Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.
Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.
Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.
Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?
Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?
atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?
Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Memenuhi Keinginan Orang Tua (Rev 2)
Setelah sarapan Hadi mengintip masuk ke dalam kamar orang tuanya. Ia melihat ada beberapa kardus dan koper besar. Sepertinya memang benar-benar Ayahnya ingin pulang ke Jember.
Bagaimanapun juga Hadi menjadi sedih. Yang Hadi khawatirkan adalah apabila Ayahnya pulang ke Jember dan tidak ingin kembali lagi ke Kota Bandung. Tentu Ibu akan mengikuti Ayahnya juga.
Lantas buat apa rumah yang dibeli Hadi untuk orang tuanya? Toh Hadi belum tentu bisa meninggalinya karena sebagai Anggota Polri dia bisa ditugaskan dimana saja di seluruh Indonesia.
Otaknya terasa penuh sesak. Harus memikirkan orang tua, perasaan Clarissa, Pekerjaan di kantor, minimarket, kuliahnya dan yang terpenting dengan siapa dia harus menjalani rumah tangga.
Hadi tidak ingin memilih orang yang salah. Dan yang paling tepat saat ini menjadi istrinya menurutnya adalah Clarissa. Lepas dari adanya perbedaan keyakinan diantara mereka. Perbedaan keyakinan kadangkala menurut orang lain merupakan masalah serius. Namun mereka sudah bisa menerima perbedaan itu.
******
Hadi berangkat menuju tempat fitness terdekat dari rumahnya. Ia rutin melakukan fitness untuk menjaga kebugaran tubuhnya, selain untuk membentuk otot tubuhnya.
Ponsel yang disimpan di jok samping berbunyi, Clarissa sedang memanggilnya
CLARISSA : Halo sayang, kamu dimana?
HADI : Di jalan, mau ke gym. Kamu gak ikut fitnes?"
CLARISSA : Nggak ah, aku pengen istirahat. aku tunggu kamu di apartemen aja. Oh ya, tadi malam kamu dari sini ya?
Ternyata Clarissa tahu ia dari apartemennya semalam.
HADI : Bagaimana kamu tahu aku dari sana?
CLARISSA : Tidak mungkin pencuri masuk hanya untuk mandi dan mengambil sepasang baju serta celanamu, Sayang. Aku hafal baju-bajumu yang ada di sini. Lalu ngapain kesini cuma buat mandi lalu pulang?"
Hadi pun membuat alasan.
HADI : Tadi malam kamu tidur nyenyak sekali, aku gak tega bangunin kamu. Aku janji pada Ibu mau pulang ke rumah, jadi aku gak nginap di tempatmu.
CLARISSA : Habis fitness langsung kesini ya. Temanin aku cari lokasi klinik.
Clarissa berencana membuat klinik sendiri untuk praktek dokternya.
HADI : Bisa besok ya, Sayang? Ayah nunggu aku di rumah. Sepertinya dia mau berangkat ke Kalimantan lalu ke Jember.
CLARISSA : Ya sudahlah, besok aja kalau begitu.
Clarissa agak kecewa, namun ia memilih mengalah pada Hadi. Toh Hadi menolak karena ada urusan menyangkut orang tuanya.
CLARISSA : Berarti hari ini kamu gak kesini sama sekali? kalau begitu boleh aku ke mal?
HADI : Sekalian aja besok ke malnya. kamu istirahat aja di rumah.
Hadi tegas mengatur Clarissa. Mungkin atas nama cinta yang membuat Clarissa selalu menuruti semua keinginan Hadi. Clarissa selalu menjadi pihak yang selalu mengalah.
Sejak menjalin hubungan dengan Hadi, hangout dengan teman-temannya sudah jarang Ia lakukan. Selain ke rumah sakit, Hadi memberlakukan izin keluar apartemen pada Clarissa.
Pernah suatu ketika Clarissa berbohong harus ke rumah sakit karena ada pasien yang butuh pertolongan, padahal Clarissa hanya nongkrong di cafe bersama teman-temannya. Ternyata dengan mudah Hadi mengetahui kebohongannya. Alhasil, Hadi mendiamkannya berhari-hari lamanya.
Bagi Hadi yang seorang polisi, tidak sulit untuk mengetahui segala aktivitas Clarissa.
Kebiasaan Clarissa seminggu sekali pulang ke Jakarta ke rumah orang tuanya berubah menjadi sebulan sekali karena akhir pekan selalu dihabiskan bersama Hadi.
Bahkan ketika Hadi dua kali mengkhianatinya dengan wanita lain, selalu saja berakhir dengan kata maaf untuk Hadi.
Clarissa kadang tidak mengerti dengan cinta. Toh Ia hampir memiliki segalanya. Wajah yang cantik, tubuh ideal, pekerjaan yang baik dan ia berasal dari keluarga kaya. Bila ia ditinggalkan Hadi masih banyak lelaki yang antri untuk menjadi pengganti Hadi.
