NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nunuk pujiati

Dira, wanita cantik yang ditinggal pergi suaminya. Tak pernah ada yang tahu jika dia harus menikah dengan kakak iparnya sendiri. Semua itu karena permintaan terakhir mendiang suaminya.

Dira yang sebelumnya ragu apakah dirinya bisa bahagia bersama dengan orang yang sedikit pun tidak dia cintai. Namun, seiring waktu berjalan, semua perasaan ragu dan benci mulai menghilang.

Ditengah-tengah perjalanan cinta mereka, sebuah hal tak terduga terjadi. Dira akhirnya dapat berjumpa kembali dengan kedua orang tua kandungnya.

Dari keraguan berubah menjadi cinta. Semua perasaan luka karena ditinggal mendiang suami, kini mulai pulih dengan perlahan.

Apakah semuanya akan berjalan dengan penuh kebahagiaan dan harmonisasi?

Penasaran dengan ceritanya? Silahkan baca novelnya yang berjudul Naik Ranjang Season 1&2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 1 - 6

Tiga minggu kemudian.

Inilah kehidupanku sekarang. Tinggal di rumah kontrakan kecil, dan jauh dari perkotaan. Suasana damai dan asri, karena di sini masih dikelilingi dengan gunung dan pepohonan. Udara yang sangat sejuk, dan memenangkan hati.

Semua warga disini juga sangat ramah, dan sangat penyayang. Setiap hari aku selalu mendapatkan susu gratis dari pemilik rumah, karena memang disini dominan sapi perah. Susu yang sangat murni dan segar, di minum di pagi hari.

Semua penduduk disini, semuanya terjun ke hutan hanya untuk mencari rerumputan. Untuk ternak mereka, bahkan banyak orang juga yang bangun di jam 3 untuk menanak air untuk minum hewan ternak mereka. Bahkan terkadang ada yang lupa masak, karena mereka terlalu sibuk mengurus sapi-sapi mereka. Karena memang sandang pangan mereka dari hasil perahan susu sapi, setiap hati mereka selalu setor ke KUD dan setiap sepuluh hari akan mendapatkan gajian.

Dari situlah aku memiliki ide, untuk membuka warung nasi. Karena mereka sibuk mengurus sapi, banyak dari mereka yang belum sempat membuat sarapan. Hingga aku memutuskan untuk membuka warung nasi. Nasi yang aku jual juga sangat murah, karena memang di malang semua serba murah. Disini dengan uang 5ribu sudah dapat nasi rujak, dan juga nasi berserta lauk pauk. Jika di jakarta, 5ribu hanya bisa buat beli Es teh saja.

Pertama saat aku membuka warung, memang hanya satu dua orang saja yang mau beli. Tapi, lama-kelamaan banyak orang yang lebih memilih membeli bekal dari warungku, dengan alasan sudah terlambat untuk masak. Aku hanya buka di pagi hari saja, karena siang semua orang pasti sudah ada masakan di rumah.

Aku juga tak sendirian saat membuka warung ini, karena aku di bantu oleh Aira gadis kecil yang berusia 10 tahun. Dia sangat cekatan dan pintar, sebenarnya aku tak tega mempekerjakan dia. Tapi dia memaksa karena butuh makan, orang tuanya juga sudah meninggal 2 tahun lalu dan Aira hanya hidup sendiri di kota malang ini. Saat aku melihat Aira, aku jadi melihat diriku sendiri yang sebatang kara. Karena orang tua angkatku meninggal saat aku berusia 15 tahun, sedih rasanya saat mereka meninggal, apalagi saat mereka pergi aku belum juga menemukan orang tuaku.

Mengingat kata orang tua, aku jadi ingat Mama Dinda dan Papa Ryant. Selama 3 minggu ini, aku sama sekali tak pernah menghubungi mereka. Aku sengaja mengganti nomorku, agar kak Arya tak dapat menghubungi aku lagi. Karena ini adalah yang terbaik bagi kami semua. Disisi lain aku juga harus menepati janjiku pada kak Fani, saat itu aku terlalu berkata Iya dan membuatku harus menurutnya.

