NovelToon NovelToon
Terjebak Reverse Harem

Terjebak Reverse Harem

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:269k
Nilai: 4.8
Nama Author: Azmi McFadden

Warning : Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa

Pasca berakhirnya pertunangan dengan mantan kekasihnya yang kasar dan super toxic, Lila memutuskan untuk kembali ke Brisbane, kota tempat ia tumbuh bersama empat sahabat masa kecilnya yang dulu ia perlakukan sebagai kacung.

Henry, Jacob, Aiden dan Pierre. Mereka yang dulu Lila anggap sebagai anak buah, kini menjelma menjadi empat pria dewasa yang super tampan dan sangat mapan. Sementara Lila justru bertahan dengan sisa tabungannya dan honor sebagai novelis tidak terkenal yang sangat sedikit.

Setelah dipermalukan oleh Henry di acara reuni SMA, Lila justru mendapatkan kejutan demi kejutan tak terduga dari keempat sahabat masa kecilnya yang diam-diam mencintainya sejak lama.


Jika kamu suka cerita ini, jangan lupa like, coment dan follow ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi McFadden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Buruk

Brisbane, Australia

1 Desember 2002

"Hiks... hiks..."

Seorang anak laki-laki menangis terisak di ayunan setelah bekal makan siangnya direbut oleh seorang anak perempuan berbadan tambun yang menjadi murid baru dikelasnya.

Tiga orang anak laki-laki memandangnya iba sembari memeluk kotak bekal mereka. Mereka saling menatap bingung karena sadar bahwa bisa saja selanjutnya adalah giliran mereka.

Sementara itu, beberapa orang anak-anak terlihat ketakutan sambil sembunyi-sembunyi dibalik pohon besar, memandang si gadis cilik bertubuh tambun yang tengah menikmati sandwich telur keju dari kotak bekal milik anak laki-laki berambut coklat yang menangis di ayunan.

Melihat penindasan yang mungkin pertama kali anak-anak di taman kanak-kanak ini lihat dalam hidup mereka membuat mereka mulai menyadari bahwa dunia luar tidak seindah di dalam buku cerita dongeng yang biasa orangtua mereka ceritakan sebelum tidur.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya bocah berambut gelap, salah satu dari tiga anak laki-laki yang berdiri tak jauh dari bocah perempuan bertubuh gemuk itu.

"Aku tidak tahu." Ucap anak laki-laki berambut pirang.

"Pierre, lakukan sesuatu sebelum makan siang kita juga direbut! Panggil Bu guru!"

Anak laki-laki bernama Pierre itu terlihat lebih tenang dibandingkan yang lain, tentu saja karena ia cukup mengenal anak perempuan itu yang baru saja menjadi tetangganya selama satu minggu.

Dia ingat bagaimana pertemuan pertama mereka yang memberikan kesan mendalam. Anak aneh bernama Lila itu berlari keluar dari rumahnya hanya dengan menggunakan celana dalam dan menyebut dirinya sebagai pegulat. Pierre yang saat itu berdiri di depan rumahnya langsung diajak berduel.

"Dia adalah pemain gulat!" Ucapnya yakin. Anak laki-laki berambut coklat gelap dan anak laki-laki berambut pirang yang berdiri di dekatnya saling menatap bingung.

"Apa itu pegulat?" Tanya si anak laki-laki berambut gelap. Ia tak pernah mendengar tentang sumo atau sejenisnya.

"Gulat seperti yang ada di tv!" Ujar anak laki-laki berambut pirang dengan pengetahuannya yang cukup luas meski usianya baru lima tahun karena akses yang ia miliki sangatlah besar mengingat keberadaannya sebagai putra tunggal dan cucu dari salah orang paling kaya di dunia.

"Kau pernah melihat pegulat, Henry?" Tanya anak laki-laki berambut gelap dengan sorot mata polosnya yang penuh keingintahuan.

"Pernah di tv!" Jawab anak laki-laki bernama Henry itu sama polosnya.

Namun, kepolosan mereka berubah menjadi rasa takut saat anak perempuan yang mengaku sebagai pegulat itu menghampiri mereka dengan tatapan lapar dan mulutnya yang dipenuhi sisa-sisa makanan yang masih menempel.

Karena tubuhnya yang besar melebihi anak-anak seusianya, itu membuat anak-anak lain merasa takut padanya. Ini adalah hari pertamanya di TK, namun dampak buruk yang ia berikan sudah sangat berbekas di dalam ingatan teman-teman barunya.

Ia berdiri tepat di depan Pierre yang menatapnya dengan sedikit rasa takut yang coba ia tahan, berbeda dengan kedua temannya yang sudah gemetar hingga nyaris menangis.

"Hei, aku lapar! Berikan makanan kalian!" Ucapnya. Mendengar permintaannya yang sangat sulit untuk dikabulkan membuat ketiga anak laki-laki itu semakin mendekap erat kotak bekal mereka. Dengan mata yang mulai basah, mereka menggeleng serentak.

"K-kau sudah memakan bekal Jacob, jangan ambil bekal kami juga!" Ujar anak laki-laki berambut gelap dengan sisa-sisa keberanian yang masih ia miliki.

"Aiden benar, kami sama sekali belum makan bekal kami! Jadi jangan ambil!" Ucap Henry.

Sementara itu, Pierre yang berdiri di tengah-tengah mereka sama sekali tak berkedip melihat sosok anak perempuan dengan kulit putih dan pipi yang sangat bulat menatapnya mengancam. Ia masih ingat bagaimana anak perempuan ini mendorongnya dengan keras hari itu hingga membuat bokong dan kakinya sakit.

