NovelToon NovelToon
Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:137.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hafizoh

Erisa mencintai seorang laki-laki dalam diam ketika duduk di bangku SMP namun pertemuan mereka hanya singkat karena laki-laki itu pindah sekolah hingga membuat Erisa tak bisa melihatnya lagi tapi tak sedikitpun merubah perasaan cinta Erisa.

Namun saat mereka masing-masing sudah sukses siapa sangka Erisa mendapat kenyataan pahit dan kekecewaan karena laki-laki yang menjadi cinta pertamanya akan menjadi kakak iparnya yang tak lain adalah suami saudara kembarannya.

Saudara kembar yang sebenarnya adalah orang lain, yang di urus dan di besarkan oleh kedua orang tuanya dari bayi hingga menuju ke jenjang pernikahan namun tak ada yang tau akan tentang kebenaran itu kecuali kedua orang tua mereka.

Akankah Erisa bisa menerima takdirnya dan mengikhlaskan cinta pertamanya?
Dan akankah identitas Erisa dan Elisa terbongkar?
Simak terus cerita mereka berdua di novel ini....

Selamat membaca 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafizoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Ting....tong....

Bunyi bel yang di tekan oleh Elisa dari luar rumah, Kirana yang mendengar bunyi bel segera bergegas mendekati pintu utama dan diintipnya di balik tirai jendela ternyata sang anak yang ada di depan pintu. Setelah tau bahwa yang datang adalah sang anak langsung di bukakan Kirana pintu utama itu dengan lebar, Elisa yang melihat sang ibu membukakan pintu untuknya segera meraih tangan sang ibu dan mencium punggung tangan itu dengan takzim.

"Bagaimana?" tanya Kirana kepada sang anak setelah menutup kembali pintu utama rumah mereka

"Alhamdulilah mi, Elisa di terima. Mulai besok Elisa udah boleh datang ke sekolah untuk mengajar" jawab Elisa dengan raut wajah bahagia memberitahu sang ibu

"Alhamdulilah, selamat ya sayang" jawab Kirana sembari memeluk sang anak dan mendaratkan ciuman di kening sang anak

Saat Elisa dan sang ibu terus melangkahkan kaki, Elisa melihat sang ayah sedang bersantai di ruang keluarga menonton TV sembari menikmati segelas kopi dengan senyuman termanisnya Elisa menatap sang ayah namun senyuman itu langsung pudar saat sang ayah hanya menoleh sekilas dengan tatapan dinginnya membuat Elisa kembali merasa sedih lagi. Elisa pun memutuskan pamit dengan sang ibu ingin masuk ke dalam kamar tidurnya, dengan alasan ingin beristirahat sejenak.

Selepas Elisa masuk ke dalam kamar tidur, Kirana mendekati sang suami yang masih duduk santai di depan TV yang sedang menyala. Kirana menceritakan tentang sang anak yang di terima menjadi guru di SMP Negeri 1 Pancasila namun sang suami menanggapi hanya dengan berdehem tanpa menjawab atau senang mendengar kabar baik ini, Kirana tak bisa memaksa sang suami untuk sepenuhnya mengangap Elisa seperti anak kandung mereka karena mau bagaimana pun dan sampai kapan pun Elisa tetap orang lain di rumah ini.

Di dalam kamar tidurnya Elisa hanya bisa menangis dalam diam lagi dan lagi ketika mendapat perlakuan dingin dari sang ayah, sebesar apapun perjuangannya untuk menjadi anak yang paling baik tapi tetap saja tak merubah sikap sang ayah terhadap dirinya. Ingin sekali dirinya bertanya langsung namun dirinya takut jawaban dari sang ayah justru membuat dirinya semakin sakit hati, jadi mau tak mau dirinya harus menerima apapun yang terjadi sekarang meski rasanya begitu sakit ketika melihat sang ayah berlaku sangat dingin terhadap dirinya.

Terlalu lama menangis dalam diam Elisa pun tertidur dengan begitu lelap dalam keadaan tengkurep dan kepalanya tertutup oleh beberapa bantal, Kirana yang kebetulan ingin menghampiri sang anak mengurungkan niatnya saat melihat sang anak tertidur dengan sangat pulas. Namun ada yang mengganjal di hati Kirana melihat posisi tidur sang anak, dihampirinya dan dilihatnya ada bekas air mata di sekitar pipi sang anak jadi merasa bersalah karena keputusannya di masa lalu ingin mengurus Elisa jadi berdampak ketika Elisa meranjak dewasa sekarang karena dapat perlakuan dingin dari sang suami.

"Kamu yang sabar ya sayang, meski kamu tak bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari abi-mu. Insyaallah suatu saat nanti akan ada laki-laki yang sangat mencintaimu dengan tulus" kata Kirana sembari mengelus pucuk kepala sang anak kemudian mengecup sekilas ubun-ubun sang anak dan beranjak keluar dari kamar tidur sang anak.

Kirana melangkahkan kakinya dengan perlahan agar tak membuat sang anak terbangun, setelah berhasil keluar dari kamar tidur sang anak Kirana menutup rapat pintu kamar tersebut. Dilihatnya jam dinding yang tertempel di dinding ruang keluarga sudah menunjukkan waktunya sholat dzuhur bahkan tadi sang suami sudah pamit untuk pergi ke masjid yang tak jauh dari rumah mereka, Kirana segera ke kamar tidurnya untuk menunaikan kewajibannya sebagai hamba-NYA.