Saat itu aku baru sampai beberapa meter pergi dari rumah keluarga Wiguna, tiba-tiba di jalan kak Fani menghadang taxi yang aku tumpangi dan langsung menggebrak taxi agar aku keluar. Aku yang merasakan bingung akhirnya langsung turun dan mempertanyakan apa yang sedang terjadi, tapi kak Fani langsung ngegas dan mengancam aku dengan kata-kata yang sangat tajam. Bahkan aku sampai di buat geram karena mengancam ku dengan terang-terangan.

Flashback On

"Turun kamu!" teriak Fani saat dia berhasil menghentikan mobil yang di tumpangi Dira. Bahkan Fani sampai nekat, menabrakkan diri agar taxi itu berhenti.

"Mbak dia siapa? Kenapa juga gebrak gebrak mobil saya, aduh kalau sampai lecet bisa marah bos saya Mbak." panik sang supir taksi online, saat Fani menggebrak mobil dengan sangat kencang.

"Dia kekasih kakak saya, Pak. Tolong tunggu sebentar, saya mau bicara empat mata dengan dia," ucap Dira dengan memohon.

"Baik Mbak, kalau bisa suruh berhenti gebrak gebrak mobil saya. Nanti yang kena sangsi saya." jelas supir taxi.

"Iya, Pak." Tanpa tunggu lama lagi, Dira langsung keluar dari mobil untuk menemui Fani. Dira ingin membahas kesalahpahaman ini, namun saat Dira berada di depan Fani, tanpa aba-aba Fani langsung menampar Dira.

Plakk...

"Kenapa kamu nampar aku, Kak?" tanya Dira sambil memegangi pipinya yang terasa nyeri, akibat dari tamparan Fani.

"Kamu pantas mendapat tamparan itu! Kamu sudah membuat Arya berubah, dan dia jadi cuek sama aku. Dia lebih perhatian sama kamu sekarang, sedangkan aku langsung di abaikan!" bentak Fani dengan keras. Bahkan Fani tak perduli jika mereka sekarang ada di jalan, dan dilihat banyak orang.

"Kamu salah paham. Dari dulu Kak Arya memang selalu begitu, kamu saja yang terlalu membesar-besarkan masalah." bentak Dira balik. Dira akan marah jika dirinya dituduh, dan akan diam jika dia salah.

"Pokoknya aku gak mau tau, salah paham atau tidak. Aku mau kamu pergi sejauh-jauhnya dari keluarga wiguna, sampai kamu menolak aku akan membunuh Papa dan Mama tercinta mu itu! Ingat ini bukan ancaman semata, aku serius Dira." Ancam Fani. Dira yang mendengar ancaman Fani semakin takut, takut jika itu benar terjadi. Karena dia gak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri, jika Fani benar-benar melakukan itu.

"Kamu gila!" Dira berteriak dengan gemetar, tubuhnya langsung lemas seketika, air mata juga mulai menetes di pipi mulus Dira.

"Iya aku gila, tapi aku begini juga karena arya." balas Fani dengan mata yang sangat merah menahan amarah.

"Aku ingatkan sekali lagi, pergi dari kota ini jangan pernah hubungi mereka lagi. Jika kamu menolak orang-orang ku sekarang ada di sana mengintai mama papa mu itu, dan jangan salahkan aku jika sebentar lagi ada panggilan masuk yang mengatakan jika mereka berdua tewas," ucap Fani sambil memeragakan gaya mengancam. Sedangkan Dira semakin gemetar, dan tak bisa berkata apa-apa.

"Sungguh aku tak mengerti dengan jalan fikiranmu, Kak Fani. Dulu aku selalu menganggap mu sebagai kakak, tapi sekarang aku sangat menyesal telah berkata seperti itu. Kamu kejam dan kamu psikopat! " teriak Dira sambil menangis. Bahkan tubuh Dira langsung limbung dan bersandar di mobil, sambil menahan betapa gemetar dan takutnya dia.

"Cepat pilih! Atau aku akan menyuruh anak buah ku melakukan tugasnya sekarang juga, dan kamu bisa pulang untuk melihat jasad mereka!" teriak Fani yang jengkel, karena Dira belum juga menjawab.

"Oke, oke aku akan pergi dari sini. Aku akan tinggalkan kota ini, tapi jika aku mendengar kamu melukai mereka, aku pastikan kamu akan membayar semua tindakanmu itu!" jawab Dira dengan menangis. Dira terpaksa melakukan ini semua, karena tak mau ada korban jiwa hanya karena keegoisan Dira.

