NovelToon NovelToon
My Berondong Husband

My Berondong Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Simiftahul Jannah

Nada Aruna Lya seorang perempuan dewasa terpaksa menikah dengan Fardanu Satya Aji seorang bocah SMA hanya karena kesalahan satu malam yang tak sengaja mereka perbuat, mereka terpaksa terjebak dalam suatu hubungan pernikahan yang menurut Nada sangatlah absurd karena dalam kamusnya tak ada pernikahan dengan seorang laki-laki yang umurnya berada dibawahnya.

Akankah pernikahan mereka akan terjalin selamanya? Ataukah hanya sementara waktu?

"Gue enggak nyangka gue bisa nikahin bocah ingusan kayak lo!!" sentak Nada kesal, namun Danu hanya menatap Nada tenang seakan tak terpengaruh akan perkataan Nada yang mengejeknya.

"Bocah ingusan yang kamu bilang ini bisa memberikanmu kepuasan loh, apa kamu lupa?" Danu tersenyum menatap Nada yang kini melotot.

Penasaran dengan kisah mereka? Ayo dibaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Simiftahul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. First Night

Setelah keduanya menyalami beribu orang tamu undangan yang hadir di pernikahan mereka, kini mereka memasuki kamar hotel yang dipesankan oleh orangtua mereka. Nada merutuk dalam hati begitu memasuki kamar yang bernuansa bulan madu ini, memangnya siapa yang berpikir jika Nada akan mengulangu kejadian malam laknat itu. Nada tidak akan pernah mengulangi kebodohannya lagi, cukup waktu itu karena pengaruh alkohol dan obat perangsang sialan itu.

Tanpa menunggu banyak waktu Nada memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya meninggalkan Danu yang tengah menaruh koper mereka didekat lemari, setelah membersihkan dirinya Nada kebingungan kala ia lupa membawa baju ganti. Hanya ada sehelai handuk putih yang pastinya hanya bisa menutupi sebagian pahanya, lagi-lagi ia merutuki kebodohannya yang terlalu tergesa-gesa seperti ini.

"Bodoh Lo Nada, gimana bisa sih Lo lupa bawa ganti? Terus sekarang gue harus gimana? Gak mungkin gue keluar hanya dengan handuk ini." Nada mondar-mandir sambil mengetukkan jari telunjuknya didagunya, kebiasaanya jika ia tengah berpikir.

"Ah bodo ah, gak akan nafsu juga dia sama gue. Itukan kemarin karena gue yang mulai juga."

Akhrinya dengan penuh pertimbangan Nada keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk putih yang hanya menutupi sebagian paha mulusnya, wanita itu terus berjalan menuju koper tanpa memperdulikan tatapan intens seseorang yang menatapnya dari atas sampai bawah sambil meneguk ludahnya susah payah melihat penambahan indah yang tersaji dihadapannya.

"Eh.." Nada tersentak ketika sebuah tangan melingkari pinggangnya yang tertutup handuk.

"Kamu berusaha menggodaku sayang?" Danu menciumi telinga Nada dengan gerakan sensualnya membuat bulu kuduk Nada meremang.

Sadar dengan situasinya saat ini, Nada melepaskan dirinya dari pelukan Danu walaupun harus dengan susah payah. Wanita itu menatap Danu tajam yang dibalas dengan kerlingan nakal pria muda itu, seakan tersadar akan tatapan Danu yang mengarah pada dadanya yang sedikit menyembul Nada menutupinya menggunakan kedua tangannya.

"Sialan lo!! Apa yang lo lihat?!" Danu hanya tersenyum nakal menanggapi makian Nada.

"Tunggu aku nanti ya sayang? Kita akan segera bersenang-senang." Ucap Danu lalu meninggalkan Nada menuju kamar mandi.

"Sial banget hidup gue!!" Rutuk Nada, ia mulai membuka kopernya.

"Kerjaan Fani ini pasti, brengsek!!" Lagi-lagi Nada mengumpat ketika melihat didalam kopernya hanya ada pakaian dalam juga lingerie seksi berwarna merah darah.

"Gak ada pilihan lain, daripada gue gak pakai baju." Setelah memakai pakaian seksi itu walaupun penuh dengan keterpaksaan, Nada bersegera berbaring diatas tempat tidur.

Tangannya meraih selimut untuk menutupi tubuh seksinya yang hanya tertutupi dengan lingerie yang sangat transparan, bahkan yang dipakainya kini tidak bisa disebut pakaian. Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Nada berpura-pura memejamkan kedua matanya, lebih baik berpura-pura tidur daripada harus mengulang kejadian yang membuatnya harus terjebak dalam lingkup pernikahan.

