NovelToon NovelToon
Pengganti Istri Pertama

Pengganti Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:281.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nita.P

Menjadi istri pengganti istri pertama, begitulah yang Deandra alami. Ketika dirinya terpaksa harus menikah dengan Majikan di rumahnya ini, hanya karena dia membutuhkan sosok seorang istri pengganti di saat istri pertamanya masih dalam keadaan koma.

"Jadi istri pengganti untukku, selama istri pertamaku belum sadar"

Sebuah kalimat yang membuat Deandra sangat terkejut. Namun sebuah pilihan yang akhirnya dia ambil. Entah bagaimana pernikahan ini berlanjut, mungkin akan tetap bersama dengan saling mencintai? Atau bahkan saling melepaskan dengan rasa sakit?

Saksikan kisahnya di PENGGANTI ISTRI PERTAMA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Bisa Menahan Diri!

Ya, malam itu keduanya memang bertengkar hebat, semuanya karena Sandra yang tidak mendengarkan ucapan Afkha untuk berhenti pergi bersama teman-temannya di saat kehamilannya sudah besar. Dan sikap Sandra yang tidak pernah mau di larang itu, membuat dia marah besar dan tidak mau di atur oleh suaminya, hingga dia pergi membawa mobilnya sendiri.

Dan kecelakaan itu terjadi, keadaan Sandra yang begitu mengkhawatirkan dengan benturan keras di kepalanya dan juga mengalami pendarahan pada kehamilannya. Membuat anaknya harus di lahirkan saat itu juga dengan jalur operasi. Ketika menjalani operasi pendarahan juga semakin hebat hingga membuat Sandra kejang-kejang dan akhirnya tidak sadarkan diri hingga saat ini.

Resa yang terpaksa lahir kurang bulan saat itu dengan Ibunya yang koma setelah melahirkan dia. Dan sejak saat itu, dunia Afkha benar-benar berubah. Kecelakaan tunggal yang membuat istrinya seperti saat ini.

"Maaf karena aku tidak bisa menahan diri padanya" lirih Afkha

Afkha kembali ke kamarnya, dia menatap Deandra yang sudah terlelap di atas tempat tdiurnya. Berjalan ke arahnya dan segera naik ke atas tempat tidur. Melemparkan guling yang menjadi pembatas di tengah-tengah. Afkha masuk ke dalam selimut dan langsung memeluk istrinya, memberikan kecupan yang lembut di bahu istrinya dan mulai terlelap.

Deandra yang selama ini merasa sangat nyaman tertidur, mulai menggeliat saat perutnya terasa berat. Ketika dia membuka matanya, dia menghela nafas pelan ketika melihat suaminya sedang memeluknya seperti sebuah guling. Deandra ingin menyingkirkan tangan dan kakinya yang menindih tubuhnya, tapi pelukan suaminya malah semakin erat.

Aduh, dia benar-benar menganggap aku sebagai guling hidup.

Deandra mencoba untuk kembali memejamkan matanya karena memang dirinya yang masih mnegantuk, belum lagi masih malam juga. Akhirnya dia kembali terlelap dengan sendirinya. Tidak tahu harus melakukan apapun, karena tidak mungkin dirinya memaksa Afkha untuk melepaskan pelukannya. Namun ternyata Deandra tidak bisa melakukan apapun selain kembali tidur.

Sinar rembulan yang sudah menghilangkan dengan sinar matahari yang mulai menampakan dirinya di ufuk timur. Embun pagi masih menyisa di kaca jendela. Di dalam kamar ini, Afkha sudah bangun lebih dulu. Namun dia tidak langsung bangun. Menyangga kepalanya dengan salah satu tangannya dengan tidur miring menghadap ke arah Deandra. Menatap wajah istrinya yang terlelap.

Perlahan tangannya merapikan rambut Deandra yang menutupi wajahnya, membuatnya terganggu dalam tidurnya. Mengelus kepala Deandra dengan lembut, lalu dia memberikan kecupan hangat di keningnya sebelum dia turun dari atas tempat tidur. Berlalu ke ruang ganti.

