NovelToon NovelToon
Berondong BEM Dan Mbak Reporter

Berondong BEM Dan Mbak Reporter

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Misteri
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: ohlyn

Naura Adisty, seorang reporter muda yang ambisius, terjebak dalam kekacauan demonstrasi kampus yang justru mempertemukannya dengan Kaelith Atharrazka, ketua BEM yang angkuh namun karismatik. Pertemuan yang diawali dengan insiden cedera dan perdebatan sengit itu menjadi awal mula Kaelith terus mengusik hari-hari Naura dengan godaan khas "berondong" yang menyebalkan sekaligus menggemaskan.
​Namun, di balik layar organisasi BEM yang penuh intrik, Naura tanpa sengaja mengungkap skandal korupsi besar yang menyeret nama ayah Kaelith. Ketika ancaman teror mulai mengincar nyawa Naura, Kaelith pun menanggalkan sifat jahilnya untuk menjadi pelindung utama sang reporter. Kini, di tengah bahaya yang mengintai dan beban moral yang menghimpit, keduanya harus memilih antara mengungkap kebenaran yang pahit atau mempertahankan cinta yang baru saja bersemi di tengah konspirasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ohlyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Dilema Sang Ketua

Selama enam hari berturut-turut, markas darurat di gudang tua milik Ibu Citra menjadi rumah bagi Naura dan Kaelith. Tidur mereka tidak teratur, makanan mereka hanya seadanya, dan pikiran mereka terus-menerus disibukkan oleh simulasi rencana infiltrasi ke Gedung Serbaguna Adiwangsa.

Namun, di tengah kesibukan itu, ada satu hal yang terus mengusik batin Kaelith: posisi ketua BEM yang ditinggalkannya.

Pagi itu, Kaelith sedang memandangi laptopnya ketika sebuah notifikasi masuk dari grup internal pengurus BEM. Selama pelariannya, ia memang mematikan akses admin untuk keamanan, namun ia masih bisa melihat pesan-pesan yang masuk ke akun pribadinya. Keisha Valencia, Kepala Humas BEM, telah mengirimkan puluhan pesan yang tak berbalas.

“El, lo di mana? Mahasiswa menuntut kejelasan. Demo di depan gedung rektorat mulai tidak terkendali. Mereka merasa dikhianati karena lo menghilang saat kasus yayasan meledak. Lo itu ketua kami, tanggung jawab lo bukan cuma soal investigasi, tapi soal nasib ribuan mahasiswa yang kini bingung!”

Kaelith membaca pesan itu dengan tangan gemetar. Ia merasa seperti pengecut. Di satu sisi, ia sedang berusaha mengungkap kebenaran yang akan menyelamatkan kampus, namun di sisi lain, ia sedang membiarkan organisasinya hancur berantakan tanpa kepemimpinan.

Naura yang melihat perubahan ekspresi Kaelith mendekat. Ia membaca layar laptop Kaelith sekilas. "Lo masih mikirin itu?"

Kaelith menutup laptopnya dengan kasar. "Gue merasa jahat, Nau. Gue narik mereka ke dalam perjuangan gue, gue bikin mereka percaya sama gue, tapi sekarang gue ninggalin mereka di tengah badai. Keisha benar. Mahasiswa di sana sedang bingung. Mereka butuh sosok yang bisa menenangkan keadaan."

"Lo kan lagi berjuang buat mereka," bela Naura pelan.

"Tapi mereka nggak tahu itu! Bagi mereka, gue cuma ketua BEM yang lari karena merasa bersalah atas kasus korupsi," sahut Kaelith dengan suara meninggi. "Gue ketua BEM, tanggung jawab moral gue adalah pada mereka yang sudah memilih gue. Gue nggak bisa cuma fokus ke misi ini dan mengabaikan organisasi yang sudah gue bangun dengan susah payah."

Naura terdiam. Ia menyadari bahwa selama ini ia terlalu egois hanya memikirkan target mereka, tanpa mempertimbangkan beban psikologis yang dipikul Kaelith sebagai seorang pemimpin.

"Oke," kata Naura setelah jeda yang cukup lama. "Kalau lo mau bicara ke mereka, kita harus lakukan dengan cerdas. Jangan sampai lokasi kita terlacak."

"Gue nggak perlu kasih tahu lokasi gue. Gue cuma perlu sampaikan pesan," Kaelith mengambil ponsel cadangan yang aman. Ia membuka aplikasi video call terenkripsi yang sudah disiapkan Ibu Citra. Ia tidak akan muncul secara langsung, namun ia bisa memberikan arahan melalui siaran suara yang akan diputar oleh Keisha di depan massa aksi.

Ia menghubungi Keisha. Panggilan tersambung setelah dua kali dering.