Elisa terbangun dari tidur siangnya yang meringankan sedikit beban pikirannya, Elisa segera beranjak dari tempat tidurnya setelah melihat jam di HP nya yang menunjukkan waktunya sebentar lagi makan siang. Kedua orang tuanya pasti saat ini sedang sibuk menunaikan sholat dzuhur, Elisa langsung menuju ke arah dapur dan menghangatkan semua lauk yang dimasak sang ibu bersamanya pagi tadi.

"Elisa, kamu udah bangun" kata Kirana yang saat ini sedang berjalan mendekat ke arah meja makan

"Iya umi, maaf tadi Elisa ketiduran" jawab Elisa masih sibuk menata semua lauk yang sudah dihangatkannya barusan

Terdengar suara salam serta sebuah pintu di buka dari depan, sudah bisa di tebak bahwa yang masuk rumah adalah sang ayah yang baru pulang dari masjid sehabis sholat dzuhur. Elisa menawari sang ayah dan sang ibu untuk segera makan siang mumpung lauk yang barusan dihangatkannya masih hangat jadi enak untuk di santap, Elisa dan kedua orang tuanya sudah duduk di kursi mereka masing-masing dan mulai menyantap makanan di atas meja setelah masing-masing mengambil lauk kesukaan mereka.

Mungkin orang-orang di luar sana saat melihat mereka sedang makan bersama seperti saat ini di pikiran mereka Elisa dan kedua orang tuanya adalah keluarga yang bahagia rukun serta harmonis, namun semua itu tak seperti itu karena dari semenjak Elisa duduk di bangku SMP hingga detik ini tak pernah lagi dirinya merasakan ke rukunan dan ke harmonisan dalam rumah mereka meski itu hanya Elisa yang merasakan.

Berbeda dengan sang ibu dan kembarannya yang tetap merasakan ke bahagian, ke rukunan serta ke harmonisan dari sang ayah, andai waktu bisa di putar Elisa ingin kembali ke masa kecilnya dimana selalu ada tawa dan canda dirinya bersama sang ayah yang selalu memuji, menyayanginya serta membawakannya banyak hadiah ketika pulang dari mengecek rumah sakit milik sang ayah yang berdiri di sebuah desa yang lumayan jauh dari sini.

Namun itu semua angan waktu tak bisa berputar bahkan terus berjalan sampai dirinya kini sudah dewasa bahkan jika ada laki-laki yang meminangnya sudah sangat pantas dirinya untuk berumah tangga, lamunan Elisa yang begitu panjang buyar seketika saat sang ibu memegang kedua pundaknya membuatnya sedikit terperanjat.

"Gak boleh melamun, lihat tu piring-piringnya marah gak di cuci-cuci dari tadi" kata Kirana sembari tersenyum

"Ahh, umi. Elisa hanya membayangkan untuk hari esok, apakah Elisa bisa berbagi ilmu kepada anak murid Elisa nanti" kata Elisa sembari melanjutkan cucian piringnya

"Insyaallah, anak umi pasti bisa" jawab Kirana mengelus pundak sang anak dan kemudian berlalu saat mendengar panggilan sang suami dari kamar tidur mereka

Selesai mencuci semua piring bekas makan tadi serta menatanya ke tempat piring, kini Elisa memilih menuju ke taman belakang untuk bersantai sembari membaca novel online yang menjadi bacaan favoritnya apalagi ada salah satu author yang sangat dikaguminya karena novel-novelnya begitu menginspirasi Elisa untuk selalu sabar menerima perlakuan dingin dari sang ayah.

1
ayu cantik
suka
falea sezi
emank jahat bgt anak angkat g tau diri
falea sezi
anak jalang bahagia anak mu Mdnerrita aneh bgt ne orang tua
mimma
Luar biasa
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih bintangnya
total 1 replies
Bilqies
keren thor ceritanya, jadi penasaran
Bilqies
Hay kak aku mampir yaa,
jangan lupa mampir juga di karyaku
"Mencintaimu dalam DIAM"
Ahmad Ridho Rahmani
Luar biasa
❤️⃟Wᵃfyulia❀∂я ❀ ⃟⃟ˢᵏ
nnti kalo udh ada anak mgkn rendi akan berubah. semoga
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): ini Kak author rekomendasi judul novel anak Erisa dan Rendi nomor dua "Dikira Cupu Ternyata Suhu"
total 1 replies
Nurul Istiqomah
udh hampir baca semua novelnya thor..keren dan bagus cerita nya
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih sudah mampir dan baca novel ini
total 1 replies
Hanipah Fitri
masih nyimak
amelia alfatih
maaf kak itu yg judul hijrah setelah patah hati itu yg mana
Chocolla: Hai kak, mampir yuk ke ceritaku 😊
total 2 replies
Jantung Taman
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih
total 1 replies
rayya firman
smoga ibu n debay sehat dan di lancarkan semua urusan Aamiin.. SmaNgat thor
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih
total 1 replies
adalahdarling
jangan PHP-in aku thor, cukup cerita aku aja sama dia yg gk tau endingnya, cerita ini mah jangan thor!
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): 😃😃😃😃😃😃
total 1 replies
Berkilau
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): silahkan dinikmati ceritanya, thanks udh mampir
total 1 replies
rayya firman
SmaNgat
rayya firman
SmaNgat thor
Windy Miller
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): iya akan lanjut terus meski sedikit jarang, terima kasih masih setia menunggu
total 1 replies
moonjuice
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih lanjut lagi meski gak setiap hari up nya
total 1 replies
rayya firman
SmaNgat thor
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): oke thanks udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!