NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:798
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Ayla duduk di kamar panti sambil membaca buku pelajaran,Biasanya setiap malam ponselnya akan berbunyi,Pesan dari Bagas,Kadang hanya satu kalimat sederhana.

"Sudah makan?"

"Jangan tidur terlalu malam."

Namun malam itu,Ponselnya diam saja,Ayla sempat membuka chat mereka,Pesan terakhir masih dari bagas kemarin,Ayla mengerutkan kening.

"Kenapa dia tidak ada kabar."

Ayla menunggu cukup lama,Tetap tidak ada pesan,Akhirnya ayla menghela napas kecil dan meletakkan ponselnya.

"Mungkin dia sedang sibuk."

Namun entah kenapa hatinya terasa sedikit tidak enak.

...••••••...

Hari libur,Sejak pagi suasana panti sudah sibuk.

Ayla baru saja selesai membantu di dapur ketika suara keras terdengar.

"Ayla!."

Ayla langsung menoleh,Itu suara bunda winda.

"Iya,Bun!."

Ayla segera datang,Namun begitu sampai,Bunda winda langsung berkata dengan nada keras.

"Kenapa kamu masih berdiri di situ?!."

Ayla sedikit terkejut.

"Ayla baru selesai di dapur,Bun."

Bunda winda menunjuk halaman.

"Daun-daun itu tidak kamu lihat?."

Ayla menoleh,Halaman memang penuh daun.

"Cepat sapu sana semuanya!."

"Iya,Bun."

Ayla langsung mengambil sapu dan mulai membersihkan halaman.

Beberapa menit kemudian.

"Ayla!"

Suara bunda winda lagi.

"Iya,Bunda?."

"Setelah itu cuci semua pakaian anak-anak!."

Ayla terdiam sebentar.

"Semua,Bu?."

Bunda winda menjawab dengan nada tajam.

"Iya!Kamu pikir siapa lagi yang akan melakukannya?."

"Iya,Bunda"

Ayla hanya mengangguk pelan.

Ayla mulai mencuci pakaian di belakang panti,Air sabun memenuhi ember,Tangannya mulai pegal,Namun belum selesai.

"Ayla!."

Suara bunda winda lagi dari jauh.

"Kenapa kamu lama sekali?!."

Ayla berdiri cepat.

"Ayla hampir selesai,Bunda."

"Setelah itu bersihkan dapur!."

Nada suaranya tetap keras.

Beberapa anak panti yang melihat jadi kasihan.

"Kak ayla dari tadi kerja terus."

Namun ayla hanya tersenyum kecil.

"Tidak apa-apa."

...••••••...

Rina dan salsa datang ke panti,Biasanya mereka langsung memeluk ayla,Namun hari itu berbeda.

"Ayla."

Nada suara rina terdengar dingin.

Ayla menoleh.

"Rina?Salsa?"

"Kami cuma mau bilang sesuatu"ucap salsa.

Ayla mulai bingung.

"Apa?."

Rina menyilangkan tangan.

"Sejujurnya kita sudah malas bersahabat denganmu."

Ayla terdiam.

"Kenapa?."

Rina menjawab datar.

"Kamu sekarang jarang meluangkan waktu buat kami."

Salsa mengangguk.

"Kamu berubah."

Ayla langsung menggeleng.

"Aku tidak pernah-."

Namun rina memotong.

"Sudahlah,Kita tidak ingin berteman lagi."

Ayla menatap mereka tidak percaya.

"Kalian serius?."

Namun mereka hanya berkata singkat.

"Kami pergi dulu."

Mereka benar-benar pergi.

Ayla berdiri diam di halaman panti,bagi ayla Hari itu terasa sangat berat.

"Kenapa semua orang menjauh hari ini."

...••••••...

Ponsel ayla akhirnya berbunyi,Pesan dari Bagas.

"Ayla,Sore ini kita ketemu."

Ayla langsung membaca,Ayla membalas.

"Kenapa?."

Pesan balasan datang cepat.

"Ada yang ingin aku bicarakan."

Pesan itu terasa sangat serius,Sepanjang hari ayla merasa gelisah.

...••••••...

Di sebuah restoran yang cukup sepi.

Ayla datang lebih dulu.

Beberapa menit kemudian.

Bagas akhirnya datang,Wajahnya terlihat sangat serius.

"Sayang."

Ayla menatapnya.

"Kamu ingin bicara apa?."

