NovelToon NovelToon
Istri Arogan Milik Dokter

Istri Arogan Milik Dokter

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu / Dokter / Tamat
Popularitas:510.7k
Nilai: 5
Nama Author: Maciba

Dewa Bagas Darka seorang dokter umum yang memiliki perbedaan status sosial dengan istrinya.

Dwyne Juliete Bradley seorang wanita cantik, memiliki jabatan tinggi di perusahaan keluarganya tidak serta merta menerima Dewa sebagai suaminya apalagi status sosial keduanya terlampau jauh.

Hari-hari yang dijalani Dewa sangat sulit apalagi istrinya selalu bersikap arogan.

Baca kisah lengkapnya di Novel Istri Arogan Milik Dokter

IG maciba_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Oleh-oleh

BAB 6

Tujuan kedua Dewa hari ini adalah Kota Depok, setibanya di klinik sederhana nampak antrian panjang dari luar klinik sudah terlihat memenuhi sampai ke dalam. Meski tubuhnya lelah Dewa tetap semangat, bukankah menjadi seorang dokter adalah cita-citanya?. Ia pun tulus membantu rekannya, penghasilan yang diterima bahkan tidak sesuai dengan perjalanannya dari ibu kota ke klinik milik temannya ini.

“Sore dokter”, sapa pasien yang memang mengagumi wajah tampan Dokter Dewa.

“Sore”, Dewa tersenyum hangat.

Jam praktiknya berjalan selama 2 jam lebih, hanya ada seorang asisten yang membantu Dewa di klinik ini. Dewa pun segera beranjak dari tempatnya karena ia harus membuka praktik di Kota Bogor. Jalanan yang cukup padat membuat kendaraan berjalan lambat, Dewa tidak sengaja melihat outlet asinan di pinggir jalan, ia pun menepi mengingat Dwyne siang tadi begitu senang makanan pedas. “Pasti dia suka”, Dewa tersenyum mengingat wajah istrinya yang galak itu. Dewa membeli beberapa bungkus asinan khas Kota Hujan dan roti yang menjadi salah satu buah tangan andalan kota ini.

Dokter Dewa segera memacu mobilnya menuju tempat praktik berikutnya, hanya satu rumah sederhana yang ia sewa. Untung saja sang pemilik bersedia membantu Dewa membersihkan rumah itu sehingga ia tidak perlu repot merapikan kliniknya saat baru sampai. “Terima kasih Pak”, ucap Dewa.

“Sama-sama Pak Dokter”

Tidak jarang beberapa pasien hanya mampu membayar dengan hasil kebun yang di milikinya, Dewa pun tidak masalah karena niatnya hanya membantu. Lagi pula ia masih memiliki sumber penghasilan lainnya yang cukup untuk membayar biaya sewa dan pembelian obat di kliniknya.

Sampai pukul 8 lebih Dewa baru menyelesaikan praktiknya di Bogor, karena saat ini statusnya seorang suami Dewa bergegas pulang ke kediaman Bradley setelah mendapat informasi dari asisten pribadi Dwyne. Biasanya pria tampan dan bertubuh atletis ini mencari makan di luar sebelum mengistirahatkan tubuhnya di rumah. Namun bayang-bayang wajah cantik sang istri memenuhi kepalanya.

.

.

“Selamat datang, tuan”, sapa petugas keamanan di kediaman Bradley.  Kali kedua Dewa melihat rumah mewah yang dibangun oleh Papa Dave dan kini ditempati putra tunggal berserta keluarganya, sementara Papa Dave dan Mama Anggi hanya sesekali mengunjungi anak serta cucu mereka, karena kedua kakek dan nenek itu memilih tinggal di  mansion Bradley yang berada di Inggris.

“Pak bisa bantu saya membawa semua ini?”, tanya Dewa.

“Sebentar Tuan, biar saya menghubungi asisten rumah tangga. Wah pasti itu oleh-oleh untuk nona muda?”.

“Iya”, sahut Dewa tersenyum.

Dewa berjalan memasuki rumah mewah itu, para asisten rumah tangga menyambutnya sesuai arahan Mama Nayla tidak ada perbedaan antara perlakuan Dwyne dan Dewa. Salah satu dari mereka pun menunjukkan kamar Dwyne yang terletak di lantai 2.

“Terima kasih”, ucap Dewa sedikit gugup karena harus masuk kamar apalagi melihat wajah istri yang rindukan seharian ini.

Klek

Dwyne yang asyik memandangi laptop langsung menoleh malas ke arah pintu, lalu kembali memfokuskan diri ke benda di depannya. Dewa mendekati sang istri untuk memberinya asinan dan roti. “Dwyne, aku membawa sesuatu untuk mu”, suara lembut Dewa.

Tanpa banyak kata, Dwyne hanya melirik sekilas saja tidak mengambil oleh-oleh yang Dewa berikan. “Kamu pasti menyukainya Dwyne”, lanjut Dewa.

“Ck, berikan saja untuk pelayan”, jawab Dwyne langsung menyimpan laptop dan mematikan lampu kamarnya, “Kau, jangan coba-coba tidur di kasurku, menyentuhnya pun tidak aku izinkan”, seru Dwyne kemudian membaringkan tubuh membelakangi suaminya.

“Baiklah, aku mandi dulu. Nanti asinan aku simpan di lemari pendingin”, Dewa melangkah masuk kamar mandi. Cukup waktu 10 menit baginya untuk membersihkan diri dan . Dewa melihat beberapa foto terpajang rapi, pandangannya teralih melihat foto Dwyne yang tersenyum bersama Dariel merangkulnya. Dokter tampan ini pun menoleh pada istrinya yang pura-pura tidur, Dewa pun tersenyum simpul dan keluar kamar untuk menyimpan asinan serta roti yang ia bawa.

