NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK SUAMI LUMPUH

CINTA UNTUK SUAMI LUMPUH

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Pembantu / Tamat
Popularitas:141.8k
Nilai: 5
Nama Author: PutrieRose

Erland, pria lumpuh yang harus menikah dengan pelayan pribadinya-Nayra. Pria itu melakukan hanya semata-mata memenuhi syarat untuk mendapatkan semua warisan yang mendiang ayahnya miliki.

Nayra bersedia menikah dengan pria lumpuh itu juga karna ada sebuah alasan. Mereka menikah di atas perjanjian tertulis.

Tanpa ada yang tahu bahwa Nayra sebenarnya sudah memiliki kekasih. Mereka masih berhubungan dan tinggal satu atap.

Dan pada akhirnya cinta bersemi di hati keduanya. Disaat bersamaan, kisah cinta Nayra dengan kekasihnya terungkap.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Nayra dan Erland? Akan kah mereka bersatu dan mengingkari perjanjian di awal pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutrieRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 TINGGAL BERSAMA

Pagi-pagi rumah sederhananya telah didatangi beberapa mobil. Seorang anak remaja mengintipnya di balik jendela. Ia takut ingin membuka pintu saat beberapa pria berbadan besar terus mengetok pintu rumahnya.

"Tuan Alvin, tolong buka," ucap salah seorang pria berbadan kekar tersebut. Mereka melihat Alvin yang mengintip di balik jendela, membuat Alvin akhirnya mengalah membukakan pintu.

"Tuan, ikutlah dengan kami. Nyonya besar menyuruh kami untuk menjemput Anda." Pria remaja itu kebingungan. Nyonya besar siapa yang mereka maksud?

"Maksud Anda apa? Aku tidak mengerti."

Setelah menjelaskan maksud dan tujuannya, akhirnya Alvin ikut satu mobil dengan mereka.

"Alvin ...." Nayra berlari memeluk adik kesayangannya itu. Atas permintaan Rhianna yang menginginkan adiknya ikut tinggal di sini, ia pun merasa bahagia. Ia tak perlu khawatir dengan keadaan Alvin yang sendirian di rumah. Kini mereka setiap hari akan bertemu.

Alvin perlahan mendatangi kakak iparnya yang berada di kursi roda. Ia belum pernah sekalipun menyapa kakak iparnya yang lumpuh itu.

"Hai, Kak Erland. Kakak sangat beruntung mendapatkan kakakku," ucapnya dengan bangga.

Erland tersenyum sinis. Beruntung? Erland geli sendiri mendengar perkataan anak ingusan itu.

"Kami bicara apa, Alvin! Jangan bicara yang tidak-tidak." Nayra tak mendengar jelas apa yang diucapkan adiknya pada suaminya. Ia lantas mencubit adiknya dengan gemas. "Kamu jangan bicara sembarangan!"

"Aduh ...." Lengannya kena cubitan lagi membuat Alvin mengaduh kesakitan. "Aku tidak bicara sembarangan, Kak. Aku hanya menyapanya," belanya.

Pelayan pun mengantarkan Alvin ke kamar yang telah disediakan untuknya. Sedangkan Nayra mendorong kursi roda suaminya menuju kamar.

"Aku mau ke halaman belakang!" katanya.

Ia pun memutar balikkan kursi rodanya menuju halaman belakang. Memang suasana di sana sejuk. Karna dipenuhi tumbuhan dan bunga-bunga yang indah.

Nayra menghirup udara yang segar itu dengan mata terpejam. Rambutnya seakan menari-nari mengikuti arah angin yang menerpa rambut indahnya.

"Aaaa ..." Angin tiba-tiba berhembus kencang membuat dress yang ia pakai saat ini tersingkap sampai ke atas. Ia berusaha menutupinya tapi sepertinya Erland sudah melihat isi **********.

"Sial! Aku malu sekali." Pipinya semerah tomat menahan malu. Ia berdiri persis di depannya, tak mungkin Erland tak melihat saat roknya tadi tersingkap. "Memalukan!" Nayra berlari sambil memegangi roknya. Ia memilih duduk di sebuah kursi panjang.

