Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Yang Yang merasa kepalanya sangat pusing. Ia terus memegangi kepalanya. Seperti ada yang akan terlintas di pikirannya tapi seperti ada sesuatu yang menghalangi. Pandangan Yang Yang seketika menjadi gelap. Ia hampir jatuh tapi Dimas langsung memegangi tubuh putrinya itu.
Dimas seketika panik, ia khawatir karena Yang Yang tiba-tiba saja pingsan.
"Sayang! Yang Yang kamu kenapa?" Dimas begitu sangat panik, begitu pun dengan Devin.
Dimas segera membawa Yang Yang ke dalam mobil, ia hendak membawanya ke rumah sakit. Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Rasa khawatir kini bercampur aduk dipikirannya. Ia sangat takut terjadi apa-apa pada putri kesayangannya itu.
Yang Yang terbaring di pangkuan Devin. Devin terus berusaha untuk menyadarkan adiknya. Ia mendekatkan minyak kayu putih di hidung Yang Yang, tapi Yang Yang tak kunjung sadar juga.
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Dimas bergegas menggendong Yang Yang masuk.
"Perawat!! Perawat!! Tolong anak saya." teriak Dimas panik.
Perawat pun segera membawa Yang Yang masuk ke dalam ruang rawat.
Dokter Arya yang tidak sengaja berpapasan dengan Dimas pun penasaran, kenapa tiba-tiba Dimas ada di rumah sakit. Dokter Arya segera menghampiri Dimas yang terlihat sangat khawatir.
"Tuan Dimas! Kalian ngapain disini?" tanya Dokter Arya.
"Yang Yang, tiba-tiba saja pingsan." jawab Dimas.
Dokter Arya yang mendengar itu seketika panik. "Apa!? Apa yang terjadi kepada guruku? Aku harus masuk dan melihatnya." Dokter Arya meninggalkan Dimas dan Devin yang sedang menunggu di luar ruangan tempat Yang Yang di rawat.
Dokter Arya masuk, ia melihat Yang Yang terbaring tidak sadarkan diri.
"Minggir!!" ucap dokter Arya kedap perawat yang sedang memeriksa keadaan Yang Yang.
"Apa Yang terjadi kepada guruku?" tanya Dokter Arya.
Perawat yang mendengar Dokter Arya memanggil gadis kecil itu dengan sebutan guru pun heran.
"Guru? Ada apa dengan Dokter Arya ini?" bisik salah seorang perawat di ruangan itu.
"Apa yang terjadi dengan guruku? Kenapa kalian diam saja? Ha?" tanya dokter Arya lagi. Ia sudah sangat panik melihat Yang Yang belum sadar.
"Tenang Dokter Besar Arya! Nona Yang Yang hanya kecapean saja makannya dia pingsan. Dia hanya butuh istirahat sebentar untuk memulihkan tubuhnya." jelas seorang dokter.
Dokter yang dari tadi penasaran kenapa Dokter Arya memanggil Yang Yang dengan panggilan guru pun bertanya. "Dokter Besar Arya, maaf jika saya lancang. Dokter memanggil gadis kecil ini guru. Apa gadis kecil ini benar guru anda?" tanyanya dengan wajah penasaran dan tidak percaya.
Dokter Arya mengangkat pandangannya, ia menatap tajam ke arah dokter yang bertanya tadi. Seketika dokter yang bertanya itu pun mundur.
"Maaf Dokter Besar Arya, saya tidak bermaksud menyinggung anda, saya permisi." Dokter itu pun segera bergegas keluar bersama semua perawat.
"Jelas dia adalah guruku yang paling hebat." batin Dokter Arya.
"Guru, kamu habis ngelakuin apa lagi? Kenapa bisa sampai begini?" gumam dokter Arya khawatir.
Cklekk
Pintu ruangan terbuka. Dimas dan Devin segera menghampiri Yang Yang. Dokter Arya mundur dan membiarkan Dimas melihat keadaan Yang Yang.
"Sayang! Ini Ayah. Apa yang terjadi kepada mu sampai bisa seperti ini." Dimas memegang tangan putrinya, rasa khawatir di wajahnya masih jelas terlihat.
"Tuan! Nona Yang Yang hanya kecapean. Dia hanya butuh istirahat sebentar untuk memulihkan tubuhnya." ucap Dokter Arya menenangkan.
"Syukurlah!" ucap Dimas.
"Tuan! Kalau saya boleh tahu, apa yang sudah Guru ku lakukan kenapa dia bisa sampai seperti ini?" tanya Dokter Arya.
