NovelToon NovelToon
Nasib Gadis Peramal Miskin

Nasib Gadis Peramal Miskin

Status: tamat
Genre:Duda / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Karena hutang pada mantan kekasihnya dan biaya kuliah yang nunggak, Fahira terpaksa mencari sampingan dengan menyamar sebagai peramal.


Akhirnya lapak jasa ramalnya didatangi pelanggan pertama, dia seorang duda ganteng yang kaya raya. Sudah lima tahun menduda. Ternyata duda itu merupakan tetangga sebelah rumah kos-kosan Fahira yang sudah lama Fahira taksir.

Fahira akhirnya merencanakan sesuatu. Dengan menyamar sebagai peramal, dia menjerat duda itu.

Apa yang dilakukan Fahira sebagai Peramal palsu pada sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Impoten

  Sorenya Gelora kembali menemui lapak Mamih Rahee.

 "Ambil salah satu kartu yang sudah saya acak." Perintah Mamih Rahee dan Gelora mengambilnya. Gelora memperlihatkan kartu itu dan dikembalikan pada Mamih untuk dibaca.

  Mamih geleng-geleng kepala. "Anda salah besar Mas Gelora. Di kartu ini ada seorang perempuan berdiri menghadap jurang sambil memegang tanda hati. Dia sesungguhnya gadis baik yang disia-siakan, teguh punya pendirian yang kuat, punya cinta yang tulus. Sayangnya, Anda terlalu cepat menilai. Dan jurang di depannya punya makna, bahwa dia kini sedang dalam bahaya."

  Gelora diam dan berpikir keras dengan apa yang diucapkan Mamih Rahee barusan.

  "Dalam bahaya, maksudnya?"

  "Gadis muda itu sedang dikejar-kejar seseorang. Dia bingung ke mana harus mencari perlindungan. Tapi sosok yang dia tidak sangka sebelumnya datang menyelamatkan dirinya. Di sini terlihat, justru yang datang adalah sosok lelaki kesepian yang lama tidak mendapat sentuhan cinta."

  Sengaja Faheera atau Mamih Rahee membaca kartu yang dipilih Gelora seperti itu. Mamih memberi clue agar Gelora menyimpulkan, bahwa di dalam ramalannya itu, sosok lelaki yang cocok dengan yang disebutkan Mamih Rahee adalah dirinya.

  "Sepertinya perempuan yang sesuai dengan kartu TARJOD yang dibacakan Mamih, yang paling mendekati benar justru Faheera. Dan benarkah Faheera perempuan baik-baik tidak seperti yang aku simpulkan selama ini?"

  "Kalau Faheera dalam bahaya seperti yang terbaca dalam kartu, sepertinya benar. Dia memang sedang dikejar mantan kekasihnya dan ditagih hutang, seperti apa yang diakuinya kemarin. Lalu sosok yang menyelamatkan itu apakah aku? Aku juga saat ini sedang kesepian dan mendambakan kembali ingin memiliki pasangan lagi."

  Gelora beberapa jenak membatin memikirkan apa yang dibacakan Mamih dari kartu TARJOD yang dipilihnya, kemudian dihubungkan dengan keadaan dirinya saat ini. Sepertinya apa yang dikatakan Mamih Rahee mendekati cocok.

  "Apa salahnya aku mencoba, toh Faheera juga cantik dan menarik, masih muda lagi. Semoga saja Faheera memang gadis baik-baik, tidak buruk seperti apa yang aku simpulkan selama ini." Glora kembali membatin dan akhirnya memutuskan.

  "Lalu, saya harus bagaimana Mamih?"

  "Temui gadis itu di tempat biasa. Dia sering menghabiskan waktu di sana," pungkas Mamih Rahee. Gelora terdiam, dia sepertinya akan mengikuti petunjuk dari Mamih Rahee, dan berharap jika Faheera jodohnya, semoga saja Faheera setia dan tidak berkhianat seperti mantan istrinya yang dulu.

  "Baiklah Mamih, saya akan coba menemuinya kembali. Jika dia memang jodoh, maka dia akan berada di tempat yang biasanya saya menghabiskan waktu jikalau suntuk."

  "Itu tepat sekali. Dan jika Anda bisa mendapatkan gadis itu, maka Anda sangat beruntung," ungkap Mamih Rahee.

  "Beruntung? Bukankah dia gadis miskin yang sedang dikejar-kejar mantannya karena hutang?" Gelora langsung menutup mulutnya karena merasa keceplosan telah menyebutkan gadis yang diduganya adalah Faheera sesuai dengan ramalan Mamih Rahee.

  "Anda beruntung, karena dia masih disegel tanpa bocor," tekan Mamih Rahee memberi keyakinan pada Gelora.

  "Baiklah Mamih, jika begitu maka besok pagi mungpung hari Minggu saya akan menemui dia kembali di sana, semoga saja dia ada di sana," putus Gelora sembari meraih dompetnya dan memasukkan uang merah beberapa lembar ke dalam gentong.

  Setelah itu, Gelora segera beranjak dari lapak Mamih Rahee dan bergegas pulang. Beberapa menit setelah Gelora pergi, seorang pasien laki-laki sekitar 30 tahun masuk ke dalam lapak Mamih Faheera. Lelaki itu berpenampilan sedikit kusut, tapi tidak menutupi wajahnya yang memang tidak jelek.

  Sepersekian detik, Mamih Rahee dibuat terkejut dengan kedatangan pasien itu. Dia kenal betul dengan pasien setelah Gelora. Dia Faris mantan kekasih Faheera yang sudah putus beberapa minggu lalu.