Erland menahan tawa melihat tingkah kocak istrinya. Ia mendorong kursi rodanya sendiri menghampiri sang istri yang sedang duduk.

"Ambilkan saya minum!"

"Baik, Tuan." Nayra berjalan menuju dapur, tapi ditengah perjalanan ia bertemu dengan Dara.

"Mau kemana kamu, Nayra?" tanyanya.

"Mau ke dapur ambil minum." Dara menatap temannya dengan iba. Ia lantas menariknya menuju kamar pribadinya. "Aduh, kenapa aku dibawa ke sini, Dara. Aku harus—"

"Diam lah sebentar. Aku mau bertanya, sebenarnya kalian itu beneran suami istri atau bukan? Kenapa aku lihat-lihat kamu masih seperti seorang pelayan untuknya? Sebenarnya ikatan pernikahan kalian itu sah atau tidak?" tanya Dara.

Nayra tak bisa menjawab. Ini adalah rahasia mereka berdua. Tak mungkin ia menceritakan pada orang lain.

"Dara, aku ini seorang istri. Sudah semestinya aku melayani suami."

"Tidak! Tidak seperti ini caranya, Nayra. Dia seperti tak menganggap mu sebagai seorang istri," ujar Dara tetap kekeh.

"Aku tidak punya banyak waktu, Dara." Nayra berlalu pergi. Wanita itu hanya bisa menatap punggung temannya yang semakin jauh menghilang dari pandangannya. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa kasihan jika Nayra tak bahagia dengan pernikahannya.

"Eh, ada Nona baru. Enak ya, sudah menjadi istri orang kaya," sindir salah seorang pelayan yang masih tidak terima Nayra menikah dengan Erland. Sudah jelas mereka beda kasta. Kehidupan mereka seakan tidak seimbang jika disatukan.

"Nayra, kamu pakai apa sih kenapa tuan Erland mau menikahi mu? Kamu pasti pakai—"

"Jangan bicara sembarangan!" Tiba-tiba Alvin datang, pria remaja itu melayangkan tatapan tajam pada para pelayan yang sedang menyindir kakaknya. "Kalian ini jangan fitnah Kakakku yang tidak-tidak."

"Sudah-sudah. Alvin, Kakak tidak apa-apa." Nayra membawa Alvin menjauh. Ia tak mau emosi adiknya semakin menjadi.

"Kak, mereka sudah keterlaluan. Kakak sering diginiin? Aku tidak terima!"

Nayra tersenyum sambil mengusap kepalanya pelan. Ia beruntung memiliki adik seperti Alvin.

"Sudah lah. Biarkan saja. Kakak tidak pernah dimasukkan ke hati."

Satu gelas jus jeruk telah selesai ia buat. Ini adalah minuman kesukaan Erland.

"Ini, Tuan." Ia memberikan gelas itu pada Erland. Tapi Erland tak kunjung menerimanya.

"Darimana saja kamu! Kenapa lama sekali!" Erland sudah tak berselera, ia tak mau meminum jus buatannya.

"Maaf, Tuan." Nayra hanya mampu meminta maaf. Tak mungkin ia katakan yang sebenarnya kalau ada suatu kejadian di dapur barusan.

"Aku tanya, darimana saja kamu!" bentaknya.

"Da-dari dapur, Tuan." Tangannya gemetar, terkejut dengan bentakannya. Kemarahan Erland tak ada yang bisa memprediksi. Ia takut gelas yang ada ditangannya bisa saja melayang mengenai kepalanya atau dilempar asal kemana.

PYARRRR!!!!

Baru saja ia membayangkan gelas itu melayang, nyatanya itu beneran terjadi. Gelas itu ia lemparkan ke tanah. Bahkan air jeruk itu mengenai kakinya.

"Bisa tidak kalau marah itu jangan asal banting-banting! Jantungan tahu!" rutuknya dalam hati.

