NovelToon NovelToon
Setitik Cinta Di Atas Harapan

Setitik Cinta Di Atas Harapan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari Husein

Pernikahan akan terasa indah selagi masih ada cinta dari seorang suami.
Namun hal itu tidak berlaku pada seorang wanita muda. Pernikahannya hancur karena campur tangan keluarga suaminya. Apalagi sang suami tak lagi berpihak pada dirinya.
Nama wanita itu adalah Amara.
Di tengah-tengah keputusasaannya, ia bertemu dengan cinta pertamanya.
Apakah yang akan terjadi pada kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Akhir-akhir ini Randi semakin jarang pulang ke rumah. Ketika Amara menanyakan alasannya, ia hanya menjawab jika itu berkaitan dengan urusan pekerjaan.

Amara memilih untuk tidak terus menerus bertanya karena dirinya sudah sangat kelelahan setiap harinya. Ia harus bekerja di rumah juga di toko bunga. Ia malas berdebat karena hanya akan diakhiri oleh pertengkaran saja.

Tenaganya benar-benar terkuras habis dan ia tak sanggup lagi berdebat dengan suaminya itu.

"Hei! Ke sini sebentar. Ada yang ingin ibu bicarakan dengan mu." Yanti memintanya untuk keluar dari kamar.

Nada bicaranya terdengar ramah, tidak seperti biasanya.

Amara keluar dan menghampirinya. "Iya, ada apa Bu?" tanyanya bingung.

"Besok kau gajian 'kan?" tanyanya.

"Hmm... Iya, Bu!" jawabnya heran.

"Dengarkan ibu baik-baik. Besok, serahkan seluruh gaji mu pada ibu. Biar ibu saja yang menyimpannya. Kau mengerti, kan?" perintahnya dengan nada mengancam.

"Kenapa saya harus memberikan seluruh gaji saya pada ibu? Saya ingin memberikannya pada ibu saya untuk membiayai pengobatannya." sanggah Amara.

"Apa? Memberikannya pada ibumu? Tidak bisa begitu. Kau tinggal di sini dan makan di sini. Apa kau pikir itu gratis? Kau juga harus membantu keuangan rumah ini. Apa kau tidak kasihan pada Randi yang mencari uang sendiri?" tegurnya tak terima.

"Saya tidak tinggal secara gratis, Bu. Saya mengerjakan seluruh pekerjaan yang ada di rumah ini. Mulai dari memasak hingga mencuci semua pakaian kalian. Saya bekerja karena saya ingin membantu ibu saya. Jadi saya tidak akan memberikan gaji saya pada ibu." jelas Amara membela diri.

"Kau sudah berani menentang ibu, ya. Apa kau merasa hebat karena sudah bekerja? Kau adalah menantu di keluarga ini. Jadi kau harus patuhi semua aturan yang ada di rumah ini. Apa kau mau ibu menyuruh Randi agar tidak mengizinkanmu pergi bekerja lagi?" ancamnya.

Amara terdiam. Ia benar-benar merasa bodoh karena tidak bisa melawan perkataan ibu mertuanya itu.

Amara lalu menggelengkan kepalanya.

"Bagus kalau kau paham. Jadi, jangan lupa untuk memberikan uang gajimu pada ibu nanti. Apa kau mengerti?"

Amara mengangguk patuh. Tetapi dia akan tidak akan memberikan semuanya pada ibu mertuanya itu. Ia mungkin hanya akan memberikan setengah dari gajinya.

...****************...

Malam ini lagi-lagi Randi tidak pulang ke rumah. Amara jadi bertanya-tanya, sebenarnya apa yang sedang diam kerjakan.

"Bu! Apa ibu tahu mas Randi pergi kemana? Dia jarang pulang ke rumah akhir-akhir ini." tanya Amara pada ibu mertuanya itu.

Yanti sempat terdiam ketika mendengar pertanyaan itu.

"Tentu saja sedang bekerja. Memangnya dia mau kemana lagi. Katanya ada proyek baru yang sedang dia kerjakan. Mungkin saja pekerjaannya sangat banyak hingga dia jarang pulang ke rumah." Jelas Yanti berbohong.

"Begitu, ya? Hmm... Apa ibu tahu dimana mas Randi bekerja? Saya sering menanyakan hal itu, tapi mas Randi tidak pernah mau menjawab jujur." tanya Amara lagi.

"Memang apa urusanmu menanyakan hal itu? Apa kau curiga pada Randi? Randi itu adalah anak yang baik dan juga penurut. Dia juga pekerja keras. Jadi jangan berpikir yang macam-macam tentangnya."

"Tapi, Bu! Saya benar-benar ingin tahu dimana mas Randi bekerja."

"Sudah, jangan banyak tanya. Selesaikan saja pekerjaan mu. Kau mengganggu waktuku saja. Pergi kau!" gerutunya kesal dan mendorong Amara.

Ia lalu pergi dari sana untuk menghindari pertanyaannya.

Amara tampak curiga pada ibu mertuanya. Sepertinya ada hal yang disembunyikan darinya.

"Apa yang sebenarnya terjadi pada mas Randi?" ia tampak bertanya-tanya.

Ia lalu pergi ke dapur dan menyelesaikan pekerjaannya.

...****************...