Bagas menarik napas pelan.

"Sayang aku sudah memikirkan ini lama."

Perasaan ayla langsung tidak enak.

"Memikirkan apa?."

Bagas berucap pelan.

"Aku rasa hubungan kita harus berhenti."

Ayla langsung membeku.

"Bagas?."

Bagas menatapnya.

"Aku ingin kita putus."

Ayla merasa dadanya seperti diremas.

"Kamu tidak menghubungiku sejak Jumat dan sekarang kamu bilang ingin putus?."

Bagas tetap diam.

Beberapa detik suasana sangat sunyi.

Ayla menunduk.

"Kalau itu yang kamu mau."

Bagas berbalik seolah ingin pergi,Namun tiba-tiba.

“HAPPY BIRTHDAY AYLA!!!

Balon warna-warni muncul di sekitar tempat itu.

Ayla langsung terkejut.

"Apa?!."

Tiba-tiba muncul rina dan salsa sambil membawa kue ulang tahun.

Rina tertawa.

"Maaf ya!."

Salsa ikut tertawa.

"Kami cuma berpura-pura menjauh!."

Di belakang mereka muncul raka dan dimas.

Dimas langsung berkata.

"Bagas hampir tidak kuat menahan akting."

Ayla masih sangat bingung.

"Apa ini?."

Lalu dari sisi lain muncul mama dan papa bagas.

Mama bagas tersenyum hangat.

"Selamat ulang tahun,Ayla."

Ayla semakin terkejut.

Dan beberapa detik kemudian,Bunda winda juga berjalan mendekat kali ini wajahnya tidak galak,Tetapi tersenyum lembut.

"Maaf ya,Ayla."

Ayla menatapnya bingung.

"Jadi?."

Bunda winda mengangguk.

"Itu bagian dari rencana."

Rina berucap sambil tertawa.

"Kita semua bekerja sama."

Salsa menambahkan.

"Supaya kamu benar-benar kaget."

Ayla langsung menoleh ke arah bagas,Bagas sekarang tersenyum kecil.

Bagas mengeluarkan kotak kecil dari sakunya.

"Selamat ulang tahun,Sayang."

Ayla membuka kotak itu,Di dalamnya ada kalung kecil berbentuk huruf A.

Bagas berkata pelan.

"Aku tidak mungkin benar-benar meninggalkanmu."

Ayla langsung memukul pelan lengannya.

"Bagas!Kamu jahat!."

Bagas tersenyum melihat reaksi ayla yang masih kesal sekaligus terharu.

"Maaf,Aku cuma ingin memberimu kejutan"ucap bagas sambil tertawa kecil.

Ayla mengembuskan napas panjang lalu menatap kalung itu lagi,Liontin kecil berbentuk huruf A berkilau terkena cahaya lampu taman.

"Bagus sekali"gumam ayla.

Bagas mengambil kalung itu dengan hati-hati.

"Boleh aku yang memakaikannya?."

Ayla tersipu lalu mengangguk pelan.

Bagas melangkah ke belakang ayla,Dengan gerakan lembut,Bagas menyibakkan rambut ayla ke samping,Jantung ayla berdebar saat merasakan jemari bagas memasangkan kalung itu di lehernya,Setelah pengaitnya terpasang,Bagas menatap ayla sejenak.

"Nah,Sekarang sudah sempurna."

Ayla menyentuh liontin itu perlahan,Senyumnya merekah saat melihat huruf A kecil yang menggantung di lehernya.

"Cantik sekali."

Bagas menggeleng.

"Bukan kalungnya saja yang cantik."

Ayla menoleh.

"Lalu?."

Bagas tersenyum hangat.

"Orang yang memakainya juga."

Wajah ayla langsung memerah.

"Bagas!."

Bagas tertawa kecil lalu menggenggam tangan ayla.

"Selamat ulang tahun ayla,Terima kasih karena selalu ada di hidupku."

Ayla menatapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Terima kasih juga karena sudah membuat hari ini menjadi ulang tahun terbaik yang pernah aku punya."

Mereka pun berdiri berdampingan di bawah langit malam,Sementara kalung pemberian Bagas berkilau lembut di leher ayla.

Semua orang tertawa.

Dimas berkata,

"Prank yang berkesan tahun ini!."

Rina mengangkat kue ulang tahun.

"Ayo tiup lilinnya!."

