Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?
Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.
Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.
Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?
Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
005
Ruang makan itu hening hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar di ruang makan itu.
7 Menit berlalu Tasya sudah selesai dengan makanannya itu, begitu juga dengan yang lain Tasya bangkit dari duduknya.
"Aku ke kamar dulu." Ucap Tasya kepada ayah, ibu serta kakaknya itu.
Sedangkan Dodo sudah pergi duluan meninggalkan ruang makan untuk bermain PS miliknya itu.
"Iya nak." Ucap ayah dan ibu Tasya
"Dek, kakak nanti jam 3 sore akan bekerja apa kamu mau ikut kakak?" Ucap Aurora
"Ngak deh kak, hari ini Tasya sangat lelah Tasya ingin di rumah saja." Ucap Tasya
"Hm.., baiklah." Ucap Aurora santai
Tasya berlalu meninggalkan ruang makan itu dan masuk ke dalam kamarnya.
Ia merebahkan tubuhnya di kasur dan mulai terlelap karena badannya terasa begitu pegal dan letih.
Skip
*****
3 bulan berlalu kini Tasya hanya bisa berdiam diri di rumah, ia tidak berniat keluar dari rumahnya semenjak ia melihat Aldo berduaan dengan wanita lain sambil berbincang di pagar rumahnya itu, Tasya begitu sakit melihat kedekatan Aldo bersama wanita itu.
Jaket yang di berikan Aldo bahkan sudah ia kembalikan, ia menyuruh Dodo untuk mengembalikan jaket itu kepada Aldo, kini Tasya hanya bisa diam di tempat tidurnya itu.
Air mata tak henti-hentinya mengalir saat mengigat Aldo yang berbicara dan begitu akrab dengan wanita lain.
"Aku kira Aldo menyukaiku ternyata aku salah, Aldo sama sekali tidak menaruh perasaan kepadaku, aku ini begitu bodoh cepat sekali memiliki perasaan cinta kepada Aldo." Ucap Tasya sambil tersenyum miris.
Air mata tak henti-hentinya mengalir deras dari kelopak matanya itu.
Mata Tasya begitu sembab, hidungnya memerah, wajah yang tak terurus menandakan ia begitu kacau hari ini, mungkin jika orang yang melihat keadaan Tasya mereka pasti mengira kalau Tasya adalah orang gila bagaimana tidak, rambut Tasya begitu berantakan dan amburadul.
"Aku lelah memendam perasaan ini sendiri, lebih baik aku pasrah saja dan berhenti untuk mencintai Aldo." Ucap Tasya sambil menghapus air matanya.
Tasya bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Ia melihat pantulan dirinya di cermin kamar mandinya itu.
"Aku sungguh menyedihkan, selama ini aku tidak pernah membuka hati untuk seorang pria tapi di saat aku sudah mulai menyukai satu sosok pria kenapa hatiku malah di hantam keras, hatiku terasa sakit." Ucap Tasya kembali terisak.
"Aku benar-benar bodoh, kenpa aku bisa secepat ini menyukai dia padahal dia sudah memiliki kekasih." Ucap Tasya sambil menangis
Tasya terduduk di lantai kamar mandi ia memeluk lututnya dan menelusupkan wajahnya di antara lutut kakinya itu.
"Mulai sekarang aku akan berusaha melupakan dia, aku ngak akan mencintai dia lagi nggak mungkin kan aku mengambil pacar orang lain, aku ngak mau nyakitin yang lain cuman karena egoku sendiri, aku ngak mau seperti itu." Gumam Tasya sambil terisak-isak.
Tasya berdiri dan berjalan keluar dari kamar mandi, matanya begitu berat karena menangis seharian, Tasya merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluk bantal guling.
Karena kelelahan menangis Tasya akhirnya tertidur.
Jam 09.00 malam
Tasya terbangun dari tidurnya karena merasakan tengorokannya kering.
Tasya turun dari kasurnya itu dan berjalan keluar dari kamar menuju ke arah dapur.
Ia terus melangkah kan kakinya dan sampailah dia di dapur. Tasya langsung membuka kulkas mencari-cari minuman dingin dan mulai menegak habus minuman dingin itu.
"Ah, segarnya." Ucap Tasya sambil memegang lehernya.