Dimas pun menjelaskan semuanya. Dokter Arya yang mendengar penjelasan Dimas pun tercengang. Ia benar-benar tidak percaya dengan semua kemampuan yang dimiliki gurunya itu.
"Sepertinya aku harus belajar lebih banyak hal lagi dari guru ku ini." batin Dokter Arya.
Tiba-tiba Yang Yang membuka perlahan matanya. Ia yang sudah pingsan selama 30 menit, akhirnya tersadar kembali.
"Ayah!" panggil Yang Yang.
"Sayang! Kamu sudah sadar." Dimas mencium punggung tangan putrinya.
"Ayah! Aku kenapa? Kok aku bisa ada disini?" tanya Yang Yang bingung. Tadinya ia berada di depan toko perhiasan, tapi tiba-tiba saja ia langsung berada di kamar rumah sakit.
"Kamu tadi tiba-tiba pingsan di depan toko perhiasan, sayang." ucap Dimas.
"Lalu, Arya kenapa kamu disini juga?" tanya Yang Yang. Ia heran kenapa Dokter Arya juga tiba-tiba ada disini.
"Guru, tadi saya mengantarkan ramuan dan beberapa pil awet muda kepada klien di rumah sakit ini, tapi tiba-tiba saya tidak sengaja melihat Tuan Dimas duduk di depan pintu ruangan ini dan raut wajahnya sangat panik, makanya saya menghampiri." jelas Dokter Arya.
"Adik! Apa sekarang kamu sudah merasa enakan?" tanya Devin khawatir melihat adiknya yang tiba-tiba saja pingsan.
"Iya Kakak! Yang Yang sudah merasa enakan. Apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Yang Yang, ia merasa tidak betah jika harus tinggal lama-lama di rumah sakit.
Tiba-tiba pintu ruangan kembali terbuka. Dari balik pintu terlihat wanita paruh baya yang sedang jalan terburu-buru bersama dengan seorang wanita dewasa dan seorang gadis kecil.
"Yang Yang!! Yang Yang-ku, kamu tidak kenapa-napa kan? Kamu kenapa bisa sampai begini?" ucap Nenek Sari sangat panik.
"Aku tidak kenapa-napa Nenek! Yang Yang sekarang sudah baik-baik saja." jelas Yang Yang.
"Kakak! kamu membuat kita semua panik saja." ketua Zhuzhu.
Devin melihat Zhuzhu dengan tatapan tidak suka. "Kamu ngapain kesini?" ketus Devin.
Lu Xie yang mendengar itu pun angkat bicara. "Devin! Kamu kenapa bertanya seperti itu? Zhuzhu ini perhatian kepada Kakaknya, apa itu salah?" ketus Lu Xie.
Dimas yang mendengar itu sontak mengangkat pandangannya. Ia menatap tajam ke arah Lu Xie.
"Anak kampung ini bisanya hanya akting saja." Batin Lu Xie dengan tatapan tidak suka.
"Kakak! Kenapa kakak bertanya seperti itu? Apa kakak tidak suka kalau Zhuzhu ada disini?" ucap Zhuzhu dengan nada suara yang sengaja ia buat-buat.
"Dasar bermuka dua, sama seperti ibunya yang licik itu." batin Devin.
"Suamiku! Kenapa Yang Yang bisa tiba-tiba pingsan? Apa dia berbuat hal-hal aneh lagi? Apa dia menyusahkan mu lagi? Dasar anak kampung ini bisanya hanya menyusahkan keluarga Pratama saja, malah sampai akting pingsan segala." ucap Lu Xie tersenyum licik.
"Kenapa Bibi Lu? Sepertinya kamu begitu tidak suka sama aku." ucap Yang Yang.
Dimas berdiri dan menatap tajam kearah Lu Xie. "Lu Xie!! Kalau kamu kesini hanya ingin membuat keributan, lebih baik kamu keluar sekarang juga. Kamu hanya menganggu putriku istirahat." ucap Dimas.
"Ayah! Dulu aku pernah dirawat di rumah sakit, tapi Ayah tidak pernah sekali pun datang menjengukku. Ayah pilih kasih sama Zhuzhu." ucap Zhuzhu.
"Benar apa yang dikatakan Zhuzhu, Mas." ucap Lu Xie.
Dimas semakin muak melihat kelakuan Istri dan putri keduanya itu. "Keluar!!" bentak Dimas.
lucu ajah si gak nyambung euyyy🤭🤭🤣🤣