NovelToon NovelToon
Ternyata Cinta

Ternyata Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:48.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Elgaa

Arindi Azzahra adalah gadis cantik berusia 22 tahun bekerja sebagai pemilik usaha catering. Ia menikah dengan seorang CEO muda berumur 27 tahun akibat perjodohan terselubung yang berkedok kesalahpahaman.

Bagaimana jadinya ya? Apakah mereka bisa saling menerima atau sebaliknya?

follow ig: @xxpfrk_12

Mau tau bagaimana kelanjutan ceritanya, stay terus ya di karya pertama ku🌼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Hari ini Riri kembali bekerja, Hari ini ia dijemput oleh Meira sahabatnya. Namun sesampainya di tempat nya bekerja ia tidak terlalu bersemangat dan lebih banyak melamun. Tiba tiba Meira datang memecah lamunan Riri, hingga membuat Riri terkejut.

"Woi!"terdengar suara cempreng Meira datang menggebrak meja menyadarkan Riri dari lamunannya, lalu duduk di kursi kosong yang terletak disebelah Riri.

"Ihhh Meiraaa!!! Apa apaan sih?! Ngagetin aja" Ucap Riri, lalu menepuk pundak Meira karena merasa kesal.

"Kamu sih ngelamun aja dari tadi, mikirin apa sih?" Tanya Meira

"E-enggak kok, A-aku nggak ngelamun. Sembarangan aja kamu Mei" Riri menjawab pertanyaan Meira dengan gugup, sangat terlihat ia sedang menyembunyikan sesuatu.

"Mikirin Kak Nanda ya??" Goda Meira "Oh ya, Btw kak Nanda udah lama gak kesini kan? atau jangan jangan kamu putus sama kak Nanda makanya--"

Riri menutup mulut Meira dengan tangannya.

"Mei, kamu kok pecicilan banget sih?" ucap Riri setengah berbisik.

"Ya habis kamu melamun terus dari tadi, gak biasa biasanya seorang Arindi Azzahra jadi pendiam dan melamun gak jelas kayak tadi" Sanggah Meira.

"Gini ya, aku jelasin sama kamu. Tapi kamu gak usah ember ya kalo aku kasih tau" Kata Riri

"Siap Bos"

Akhirnya Riri menceritakan semuanya kepada Meira tentang bagaimana hubungan Riri dan Nanda saat ini.

"What? Kak Nanda jahat banget sih sama kamu. Awas ya, aku bakal kasih dia pelajaran. Berani beraninya dia--"

"Sttt" Riri memberi kode kepada Meira agar tidak melanjutkan kalimatnya agar tidak terdengar oleh karyawannya yang lain. Lalu Meira mengangguk tanda mengerti apa yang dimaksud oleh Riri.

Padahal sebenarnya bukan lah hal itu yang membuat Riri melamun

***

Waktu begitu cepat berlalu, tanpa terasa sudah waktunya untuk pulang. Terlihat para karyawan Riri tengah bersiap siap untuk pulang. Satu persatu dari mereka berpamitan untuk pulang kecuali Riri dan Meira. Meira masih menghitung jumlah pendapatan dan pengeluaran yang didapat dalam minggu ini, kebetulan Meira bekerja menghandle di bidang keuangan. Sementara itu Riri sedang mengecek dan mencatat bahan bahan yang sudah habis dan harus dibeli.

"Ri?" panggilan pertama tidak dijawab oleh Riri.

"Riri?" Suara Meira sedikit meninggi.

"Ririiiiiii!!!!" Teriak Meira memanggil Riri, karena merasa kesal panggilannya tidak dijawab.

"Ada apa Meira Agustin si manis Jembatan Ancol? Jawab Riri

"Ke Mall yuk, temanin aku belanja. Mumpung masih sore." Ujar Meira

"Jangan hari ini deh, aku capek Mei"

"Ayo lah, temanin aku. Bentaaar aja" Bujuk Meira

"Besok aja gimana, besok kan Weekend. Kalo besok aku janji bakalan nemenin kamu belanja seharian"

"Hmm aku pergi sendiri aja deh gapapa" Ucap Meira pura pura merajuk.