"Lila, jangan-"

Belum lagi Pierre menyelesaikan kata-katanya, anak perempuan ini langsung merampas kotak bekal makan siangnya dengan kasar dan mendorong Pierre, sekali lagi.

"Aduh...!" Pierre kesakitan karena luka yang sama kembali terulang padanya.

Melihat Pierre jatuh terduduk, Henry dan Aiden panik. Mereka ingin menolong Pierre, namun mereka juga ingin menyelamatkan makan siang mereka.

"Aiden, panggil Bu guru!" Teriak Henry. Meski takut, ia mencoba untuk tidak lari menyelematkan dirinya sendiri.

Aiden berlari diikuti belasan anak-anak lainnya yang sama takutnya dengan dirinya. Mereka masuk ke ruang kelas dan mencoba meminta pertolongan para guru.

"Bu guru, si murid baru mendorong Pierre hingga jatuh...!"

***

Lila membuka matanya, semua pikiran buruk dan mimpi akan masa kecilnya memenuhi kepalanya sepanjang malam dan membuatnya tidak bisa tidur. Wajah Henry yang menyebalkan masih terus membayanginya. Ia tak tahu sejak kapan bocah manja yang hanya bisa mengandalkan harta kekayaan leluhurnya itu bisa bersikap begitu angkuh seperti itu?

Ia tahu sejak dulu Henry memang terkenal sombong dan bermulut besar, entah sudah berapa kali mulutnya itu mendapat pukulan dari tangannya. Namun tadi malam, semua yang ia ucapkan jauh lebih menyakitkan dari semua yang Henry ucapkan dulu dan yang terburuk adalah bagaimana cara ia memandangnya. Tidak, bukan hanya Henry, tapi hampir semua orang yang berada di ruangan itu menatapnya dengan geli seolah tak percaya wanita yang berada di depan mata mereka ini adalah Lila yang mereka kenal. Ya, Lila sang cewek alpha yang eksistensinya sangat berpengaruh di kota ini.

"Henry bajingan! Kata-katanya jauh lebih kejam daripada yang dulu." Batinnya. Lila mengangkat kepalanya, cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela di mana angin musim semi menerbangkan tirai dengan lembut.

Terdengar suara ketukan pintu yang sangat kuat, ia yakin ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Ia bergegas turun ke lantai satu untuk melihat tamu mana yang mau datang ke rumah berhantu ini. Namun saat ia mencoba mengintip dari lubang pintu, ia terkejut melihat wajah menyebalkan Henry muncul dibalik pintu rumahnya.

"Kenapa mereka tahu aku tinggal di sini? Ya Tuhan, bagaimana ini? Apa aku harus mandi dan bersiap-siap dulu? Tapi untuk apa pula aku berdandan jika hanya mereka yang datang?" Gumamnya panik. Lila bingung tentang apa yang harus ia lakukan sekarang. Jika harus mandi terlebih dulu, maka ia harus menghabiskan waktu 45 menit hingga selesai. Belum lagi menggunakan skin care rutin dan memilih pakaian yang akan ia kenakan. Pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Lila menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia tak tahu apalagi yang mereka inginkan sehingga repot-repot datang ke rumahnya sepagi ini?

"Tidak ada waktu lagi. Ya sudahlah." Ia memutuskan untuk memakai cardigan gaun tidurnya dan merapihkan rambutnya sebelum membuka pintu dan turun ke lantai satu.

Jantungnya berdebar-debar, ia tak cukup siap untuk melihat wajah-wajah itu lagi. Namun ia sadar bahwa tak mungkin ia menghindari mereka selamanya.

Saat ia membuka pintu, Henry, Pierre, Aiden dan Jacob terpaku memandangnya dari ujung kaki hingga ke ujung rambut hitamnya yang tergerai dan tertiup angin. Secara tak sadar, mereka terfokus pada pahanya yang terlihat cukup jelas dan belahan dadanya yang menggoda.

Ia hanya diam dan enggan melihat wajah mereka satu persatu. Sementara Henry, masih dengan sorot matanya yang arogan dan membuat Lila ingin menghajarnya hingga babak belur seperti dulu.

***

1
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sangat suka,bikin mewek
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sakit banget aiden meninggal... pingin banget aiden tetep hidup...
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
mewek parah...
Restu
.🤭😊😊😊
Restu
good
Restu
terimakasih thour
Restu
sakit thour😭😭😭
Restu
author jangan kejam.
Restu
😭😭😭😭
Ko
Kau tau thor.. Kau lah author yg plg jahat dari semua author yg novelnya pernah aku baca. Dari bab 1 sehingga tamat kau buat aku menangis. Bukan menangis biasa2 tapi menangis hingga mataku bengkak & aku flu. Teganya kau thor..kau buat aku menjiwai watak lila, aiden, henry, pierre & jacob spt mereka itu diriku sendiri. Aku bisa merasai sakit, bahagia, derita, sengsara, kerinduan, ghairah & cintanya mrk..aku berharap novel ini akan panjang lg atau setidaknya ada season 2 tapi...ia tdk akan mungkin ada kan thor??? Apakah tdk keterlaluan thor bila aku masih mengiginkan kebahagiaan utk mrk berenam setelah kematian aiden? Aghh! Aku rindu kisah mrk thor...😭😭😭😭😭😭
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU: sama aku jg ngrasa gitu .. aku jg nangis2 wkwkwk
total 3 replies
Etik Fidiati
😭😭😭😭😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
semangat lila
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
😭😭😭
Santi Kurniawati
😍😍😍
Linda Othman
finaly the end. hidup bersama akhirnya 😊
Linda Othman
ala mati ke??!! tidakkk
Linda Othman
Deep...
Linda Othman
knp bila pov Lila lebih sedih...terus kuat Lila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!