Ketika Afkha sudah selesai mandi dan bersiap bekerja, dia masih melihat istrinya yang masih bergelung di bawah selimut tebal. Namun matanya terlihat sudah terbuka, dan hanya diam sambil menatap langit-langit kamar. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya itu.

"Bagus ya, suaminya sudah selesai mandi dan bersiap. Ini masih tidur" sindir Afkha

Deandra langsung menoleh pada suaminya, dia menghela nafas pelan. Padahal 'kan dia bangun agak terlambat juga karena semalam dia tidak bisa tidur karena kelakuan suaminya yang memeluknya seperti sebuah guling.

Deandra bangun, menatap suaminya dengan lekat. Menurunkan kedua kakinya dengan malas, berjalan ke arah ruang ganti tanpa menghiraukan suaminya yang sedang duduk di sofa dengan sebuah ipad di tangannya. Mungkin sedang memeriksa pekerjaan.

Afkha tersenyum tipis melihat kelakuan Deandra itu. "Seperti habis melewati malam yang panjang saja. Apalagi jika aku sudah mengajaknya bermain. Mungkin dia tidak akan bisa berjalan"

Afkha terkekeh sendiri dengan pemikirannya itu. Sekarang dia jadi senang menggoda Deandra. Wajah kesalnya, namun dia mencoba untuk menahan diri agar tetap terlihat baik-baik saja. Masih menampakan senyum meski dirinya jelas sedang kesal. Ekspresinya itu selalu membuat Afkha merasa lucu.

Deandra selesai mandi dan berganti pakaian, dia berdiri di depan cermin besar di ujung ruangan. Menatap pantulan dirinya. "Ayo Dean, kamu harus semangat melewati semua ini. Setidaknya kamu harus lebih baik merawat Nyonya Sandra agar dia segera sembuh dan aku bisa bebas dari suami gila itu"

Menghembuskan nafas kasar, merasa jika dirinya sudah lebih siap menghadapi hari sebagai pengganti istri pertama ini. Deandra keluar dari ruang ganti, menatap suaminya yang masih berada di sofa dengan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.

Tenang Dean, kamu hanya perlu menampilkan senyum tulus yang indah dan turuti saja apa yang dia katakan. Jangan membantahnya, jika kamu tidak ingin melihat kemarahan dia seperti kemarin. Sedang mencoba untuk meyakinkan dirinya jika dia harus bisa menghadapi suaminya dan jangan membuatnya marah lagi.

"Sini.."

Afkha melambaikan tangannya pada Deandra, dan dia langsung mendekati begitu saja. Mencoba untuk menjadi wanita yang patuh dan tidak membuat Afkha marah lagi. Karena jujur saja, Deandra sangat takut melihat kemarahan Afkha kemarin malam. Afkha menarik tangan Deandra hingga dia jatuh ke atas pangkuannya. Memeluknya dengan erat.

Jantungku!

Deandra menahan nafas saat Afkha yang benar-benar memeluknya. Wajahnya berada di dada Deandra dengan hembusan nafasnya yang jelas sangat terasa hangat di kulit Deadra, meski masih terhalang oleh baju.

"Sayang, kita sarapan yuk. Aku juga belum melihat keadaan Nyonya dan Resa" Lepaskan aku, tolong cepat lepaskan hei manusia aneh. Aduh, jantungku benar-benar tidak bisa di ajak kompromi ini. Jangan berdebar sialan.

"Diamlah, aku hanya sedang mengumpulkan amunisi untuk pergi bekerja" ucap Afkha masih memeluk Deandra.

Deandra terdiam, di mencoba menenangkan jantungnya yang terus berdebar kencang. Tangannya ingin mengelus kepala Afkha, namun dia langsung menahannya. Menatap tangannya sendiri dengan mata yang mendelik tajam. Jangan mengkhianatiku lagi, kau tangan kurang ajar.

Akhirnya Deandra kembali menjatuhkan tangannya di sisi tubuhnya. Tidak mau sampai gerak tubuhnya kembali mengkhianati hati dan akal sehatnya. Ayolah, sampai kapan kau akan seperti ini. Aku ingin kau segera pergi.

Afkha melerai pelukannya, dia mendongak dan menatap Deandra yang hanya diam dengan tubuhnya yang terasa kaku. "Kenapa kau diam saja, apa kau gugup berada di posisi seperti ini denganku?"

Apasi dia ini, aku tidak gugup. Tapi hanya muak dengan sikap sok manjanya ini. Eh, tapi aku juga tidak berani langsung mengatakannya. Dan kata hati dengan apa yang dia lakukan sangat berbeda sekali. Deandra langsung tersenyum begitu manis, meski dia sedang menahan diri agar tidak menampar wajah suaminya itu karena rasa kesalnya. Aku benar-benar terlihat seperti orang bodoh ketika berada di hadapannya. Gumamnya.

"Tidak apa-apa, aku hanya sedang memikirkan Resa. Bagaimana dia tidur kalau malam, kan dia tidur di kamar yang terpisah dengan kita. Bagaimana kalau Resa kita bawa saja ke kamar ini dan tidur bersama dengan kita?" ucap Deandra dengan senyum manisnya.

Supaya aku bisa lebih aman kalau ada Resa yang tidur di kamar ini. Setidaknya dia tidak mungkin melempar Resa yang berada di tengah-tengah kita seperti guling yang aku simpan semalam di tengah-tengah kita ini.

Bersambung

1
Ririn Nursisminingsih
no koment thor kok semakin ruwet...
Ririn Nursisminingsih
sabar diandra kmu ndak salah...afkalah yg egois.....
Ririn Nursisminingsih
kebanyakan ngomong dalam hati...jdi gak asik bacanya
Lilik Juhariah
baca lagi , tapi masih enak
Neng Ati
udah ketemu
Neng Ati
kok saya cari ga ada judul ini
Dewi @@@♥️♥️
sepertinya bagus ceritanya
Lilik Juhariah
oalaaah ternyata gini toh
Lilik Juhariah
lah knp gk nyari atau TLP suaminya kl masih hidup
Dewi @@@♥️♥️: kan Sandra hilang ingatan kak ,baru kembali ingatan beberapa hari ini
total 1 replies
Lilik Juhariah
alur dan tokohnya gk lebay jadi enak bacanya, beda dg karya novel lain , biasanya ada kekerasan pelecehan Krn awalnya nikah Krn pengganti
Lilik Juhariah
bagus banget ceritanya , makasih thor
Nita.P: Mampir di cerita terbaruku yuk.. Judulnya MENGEJAR RENJANI YANG HILANG
total 1 replies
Lilik Juhariah
emang gk peka , dia sendiri yg mau diperhatikan , istrinya mual tiap pagi Yo diem ,emang apa modelan rafkha klngk ditegur gk sadar,
Lilik Juhariah
Davin sama sanra baik lembut, sama adiknya sama orang tuanya jahat banget
Lilik Juhariah
cukup.dg.kata maaf , hebat si Davin ini, saat kamu sdh sukses knp gk cari adikmu
Dewi @@@♥️♥️: karena yg ada dalam pikiran Davin hanya cintanya,,wanitanya,bahkan pas pertama datang menemui Dean lngsng main tampar aja tanpa nanya keadaan Dean
total 1 replies
Lilik Juhariah
Krn Dean baik dan tulus, kecuali Davin yg jangan sama dean
Lilik Juhariah
untung Dean sabar
Lilik Juhariah
selalu meminta maaf , itu yg aku suka dari pasangan ini , Dean yg sabar dan afka yg gk segan meminta maaf
Lilik Juhariah
banyak di dunia nyata , ada di keluarga saya , istri kedua menyerah
Lilik Juhariah
ya SMA sama nyaman kan Sandra sudah sama Davin , pdhl kakak iparnya tinggal di rumahnya, sebenarnya idem sih
Lilik Juhariah
lah ya ngapain cuekin Dean , lah yg minta Dean jadi istrimu itu siapa , yg cinta dan nyaman siapa , kok Dean jadi kambing hitam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!