"Yaudah ayok kita ke Mall sekarang, gak usah ngembek ya" Riri menghembus nafas secara kasar melihat tingkah sahabatnya itu.

Sesampainya di Mall Meira terlihat bahagia memilih barang barang branded seperti tas, sepatu, jam tangan dan lain lain. Tak lupa Meira juga menawarkan pada Riri sebagai ucapan terimakasih karena sudah mau menemani nya belanja.

Setelah puas berbelanja, Meira mengajak Riri makan untuk mengisi perut mereka. Meira memilih makan di sebuah Restoran Jepang yang ada di dalam Mall. Tak lama menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan disuguhkan diatas meja. Dengan lahap mereka berdua menghabiskan makanan yang disediakan tanpa sisa.

"Habis ini kita mau kemana lagi?" Tanya Meira

"Kita langsung pulang aja yuk"

"Kamu gak mau beli sesuatu gitu?" Tanya Meira lagi

"Kan udah tadi".

"Yaudah, Bentar ya aku bayar dulu" Meira berdiri menuju kasir.

Dari kejauhan Riri melihat sosok yang ia kenal berjalan menuju arah Restoran yang ia tempati sekarang. Perasaannya mulai tidak karuan. Dan benar dugaannya pria itu adalah Nanda dan Rama.

Riri memberi kode kepada Meira agar cepat kembali dan pergi meninggalkan Restoran tersebut.

Selesainya membayar tagihan biaya makan mereka, Riri pun langsung menarik tangan Meira untuk segera keluar dari Restoran sebelum akhirnya Nanda dan Rama datang.

Namun usahanya sia sia, tepat didepan pintu Restoran mereka berpapasan.

Deg

Jantung Riri terasa berhenti sejenak karena ia tidak menyangka akan bertemu dengan Nanda dalam situasi seperti ini.

"Tuh kan dari mulai Meira ngajak ke Mall tadi perasaan ku udah gak enak" Gumamnya dalam hati.

"Riri?" Sapa Nanda

"A-aku pergi dulu" Riri menarik tangan Meira dan pergi meninggalkan Nanda dan Rama

"Bro, Lo duluan masuk aja. Gua ada urusan sama Riri" Ucap Nanda dan berlalu mencari keberadaan Riri

Sedangkan Rama masih berdiri mematung ditempat. Merasa tak ingin terlihat seperti orang yang kesepian Rama berjalan dengan santai keluar dari Mall.

Akhirnya Nanda menemukan Riri dan Meira di parkiran, kala itu Meira tengah panik mencari kunci mobil miliknya. Tak sempat menemukan kunci mobil, ternyata Nanda sudah sampai terlebih dulu dibandingkan menemukan kunci mobilnya.

"Aku bisa jelasin semuanya Ri!" Ucap Nanda mengambil tangan Riri.

"Aku gak butuh lagi penjelasan dari kamu Nda! Semuanya udah jelas. Aku kecewa sama kamu!" Tutur Riri melepaskan tangan Nanda dengan kasar, seakan akan ia tak sudi di sentuh oleh Nanda.

Riri dan Meira segera menaiki mobil dan menutup pintu mobil dengan keras agar Nanda segera menjauh. Hal itu tak menyurutkan niat Nanda untuk berbicara dengan Riri. Nanda terus mengetuk kaca mobil, Namun tak mendapat respon dari Riri. Pada akhirnya Meira melajukan mobilnya pergi dari Mall tersebut. Nanda hanya berdiri menatap kepergian Riri hingga mobil itu tak terlihat lagi.

Rama melihat sahabatnya dari kejauhan merasa iba, Ia kembali merasakan apa yang dirasakan oleh Nanda saat ini. Jika bukan karena ulahnya, pasti kejadiannya tak akan seperti ini. Rama mendekati Nanda yang tengah frustasi itu dan mengajaknya pulang kerumahnya. Karena Rama tidak tega membiarkan Nanda pulang ke apartemennya, yang Ia takutkan Nanda menjadi seperti dirinya yang dulu apabila berada dirumah sendirian.