Tasya berjalan ke arah ruang tamu, ia hari ini berniat untuk menonton TV.
Tasya melihat Aurora dan Dodo sedang asik bermain PS di atas kursi sofa ruang tamu.
Tasya mendekat ke arah mereka dan duduk di samping Aurora yang asik berteriak-teriak karena kalah melawan Dodo.
"Ah sial kalah lagi." Ucap Aurora marah
"Kakak kalah, jadi kakak harus mentraktir ku." Ucap Dodo bersemangat.
"Kita ulang lagi." Ucap Aurora tak mau kalah.
"Ya udah ayok." Ucap Dodo santai
Tasya hanya diam melihat interaksi kakaknya dengan adiknya itu.
"Tasya kamu kok diam aja." Ucap Aurora sambil memainkan PS.
"Aku lagi ngelihatin kalian main makanya diam." Ucap Tasya tenang
"Kamu mau main ngak?" Tanya Aurora kepada Tasya.
"Ngak deh kak." Ucap Tasya
"Tumben, kamu kok kaya ada Masalah gitu kamu ngak kaya biasanya." Ucap Aurora sambil terus menatap ke arah televisi.
"Aku ngak ada masalah kok, cuman lagi kurang enak badan aja." Jawab Tasya
Aurora yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya.
Tasya kembali melihat ke arah televisi dimana kakaknya dan adiknya memilih permainan balap mobil.
Tasya hanya menatap kosong ke arah televisi itu, hari-hari nya benar-benar kacau saat ini.
Tasya hanya diam, di saat sang kakak Aurora mulai berjingkrak-jingkar kegirangan karena menang bermain game.
"Yes, aku menang." Ucap Aurora sambil tertawa bahagia
"Gitu aja bangga, aku sengaja ngalah tadi." Ucap Dodo tak mau kalah.
"Eh, memang dasarnya kamu kalah jadi kita impas kakak ngak jadi deh traktir kamu." Ucap Aurora sambil tertawa puas
"Eh, ngak ada kakak tetep harus mentraktir aku, kakak kan hanya menang sekali sedangkan aku udah menang 3 kali." Ucap Dodo tidak terima.
"Mana ada, kamu baru menang sekali." Ucap Aurora tidak mau kalah.
"Kakak celang aku ngak suka, aku mau bilangin ibu." Ucap Dodo kesal
"Uh..., main ngadu aja iya deh nih kakak kasih uang." Ucap Aurora sambil menyodorkan uang 50 ribu.
"Nah gini kan enak." Ucap Dodo sambil menarik uang itu.
"Dasar bocah mata duitan." Ucap Aurora kesal.
"Bodo amat." Ucap Dodo sambil meledek
Aurora yang jengkel akhirnya memutuskan untuk melihat ke arah Tasya.
Tapi adiknya itu hanya diam tidak bergeming bahkan matanya melihat ke arah tv dengan tatapan kosong.
"Tasya." Panggil Aurora kepada sang adik.
Hening!!!
Tasya diam tidak menjawab panggilan Aurora, akhirnya Aurora menyentuh pundak adiknya itu.
"Tasya kamu kok diam aja." Ucap Aurora
"Mungkin kak Tasya kesambet kali kak." Ucap Dodo ikut menimpali.
"Eh kamu jangan asal bicara begitu dong." Ucap Aurora marah.
"Abisan kak Tasya dari tadi diam aja, ngak kaya biasanya." Ucap Dodo
"Tasya kamu kenapa bengong." Ucap Aurora khawatir.
"Iya kak?" Ucap Tasya
"Kamu kenapa diam aja, kakak dari tadi ajak ngomong kamu tau."
"Ah, aku ngak denger kak."
"Kalau kamu ngak enak badan lebih baik kamu ke kamar aja jangan di sini ya." Ucap Aurora lembut
"Iya kak." Ucap Tasya
Lalu Tasya bangkit dari duduknya.
"Tasya biar kakak aja ya yang anter kamu ke kamar."
"Iya kak." Ucap Tasya singkat
Aurora langsung menuntun Tasya ke arah kamar adiknya itu.
salam -Kay and Say-
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.
semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Salam –Belong to Esme–
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰
yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
mampir K&S dah uppppp