Apalagi Hadi bukan juga type pria romantis yang memberi bunga dan mengajak candle light dinner. Secara ekonomi Clarissa masih lebih dari Hadi karena memiliki Ayah seorang kontraktor besar. Bahkan konsekuensinya bila sudah menikah dengan Hadi, karirnya akan tersendat karena harus hidup nomaden mengikuti Hadi kemanapun ditugaskan.
Namun ada sesuatu dalam diri Hadi yang membuat Clarissa tidak sanggup lepas dari Hadi. Hadi memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, pembawaannya tenang, cerdas, pemberani dan sangat perhatian pada keluarganya.
Tatapan mata elangnya, bisikan-bisikan mesranya, perhatiannya sampai hal-hal terkecil membuat Clarissa tidak rela bila Hadi harus jatuh ke pelukan wanita lain.
Sebenarnya Hadi kurang setuju bila Clarissa membuka praktek dokter sendiri. Bagi Hadi, Clarissa cukup bekerja di Rumah Sakit saja. Karena banyak waktu Clarissa yang dihabiskan untuk bekerja. Biarlah Hadi yang mencari nafkah katanya. Sedikit banyak nafkah yang diberikan Hadi, Clarissa harus mensyukurinya.
Namun Clarissa wanita yang memiliki cita-cita tinggi. Clarissa mampu meyakinkan Hadi bahwa Ia bisa mengatur waktunya untuk keluarga kelak bila sudah berumah tangga.
Dan hari itu, Clarissa harus mengalah lagi, tinggal di apartemen meskipun weekend.
******
Hadi menghampiri Ayah dan Ibunya di Ruang keluarga setelah makan malam.
"Ayah, Ibu, boleh saya bicara sesuatu?" tanya Hadi.
"Kenapa tidak nak, ada apa?" jawab Ibunya.
Ayahnya hanya menatap Hadi tanpa kata.
"Maaf kemarin saya terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan matang-matang. Sekarang saya putuskan untuk menikahi Aaliyah."
Ayahnya menatap tajam pada Hadi dan Ibunya terperanjat.
"Kamu yakin nak?" Ibunya bertanya penuh selidik.
Pak Hendrawan sepertinya tidak percaya dengan kesungguhan putranya.
"Hadi, Ayah memintamu menikah dengan Aaliyah agar kamu bisa memperlakukannya sebagaimana mestinya seorang istri. Dan kamu bisa menjadi suami yang baik untuknya. Bila memang keputusanmu hanya karena untuk memenuhi keiginan Ayah, maka tidak perlu kamu lakukan."
Memang benar yang dikatakan Ayahnya, Hadi ingin menikah dengan Aaliyah hanya untuk menyenangkan kedua orang tuanya sebagai bentuk baktinya, dan mencegah Ayahnya meninggalkan Kota Bandung. Tidak ada rasa tertarik sama sekali untuk menjadikan Aaliyah istrinya.
Tetapi Ia harus meyakinkan Ayahnya.
"Ayah, kalau Ayah bertanya pada Hadi, ingin menikahi Aaliyah karena cinta, tentu saja Hadi jawab tidak karena kami tidak pacaran. Cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya setelah kami menikah."
"Dan kalau Ayah meragukan kesungguhan Hadi ingin menikahi Aaliyah, pernikahan itu sakral. Hadi tidak ingin bermain-main dengan pernikahan. Hadi akan berusaha menjadi suami yang baik bagi Aaliyah."
"Lalu bagaimana dengan Clarissa." Ibunya bertanya
"Ibu tahu sendiri kan, kami memiliki perbedaan keyakinan, sampai sekarang orang tua Clarissa belum merestui anaknya menikah beda keyakinan, apalagi ingin mengikuti keyakinan suaminya."
Ibunya manggut-manggut. Sesungguhnya sebagai orang tua perasaannya sama dengan orang tua Clarissa.
"Jadi kapan kamu ingin menikah?" tanya Ayahnya
"Kalau kamu sudah siap, kami akan datang melamar Aaliyah," lanjutnya lagi.
"Urusan kapan melamar biar Ayah yang atur, tapi Hadi siap menikah kapan saja, jadwal menikah nanti disesuaikan dengan kesibukanku," jawab Hadi tegas.
******
Pintu kamar Hadi diketuk dari luar.
"Siapa?" tanya Hadi
"Aku Mas," rupanya Angga yang mengetuk pintu kamar Hadi.
Hadi mengira Angga pasti sudah tahu pembicaraan Hadi dengan orang tuanya, dan tentu saja Angga tidak setuju.
Hadi berdiri membuka pintu untuk adiknya.
2. e
3. d
4. a
5. b
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget