Lin Wu Ji, seorang Immortal Tertinggi yang tak terkalahkan. Suatu hari, ia dikhianati dan dihancurkan oleh Gu Zhong, rekan terdekatnya. Alih-alih binasa, jiwa Lin Wu Ji bereinkarnasi ke dalam tubuh Lin Hao, seorang anak dari keluarga fana biasa di desa terpencil yang dianggap lemah. Dibekali dengan sistem dewa yang tiada tandingannya, Lin Hao bangkit untuk memulai perjalanannya demi membalas dendam dan kembali mencapai puncak kekuasaan.
Update 1-2 kali dalam seminggu.
Note: Cerita ini adalah karya original author bukan novel terjemahan!
Genre : Fantasi timur, Reincarnation, Balas Dendam, System, Xianxia, Xuanhuan, Adventure, Original, Romansa Fantasi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zan Apexion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Perjalanan Sunyi dan Kota Batu Giok
Perjalanan dari Desa Qingyun menuju Kota Batu Giok bukanlah hal yang mudah bagi seorang fana biasa, hal ini membutuhkan waktu dua hari berjalan kaki melintasi hutan dan dua barisan bukit. Namun, bagi Lin Hao yang kini memiliki kekuatan fisik dan kultivasi setara Qi Gathering Tingkat 3 serta diperkuat oleh Pengalaman Teknik Pergerakan, jarak itu kini terasa jauh lebih pendek daripada orang biasa.
catatan kecil: mengapa disebut fana?, karena meskipun sudah berkultivasi tapi para Kultivator ini masih di alam fana ini dan bisa mati karena umur(belum abadi), meskipun begitu jika mereka sampai pada tingkatan tertentu bisa saja disebut setengah abadi.
Lin Hao bergerak dengan efisiensi mematikan. Ia tidak berlari, tetapi malah meluncur dengan kecepatan tinggi.
Setiap langkahnya merupakan perhitungan presisi dari Jiwa Kaisar untuk meminimalkan kehilangan energi.
True Qi Tingkat 3-nya kini mengalir melalui jalur Meridian nya yang telah diperkuat, hal ini memungkinkan tubuh kurusnya untuk menahan kecepatan dan daya tahan yang luar biasa, melampaui batas Ahli Bela Diri biasa.
Ia saat ini menyadari betapa lemahnya alam fana ini(arogansi para Kultivator). Seluruh hutan, yang dulunya terasa menakutkan, kini hanyalah kumpulan herbal Kelas Fana dan binatang buas yang bahkan tidak layak menjadi target latihan nya.
Selama berjalan, ia terus menyerap aura yang ada disekitar dan saat ini ia juga telah memiliki Formula Pil Pengumpul Qi, mencocokkannya dengan pengetahuan tentang Alkimia di masa lalu yakni di tingkat Kaisar nya.
Pil Pengumpul Qi ini adalah Pil Spiritual Tingkat 2 yang paling dasar, berfungsi untuk membantu kultivator di bawah Foundation Establishment menyerap energi spiritual dengan jauh lebih cepat.
Saat ini, Lin Hao sangat membutuhkan hal ini. Meskipun ia punya System Dewa, kecepatan kultivasinya masih dibatasi oleh kualitas akar spiritual tubuh fana ini dan lingkungan alam fana yang dimana kandungan Qi nya berada di tingkat rendah.
"Rumput Inti Spiritual," gumamnya, mengingat bahan utama yang harus ia cari.
"Seharusnya Tumbuhan herbal ini Hanya tumbuh di area dengan konsentrasi Qi spiritual yang sedikit lebih tinggi daripada rata-rata."
Beberapa saat Kemudian, Ia mencapai puncak bukit pertama saat tengah hari. Dari sana, ia bisa melihat kabut tebal menyelimuti lembah di bawahnya, dan di kejauhan, sebuah dinding batu abu-abu menjulang tinggi, menandai batas Kota Batu Giok.
Mendeteksi bahaya !!!
Lin Hao berhenti sejenak untuk memulihkan diri. Ia tidak hanya memulihkan Qi dan fisiknya saja, tetapi juga memperkuat indra spiritualnya, sebuah teknik bawaan dari Jiwa Kaisarnya.
