Arav, pria yang menjadi Ayah bagi anak Lisa secara tiba-tiba muncul kembali setelah 5 tahun berpisah. kehadiran yang tidak diinginkan membuat Lisa syok akan sosok laki-laki tersebut.
Masa kelam hidup yang berhasil ia lewati bersama anaknya tanpa sosok kehadiran seorang suami, tapi malah mempertemukan mereka kembali.
Akan kah Lisa menyerah atau semakin mendekati pria itu, apalagi dengan kekayaan dunia yang di tunjukkan pria itu.
"Aku membencimu Arav, aku membeci takdir yang mempertemukan kita!"
Jus Anggur (jangan lupa subcraib ya cantik)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
"Pa-Pak Presdir ini tidak seperti yang an-anda lihat, Dia," Sandi menunjuk ke arah Lisa. "Wanita itu berusaha menggoda saya Pak," lanjut Sandi lagi membela diri dengan susah payah ia menelan ludahnya bahkan kini keningnya tampak berkeringat karena sangking takutnya melihat kemarahan Arav.
Namun ia sangat yakin kalau dialah yang akan menang bukan kah dia tidak sebanding dengan ob itu, jelas dia jauh lebih berguna ketimbang Lisa di perusahaan ini.
"Ternyata masih ada tersisa sampah di perusahaan ini," tegas Arav sorot matanya masih sama bahkan kini ia langsung mengajar Sandi tanpa ampun. walaupun ada sedikit perlawanan pembelaan diri dari Sandi, namun laki-laki itu tidak sanggup menahan amarah Arav terlalu lama.
Lisa yang melihat itu cukup terkejut, sosok Arav begitu marah karena dirinya bahkan pria itu terlihat seperti orang gila sekarang.
"Arav, apa yang kau lakukan? sudah hentikan! Jangan sampai kau membunuhnya!" Zaki yang baru datang sangat terkejut buru-buru meleraikan, ia begitu terkesiap melihat kegilaan bos besarnya itu.
"Jangan halangi aku! akan aku patahkan lehernya sekarang juga." Rahang Arav semakin mengetat.
"Jangan Arav kau bisa terkena masalah setelah membunuhnya, mungkin kita bisa menutupinya tapi pihak keluarganya tidak," tukas Zaki merasa kesal atas sikap kebodohan bos sekaligus sahabatnya itu.
Lisa hanya bisa diam menatap kejadian yang tak pernah ia bayangkan. Sebuah kesempatan baginya untuk segera pergi persetan mengucapkan terimakasih kepada Arav karena telah menolongnya. Apa yang ia alami tidak sebanding dengan ini.
Tanpa membuang-buang waktu Lisa berusaha mencari pakaian lain yang bisa ia gunakan untuk menutupi tubuh bagian atasnya, otaknya tidak berjalan lancar saat buru-buru seperti ini.
Ingin ia memakai pakaian ob tapi tidak mungkin, satpam perusahaan pasti tidak akan mengizinkan dia pulang karena memang sudah peraturan perusahaan untuk tidak membawa pulang apapun tanpa terkecuali baju ob sekalipun.
"Apa kau ingin menjual tubuhmu kepada orang-orang diluar!" gumam Arav yang sudah meraih pergelangan tangan Lisa cepat saat wanita itu hendak meninggalkan ruangan.
Lisa sedikit meringis tangannya terasa sakit, Arav begitu kuat meremas tangannya. Sorot mata pria blesteran itu masih sama menatap tajam dan begitu amat marah.
Dengan cepat Arav melepaskan Tuxedo hitam miliknya memakaikan nya kepada Lisa. "Urus pria brens** itu dan pastikan dia tidak akan pernah menginjakkan lagi kakinya di perusahaan ini maupun perusahaan-perusahaan yang berurusan denganku," tegas Arav kepada Zaki.
Zaki hanya mengangguk mengerti, percuma berkata sepatah dua patah toh apapun yang akan keluar dari mulutnya tidak akan merubah apapun saat Arav mengila seperti ini.
Sementara Sandi sudah kehilangan kesadarannya sejak tadi, bahkan wajahnya sudah sangat lebam. Tubuhnya tergeletak tak berdaya.
***
"Aaaggrrrr ...." Lisa meringis merasa sakit di pinggangnya saat tubuhnya bagian belakang menghantam sofa mewah berwarna silver milik Arav.
