Disaat teman-teman merancang hendak kemana melanjutkan pendidikan atau bekerja setelah lulus SMA. Alya terpaksa menikah karena keinginan ayahnya yang lagi kritis di rumah sakit. Sayangnya pernikahannya hanya mampu bertahan tidak sampai 2 tahun, karena suaminya menikah lagi dengan mantan kekasihnya.
Setelah 12 tahun perceraian mereka ahkirnya mereka dipertemukan kembali. Dengan status yang sama-sama Single.
Alya Si single mom, harus menghadapi 3 duren yang berusaha untuk mendapatkan hatinya. Sang atasan yang baru mendapatkan status duda, serta mantan suami dan mantan adik iparnya. Siapa yang akan mendapatkan hati Alya mantan suami, atau mantan adik iparnya, atau bukan salah satu dari mantan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Ahkir Cerita Cinderella
Semua barang sudah ku packing rapi. Aku tidak mau seperti di novel yang ku baca demi harga diri kabur tanpa membawa apapun. Karena hidup tidak hanya butuh makan tapi juga tempat tinggal. Lagian kita tidak akan kenyang hanya mengandalkan harga diri. Yang penting aku tidak mengambil yang bukan hakku. Saat bel berbunyi aku kira Haidar pulang ternyata para teman-temanku.
"Buat apa Lo nyari pengacara,?" tanya Silvi saat aku membukakan pintu.
"Salam dulu baru tanya ada apa? Assalamualaikum," ucapanku.
"Walaikumsalam, hehe"jawab teman-temanku.
"Hah Haha," suara tawa kami semua membuat apartemen yang tadi sepi mendadak jadi ramai.
"Lo harus cerita ke kita,biar kita bisa membantu,?" ucap Silvi.
"Lebih enak kalau mendengarkan cerita sambil ngemil. Majikan Lo gak ada punya cemilan yang sudah mau di buang gitu,?" tanya Beny.
"Gw akan cerita tapi bantu gw pindahan."
"Lo di pecat,?" tanya Gio.
"Gw akan cerita kalau gw udah pindah dari sini. Tapi gw ga punya tujuan buat tinggal sementara."
"Barang lo banyak gak? Oh cuma segini dikit tinggal di kost gw saja," ucap Silvi sambil menunjukkan 1 tas besar. Tas yang berisi barang-barang berharga untuk kuliah, dokumen penting dan beberapa perhiasan hadiah pak pak Hilman dan Haidar.
"Hehe masih ada 2 kardus besar di pos satpam,"ucapku. 1 kardus besar berisi perlengkapan ku dan hadiah baju,tas,sepatu branded yang selalu dibelikan Haidar atau pak Hilman , setiap kali perjalanan bisnis. 1 kardus lagi berisi barang-barang yang ku beli sendiri tentunya dengan uang mereka.
"Gila! Lo ga ngerampok kan,?" tanya Beny.
"Wah Lo ngomong ngerampok gw baru ingat. Gw belom mengosongkan isi kulkas."
"Gila Lo dipecat, terus sekarang Lo mau rampok ?" Ucap Silvi sambil mengekor aku berjalan ke dapur.
"Gw akan cerita tapi tidak disini, oke?"
"Di depanku ada kamar kosong,?" ucap Gio.
"Tapi kosan Lo mahal, tidak seperti kosanku." Ucap Silvi sambil membantuku memasukkan buah-buahan ke dalam kantong plastik.
"Gw bantu bayar setengah deh, kalau Lo mau?" Ucap Gio, Gio adalah anak seorang pengusaha makanan ringan di Jakarta. Jadi diantara kami bisa di bilang dia yang paling tajir.
"Neng bener mau pergi, kalau tuan Haidar nyari bagaimana?"
"Terserah bapak bilang apa. Bilang tidak tahu juga apa-apa," ucapku. Kepada satpam apartemen saat berpamitan padanya. Sekalian mengambil barang-barang yang aku titipkan semalam.
Dengan mengendarai mobil Gio, tujuanku adalah kosan Gio. Nasib baik lagi berpihak padaku hari ini 2 mata pelajaran dosennya berhalangan hadir semua, meskipun ada tugas yang lumayan banyak.
"Saya bayar satu bulan dulu ya bu."
"Iya neng jika ada apa-apa hubungi langsung kontak ibu ya?"
"Siap Bu."
"Ly Lo selain rampok isi kulkas rampok apa lagi?"
"Sialan ,gw bukan maling ya?" Kesal Ku sambil memukul kepala Beny, enak aja ngatain gw maling.
"Sekarang kita beresin apa dulu ni ?" Tanya Silvi melihat kamar kosan yang sudah rapi siap huni.
"Isi kulkas aja ,tar yang lain gw beresin sendiri."
"Wah mencurigakan lo!"
"Beny mulut ya. Oke habis masukin ini ke kulkas gw akan cerita,tapi jangan kaget."
Disini kulkasnya kecil satu pintu dengan ukuran tidak ada 1/4 dengan punya Haidar. Karena sangat wajar jika mereka menganggap ku merampok. Aku hanya menyisakan satu loyang puding coklat dan brownies kukus yang ku buat sebelum berangkat ke Jakarta.
"Aku bukan pembantu atau asisten rumah tangga seperti kataku selama ini. Aku tinggal di sana bersama sama suamiku."
Ketiga temanku hanya diam,tapi terlihat dari raut muka mereka sangat terkejut dan tak percaya. Akhirnya aku ceritakan semua tentang pernikahan ku karena amanat bapak yang lagi kritis. Bagaimana kehidupan pernikahan kami selama hampir 2 tahun ini, serta sikap semua keluarga Haidar . Semua aku ceritakan termasuk tak ada yang terlewati, bahkan mengenai penyebab Bapak masuk rumah sakit pun.
"Kehidupan Lo persis cerita novel," celetuk Silvi.
"Berati sekarang saatnya Lo berjuang dan buktikan kalau Lo mampu tanpa keluarga mereka," ucap Gio.
"Percaya lah ada kami yang selalu ada buat Lo." Ucap Silvi sambil memelukku.
"Kakak sepupuku seorang pengacara, coba nanti aku hubungi dan kamu bisa bertanya caranya mengajukan cerai."
"Kakak sepupu Lo di mana di Jakarta apa di sini?" Tanya Silvi pada Gio.
"Ya di Bandung lah, gak mungkin juga kalau di Jakarta gw tawarin."
"Oke makasih. Sebaiknya sekarang Kita sholat Dzuhur terus ngerjain tugas," ucapku.
"Setuju. Ben Lo yang makan paling banyak ayo bersihin!"
"Iya tuan putri," ucap Beny sambil bergaya sungkem kepada Silvi. Kami mengerjakan tugas ditambah Haikal yang baru datang dari kampus, karena Haikal salah satu pengurus BEM, jadi dia yang paling rajin datang ke kampus meski tidak ada pelajaran.
Tok tok,"Lya dah berangkat belum ?" Suara dari luar terdengar kalau bukan Haikal ya Gio, karena Haikal juga ngekos disini.
"Apa gak ngerepotin ni?" Tanyaku pada Haikal yang sudah rapi dan berdiri di depan pintu.
"Gaya Lo. Sudah tahu satu kampus satu jurusan masih nanya begitu," dengus nya.
"Hehe, boleh tungguin gw ambil tas sama pakai sepatu dulu." Ucapku sambil berlari ke dalam ambil tas.
"Lo masak ?"
"Bikin nasi goreng Lo mau masih tu,makan aja kalau mau."
"Wah tahu aja Lo gw belum sarapan." Ucapnya sambil mengambil nasi goreng yang aku taruh di depan televisi. Tadinya mau tak kasih Silvi.
"Ko taruh di kotak mau Lo kasih siapa?" Tanyanya sambil mengunyah nasi goreng.
"Silvi. Lo tahu sendiri temanku tidak banyak."
"Ya siapa tahu pacar Lo, mau kirim ke calon mantan suami."
"Lo udah tahu?"
"Semalam Gio dan Beny cerita. Kalau butuh bantuan bilang aja aku siap pasang badan buat Lo."
"Terima kasih. Kayanya gak deh sampai sekarang dia ga menghubungi aku lagi. Ayo berangkat! Biar di situ aja nanti aku cuci sepulang dari kampus."
Saat kami hendak berangkat bertepatan dengan Gio yang mau berangkat juga."
"Lya bareng gw dulu ya,nanti pulangnya bareng lo."
Ucap Haikal sambil menepuk pundak Gio, sedang Gio hanya menganggukkan kepala.
"Lya sepupuku hari ini ada di Tangerang, nanti malam paling baru pulang. Mungkin besok jam istirahat kita bisa menemuinya di kantornya.
"Oke makasih ya." Sampai hari ini Haidar tidak menghubungi sama sekali, bahkan kata satpam apartemen dia belum pulang.
Tok tok "Li boleh masuk !"
"Iya bentar ucapku sambil mengambil kardigan untuk menutupi tubuhku yang hanya menggunakan tang top.
"Masuk," ucapku pada Gio dan lelaki seumuran Haidar.
"Ini kakak sepupuku yang seorang pengacara."
"Alya mas, bias di panggil Lya."
"Kalau aku panggil Alya boleh, biar beda dengan teman-teman mu?"
"Boleh mas."
"Modus Lo mas," celetuk Gio.
"Haha ga papa. Perkenalkan aku Galang umurku 28 tahun," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Silahkan duduk mas,tapi maaf cuma di lantai."
"Maklum namanya juga kosan."
"Silahkan di minum," ucapku sambil mengeluarkan 2 air kemasan dari lemari pendingin.
"Aku bisa lihat dokumennya."
"Ini mas," ucapku sambil menyodorkan amplop yang sudah ku persiapkan dari kemarin.
"Wah, sepertinya sudah di persiapkan semuanya," candanya sambil mengeluarkan isi dalam amplop.
"Saya browsing di internet mas syaratnya,hehe."
"Selain membuat surat gugatan, isteri yang akan menggugat suaminya juga harus mempersiapkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang diperlukan. Apa juga sudah siap ?"
"Kalau bukti belum mas. Kemarin waktu suami mengucapkan talak tidak ada saksi juga."
"Agak susah. Berharap dan berdoa saja semoga suaminya mau mengabulkan permohonan perceraian mu."
"Emang bisa ya, Sudah mengucapkan talak tapi tidak mau menceraikan secara negara ?"
"Bisa. Jika suami menyatakan menyesal dan ingin memperbaiki hubungan."
"Gitu ya," ucapku sedikit tak bersemangat, rasanya sangat sulit.
🎼✉️ Hanna
Ahkir Cerita Cinderella
🎥
📷
📷
"Ada apa Alya ?"
ada kisah lain donk,Juna atau Naya yg diposesif ma ayah dan kakaknya mungkin
up
up maning.....
btw 60 meter persegi itu seukuran rumah aku