Nada merasa was-was ketika merasakan pergerakan disebelahnya, dalam beberapa menit Nada bernafas lega ketika tak ada pergerakan dari sebelahnya. Apakah pria itu juga tertidur? Perlahan-lahan Nada membuka kedua matanya. Keterkejutan tercetak jelas diwajahnya ketika melihat sebuah wajah tampan berada hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya, pria itu tersenyum miring karena berhasil menangkap basah Nada yang berpura-pura tertidur.

"Berniat menipuku? Hhmm?" Nada meneguk ludahnya susah payah ketika wajah pria itu semakin dekat dengannya, bahkan ia bisa merasakan aroma mint yang menguar dari deru nafasnya.

Nada memejamkan matanya ketika merasakan benda kenyal nan basah menempel dibibirnya, Danu menciumnya begitu lembut hingga ia yang terbawa suasana pun membalas ciuman pria yang beberapa jam lalu telah resmi menjadi suaminya.

"Suka dengan ciumanku?" Nada tersadar begitu mendengar ucapan dengan nafas yang semakin menipis.

Nada berusaha melepaskan dirinya dengan mendorong dada bidang yang berada dihadapannya, pria itu berada diatasnya dengan kedua siku yang menumpu tubuh besarnya. Pria itu terlalu melingkupi Nada sehingga Nada tidak bisa melepaskan diri.

"Jangan berharap kamu akan lepas, karena kita akan mengulangi lagi malam menyenangkan itu." Terlihat seringaian disudut bibir pria itu membuat Nada meremang, belum sempat ia membalas dan protes pria itu kembali membungkam mulutnya dengan ciuman yang begitu memabukkan.

Akhirnya mereka melakukannya lagi dan lagi tanpa henti hingga subuh menjelang.

* * *

Nada terbangun dengan tubuh yang terasa begitu remuk redam, rasanya sangat sakit sekali semua sekujur tubuhnya. Diliriknya pria yang telah menjadi suaminya itu, pria itu tertidur dengan begitu pulasnya. Nada merutuki kebodohannya karena terhasut akan gairah yang menggebu hingga melupakan prinsipnya yang tak lagi mau jika mereka mengulang kembali malam celaka itu, nyatanya mereka kembali mengulang malam hina itu bahkan berkali-kali.

Nada melirik Danu sekilas kemudian dengan kecepatan penuh ia berlari memasuki kamar mandi dengan tubuh polosnya, wanita itu mengguyur tubuhnya menggunakan pancuran shower. Tak lama kemudian setelah membersihkan dirinya lagi dan lagi ia mengumpat ketika sadar bahwa tidak ada pakaian dikamar hotel ini.

"Hallo, bisakah bawa dress wanita di kamar 207?" Akhirnya Nada memutuskan menelfon pihak hotel untuk membawakannya pakaian.

"..."

"Terserah dress bentuk apapun, tolong bawa ke kamar ya?"

"..."

"Oke terimakasih."

Nada dapat bernafas dengan lega karena ternyata Danu masih tertidur dengan pulasnya, jika pria itu sudah bangun. Bisa dipastikan apa yang akan terjadi nantinya, Nada mensyukuri ia memiliki otak yang begitu cerdas. Bersyukurlah ia karena pelayan hotel yang mengantarnya pakaiannya adalah wanita jika pria ia mungkin akan merasa sangat malu dengan handuk putih yang menempel ditubuhnya.

"Kau sudah bangun?" Danu menggeliat pelan dan menatap Nada yang terlihat segar dan rapi dengan dress biru dongkernya.

"Cepatlah bersiap, kita akan segera pulang." Ucap Nada melirik sekilas Danu kemudian sibuk kembali dengan ponselnya.

Karena merasa tubuhnya sudah sangat lengket, Danu tidak lagi mendebat perkataan Nada. Pria muda itu memilih memasuki kamar mandi membuat Nada bernafas dengan lega, lega karena Danu sudah pergi dari hadapannya. Jujur Nada merasa malu melihat tubuh bagian atas Danu yang terekspos begitu, tubuhnya sangat bagus dengan lengan kekar dan otot-otot perut bak dewa pahatan Yunani.

Mereka memutuskan sarapan terlebih dahulu direstoran hotel sebelum memutuskan untuk pulang, tak banyak pembicaraan diantara mereka karena Nada memang tidak ingin menanggapi ucapan tidak bermutu Danu. Sebenarnya beberapa kali Danu mengajak Nada berbicara namun Nada hanya diam tak menanggapi membuat Danu akhirnya hanya menyerah, pria itu membiarkan Nada terdiam sesuka hatinya.

