Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Bai Ningyuan kembali duduk di kursinya. Sementara Li Yuexin masih tampak gemetaran. Para putri bangsawan, siapa yang tidak takut digertak seperti itu. Apalagi, Bai Ningyuan bahkan pernah pergi ke medan perang. Kasar dan tidak tahu aturan, itu sudah melekat padanya sejak dulu.
"Permaisuri Su tiba!"
Suara pelayan laki-laki yang berjaga di depan tersengat. Membuat Li Yuexin segera mundur dan kembali ke kursinya.
"Salam hormat yang mulia permaisuri!"
Ketiga selir, termasuk juga Bai Ningyuan memberi hormat pada permaisuri Su.
Kalau kali ini Su Qingyue tidak mengijinkan Bai Ningyuan bangkit. Bukankah itu akan terlalu mencolok mata.
"Bangkitlah!"
"Terima kasih permaisuri!"
Semua kembali duduk di tempat mereka. Kecuali Bai Ningyuan, dia tidak mau berlama-lama berada di tempat yang akan membuatnya emosi.
Bai Ningyuan berdiri, dan mendekati tempat duduk permaisuri Su.
"Permaisuri, aku sudah menyelesaikan 200 lembar salinan kitab Dewi seperti perintahmu. Silahkan di periksa!" kata Bai Ningyuan dengan sopan.
Dia berusaha sebaik mungkin untuk bersikap sopan pada Su Qingyue.
"Haih, aku baru duduk. Memeriksanya juga butuh waktu!"
"Aku pastikan itu ada 200 lembar, semalam yang mulia kaisar sendiri yang membantuku menghitungnya!"
Tangan Su Qingyue yang tadinya ingin meraih cangkir teh di atas meja yang ada di samping tempat duduknya. Langsung berhenti begitu saja. Bahkan wajahnya langsung tertegun diam, terlihat wajahnya sudah mulai merah padam. Ketiga selir yang lain, juga tampak menoleh ke arah Bai Ningyuan.
'Sombong sekali! apa yang membuatnya pamer di depan permaisuri?' batin Li Yuexin kesal, 'cari matii!'
Lin Ruoxue tersenyum, dia yakin kalau kali ini Bai Ningyuan pasti akan mendapatkan hukuman lagi dari permaisuri Su.
'Sudah tahu hanya selir rendahan sekarang statusnya, malah pamer perhatian kaisar. Dia benar-benar cari masalah!' batinnya senang.
Su Qingyue masih terdiam, dia benar-benar ingin memekik sebenarnya. Tapi, dia ingat apa yang dikatakan ayahnya. Menghadapi selir-selir rendahan itu. Jangan sampai dia terlihat tak terkendali. Hari ini ayahnya berjanji padanya, kaisar akan datang ke istananya. Dia tidak boleh membuat keributan.
Sementara Bai Ningyuan yang sengaja memancing kemarahan Su Qingyue, tengah memperhatikan apa yang sedang dilakukan wanita yang dulu bahkan suka sekali menjilatt keluarganya itu.
'Dia marah, tapi tidak bisa marah! mungkin ayahnya yang licik itu sedang merencanakan sesuatu!' batin Bai Ningyuan.
"Pelayan, ambil kertas itu. Kaisar sendiri yang telah menghitungnya sudah pasti tidak akan salah!"
Pelayan pribadi permaisuri Su mendekat ke arah Bai Ningyuan. Meraih kertas itu dari tangannya lalu menyimpannya.
"Karena sudah tidak ada urusan lagi, aku mohon diri permaisuri!" kata Bai Ningyuan yang langsung memberi hormat dan berbalik pergi tanpa menoleh sedikit pun ke arah belakang.
Begitu Bai Ningyuan dan Lin'er meninggalkan aula istana permaisuri. Bahu Su Qingyue tampak baik turun begitu cepat.
Tangannya yang tadinya ingin meraih cangkir teh, segera meraih cangkir teh panas itu dan membantingnya di depan semua selir yang ada di pihaknya.
Prangg
Pecahan cangkir itu berserakan dimana-mana, tiga selir yang masih ada di tempat itu sampai berdiri dan menghindar ke arah belakang kursi. Takut juga kalau mereka sampai terkena pecahan cangkir yang tak punya mata itu kan?
"Agkhhh! dasar wanita murahan!" pekik Su Qingyue yang pada akhirnya tidak bisa lagi menahan diri.