Amara membuka lemari pakaiannya. Ia tampak memeriksa tumpukan pakaian milik suaminya. Mungkin ia bisa menemukan sesuatu di sana.

Tetapi setelah mencari-cari, ia tidak menemukan apapun yang mencurigakan.

"Apa ini hanya kecurigaan ku saja? Tapi perasaan ku sungguh tidak enak."

Ia lalu menutup lemari pakaiannya dan memutuskan untuk tidur.

...****************...

Keesokan paginya, Randi pulang ke rumah. Ia langsung masuk ke kamar tanpa menemui Amara terlebih dahulu.

Amara yang melihatnya, lalu buru-buru menyusulnya. Ia juga ikut masuk ke dalam kamar.

"Mas, kemana saja kemarin malam? Kenapa tidak pulang ke rumah?" tanyanya langsung.

"Aku ada di kantor. Memangnya aku ada di mana lagi?" jelasnya.

"Apa pekerjaannya sangat banyak sehingga mas harus lembur setiap hari?" tanyanya lagi.

Randi menghela nafasnya. "Kenapa kau jadi banyak tanya? Aku sangat lelah karena bekerja semalaman. Bukannya melayaniku, kau malah sibuk bertanya yang tidak penting. Sudahlah! Aku malas berdebat denganmu. Siapkan pakaianku! Aku harus pergi lagi. Dan cuci semua baju yang ku bawa itu! Jangan sampai ada noda sedikitpun. Mengerti?" perintahnya.

Randi lalu pergi keluar untuk mandi. Ia meninggalkan Amara begitu saja.

Tanpa sadar, Amara meneteskan air matanya. Randi semakin jauh darinya. Ia jadi merasa tak ada harganya di mata suaminya. Apa suaminya hanya menganggapnya seperti pembantu?

Amara mengambil semua pakaian kotor yang di bawa Randi dan meletakkannya di dalam keranjang cucian.

Dia sudah selesai mencuci subuh tadi. Dan sekarang dia harus mencuci kembali. Rasanya sangat lelah. Tapi dia tak bisa melakukan apa-apa.

Amara memeriksa satu persatu pakaian itu sebelum mencucinya. Namun, ia tampak terkejut ketika melihat salah satu kemeja suaminya.

Ada noda lipstik di lengan kemejanya. Perasaannya jadi tak karuan.

"Hmm .. Mungkin ini milik rekan kerjanya. Mungkin dia tidak sengaja mengenainya. Astaga! Apa yang sedang ku pikirkan?" ia masih berusaha untuk berpikir jernih.

Tetapi hatinya tidak bisa berbohong. Perubahan sikap Randi akhir-akhir ini menambah kecurigaannya.

"Semoga apa yang ku pikirkan tidak benar." harapnya.

Ia memilih untuk diam.

...****************...

"Bu! Sepertinya Amara mulai curiga padaku." ucap Randi pada ibunya.

Saat itu mereka berdua sedang duduk di ruang tamu.

"Biarkan saja! Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Dia itu lemah dan bodoh. Jadi dia tidak akan tahu. Kau tenang saja. Kalaupun dia tahu, bukankah itu hal bagus. Kau bisa langsung menceraikannya. Kau tidak boleh melepaskan Dina begitu saja. Dia tangkapan besar." jelas Yanti bersemangat.

"Tapi, Bu! Aku belum bisa menceraikan Amara."

"Kenapa belum bisa? Untuk apa kau mempertahankan wanita seperti itu. Dia bahkan tidak bisa memberikan keturunan padamu." ucap Yanti.

"Aku tahu. Tapi aku memang belum bisa melakukan hal itu." jelas Randi ragu-ragu.

"Iya, kalau dipikir-pikir ibu juga masih membutuhkan tenaganya. Sayang sekali kalau dia pergi dari rumah ini. Tapi, bagaimana dengan orang tua Dina? Mereka pasti akan menuntut hal itu dari kita?"

"Hah! Ini benar-benar membingungkan. Aku akan pikiran lagi. Aku harus bekerja sekarang." ucap Randi.

"Iya, sudah!" ucap Yanti.

Pria itu lalu pergi. Begitu juga dengan Yanti.

Mereka sepertinya tidak sadar jika ada seseorang yang sedang mencuri dengar perkataan mereka.

"A-apa yang baru saja aku dengar? Mas Randi berselingkuh?"

...****************...

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Telur ular gw sediain buat Lo. gw campur pake sambel lalu gw masukin ke mulut lo.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
idih najis banget mertu kayak begini bikin menguras mental 😤
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
aku mampir dulu ke karya mu yang lain sambil nunggu 2 novel kamu yg entah kapan itu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
pret ah cek kamu we ngomong mudah, kesonona mah kagak tahu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
iya akhiri aja, lagian nggak jelas kan.
SANG
Cucok banget💪👍
SANG
Semangat ya dek
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Lanjutkan aksimu dek💪👍
SANG
Bintang lima untukmu dek. Semangat ya, aku berharap mendapatkan rangking
SANG
Astaga
SANG
Widih
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Lanjutkan aksimu tho💪👍
SANG
Semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
Hadir dek
SANG
Keren habis💪👍
SANG
Novel baru semangat baru💪👍
Fathir Albiansyah
ceritanya menarik gsk bosan
-Thiea-: terimakasih 🙏🏿
total 1 replies
MULIANA💦
Berarti amara gak marah? syukurlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!