"Anak pintar. Sekarang pergi sana, aku sudah muak sama kamu." Dengan sangat cepat Dira langsung masuk kedalam mobil, dan menyuruh supir cepat melakukan mobilnya.

"Akhirnya, pengganggu lenyap sudah."

Flashback Off

"Mbak!" Akupun tersentak saat Aira memanggilku. Aku langsung memandang sekeliling dan melihat Aira dengan senyuman yang ku berikan. Ternyata tadi aku melamun, saat mengingat kejadian tiga minggu lalu.

"Iya Aira, ada apa?" tanya ku dengan lembut. Bahkan tanganku, langsung mengelus rambut panjang Aira.

"Mbak ngelamun, ya? Kok dari tadi Aira panggil gak nyaut, sampai banyak orang yang antri makanan." Aku langsung langsung melihat kearah luar, dan benar kata Aira. Banyak orang mengantri makanan, ya Allah aku melamun sampai tak melihat banyak orang.

"Maafin Mbak ya, tadi mbak kurang fokus jadi gini." elakku. Padahal aku melamun karena mengingat kejadian sebelum aku pergi.

"Gak apa-apa Mbak, jika Aira bisa bantu ambilin pasti gak akan panggil Mbak. Hanya saja Aira belum bisa, untuk melayani pelanggan."

"Gak apa-apa, ya sudah kamu kebelakang sana. Mbak mau layani pembeli, jangan lupa kalau kamu lapar kamu makan aja."

"Siap, Mbak."

.

.

.

Happy Reading

1
Nafeeza_🎈🎈
Nunuk tolong kalau qm msh aktf di novel ini ad notifikasi kalau qm baik baik aja tolong kabari q ya. no wa ku msh sama tolong temen temen yg kenal Ama author ini tolong kabari q ya,q butuh tau kabar dia bbrp bulan ini dia GK ad kabar q takut dia knp2 tolong tmen2 yg tau dia kabarin q secepatnya ya
Nafeeza_🎈🎈: ria nuk ini ria
total 1 replies
Miss Tiya😊
Luar biasa
Helena Rusliana
ide penulis benar2 gila sama seperti pemeran novel ini gila semua
Helena Rusliana
gx suka penulisnya kok gils ide ceritanya kenapa harus ada jebak menjebak sih benci bacanya
Helena Rusliana
kok tangam gaysl ya mo nampar fani yg gila itu
Sri Yanti
kucu ....wkkkkk

baru tahu istilah kismis ...putik pucuk
Arisha Putri
kalau emang jodoh itu gak bakal jadi mantan Serlin....jangan rebut/usik lg klu dia sdh bahagia.🤭🤭🤭
Arisha Putri
hmmm,beda jauh ma pengalamanku.niatnya silahturahmi tok ga ada embel2,eh manpac nerimanya lain.tp tetep kekeh dong ma niat,kan disakiti itu sakit masa nyakitin.eh jujur k istrinya malah manpac ga terima jadi fitnah aku.blokirlah beres...eh istrinya tau drmn nomer baruku tlpn lg.🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ganti nomer lg deh... a
ahyuun.e
do'anya kurang afdol itu mom hahaha
Diandra Soraya
kapan nikahnya siy.. arya sama dira
lilah adawiyah
Jangan2 Dira jodoh sama Arman???
mars
mimpi indah dengan baca novel ini,melupakan sejenak beban hidup☺️
mars
turut berduka ya ka,semngt ka
mars
kurangi typo dan salah s3but nama aja
mars
ka g ush diambil hati koment yg cuma bikin down,klu ada kritik ambil baik nya aja, org yg cuma bisa kritik untuk menjelekan itu jelas2 org negatif,jdi anggep aja org iri,lanjutkan saya suka ide ceritanya cuma tolong bedain antara suara hati dan ucapan ,ada penggalan katanya gitu,masukan aja sih ka,semangat ya
Cornelia Pujiastuti
siapa sintal
Cornelia Pujiastuti
Arya kok goblok n plinplan
lilah adawiyah
Jangan2 Dira adik ny dokter sintal....
Bundanya REvan
kapan Dira mengubah panggilannya,, agar ga kakak lagi manggil suaminya
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!