Lin Ruoxue dan Li Yuexin tampak menelan saliva dengan susah payah. Mereka juga tidak berani mengatakan apapun. Su Qingyue tampak begitu marah. Tapi, memang wajar. Bahkan setelah dirinya menjadi permaisuri, tetap saja bukan yang pertama yang dikunjungi oleh kaisar. Dengan kedatangan Bai Ningyuan yang menyombongkan dirinya seperti tadi. Su Qingyue pasti juga terbakar emosi, selain cemburu, dia juga merasa harga dirinya yang seharusnya lebih tinggi dari Bai Ningyuan tercoreng.
Sementara Qao Biyue hanya diam, dia hanya menundukkan kepalanya. Sejak awal dia memang tak pernah mau ikut bicara memprovokasii Bai Ningyuan. Ayahnya bilang, lebih baik diam kalau ada harimau dan macan tutul sedang berkelahi, karena salah langkah bisa dia yang celaka.
Sedangkan Bai Ningyuan yang sudah agak jauh dari aula istana permaisuri, masih bisa mendengar suara cangkir yang dibanting itu. Ekor matanya melirik ke arah aula istana permaisuri.
'Marah? ini belum seberapa!' batin Bai Ningyuan.
Karena memang dia punya rencana yang lebih besar. Rencana dimana dia akan membuat, hanya putra sulung kaisar saja yang bisa mewarisi darah keluarga Xuan. Itu akan menjadi pukulan berat bagi semua yang ada di istana. Kenapa? karena dia tahu intrik istana. Dia sudah dikhianati satu kali, dia tahu kalau di kerajaan ini, tidak ada orang yang akan tetap berpegang teguh pada prinsip. Akan ada rencana licik, segala cara dianggap benar asal bisa mendapat kekuatan dan kekuasaan.
Dia juga sudah tahu, semua mentri dan perdana menteri adalah orang licik. Untuk bisa menjadikan cucu mereka calon pewaris tahta mereka akan melakukan apapun. Jika saatnya tiba, Bai Ningyuan akan mengungkapkan segalanya. Saat itulah, kehancuran paling menyakitkan bagi Xuan Pingyan.
"Nyonya, suara itu..."
"Abaikan saja Lin'er. Oh ya, hari ini bunga Magnolia di taman timur sepertinya sedang berkembang. Bawakan Guqin-ku kesana. Aku akan bermain sebentar. Mengingat ketika ayah, kakak dan Yuchen suka minum teh disana saat mengunjungi ku!" kata Bai Ningyuan pada Lin'er.
"Baik nyonya!"
Bai Ningyuan menghentikan langkahnya, ketika Lin'er pergi. Seseorang menghentikan langkahnya tepat dua meter di depan Bai Ningyuan.
"Aku sudah dapatkan obatnya!" kata Pangeran Ziyu.
Bai Ningyuan tersenyum.
"Pangeran Ziyu sudah sangat bekerja keras. Mau minum teh bersama di taman timur?" tanya Bai Ningyuan.
"Aku tidak akan membuat alasan untuk orang-orang jahat itu mencemari namamu dan membicarakan mu. Aku akan letakkan di bawah meja taman timur. Datanglah setelah beberapa waktu!"
Pangeran Ziyu segera berbalik dan pergi. Bai Ningyuan masih berdiri diam di tempatnya. Memandang punggung pria yang sejak dulu begitu perduli padanya. Salahnya adalah, kenapa dia bertemu dengan Xuan Pingyan saat menjadi putra mahkota dulu. Jika tidak, jika dia masih berada di perbatasan dengan Pangeran Ziyu, mungkin akhirnya akan berbeda.
Tapi beberapa detik kemudian Bai Ningyuan menghela nafas yang sangat panjang. Berandai-andai pun sekarang tak ada gunanya lagi. Seluruh keluarganya telah gugur. Tangan Bai Ningyuan terkepal kuat. Setelah beberapa saat, Bai Ningyuan pun berjalan ke arah taman timur, ke sebuah gazebo tempatnya sering minum teh dan bermain Guqin saat dia masih tinggal di istana timur.
Tak ada siapapun disana. Tangan Bai Ningyuan merogoh ke bawah meja. Sebuah botol tersentuh oleh tangannya.
'Xuan Pingyan, ini hadiah istimewa ku untukmu!'
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