Ya, Arav membawa Lisa kedalam ruangannya dengan kasar ia menarik paksa Lisa agar mengikutinya lalu mendorong kuat Lisa saat tiba di ruangan Presdir.
"Jadi kau seorang pelacu* sekarang hmmm? Sudah berapa kali kau melayaninya? Berapa dia membayarmu? Apa kau begitu hebat menjadi pelacur hingga dia sepertinya sangat menginginkan dirimu?" tanya Arav bertubi-tubi sembari mengukung Lisa dibawah kukungannya.
"Lihatlah betapa murahanya dirimu sekarang, katakan padaku sudah berapa banyak laki-laki yang menidurimu hmm?" Tanya Arav lagi sorot matanya kembali tajam, bahkan rahang tegas miliknya semakin mengetat mengeras bagaikan batu.
Manik-manik matanya tak terlepas melihat ke arah jenjang leher Lisa yang begitu memerah akibat ulah Sandi tadi, pria itu benar-benar meninggalkan bekas kepemilikan nya disana dengan banyak.
Arav begitu marah rasanya ia ingin melenyapkan pria itu kembali, dulu dialah yang meninggalkan bekas ****** di leher Lisa tapi sekarang entah berapa banyak sudah laki-laki yang sudah menyentuh leher kesukaannya itu.
Hati Lisa begitu sakit, perih, bagaikan diiris-iris lalu di kasi garam sangking sakit tak tertahankan mendengar apa yang keluar dari mulut Arav barusan.
Murahan ....
Hanya satu kata itu berhasil menusuk hatinya bagian terdalam ditambah pertanyaan Arav yang semakin menusuk hatinya.
Lisa menguatkan seluruh kekuatan tenaganya yang masih tersisa mendorong kuat tubuh Arav agar menjauh darinya saat Arav kembali mengila dengan cara mencium lehernya dengan brutal.
Hingga didorongan ketiga Lisa berhasil mendorong Arav menjauh membuat laki-laki itu terdorong ke ujung sofa.
"Ia aku murahan! kenapa emangnya hmm? Apa urusannya denganmu? terserah aku mau tidur dengan siapa tidak ada sangkut pautnya denganmu!" bentak Lisa sesegukan air matanya mengalir deras membanjiri, bahkan ia kini sedikit kesulitan bernafas.
"Berapa mereka membayarmu katakan kepadaku? akan aku bayar 10 kali lipat dari apa yang kamu dapatkan dari mereka. JADI KATAKAN!" Bentak Arav setelah berdiri dengan suara begitu tinggi berguma di ruangan kedap akan suara miliknya.
Lisa sampai terkejut akan bentakan dari Arav.
"Tapi kau harus melayaniku sampai aku puas!" lanjut Arav. Pria blesteran itu tersenyum mengerikan.
Plakkkk ....
Satu tamparan berhasil mendarat dipipi Arav dengan begitu keras. "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi!" teriak Lisa tak kalah nada suara dengan Arav.
"Tidak sudi!" mata Arav menggelap "Lalu kamu sudi di jamah oleh laki-laki brense** seperti tadi!"
Arav yang sudah berdiri seketika meninju dinding ruangan dengan begitu sangat kuat hanya dalam hitungan persekian detik darah segar keluar dari sela-sela jarinya
"Apa bedanya dengan dirimu?" tanya Lisa semakin sesegukan.
Ya, bukankah Arav jauh lebih brengsek dari Sandi. Menghamilinya dengan iming-iming ada dinikahi tapi hasilnya apa, saat benihnya sudah jadi di rahim Lisa laki-laki itu bahkan dengan tega mengatakan bahwa anak yang ia kandung bukan anaknya dan berkata tegas menggugurkan kandungan nya yang masih kecil itu.
Bukankah itu jauh lebih brengs** ketimbang Sandi, tanpa iming-iming apapun kecuali bayaran mahal, setidaknya tubuhnya tidaklah gratis.
"Ya, aku brens** Kamu benar, kami laki-laki brens** maka layanilah aku sekarang, aku akan membayar 10 kali lipat dari harga yang mereka tawarkan," gumam Arav sorot matanya semakin menggelap lalu menggendong Lisa layaknya karung beras membawa masuk ke dalam kamar yang ada didalam ruangannya.
"Turunkan aku sialan, turunkan aku!" teriak Lisa.
Bersambung ....
Ayo likenya dongggg
terimakasih up nya,semoga masih bisa bersambung dan gak lama
saya suka ceritanya
selamar bebuka dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan