NovelToon NovelToon
Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.4
Nama Author: Ilamy Harsa

TAMAT🍀

[Biasakan setelah membaca kasih like dan tinggalkan komentar ya....]

🍀🍀🍀🍀🍀

Ini tentang kebaikan yang mengalir sebagaimana mestinya, dari celah gunung menuju muara.

Ini tentang bagaimana tubuh yang bertolak belakang, antara timur dan barat menyatu dalam satu ikatan sakral.

Ini tentang bagaimana kebahagiaan yang sudah tertulis akan indah pada masa yang tepat.

Ini tentang sisi hawa yang lemah namun bisa menjadi setegar karang untuk memahami takdir.

Ini tentang kesempatan rasa dalam pertemuan namun tidak untuk memiliki.

Ini tentang hati yang akan menemukan jalan pulang, kembali ke rumahnya dan menetap.

Semua harus berjalan sesuai skenario yang sudah tertulis. Dan harus di tempatkan sebagaimana mestinya. Tidak boleh tertukar ataupun menukar.

Semua itu hanya Semesta yang mengaturnya, meskipun ada lebih dari satu kali doa yang dipanjatkan secara egois untuk menentang takdir ini.

Selamat membaca

Terima kasih

Salam hangat,
Ilamy Harsa🍀

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilamy Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

20 tahun yang lalu.....

“Maaf Nyonya Andika, stok darah golongan AB di rumah sakit sedang kosong, kami masih mengusahakan menghubungi pihak PMI kota agar segera mengirim kantong darah golongan AB. Atau ada keluarga yang bergolongan darah AB?” tanya dokter yang akan melakukan tindakan operasi.

“Di sini yang bergolongan darah AB hanya ayah, bagaimana ini Damar?” Bunda terisak, “bagaimana di PMI ada stok golongan darah AB Dok?”

“Maaf Nyonya, kami baru saja mendapat kabar bahwa stok darah AB di PMI juga kosong. Kami masih berusaha menghubungi rumah sakit lain jika mempunyai stok darah AB,” jawab Dokter itu.

Mendengar hal ini Damar berlari keluar gedung rumah sakit ini. Ia harus mencari orang yang bergolongan darah AB.

***

“Terima kasih Sayang, ini anungrah terindah dari Allah kepada kita. Anak kita lahir dengan selamat, sehat tanpa kurang suatu apapun, dan tentunya cantik seperti ibunya,” kata lelaki itu yang tengah berbahagia atas kelahiran anak pertamanya.

Sang istri tersipu malu atas pujian dari suaminya. Sudah lama ia menantikan kelahiran putrinya. Sekitar tujuh tahun lamannya amanah ini baru diberikan. Kebahagianya yang sangat indah. Kebahagiaan yang tepat pada waktunya.

“Sayang, aku beli makanan dulu ya untuk kita. Aku tinggal sebentar tidak apa-apa 'kan?” tanya sang suami.

Istrinya hanya mengangguk, ia belum bisa turun dari bed karena pasca melahirkan.

Akhirnya sang suami pergi untuk membeli makanan untuk dirinya dan istrinya. Jarak antara gedung rumah sakit dan warung makan hanya terpisah jalan raya. Sang suami memesan dua porsi makanan yang satunya ia makan di warung ini dan satunya lagi dibungkus. Dengan cekatan ibu penjual nasi meracik pesanannya.

Sang suami sudah selesai dalam memenuhi asupan makanannya. Sekarang Ia berjalan menuju bangsal rumah sakit tempat istrinya dirawat.

Dilihatnya seorang remaja tanggung sedang bertanya kepada setiap orang yang di laluinya. Remaja itu bertanya, apakah anda bergolongan darah AB?.

“Nak, mengapa kamu butuh golongan darah AB?” tanya sang suami pada remaja tanggung itu.

“Adikku sedang membutuhkan golongan darah itu Pak. Pihak rumah sakit sedang kehabisan kantong darah AB, di PMI juga stok kosong untuk golongan darah itu,” jawab remaja tanggung itu.

“Mungkin aku bisa bantu, sebentar saya ingin menyerahkan makanan ini kepada istri saya terlebih dahulu,” kata sang suami.

Akhirnya remaja tanggung itu mengikuti sang suami ke bangsal tempat istrinya dirawat. Dilihatnya seorang ibu yang sedang menyusui bayi kecilnya.

“Sayang, ini makanannya,” kata sang suami sambil menyerahkan sekantong kresek yang berisi nasi bungkus. “Sebentar aku ingin mendonorkan darahku kepada anak remaja itu, adiknya sangat membutuhkan, tidak apa-apa aku tinggal sebentar?” tanya sang suami pada istrinya.

Istrinya mengangguk, dibelainya rambut istri dan dicium dahinya. Sang suami pergi meninggalkan bangsal itu mengikuti remaja tanggung tadi.

***

“Bunda, aku sudah menemukan pendonor untuk Ilham,” kata Damar.

Akhirnya operasi Ilham tidak ditunda, setelah pendonor itu mentransfusikan darahnya, operasi Ilham segera dilaksanankan. Butuh berjam-jam operasi itu berjalan. Bunda yang sudah dari tadi cemas dan tangannya memegang tasbih kecil berdzikir tiada henti.

Beruntung sang pendonor darah dalam keadaan sehat, dan rutin setiap 3 bulan sekali mendonorkan darahnya. Damar tidak tahu latar belakang sang pendonor tersebut. Yang ia tahu bahwa sang pendonor itu bernama Rudi, orang yang berbaik hati menolong Ilham, dan sekarang istrinya dirawat di bangsal lain.

***

“Papa?” sahut Farah tak percaya.

Yu Minen datang membawa dua cangkir teh dan cemilan untuk teman minum teh. Yu Minem berlalu pergi meninggalkan Farah dan Mas Damar.

“Iya, Papamu yang bersedia menjadi pendonor untuk Ilham. Dan saat itu Bunda masih berduka. Sebelum menunggui Ilham yang menjalani operasi, kami merelakan tubuh ayah di kebumikan. Bunda bilang pada saat itu raga ayah memang ditimbun tanah, tetapi cinta ayah tak pernah hilang dari Bunda. Pilu mendengar itu.” Mas Damar menghembuskan nafas panjang.

“Setelah operasi Ilham berhasil, kami kembali harus merelakan gadis kecil kami, Kalista untuk dikebumikan di samping pusara ayah, masih aku ingat Bunda menangis lebih kencang, masih tidak percaya bahwa putri kecilnya telah tiada. Sekembalinya kami dari pusara ayah dan Kalista, saat itu untuk pertama kalinya Bunda bertemu denganmu dan bunda tersenyum. Senyum pertamanya setelah beberapa hari dirundung kehilangan.”

***

Bunda masih menunggui Ilham yang terbaring lemah setelah menjalani operasinya. Raut wajah Bunda selalu murung. Damar melihat itu semua. Tiba-tiba Damar teringat sesuatu.

“Bunda, ikut Damar yuk,” ajak Damar.

Bunda mengeleng, tanda Bunda ingin disini saja menunggui Ilham.

“Sebentar saja Bunda, Damar mohon. Biar Yu Minem dan Pak Parmin di sini menunggu Ilham,” ujar Damar yang sudah menarik tangan Bunda. Tak lupa Damar sebelum ke kamar inap Ilham, ia menyempatkan diri untuk membeli sekeranjang buah-buahan.

Bunda akhirnya mengalah dan mengikuti ajakan Damar. Bocah itu bilang bahwa ingin mengucapkan terima kasih kepada pendonor darah untuk Ilham. Mereka berjalan menuju bangsal pasca persalinan. Damar masih ingat betul di mana letak kamar inap istrinya Pak Rudi.

Tepat saat mereka masuk ke kamar inap itu, si bayi mungil itu menangis, tanda minta untuk ganti popoknya yang basah. Langsung saja Bunda yang ambil alih menganti popok si bayi mungil itu. Dengan cekatan Bunda menganti popok si bayi. Ibu sang bayi itu membiarkannya. Setelah menganti popok si bayi, Bunda tersenyum. Senyum pertamanya setelah beberapa hari ini.

“Bayi ini lucu sekali dan cantik,” kata Bunda sambil tersenyum.

“Terima kasih Bu,” balas Ibu si bayi.

“Maaf jika saya lancang menganti popoknya tanpa izin dari Anda.”

“Tidak apa-apa, saya belum cekatan untuk menganti popok bayi, masih ada perasaan takut,” balas Ibu si bayi yang merasa terbantu.

“Siapa nama bayi lucu dan cantik ini?” tanya Bunda.

“Namanya Farah,” jawab ibu si bayi.

***

“Sejak saat itu, Bunda sering sekali mengunjungi Mamamu, sesekali saat kamu tidur ada dua perempuan yang menjagamu yaitu Mamamu dan Bunda. Bahkan pak Rudi ditawari pekerjaan sebagai mandor di perkebunan ayah. Papamu menerima semua itu. Kalian sekeluarga tinggal bersebelahan dengan rumah ini. Setelah setahun menjadi tangan kanan Bunda, Pak Rudi memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya. Pak Rudi merasa tabunganya sudah cukup untuk membeli rumah dan membuka bisnis kecil-kecilan.” Mas Damar menghela nafas.

“Keluargamu pindah ke tempat yang jauh dari rumah bunda. Menjadikan bunda tidak leluasa bertemu denganmu Farah,” lanjut Mas Damar.

Farah baru mengetahui cerita ini, Mama dan Papa tidak pernah menceritakan ini sebelumnya.

Ya Allah ternyata Bunda pernah merasakan kehilangan. Kehilangan kekasih tercinta dan kehilangan malaikat kecilnya.

“Kau tahu Farah, saking sayangnya bunda padamu, Beliau sampai ingin menjodohkanmu dengan Ilham. Berharap kamu akan kembali kepada Bunda,” ujar Mas Damar.

“Jadi Mas Damar tahu tentang perjodohan ini?” tanya Farah.

“Tentu. Tapi kami tidak bisa memaksamu untuk menerimanya. Jika kamu tidak berkenan kamu boleh menolak perjodohan ini.”

Sekarang aku tahu, alasan mengapa mama sangat ingin aku bersanding dengan Ilham.

“Oh ya Farah, mungkin ini permintaan sederhanaku. Jika kamu keberatan, kamu boleh menolak permintaan sederhana ini.”

“Jika itu bisa saya lakukan, akan saya terima.”

“Aku mohon jaga bunda, tinggalah di rumah ini. Berikan kesempatan Bunda untuk merasakan bagaimana memiliki anak perempuan,” pinta Damar.

Farah hanya mengangguk tanda menyetujui permintaan Mas Damar. Lagipula hanya bunda keluarga yang ia kenal.

“Mungkin sore ini, aku harus kembali ke Bali. Mengurus properti bunda berupa home stay di sana. Setelah pak Rudi mengundurkan diri di perkebunan itu, tak ada orang yang bisa dipercaya lagi. Akhirnya Bunda menjual perkebunan itu dan menanamkan modal untuk membangun home stay di kawasan Ubud,” jelas Damar.

Farah mengangguk.

Secangkir teh dan sepiring kudapan ringan yang dibuat Yu Minem telah tandas. Percakapan antara Farah dan Mas Damar cukup sampai di sini. Mas Damar izin untuk beristirahat beberapa jam sebelum kembali ke Ubud, Bali, menyisakan Farah dan pikirannya di gazebo halaman belakang rumah Bunda.

Cerita yang tak pernah diceritakan oleh Mama dan Papa semasa hidup mereka. Farah baru tahu ternyata mulia sekali hati papa yang rela mendonorkan darahnya untuk Ilham.

“Mulia sekali hati Mama untuk memberi kesempatan kepada Bunda untuk mengurangi kesedihanya.Ya Allah terima kasih telah mengirimku ke tengah sepasang kekasih yang sangat baik. Semoga kedua orang tuaku di permudahkan masuk surga-Mu tanpa hisab. Aamiin Ya Robb,” doa Farah.

1
Bahdi Anur
Kecewa
Aco Riski
spa judul selanjutnya di wetpet apa tetap sama atau beda ka?
Aco Riski
spa judul selanjutnya di wetpet apa tetap sama atau beda ka?
Rasmiyah Ramli
u
Julia Inp
kok farah ngk bilang klu dia uda punya suami
Nita Sary
kk ap blm launching kelanjutan nya
Nita Sary
kak kelanjutannya di wattapad dicari g ketemu ya
Aliya Jazila
benar tuch rey yg menghamili rahma
Wiwien Blumkids
Masa Farah yg cerdas dibikin naif?
Achmad Elvino
gmana cerita,Ilham,Roy dan Sarah???gmana juga sama sang pembunuh sadis???
Alfatar Cell
kemana ajah bos baru nyadar punya istri
Alfatar Cell
kelamaan bosen bacanya,cerita nya begini ajah,tidak ada perobahan di peran utamanya
Tri Utari Agustina
Semoga Ilham menerima farah bucin
Nita Sary
Thor di watpad blm launcing ya blm ad
Yayoek Rahayu
awal yang bagus
@aR
jgn" si ratu adlh anelline lg?
Asiya RindhuIbundha
q serahkan jodoh Farah pada mu Thor 😁
Asiya RindhuIbundha
Thor titip salam buat Farah terbuat dari apa hatinya...yg begitu baik terhadap smw org bahkan di acuhln suami dia masih sempat" nya tersenyum
Asiya RindhuIbundha
nyimak dulu
Wahyuni Yuni
Kayak ilham laki - laki taat agama tpi kenapa kok ama itri dan ibunya suka membentak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!