Nayra tahu, bahwa Erland tak suka dengan sesuatu yang lambat. Karna itu bisa langsung mempengaruhi moodnya.

Malam hari seperti biasanya. Nayra sudah terbiasa tidur di bawah. Sebuah karpet tebal telah menjadi temannya sehari-hari. Tak butuh lama untuk wanita itu terlelap. Karna seharian ini tubuhnya sangat lelah.

Tapi berbeda dengan suaminya yang tak kunjung memejamkan matanya. Ia sekilas melirik ke arah Nayra yang tidur membelakanginya.

Banyak hal yang sedang ia pikirkan. Isi kepalanya seakan berkecamuk satu sama lain di dalam. Rasanya ia tak berguna. Kelumpuhan yang ia alami, membuat aktivitasnya terhenti. Ia bahkan tak bisa memimpin perusahaan seperti dahulu. Jika ia memaksakan datang ke kantor, itu akan banyak merepotkan orang lain.

"Mario, bagaimana kondisi perusahaan?" Ia mengetikkan sesuatu pada Mario-asistennya.

"Semuanya aman terkendali, Tuan."

Mario memang orang kepercayaan keluarganya. Tak salah ia mempekerjakan orang seperti Mario.

"Besok aku akan ke kantor."

Erland memutuskan bahwa mulai besok ia harus kembali ke kantor. Ia tak boleh terus berdiam diri di rumah. Walaupun rasa malu selalu menyelimutinya. Tapi ia memiliki tanggung jawab yang besar. Apalagi satu persatu aset yang dimiliki mendiang Papanya akan jatuh ke tangannya bertahap.

"Ayah .... Ibu ....." gumam Nayra.

Ia mendengar Nayra memanggil nama ayah dan ibunya. Sepertinya ia sedang bermimpi. Erland sudah tahu kalau Nayra adalah gadis yatim piatu. Ia pun kadang merasa iba dengan Nayra yang sudah tak memiliki orang tua. Kehilangan seorang ayah pun, rasanya menyakitkan apalagi dia yang kehilangan kedua orang tuanya.

1
guntur 1609
sungguh miris kau erland. bagaimana oun kecewanya kau sm nayra. tapi kau tutip mata sama nasib anakmu. oantas kau manusia lumpuh yg patut di tinggalkan
guntur 1609
nayra statusmu adalah seorang istri
Evy
Bisa kacau ini..
Evy
Galaknya Majikan...
Rustan Sinaga
si Frans ngajak ngelud Mario, hati² lo Frans
Putri Chaniago
maunya ada anak cewek satu donk
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Gagal dong punya anak cewe😁😁😁🤭
Terima kasih mba Putri🙏🤗
Ditunggu extra babnya😊
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Satu lagi Nay anak cewe 😂😂😂
Cukup 3 anak y Nay 👍🏽👍🏽👍🏽
Tumba Suangga
nayra gatal tukang selingkuh lagi mikirin frans lagi tu. dasar nayra gak tau diri
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Devan cemburu mau punya adik???
Sehat2 bumil🤗
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Ikatan batin antara ibu dan anak, anak laki2 akan selalu menjadi anak ibu, cinta pertama anak laki2 adalah ibunya, begitu juga sebaliknya cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Stella tetep hari jaga kehamilannya, semoga semua baik2 saja🤗
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Erland kepo apa cemburu ????😂😂😂😂
Tumba Suangga
ntar nayra gatal selingkuh lagi, nayra gatal kan emang tukang selingkuh
Bara Athallah
tolong dong thoor klu jrg up ni 2 bab pas up. aq selalu ngg up nya thoor
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Apa Frans yg nyuruh Dara berhenti kerja, karena bertemu dengan Nayra????
Tumba Suangga
dasar Devan ngapain ambil tu kartu nama🤣
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Ya amplop Devan bikin pp bakalan tidur diluar nih 😂😂😂
🌺aNNa baiTi khaRomaH🌺
wahhh...
si Devan cari gara gara ini🤣..
bakat jd usil ini🫣
Sry Rahayu
waduh Devan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!