  Walaupun shock, Mamih Rahee mencoba profesional menghadapi Faris. Mengatur nafas dalam dan berusaha menyembunyikan ketegangan yang seketika muncul. Tiba-tiba ide cemerlang muncul dalam kepala Mamih, seperti bola lampu yang menyala.

  "Selamat malam. Tujuan Anda datang kemari untuk apa? Setelah Anda menyebutkan tujuan, lalu ambil salah satu kartu yang sudah saya acak. Apakah Anda paham?" tegas Mamih Rahee penuh wibawa dan menggema.

  "Malam Mamih, tujuan saya ke sini ingin memikat seseorang yang begitu sulit saya taklukan. Saya mencintainya, tapi dia sulit saya dapatkan. Lalu bagaimana caranya supaya saya bisa menaklukannya?"

  Sejenak Mamih termenung, hanyut dalam perasaan. Dia tahu apa yang dimaksud lelaki di hadapannya. Dari dulu Faris hanya ingin bersenang-senang tanpa ingin berkomitmen ketika menjalin kasih dengannya, sehingga Faheera perlahan mundur, karena Faris hanya ingin sekedar senang-senang dengannya.

  "Ambil salah satu kartu yang sudah saya acak. Tempatnya sembarang," tegas Mamih seraya menyodorkan kartu TARJOD yang sudah diacaknya.

  Faris meraih satu kartu yang dipegang Mamih. Dilihatnya sejenak, lalu diberikan pada Mamih untuk dibaca.

  "Dalam kartu ini digambarkan sesosok perempuan dengan tombak di tangannya." Mamih menjeda kalimatnya untuk memikirkan lagi kalimat lain setelahnya.

  "Artinya itu apa Mamih?" Faris nampak penasaran.

  "Sepertinya tujuan Anda hanya ingin menaklukan dia supaya mengikuti kemauan Anda. Tapi itu sulit dan sayangnya saya bukan ahli pelet. Saya akan mencoba memberi petunjuk lewat kartu ini. Sesuai dengan yang digambarkan dalam kartu ini."

  Faris mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Mamih Rahee.

  "Anda dalam masalah besar jika dalam waktu dekat ini masih mengejar gadis itu, sebab jika Anda masih mengejarnya, maka sesuatu bencana akan menimpa Anda. Lihat tombak di tangan gadis itu, tombak itu akan melukai Anda bahkan nyawa taruhannya jika Anda bersikukuh mengejarnya kembali. Sebab gadis itu, tidak akan membawa kebahagiaan untuk Anda. Dia akan menghancurkan Anda dengan perlahan."

  "Lalu apa yang harus saya lakukan Mamih?" tanya Faris berubah panik. Seketika bayang saat dirinya akan memaksa Faheera di kosannya terlihat jelas dalam kepalanya. Sampai dia hampir dikeroyok oleh beberapa orang, itu semua menandakan sebuah bencana akan menimpa Faris. Jika dihubungkan dengan apa yang dikatakan Mamih Rahee, sepertinya ini ada kaitannya dengan yang dialami Faris baru-baru ini.

  "Tinggalkan dia dan lupakan dia, karena sesungguhnya dia bukan jodoh Anda. Saya peringatkan, jika Anda dalam tahun ini masih ingin bermain-main dengan wanita tanpa berkomitmen, maka dipastikan tahun berikutnya Anda tidak akan menikah karena para perempuan sudah tahu bahwa Anda seorang player," tegas Mamih Rahee menekan.

  "Dan yang lebih parahnya lagi, jika Anda masih bermain-main dengan banyak wanita, maka di tahun kedua sejak hari ini, Anda akan mengalami impoten dan tidak akan memiliki keturunan karena sumpah serapah seseorang," lanjut Mamih Rahee mengerikan sampai Faris membelalakan matanya.

  "Lalu apa yang harus saya lakukan Mamih?"

  "Menjauh dari kota ini, dan segera bina hubungan serius dengan seorang perempuan. Ada seorang perempuan cantik dan baik yang akan Anda temui di kota baru yang mencintai Anda sepenuh hati. Kalau Anda masih menundanya maka Anda terancam impoten," tegas Mamih Rahee membuat bulu kuduk Faris meremang.

1
Evy
Itu tandanya istri mu hamil Pak ..
Evy
Sedihnya...
Evy
Hanya salah paham saja...
Evy
Ternyata ada juga ya orang yang butuh di ramal...bukan hanya ramalan cuaca.Ramalan jodoh juga banyak peminatnya...
Nasir: Hehehehehh😄😄😄
total 1 replies
Suyatno Galih
Bki Pokal lagi km heera/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Suyatno Galih
pintar km lora, km iket heera dg anak dan waktu good
Suyatno Galih
faheera hamil ya
Nasir: Wahhh, mksh Kak udah mampir di karya lama sy. Love seIndonesia Raya buat Kakak.
total 1 replies
Suyatno Galih
sedih/Sob/, tinggal tnggu waktu km lora akan menyesal
Suyatno Galih
nah kan nah kan nah kan, jd perkoro,
Suyatno Galih
faheera cari perkoro rumit, knp nggak mt temani suami mlh lebih aman, jd msh nangis lagi
Suyatno Galih
bkan malah pesan di hp sj yg jd prasangka buruk faheera, km km nemui Faris wl cm byr utang tp km tdk ijin suami jg jd hal buruk oon/CoolGuy//CoolGuy/ce mslh dak mau ijin
Suyatno Galih
nyinyir ember rusak temen faheera ini, pake nanya praktek sgl
falea sezi
minggat iku gowo duwek. lah. tolol mikir harga diri heleh pret
Nyakti Usman
terharu
Nasir: Makasih Kak....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!