“Kakak ipar”, panggil Dariel, sebelum menuruni tangga, “Mau kemana?”

“Dariel?, ini aku mau ke dapur menyimpan oleh-oleh untuk Dwyne”, Dewa mengangkat tangannya yang membawa asinan serta roti.

“Wah asinan, apa hanya satu ka?, kalau dia tidak mau untukku saja. Pasti Dwyne menyesal”, Dariel tertawa pelan.

“Aku membelinya banyak, pasti ada di dapur”

“Ayo kakak ipar, aku ingin sekali makan asinan itu”

Dewa dan Dariel melangkah bersama menuju dapur, sampai di lantai 1 keduanya dikejutkan dengan suara decapan khas dua orang yang sedang berc-i-um-an. Dengan cepat Dariel membawa kakak iparnya ke area dapur. Seolah mengerti arti tatapan penuh tanda tanya, Dariel pun menjawab hal yang ingin Dewa ketahui.

“Mamah dan Papa sudah biasa bermesraan dimana saja, ruang keluarga, dapur, taman. Jadi kau jangan heran melihat dua orang tua itu ciuman dimana saja. Papa sangat mencintai mama, kau tau kakak ipar sangat lucu mendengar kisah mereka”, jelas Dariel sembari tangannya membuka bungkusan asinan buah.

Selesai memasukan ke dalam lemari pendingin, Dewa memilih masuk kamar, Dariel pun seperti itu membawa mangkuk di tangannya. Kedua pria dewasa ini kembali melihat orang tuanya yang bersikap mesra, bagaimana tidak di usia yang tidak lagi muda Papa Rayden masih kuat menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar mereka di lantai 3.

“Aku menunggu keponakan dari mu kaka ipar”, ucap Dariel sebelum memasuki kamarnya. Seketika Dewa mematung mendengar permintaan saudara kembar istrinya.

Dewa pun masuk kamar yang minim pencahayaan ini, posisi Dwyne masih tetap sama tidak berubah. Dewa duduk di tepi ranjang memandangi punggung istrinya, tapi karena Dwyne yang memang baru beberapa menit terlelap menyadari ada seseorang duduk di kasur empuknya. Sigap perempuan cantik ini bangun dan melempar bantal.

“KAU”, sentak Dwyne. “Bukannya aku sudah katakan tidak boleh menyentuh kasurku”, seru Dwyne.

“Oke, aku hanya ingin melihatmu saja”, Dewa masih sabar menghadapi istrinya.

“Ck, kau juga dilarang melihatku, cepat menyingkir. Aku mau tidur”, suara kesal dan ketus khas seorang Dwyne. Memastikan suaminya menyingkir dari ranjang besarnya, barulah ia merebahkan diri dan kembali membelakangi Dewa.

Sementara Dewa langsung mencari alas tidur dan selimut di kamar itu, ia pun meluruskan tubuhnya di atas sofa bed. Betapa menyenangkannya setelah satu hari penuh tidak istirahat akhirnya Dewa bisa tidur dengan nyaman walau hanya di atas sofa dan memakai kain tipis sebagai selimutnya.

Baru saja terlelap Dewa kembali bangun, apalagi di tatapnya ranjang yang kosong, Dewa dilanda ras khawatir mencari istrinya di dalam kamar mandi tapi tak ada tanda Dwyne di ruangan itu. Akhirnya ia memutuskan mencari istrinya keluar kamar. Dewa tertegun melihat apa yang istrinya lakukan di tengah malam seperti ini.

 Tbc

1
chaaa
makanya Dwyne lo punya suami ganteng, jgn dianggurin. ada yg suka sama suami lo. hati2 aja.
chaaa
lo jg istri gak tau diri Dwyne. menerima hak, tp gak melakukan kewajiban lo sbg istri ke Dewa.
chaaa
uang.. harta.. itu terus yg ada di otak si Dwyne ini. org kaya tp sifatnya 👎👎 ok lo emang kaya, cantik. tp yg lebih dr lo pastinya ada di dunia ini. jadi gausah terlalu sombong!
chaaa
kurang ajar ya istrinya
Woro Wardani
Luar biasa
nacl di Goodnovel: makasih ya Kak 🙏
total 1 replies
Sulastrie Herlina
kenapa nama denver enggk pake nama terahir dewa,, malah nama terahir dwyne,,,
Efrida
tunggu2 doang dr td....huhhhh terlanjur dah sampe sini bc 😅😅
Efrida
jd laki bego bgt, sok baik
Efrida
paling benci org laki sok baik embel2 krn dokter
Efrida
jd laki goblok bgt
Efrida
mamposss
Efrida
yg cwe arogan yg cwo sok baik. gk bs jga perasaan istri tau tuh cwe demen sm dia
Efrida
udah tau rasanya gas trsssss
Efrida
biarin aja jd sampah dia klu diperkosa.
Efrida
biar sana perkosa aja sok bgt
Efrida
lm2 eneg jg gw sm wadon satu ini
Efrida
jgn terll lama konflik ini say krn cm gini2 doang,supaya pembaca tdk hilang minat ya,,, sori cm masukan aja sih
Efrida
ini dayana otaknya kmn ya....duhhh
Efrida
ngomong mak lwt mulut 😄
Efrida
pst mkn manisan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!