Hati sejatinya tak bisa terbagi...
Cinta tak seharusnya menyakiti...
Tapi ... Kenapa aku berani membagi hati?
Kenapa aku menyakiti dua lelaki yang mencintaiku? Bahkan dengan gila-nya aku mencintai sama rata mereka berdua!
__Simak aja yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baby, Aku Datang.
Makassar.
Sejak kejadian malam itu, Issac sering melirik wajah Alexandra, perempuan yang berbeda usia 6 tahun jauh diatasnya itu.
Sejujurnya dia sudah sering berciuman dengan Devara semasa berpacaran, tapi karena nasihat orang tuanya apalagi sang Mama yang mengatakan untuk berhubungan 'itu' jika hubungannya dengan Devara mengarah ke jenjang serius. Akhirnya setelah berpacaran 2 tahun lebih dengan Devara, dia tak pernah meminta lebih dari sekadar berciuman pada kekasihnya itu.
Kini... entah kenapa sejak Alexandra mengecupnya malam itu, dia selalu membayangkan memagut bibir merah wanita yang lebih tua darinya itu.
"Issac!" teriak sang Papa.
"Ya?"
"Kamu makin hari makin suka melamun, apa lagi sih?! Papa tanya kapan kamu mau ikut ke Perusahaan sama Papa?" Kendrick menatap kesal pada putranya selalu melamun karena kekasihnya itu.
"Entahlah..."
"Astaga! Sayang, aku pergi." Akhirnya Kendrick tak sabar lagi menghadapi putranya yang hanya menjawab sekenanya. Dia mengecup kening istrinya, melirik tajam sebentar pada putranya lalu bergerak pergi keluar untuk berangkat ke Perusahaan.
"Kamu kuliah siang, Sac?" tanya Alexandra.
"Hm," jawabnya.
"Apaan sih, gazebo! Kamu tuh makin hari makin males ngomong, kayak lelaki depresi. Udah ah, aku mau berangkat. Dinda, ayo bareng lagi."
"Ok, kak Xandra. Bentar, aku ambil tas sekolah dulu." Gadis berusia 18 tahun itu, memang seumuran dengan Erza karena lahir di waktu yang bersamaan. Tapi, Adinda telat masuk sekolah dasar karena pernah sakit lama dan harus dirawat, alhasil dia masih duduk di kelas 12.
"Ahya, Tante Ameera. Aku malam ini nggak pulang ya, ini kan jumat. Nanti malam aku mau hang out bareng kekasihku dan teman-teman karena besok libur."
"Sama kekasihmu, Jefri itu?"
"Iya, Tante. Kan karena dia tinggal disini, akhirnya demi selalu dekat sama dia aku pindah kesini."
"Lama juga hubungan kamu ya, sayang. 3 tahun ada?"
"Ada, Tan. Hehe..."
"Kapan kalian mau serius, sekali kali bawa dia kerumah. Tante pengen kenal."
"Masih diobrolin sih Tan sama Jefri, kapan mau ke jenjang selanjutnya. Apalagi umur Xandra 'kan sudah 25 tahun, udah pas buat nikah kayaknya."
"Iya, sudah pas itu. Dulu Tante saat mengandung Issac kayaknya seumuran kamu sekarang deh."
"Wah, jadi aku sudah pantes jadi Mommy dong ya."
"Kalian kalau melakukan 'itu' pakai pengaman, kan?" niat Ameera mengingatkan tapi wajah Alexandra seketika memerah.
Brakkkk.
Issac bangun dari kursi dengan sengaja menggebrak meja, dia melirik Alexandra dengan tatapan kesal.
"Apaan sih nih bocah?!" teriak Alexandra. "Kamu lagi marah sama aku, Sac?!"
Ameera juga heran kenapa dengan putranya itu.
"Jangan panggil aku bocah, Lex! Aku sudah bukan anak-anak lagi."
Setelah melempar amarahnya, Issac meninggalkan meja makan.
"Ada apa dengan anak itu?! Makin hari makin aneh aja, padahal susul aja Devara ke Jogja sana. Bisa sekalian ketemu Pamannya," gerutu Ameera.
Alexandra menyipitkan matanya, merasa tak terima tiba-tiba dia dibentak tak jelas sama bocah gen deng itu. Awas aja!
Di kamar besarnya Issac melempar bola basket dengan kesal ke arah tembok. Bola memantul kembali padanya, terus berulang kali dia melemparnya lagi.
"Argghtttt, ada apa denganku sebenarnya?! Kenapa aku kesal mendengar obrolan Alexandra dan Mama. Hahhhh..." ia melempar tubuhnya ke atas kasur di belakangnya. Lengannya menutup kedua matanya, wajah Devara dan Alexandra silih berganti terbayang olehnya. "Sial! Aku tak bisa terus begini! Aku harus menemui Deva ke Jogja, agar hatiku tenang saat bersamanya."
***
Jogja.
Dua hari kemudian Issac membawa tas ranselnya, dia akan memberi kejutan pada Devara. Bibirnya akhirnya tersenyum, benar saja saat semakin dekat dengan keberadaan kekasihnya seketika perasaan aneh yang menjalar di hatinya pada Alexandra seketika menghilang. "Baby, aku datang!"
______ DIANTARA CINTA DUA LELAKI ______