Tiba-tiba, ia merasakan tiga gelombang energi spiritual yang samar, bergerak dengan kecepatan tinggi di jalur hutan di belakangnya. Kali ini, Mereka bukanlah bandit yang sedang panik atau bahkan melarikan diri. Tapi, Mereka ini bergerak dengan tujuan dan metode yang terorganisasi.
Disana dari kejauhan terlihat, Ranah Qi Gathering Tingkat 4, sebanyak Tiga orang sedang mendekat ke arahnya.
Ding!
[Peringatan System]
Target Terdeteksi: Tiga Kultivator Qi Gathering Tingkat 4.
Pesan sistem: identitas mereka mungkin berasa dari asosiasi Istana Bayangan Malam (Pembunuh atau Pemburu Bayaran).
Lin Hao menyipitkan mata. Ia sedikit terkejut, karena sudah terdeteksi begitu cepat oleh mereka.
Zhang Lei pasti memiliki jimat komunikasi sederhana yang dimana menginformasikan tentang dirinya sebelum kematiannya ke Sekte Bulan Hitam ini, dan Sekte itu, bukannya membalas dendam sendiri, malah membayar jasa pemburu bayaran untuk menghindari dan memastikan tidak ada masalah yang timbul.
(Catatan: Geng taring serigala adalah sekte bawahan dari Sekte Bulan hitam.)
"Cepat dan efisien. ciri khas ini pasti lah asosiasi Istana Bayangan Malam," pikir Lin Hao, mengenali pola kerja organisasi gelap yang memperdagangkan informasi dan jasa pembunuhan.
Lalu, Lin hao memutuskan untuk tidak menghindari mereka. Ia malah mempercepat langkah, menuju lembah. Jika dia bertarung di hutan, ia berisiko merusak beberapa herbal berharga. Jadi, ia mengarahkan langkahnya ke area depan pintu gerbang Kota Batu Giok sehingga dapat Bertarung di sana dan ini juga adalah hasil idenya sendiri yang sangat baik.
Pintu Gerbang Kota Batu Giok
Saat sore menjelang, Lin Hao tiba di hadapan gerbang Kota Batu Giok. Gerbang itu terbuat dari batu hitam yang kokoh, dijaga oleh dua belas penjaga bersenjata yang semuanya adalah Tingkat fana, dengan hanya satu Kapten fana yang berada di ranah Qi Gathering Tingkat 2. Ini adalah pertahanan khas kota yang dikuasai oleh Sekte Tingkat Empat di Alam Fana.
Kemudian, Lin Hao membayar Koin Emas Fana yang diberikan Kakek Lin untuk biaya masuk kota, dan ia segera masuk. Kota ini tentunya jauh lebih besar dari Desa Qingyun.
Bangunan-bangunan batu tersusun rapi, dan ada kepadatan Qi spiritual yang lebih baik di udara, walaupun masih sangat tipis inilah yang menunjukkan adanya Batu Spiritual Rendah yang digunakan untuk formasi pertahanan kota tersebut.
Dengan ini, Lin Hao bergerak cepat, mencari tempat yang paling menarik: Serikat Dagang Regional.
Setelah mencari beberapa saat, Ia segera menemukan sebuah bangunan besar dengan lambang kuali dan pedang bersilang di atasnya, menandakan tempat perdagangan resmi yang diperuntukkan bagi kultivator.
Saat ia akan melangkah masuk, ia merasakan energi tiga Kultivator Tingkat 4 itu bergerak cepat, mendekati gerbang kota. Mereka pasti menggunakan jimat percepatan sederhana.
Lin Hao memutuskan untuk tidak menunggu mereka. Tapi, ia bersiap untuk melawan mereka.
Di dalam, ruangan utama tempat itu dipenuhi dengan kultivator tingkat rendah, kebanyakan dari mereka berada di Ranah Qi Gathering Tingkat 1 dan 2, dan beberapa ada yang ranahnya lumayan yakni mencapai ranah Qi Gathering Tingkat 5 yang mungkin jarang terlihat di kota ini.
Kemudian, Lin Hao berjalan menuju meja resepsionis, di mana ada seorang wanita muda dengan jubah abu-abu menatapnya dengan pandangan meremehkan.
"Apa yang Anda butuhkan, anak muda?" tanyanya, suaranya dingin.
"Ini adalah Serikat Dagang Regional. Kami hanya berurusan dengan Pil Spiritual dan Batu Spiritual, bukan Koin Emas fana-mu," lanjut wanita muda yang semakin meremehkan Lin Hao.