***

Sesampainya dirumah, Riri langsung masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan yang ada disekitarnya, karena ia dalam keadaan Mood yang tidak baik. Di dalam kamar Riri langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.

Dari luar terdengar suara ketukan pintu kamarnya, ternyata Bu Marni yang berada dibalik pintu sedari tadi.

"Nak, kamu kenapa?" Tanya Bu Marni dari balik Pintu

"Riri gapapa Bu"

"Kamu sudah makan?" Tanya Bu Marni lagi

"Udah Bu, tadi makan diluar sama Meira" Riri hanya menjawab alakadar, agar Ibunya tak khawatir.

"Istirahat lah Nak, Kalau ada apa apa cepat kasih tahu Ibu"

"Iya Bu"

Tanpa disadari air mata pun lolos tanpa permisi dari mata cantik milik Riri, Setelah melepaskan amarahnya akhirnya Riri tidur.

***

Keesokan harinya, cahaya matahari mulai masuk dari celah jendela. Riri mulai mengerdipkan matanya dan menggeliat karena menangis tadi malam juga menghabiskan tenaganya. Ia melihat jam dinding ternyata jam sudah menunjukkan pukul 7.30, pada awalnya ia terkejut mengingat ia terlambat untuk bekerja namun akhirnya ia sadar bahwa hari ini adalah hari libur.

Riri keluar dari kamarnya sambil menguncir rambut panjangnya dan berjalan menuju dapur, Ia melihat ibunya sudah pulang dari pasar dan menata barang belanjaannya sesuai tempat.

Bu Marni pun langsung membuka pembicaraan.

"Eh udah bangun?" Tanya Bu Marni sembari menata barang di kulkas.

"Iya nih Bu, Riri baru bangun. Soalnya kemaren capek banget" Jawab Riri sambil menguap.

"Oh iya, kamu ingat sama Om Anton yang Ibu ceritain kemarin kan?" Tanya Bu Marni

"Hmmm ingat Bu, emangnya ada apa?"

"Beliau mengundang kita untuk makan malam dirumahnya nanti malam" Ucap Bu Marni dengan raut wajah yang bahagia.

"Hah Apa?!" Riri yang tadinya setengah sadar, setelah mendengar perkataan ibunya menjadi sadar sepenuhnya.

...----------------...

Hai Readers!!! Terimakasih buat yang udah setia baca karya Author yang pertama, Jangan Lupa di Like, komen dan Sarannya ya Biar Author makin semangat 😘😍

1
Perjuangan cinta Tuan Muda
hai thor aq balik lg. semangat trus upnya. dtunggu dlapakku ya.
brshaaffn_18★HFN★
hai kak 👋🙃
maaf baru feedback sekarang hehe 😅, aku udah like sama rate 5 ya 😁

always spirit 💪😄
salam hangat dari MACAC dan RTBAC ✌️😆
S R
Like..like..like..

Ditunggu bab selanjutnya y thor..

Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik

Feedback karyaku juga ya.. Makasih
kh!@#g fu sh3=g
hai thor, aku mampir datang membawa 20 like, jangan lupa mampir di karyaku jangan panggil aku monster. salken untukmu
Noejan
Tetep semangat~ 😘
Noejan
Mantap!
Avie Lia Bento
udah mampir ni akuh kak
Senja
semangat upnya kakakkkkk
Ismi Kawai
8 like menyusul
Ismi Kawai
maaf telat mampir
Miss Dara
Hai, semangat trus upnya Ka
Andrias CPC
mantap 👍
Fitri Fitri
yang mn ni yg di pilih
Fitri Fitri
critanya bagus
Machan
2 like kak
ttfauziyah
like,. semangat
Jenna
semangat kak aku mampir lagi. aku tunggu up epesode selanjutnya 💚✨

Salam dari _Until we found the lost memory
Vigilo
hai aq mampir lagi kak. semangat up terus sampai sukses! mari saling dukung sesama penulis ke depannya :D
Tilyt🧚
hadir like, next up...

jangan lupa feedback ya😊
ptr_25
Yuk semangattt 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!