NovelToon NovelToon
CEO Rescue Me!

CEO Rescue Me!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:554k
Nilai: 5
Nama Author: Ough See Usi

Adisti harus memutuskan pertunangannya dengan Prasetyo Anggoro, seorang pewaris Anggoro Putra Group, saat 30 hari menjelang pernikahannya. Rita Gunaldi, desainer sekaligus MUA baju pengantin yang merupakan, pemilik The Ritz “mengambil” tunangannya tepat di depan matanya.

Siapa yang menyangka tepat di hari H yang sudah dibatalkan, Adisti jatuh dari tebing dan justru bertemu dengan jodoh yang sebenarnya di tengah jurang, Bramasta Sanjaya seorang pewaris Sanjaya Group dan perintis B Group. Pertama kali mereka bertatap mata di tengah jurang, pertama kalinya mereka merasakan jatuh cinta. Dan huruf “G” kecil tulisan tangan Adisti semakin meyakinkan hati Bramasta.

Keluarga Anggoro dendam. Begitupula Rita Gunaldi. Dendam menguak aib dan kejahatan yang mereka lakukan. Melibatkan Interpol dan polisi di dalamnya.

Cinta dan Dendam, kepada siapa nasib akan berpihak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ough See Usi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6– INDRA DAN AGUNG

Anton membawa mobil Indra sedangkan Indra membawa motor si Gadis. Pertigaan Cipaganti-Setiabudi macet parah. Udara panas dan sinar matahari yang terik semakin menambah derita pengendara motor.

Tetiba saja, seorang lelaki muda berdiri di depan motor yang dikendarai Indra. Pemuda yang terlihat lebih muda beberapa tahun dibawahnya memakai jaket bomber warna navy dan celana taktikal warna krem.

“Ini motor adik gue! Adik gue mana?! Loe apain dia?!” pemuda tersebut mencekal kerah kaos polo Indra. Orang-orang di sekitar menatap penuh rasa ingin tahu kepada mereka berdua.

“Siapa?” Indra memicingkan mata menatap curiga kepada pemuda tersebut.

“Adisti adik gue. Gue kakaknya,” pemuda menarik cekalannya semakin kuat, “Dimana adik gue?”

“Adisti kecelakaan. Sekarang dia di rumah sakit.”

“Apa??!!” cekalannya terlepas, “Dimana? Bagaimana?”

“Tar dulu, gue parkir dulu. Kita bikin macet jalanan yang emang udah macet dari tadi.”

Pemuda tersebut menyingkir, membiarkan Indra melewatinya untuk parkir di pelataran mini market di dekat situ.

“Gue Indra,” katanya sambil melepas helm.

“Gue Agung,” kata pemuda tersebut sambil mengulurkan tangannya, “Adisti kenapa?”

Indra menerima uluran tangan Agung.

“Gue gak tahu pasti kejadiannya. Teman gue yang tahu karena kebetulan dia ada di lokasi bahkan melihat adik lu jatuh ke jurang. Dia juga yang mengevakuasi adik lu dan membawanya ke rumah sakit.”

“Anterin gue ke rumah sakit. Tolong..” Agung menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya. Ada air mata yang tertahan di matanya.

Indra mengangguk.

“Gue juga sekarang sedang dalam perjalanan ke sana.”

“Dia jatuh di jurang mana?” tanya Agung setelah motor melaju, “Kecelakaan lalu lintas kah?”

“Di daerah Lembang, di properti bos gue. Bukan, bukan karena kecelakaan lalu lintas. Property bos gue berupa dataran yang tidak terlalu luas yang dibatasi tebing batu dan jurang.”

“Bagaimana dia bisa ke tempat itu?”

“Properti bos gue itu baru selesai surat-surat legalitas kepemilikannya. Belum ada gerbang sama sekali jadi orang bisa bebas masuk ke tempat tersebut. Baru hari ini rencananya kami hendak briefing di lokasi untuk pengembangan tempat tersebut.”

“Ngapain adik gue di sana?”

“Kalau dari barang bawaannya, dia ke sana untuk melukis.”

“Adik gue melukis cuma kalau dia lagi sedih doang.”

Agung terdiam lama. Kemudian Indra mendengar suara isak yang tertahan. Indra melirik kaca spion motor.

“Sabar, Bro. Lu harus kuat, apalagi lu harus ngabarin ini ke ortu kalian.”