Lin Hao mengabaikan penghinaan itu. Disisi lain, Ia merasakan energi tiga Kultivator Tingkat 4 itu sudah semakin dekat dan kini memasuki gerbang kota. Waktunya semakin sempit.
"Aku mencari dua hal," kata Lin Hao, suaranya rendah dan tegas, sambil mengeluarkan kantung kulit kecil yang berisi tiga Batu Spiritual Rendah yang ia rampas dari Zhang Lei.
"Pertama, tukarkan ini dengan Koin Emas Fana."
Melihat kantung itu, mata wanita itu sedikit melebar. "Tiga Batu Spiritual Rendah, jika dikonversi kan ke koin fana total nilainya setara dengan 300 perak (Koin Emas Fana)," ucap wanita itu.
Lin Hao hany mengangguk. "Kedua," ia melanjutkan, matanya menatap langsung ke mata wanita itu, sambil memancarkan aura kejutan dari Jiwa Kaisarnya.
"Aku mencari Rumput Inti Spiritual dan semua herbal Kelas Spiritual yang kalian miliki," lanjut Lin Hao.
Wanita itu tersentak, merasakan tekanan aura spiritual yang kontradiktif dari pemuda kurus di depannya. Belum sempat ia menjawab, pintu Serikat Dagang terbuka lebar dengan hantaman keras.
Tiga pria berjubah hitam gelap, masing-masing dari mereka memancarkan aura Qi Gathering Tingkat 4 yang kejam, mereka pun melangkah masuk.
langsung menyebar, dengan pandangan mata mereka yang sedang mencari-cari di sekitar ruangan itu.
Salah satu dari mereka, yang memiliki bekas luka di wajahnya, menunjuk tepat ke Lin Hao.
"Bocah kurus! Kami mendapat perintah dari asosiasi Istana Bayangan Malam. Kau telah membunuh Zhang Lei dan mengacaukan jalur perdagangan mereka, Kami di sini untuk mengambil kepalamu!"
Momen di Gerbang Serikat
Seluruh kultivator di dalam Serikat Dagang terdiam. Mereka segera menjauh dan enggan ikut campur karena takut terlibat masalah ini, hal ini menciptakan lingkaran kosong di sekitar Lin Hao dan tiga Pembunuh Bayaran Tingkat 4 ini.
Lin Hao melihat notifikasi System yang berkedip di pojok matanya.
Ding!
[Peringatan System]
Target Terdeteksi: Tiga Pembunuh Bayaran dari asosiasi Istana Bayangan Malam. Kultivasi: 3 orang dengan Ranah Qi Gathering Tingkat 4.
Status Host: Qi Gathering Tingkat 3.
Defisit Kekuatan: Host dalam posisi dirugikan secara angka dan tingkatan, Disarankan untuk berhati-hati dan melarikan diri
Lin Hao tersenyum kecil. Senyum itu dingin, sama seperti saat ia menghadapi Zhang Lei.
"Asosiasi Istana Bayangan Malam," katanya, suaranya bergaung di dalam ruangan.
"Organisasi yang menjual rahasia hidup dan mati seseorang, aku akan menjadikan kalian contoh pertama tentang siapa yang tidak boleh kalian singgung dan masukkan ke dalam daftar buronan kalian."
Bersambung.....
Oh iya, sebagai pencinta genre fantim dan donghua saya sukak banget nih dengan ceritanya.
Tetap semangat terus dalam berkarya ya Thor☺
Apa salah nya menggunakan bahasa indonesia sendiri ????
apakah sang penulis lebih mengutamakan bahsa luar dari pada bahas bangsa sendiri ????
Aku ada saran buat kombinasi kombat, daripada terlalu fokus ke tokoh, coba perspektif atau subjek kalimat jangan cuma fokus ke karakter tapi bisa diganti ke senjata atau barang yang terlibat di dalamnya.
Contoh:
Lin Lin menyerang maju, menusukkan tombaknya hingga darah bercucuran keluar.
bisa jadi:
Tombak tajam menusuk tubuh musuh Lilin, menyebabkan darah bercucuran keluar.
Biasanya aku pakai gaya bahasa ini biar aksinya lebih mengalir
biasanya yg tengil2 begini berakhir jadi debu
ikut capek bareng lin hao 😪