"Kaelith?" suara Keisha di seberang terdengar pecah antara marah dan lega. "Sekarang lo di mana? Lo tahu kondisi kampus sekarang seperti apa? Polisi ada di mana-mana, mahasiswa ada yang ditangkap, dan pengurus BEM sedang diinterogasi!"

"Keisha, dengerin gue," suara Kaelith tenang namun berwibawa. "Gue nggak bisa pulang sekarang. Tapi gue minta lo buat tenangin massa. Bilang ke mereka, gue nggak lari. Gue sedang mengumpulkan bukti terakhir yang akan memastikan bahwa yayasan benar-benar ditumbangkan dari akarnya."

"Bukti apa lagi, El? Lo sudah cukup bikin masalah dan membahayakan kita semua!"

"Keisha, percaya sama gue sekali lagi. Sampaikan ini ke mahasiswa: BEM bukan cuma soal gue. BEM adalah soal integritas kita bersama. Minta mereka tetap fokus pada tuntutan audit independen, jangan terpancing provokasi. Gue janji, dalam dua hari, semuanya bakal terjawab."

Keisha terdiam sejenak di ujung sana. "Lo janji, El? Kalau sampai lo bohong, BEM akan mengeluarkan pernyataan resmi untuk mencabut dukungan mereka terhadap lo."

"Gue janji," tutup Kaelith.

Setelah panggilan itu berakhir, Kaelith terduduk lemas di kursi. Ia baru saja melakukan langkah yang sangat berisiko. Jika dalam dua hari ia gagal mendapatkan data dari brankas Hartono Adiwangsa, maka ia tidak hanya kehilangan kepercayaan mahasiswanya, tetapi juga akan dianggap sebagai pengkhianat organisasi selamanya.

"Lo yakin dengan janji itu?" tanya Naura yang sedari tadi menyimak.

"Itu satu-satunya cara supaya kampus nggak makin hancur," jawab Kaelith. "Gue harus mastiin perjuangan ini punya dasar yang kuat sebelum semuanya selesai. Kalaupun gue harus dipaksa mundur setelah ini, setidaknya gue mundur dengan kepala tegak karena gue sudah menuntaskan kewajiban gue."

Naura menatap Kaelith dengan rasa kagum yang tumbuh semakin besar. Di tengah situasi hidup dan mati, Kaelith masih memikirkan nasib ribuan orang yang menggantungkan harapan padanya. Itulah yang membedakan Kaelith dengan Pramudita atau Hartono—seorang pemimpin sejati tidak mencari kuasa, melainkan mencari kebermanfaatan bagi mereka yang dipimpinnya.

"Kita bakal berhasil, Kael," ujar Naura sambil menggenggam tangan Kaelith. "Gue bakal bantu lo buat nyelesain misi ini lebih cepat."

Mereka kembali fokus pada rencana infiltrasi gala makan malam amal. Namun kali ini, ada tambahan beban di pundak Kaelith. Ia tidak hanya sedang berjuang melawan koruptor kelas kakap, ia sedang berjuang untuk mempertahankan kehormatannya sebagai seorang ketua BEM.

Malam harinya, Ibu Citra datang dengan membawa beberapa perlengkapan tambahan. Ia melihat perubahan suasana di gudang itu.

"Kalian terlihat lebih bertekad," kata Citra.

"Kami punya alasan lebih untuk menang sekarang," jawab Kaelith singkat.

Citra mengangguk. Ia menyerahkan sebuah device yang lebih canggih. "Ini adalah pemancar sinyal jarak pendek. Jika kalian sudah menempelkan alat ini di server, data akan langsung terkirim ke cloud yang saya miliki dalam waktu 30 detik. Kalian harus memastikan alat ini terpasang sempurna."

Kaelith memeriksa alat itu dengan teliti. Ia sadar, dua hari ke depan akan menjadi waktu paling menentukan dalam hidupnya. Ia harus menjadi seorang infiltrator sekaligus seorang ketua BEM yang sedang merajut kembali kepercayaan orang-orang yang ada disekitarnya.

Saat malam semakin larut, Kaelith kembali menatap ponselnya. Ada banyak pesan dukungan dari pengurus BEM yang mulai mengerti situasi, dan beberapa mahasiswa yang menuliskan pesan agar ia tetap selamat. Rasa bersalah di hatinya sedikit berkurang, berganti dengan semangat yang membara.

"Gue nggak akan biarkan kampus gue hancur karena keserakahan mereka," gumam Kaelith dalam hati.

Di sisi lain, Naura menatap Kaelith dengan tatapan yang penuh keyakinan. Ia tahu, pria di depannya ini bukanlah sekadar partner investigasi lagi. Kaelith adalah seseorang yang memiliki hati seorang pemimpin. Dan itu adalah modal terkuat mereka untuk menghadapi Hartono Adiwangsa di malam gala nanti.

1
Bu Dewi
ditunggu kelanjutannya kak😍😍😍👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!