Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
"Apa maksudmu?" tanya Antonio.
"Tidak ada apa-apa. Adil, kan? Kamu mengundang orang-orangmu, aku juga mengundang orang-orangku," kata Grizla seolah tidak ada beban sama sekali di pundaknya.
"Tapi kan mereka nggak penting-penting amat, Grizla! Ini acara makan malam keluarga dan hari spesial kita. Jangan bikin malu!" kata Antonio dengan nada menekan, mulai merasa tersudut.
Grizla menatap lurus ke mata Antonio. "Kenapa? Siapa yang kamu maksud nggak penting? Mereka itu orang-orang terpenting dalam hidupku, Antonio. Memangnya kamu aja yang punya orang penting?"
"Grizla, jaga bicaramu di depan ibuku," bisik Antonio, giginya menggertak.
"Kenapa harus dijaga? Aku cuma mau kita impas. Kamu bawa orangmu, aku bawa orangku. Adil, kan?" balas Grizla santai, bersedekap dada tanpa ada niat sedikit pun untuk mengalah
Antonio memijat pangkal hidungnya yang mendadak terasa pening. "Terserah kamulah! Pusing aku bicara sama kamu!"
Melihat anaknya mulai frustrasi, Widya akhirnya tidak tahan untuk ikut campur. Ia menatap Grizla dengan pandangan meremehkan.
"Ya ampun, Grizla. Kau ini kekanak-kanakan sekali sih? Iri-an banget jadi orang! Apa pentingnya sih teman-teman kampretmu itu dibawa ke restoran mahal? Paling-paling cuma mau numpang makan enak!" sahut Widya dengan suara merendahkan.
Grizla tidak membalas makian itu dengan amarah. Sebaliknya, ia mala tersenyum dengan tenang.
"Ibu jangan bicara begitu. Ibu kalau mau bawa teman-teman arisan Ibu juga boleh banget, lho. Jangan khawatir soal tagihan," kata Grizla dengan nada bermanis-manja.
Widya mengernyitkan alis. "Maksudmu apa? Memangnya siapa yang mau bayar? Restoran tempat ini. mahal!"
"Kan ada Mas Antonio yang bayar, Ibu sayang. Dia kan bulan kemaren dapat bonus besar dari kantornya. Banyak lho, Bu, sekitar 15 juta. Ditambah gaji pokok dia bulan ini 25 juta, ya... total yang masuk rekening ada sekitar 40 juta," ujar Grizla, melirik Antonio yang mendadak pucat.
Mata Widya langsung membulat penuh, terkejut dan kebahagiaan. Ia langsung menoleh ke arah anak laki-lakinya.
"Yang bener kamu, Antonio?! Kamu kok nggak bilang-bilang sama Ibu kalau dapat bonus segede itu?! Bulan lalu Ibu minta uang buat beli berlian kamu bilangnya lagi seret!" tuntut Widya.
Antonio menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mulai tampak di pelipisnya. "A-anu... Ibu, itu nggak sebersih yang dibilang Grizla. Maksudnya... itu..."
Antonio kemudian mengalihkan tatapan tajamnya yang sarat amarah kepada istrinya. "Dari mana kamu tahu soal itu, Grizla?!"
Grizla berkata dalam hati. "Ya taulah, kan aku yang transfer bonusnya."
Antonio benar-benar terkejut dan murka. Bonus itu adalah rahasia terbesarnya bulan ini.
Ia sudah berencana menggunakannya untuk membeli tas Gucci pria edisi terbatas yang sudah lama ia incar demi menunjang gengsinya di depan rekan kerja. Sekarang, rencana itu terancam berantakan.
"Ya tahulah. Kan aku lihat slip gajimu," kata Grizla, masih dengan senyum tenang yang sama.
"Kau... kau berani sekali menyentuh barang-barangku?! Berani sekali kau melihat privasiku! Kita sudah sepakat soal privasi keuangan, Grizla!" suara Antonio meninggi, bicaranya bahkan sampai gagap karena menahan syok dan amarah.
"Jangan menuduhku lancang, Mas. Bukan aku yang sengaja mencari-cari tahu. Tapi kau sendiri yang meletakkannya begitu saja di atas meja kamar, terbuka, seolah sengaja pamer. Aku hanya tak sengaja melihatnya saat membersihkan meja."
Antonio mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga. Ia merasa sangat marah, tapi tidak bisa karena ini di tempat ramai.
Grizla yang melihat kepalan tangan itu hanya tersenyum sinis di dalam hati.
"Ck! Rasakan itu. Ini akibatnya kalau kau jadi suami yang pelit luar biasa padaku, tapi sok royal dan baik luar biasa sama orang lain. Mari kita lihat, seberapa tebal dompetmu untuk membayar semua egomu malam ini," batin Grizla puas.
"Antonio! Ibu nggak mau tahu, pokoknya besok Ibu mau uang bagian Ibu!" potong Widya lagi, tidak memedulikan pertengkaran suami-istri di depannya.
Pikiran wanita tua itu sudah melayang pada barang-barang mewah yang bisa ia beli.
Antonio hanya bisa memejamkan mata pasrah, menyadari bahwa makan malam kali ini akan menjadi awal dari bencana.
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..