Ayla menatap semua orang di sekelilingnya,Orang-orang yang ayla,sayangi Lalu perlahan ayla tersenyum,Ternyata semua kesedihan sejak Jumat malam,Hanya bagian dari kejutan ulang tahun terbesar untuknya,Ayla menarik napas dalam-dalam,Mencoba menenangkan perasaannya yang masih campur aduk,Ayla memejamkan mata sejenak sebelum meniup lilin di kue itu.

"Semoga"bisiknya pelan.

Lilin pun padam,Disambut tepuk tangan dan sorakan dari semua orang.

"Yeay!"seru salsa sambil memeluk ayla dari samping.

Rina ikut mendekat.

"Jangan nangis lagi ya,Nanti make up kamu luntur."

Ayla tertawa kecil di sela air matanya.

"Kalian ini"

Bagas berdiri di depannya,Menatapnya dengan lembut,Tangannya perlahan meraih tangan ayla.

"Maaf ya"ucapnya pelan.

Ayla menggeleng.

"Aku memang sempat sedih,Tapi sekarang aku senang banget."

Dimas langsung menyela.

"Nah gitu dong,Jangan baper terus!."

Semua kembali tertawa.

"Terima kasih ya,Semuanya."

Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari terakhir,Ayla benar-benar merasa utuh dan bahagia.

Suasana hangat itu belum juga mereda,Rina mulai membagikan potongan kue ke semua orang,Sementara salsa sibuk mengabadikan momen dengan ponselnya.

"Eh,jangan lupa foto bareng!"ucap salsa semangat.

Mereka pun berkumpul,saling merapat,Bagas berdiri di samping ayla,tanpa melepas genggaman tangannya.

"Senyum!"

KLIK

Beberapa foto diambil,Penuh tawa dan ekspresi konyol dari Dimas yang sengaja membuat semua orang tertawa lebih keras.

Ayla menatap hasil foto itu sekilas,Lalu kembali melihat teman-temannya,Hatinya terasa penuh,Seperti tidak ada lagi ruang untuk kesedihan.

Bagas sedikit mendekat dan berbisik pelan.

"Ini belum selesai."

Ayla mengernyit bingung.

"Maksudnya?."

Bagas tersenyum tipis.

"Masih ada kejutan lain."

Ayla membulatkan mata,Sementara yang lain mulai tertawa seakan sudah tahu sesuatu.

"Bagas"Ayla menggeleng sambil tersenyum.

"Kali ini jangan bikin aku nangis lagi ya."

Namun di dalam hatinya,Ayla tahu apa pun itu,Selama bersama mereka,Ayla akan baik-baik saja.

Bagas lalu menggenggam tangan ayla lebih erat.

"Ayo ikut aku."

"Ke mana lagi?"tanya ayla.

"Udah,ikut aja."

Rina langsung menyenggol salsa sambil berbisik.

"Mulai nih."

Dimas tertawa kecil.

"Seru banget hidup mereka."

Bagas membawa ayla keluar dari ruangan itu,Langkah mereka pelan, Diikuti oleh yang lain dari belakang,Mereka berhenti di rooftop restoran.

Ayla menatap sekelilingnya bingung.

"Bagas ini ap-."

Tiba-tiba

Lampu kecil yang tergantung di tiang menyala satu per satu.

Ayla terdiam.

Di rooftop,Ada dekorasi sederhana seperti balon,Lampu,Dan sebuah meja kecil dengan foto-foto ayla dari kecil hingga sekarang.

Ayla menutup mulutnya kaget.

"Ini."

Bagas berdiri di depannya.

"Yang tadi cuma pembuka."

Rina berseru.

"Ini yang sebenarnya!."

Salsa menambahkan.

"Kita semua yang siapin,Tapi idenya tetap dari Bagas."

Ayla menatap bagas,Matanya kembali berkaca-kaca.

"Kamu."

Bagas menghela napas pelan.

"Aku cuma nggak mau kamu ngerasa sendirian di hari penting kamu."

Hening sejenak.

Lalu ayla langsung memeluk bagas erat.

"Terima kasih"suaranya bergetar.

Bagas membalas pelukannya tanpa ragu.

Dari belakang,Dimas berdehem.

"Ehem kita masih di sini,Ya."

Semua langsung tertawa.

Malam itu,Di bawah cahaya lampu kecil dan langit yang mulai gelap,Ayla benar-benar merasa dicintai,Bukan hanya oleh satu orang tapi oleh semua orang yang ada di sisinya.

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!