"Begitukah caramu bersikap pada suami?" Ucap Danu ketika mobil mereka berhenti disebuah unit rumah yang terlihat begitu mewah.

"Terus gue harus bersikap bagaimana pada Lo si pria pemaksa?" Nada bersedekap dada, ia menatap Danu dengan tatapan menantang.

Memaksa yang Nada maksud adalah Danu selalu memaksakan kehendaknya seperti menginginkan pernikahan mereka terlihat mewah ditambah ia harus menurut untuk ikut tinggal dirumah pemberian orangtua Danu, Nada merasa terkekang. Belum apa-apa Danu sudah mengekang kebebasannya, bagaimana nanti jika Nada harus hidup lebih lama bersama pria pemaksa sepertinya.

Tanpa banyak kata Nada memasuki rumah itu hingga menyebabkan pembantu di rumah itu memandang Nada dengan penuh tanya, heran dengan wajah sang Nyonya yang ditekuk. Danu menghela nafas dan akhirnya ikut masuk untuk menyusul Nada.

1
falea sezi
nada ne istri rasa. pelacur kayaknya pakaiannya gk pernah sopan pdhl uda nikah
Evi
😅😅😅😅😅😅
Pa Muhsid
katanya orang berpendidikan walaupun suami mu masih bocah tetap dia imam kamu disemua agama juga gitu kalo gak salah,,, lah ini ko ga ada harga nya sama suami istri macam apa kau
Nur Aliah
ko di skib adengannya
Zakaria
kerasa kayak sinetron indosiar tapi versi cetak, bisa dengerin dan baca Omelan dalam hati 🤣
Esih Mulyasih
menguras kesabaran tapi happy ending sich...👍🏼👍🏼👍🏼😉💪😁
Esih Mulyasih
semangat Danu..💪😁
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
ternyata umur memang tak menjamin kedewasaan dan pemikiran yg matang, seperti Dara walaupun dia merasa lebih tua umurnya daripd Danu tapi sikapnya dan kata2 nya lebih parah dripd Danu yg notabene nya lebih muda dri Dara... 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
biasanya yg mnt pertanggung jawaban itu yg cwek ini kenapa yg ngotot mau bertanggung jawab malah yg cwoknya ya😄😄😄😄😄
Dewi Tarra
nada nadaa ....bukanya bagus yahh si danu mau tanggung jawab,,blom tentu laki" lain bisa nerima keadaan kamu nada
Alfatia Desi
Danu tuh laki laki yg gak punya harga diri harusnya walau ia jauh umurnya lebih muda dengan c nada tetep lakimah harus punya harga diri sbagai suami ..Coba tinggali c nada dulu biar dia ngerasa kehilangan
Ayu Nuraini
bucin abis Danu🤪🤪
Sulaiman Efendy
SUKA , MSKI BIKIN EMOSI JUGA CERITANYA..
Sulaiman Efendy
SAYANGNYA TU DANU GK HAJAR DLU TU SI ALDO,,, HARGA DIRI SBAGAI SUAMI DIMANA, DAYYUTS SUAMI YG GK CEMBURU, KLO GK DIHAJAR, GK KAPOK TU SI ALDO GANGGU2, RMH TANGGA LLO
Sulaiman Efendy
JGN DIKASI ALAMAT BARU LO, GK WAJIB...
Sulaiman Efendy
DIHAPUS DN BLOKIR SAJA NO ALDO, GK PANTAS WANITA YG UDH BRSUAMI MSH SIMPAN NO MANTAN, SALAH SATU SILATURAHMI YG TDK WAJIB UNTUK DIJALIN ADALH TTP JALIN SILATURAHMI KPD MNTAN
Sulaiman Efendy
YG HERAN2, TEMAN2 NADA TEMASUK FANI SEPUPUNYA GK TAU KLO NADA MAU DIKERJAIN ORG....
Sulaiman Efendy
PESTA PERNIKAHAN KOQ ADA ACARA2 DJ GITU, DN ADA MINUMAN ALKOHOL, YG NIKAH PSTI KAFIR TUU
Sulaiman Efendy
KASIAN SI DANU, HRSNYA NADA NGOMONG, TRMASUK DANU JUGA HRS NGOMONG TU SAMA IBUNYA ALDO
Sulaiman Efendy
BIKIN EMOSI LO THOE
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!