanmu. Ku harap itu adalah yang terbaik. Apapun keputusanmu, aku akan selalu ada dibelakangmu dan mendukungmu." Ucap Citra sambil menepuk bahu Desi dan tersenyum.

Tiba-tiba ada suara seorang pria yang menyapa Desi dan Citra.

"Hai, Desi, Citra." Sapa pria itu.

Mereka berdua kearah sumber suara tersebut. Lelaki dengan lesung pipi di wajahnya sedang tersenyum kepada mereka.

"Dito, kapan kamu datang?"tanya Citra. Citra nampak terkejut dengan kedatangan laki-laki yang kini tengah duduk di samping Desi. Desi juga tak kalah terkejutnya dengan kedatangan pria tersebut.

"Semalam" jawabnya dengan tersenyum lebar.

1
Nofta Putri111
jrang dpt shbat yg baik kyak gitu
Nofta Putri111
sabar ya dess
Dameria Inda Butar-butar
orang kristen tidak boleh poligami...
Elok Pratiwi
males amat melanjutkan baca nya sangat tidak menarik ... banyak drama menderita ujung ujung bersama kembali ... halu amat cerita nya
ajiu jiu
ud di tungguin nihh
Nur atika Saparudding
jijik aku lihat orang rujuk nya
Nur atika Saparudding
mungkin kalau bagi saya tidak usah rujuk lagu karena mantan suaminya celup sana celup sini
Saraswati Wati
janganlah balikan sama candra lelaki tak punya hati
Lienda nasution
gak bagus alur ceritanya Thor untung aq hanya baca sebagian dan akhirnya saja
Heni Yuhaeni
aku pengen nabok si candra, biar kan dia me yesal seumur hidupnya, jngn biarkan dia kembali sama desy
Heni Yuhaeni
masih banyak typo
Heni Yuhaeni
terlalu monoton, g ada tanda seru, koma. jadi bacanya kurang greget, semangat, bagus novelnya, cuma itu kekurangan nya
Sri Wahyuni
emang orang kristen boleh poligami..lieur crta nya
Sri Wahyuni
desi goblog
Setiani
aku tunggu karyamu
Murtini
kayaknya dah pernah baca
millie ❣
Salah loe sdr bego jadi perempuan byk mikir loe udah dijadiin keset masi mikirin org lain g gerak2 ngomong ama ortu loe skg trima akibat loe kan gemes gue loe liat cewe goblok di cerita novel lemah bgt si 😡😡😡
Miss Sgs
seperti cerita melati adi Anyelir
Tining Revi
aku suka ceritamu thor jelas padat dan singkat..
Tining Revi
anggap aja kamu ngekost di rumah suamimu sendiri desi..dari pada kamu makan hati tiap hari ngelihat mereka mesra.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!