“Dia adik gue satu-satunya. Gue merasa gagal jadi kakaknya, gagal melindungi orang yang gue sayang.”

“Gagal bagaimana, Bro?”

“Adik gue mencoba bunuh diri kan?”

“Eh?” Indra terperanjat, “Gue gak tahu.”

“Harusnya, hari ini adalah hari pernikahannya. Harusnya pagi tadi adalah acara ijab kabulnya.” Suara Agung tertahan menahan isak.

“Hah??? Jadi Adisti kabur dari pernikahannya?” Indra membelalakkan matanya. Tubuh keduanya menyentak ke depan saat dia menekan tuas rem tangannya.

“Eh, maaf. Maaf. Gue tadi kaget banget.”

“Bukan,” Agung menjelaskan, “Pernikahannya dibatalkan oleh Adisti setelah fitting baju pengantin”.

“Whattt_Apaaa_??! Kapan?” Indra membelokkan stang motornya menghidari bumper mobil taksi di depannya.

“Sebulan yang lalu. Undangan sudah kadung disebar, gedung udah dibayar lunas, catering dan WO juga sudah siap semua,” Agung memegang bahu Indra karena manuver dadakan yang dilakukannya.

“Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi saat fitting baju kah?”

“Adik gue melihat sendiri calon suaminya berzina dengan designer baju pengantin sekaligus perias pengantinnya saat sedang fitting baju pengantinnya.”

“Subhanallah. Kasihan banget adik lu, Gung.” Indra terdiam beberapa lama. Tidak tahu harus berbicara apa. Yang jelas, pasti saat itu menjadi pukulan yang sangat besar bagi Adisti.

“Designer sekaligus perias pengantin?”tanya Indra, “Maksudnya?”

“Wanita itu, pemilik The Ritz Boutique & Salon, dia sekaligus designer dan make up artist utama di sana.”

Indra mengangguk mengerti.

“Awalnya, dia terlihat tegar. Mungkin mencoba untuk kuat. Kami semua bangga dengan tindakannya saat mengembalikan semua barang-barang lamaran dan pemberian mantan tunangannya. Dia juga sangat dewasa saat berbicara dengan kedua orang tua mantan tunangannya itu. Tapi keluarga mantan tunangannya itu tidak terima. Ibunya terus meneror adik gue dengan kalimat-kalimat jahat,” Agung berhenti sejenak, menghela nafasnya, “Bagi adik gue, tidak mengapa dirinya sendiri yang dihina asalakan jangan Ayah dan Bunda pun turut mereka hina. Dia kelelahan secara mental. Dia sakit selama 5 hari.”

Indra menyimak setiap perkataan Agung.

“Kami mengkhawatirkan hari ini. Hari H-nya yang tertera pada undangan pernikahannya,” Agung melanjutkan, “Tapi adik gue keluar rumah tanpa ada yang tahu dia pergi kemana. Pagi tadi hanya meninggalkan pesan di pintu kulkas, pergi sebentar nanti siang insyaa Allah pulang. Dan sekarang, gue denger kabar adik gue jatuh ke jurang.”

“Gue ngerti kekhawatiran lu tentang percobaan bunuh diri adik lu, Gung. Tapi sebaiknya kita tanya teman gue yang lebih tahu kejadiannya,” Indra membelokkan motor ke pintu masuk parkir rumah sakit.

Agung menunggui Indra yang sedang memarkirkan motornya. Helm Adisti yang berwarna coklat dengan strip krem digantungkan pada hanger motor.

“Stay positive thinking_Tetaplah berpikir positif_, Bro,” Indra menepuk pundak Agung, “Keep husnudzhon, do not su’udzhon_Tetap husnudzhon (berbaik sangka), jangan su’udzhon (berburuk sangka)_. Coz she is your only sister_Karena dia adalah adik perempuanmu satu-satunya_.”

Agung mengangguk. Dia balas menepuk punggung Indra.

“Thanks a lot_Terimakasih banyak_, Bro.”

Mereka berdua berjalan beriringan menuju UGD. Rumah sakit tampak ramai di jam itu karena menjelang waktu bezoek. Indra menelepon Bramasta.

“Assalamu’alaikum. Dimana Bos? Gue sudah sampai rumah sakit. Anton masih terjebak macet, dia bawa mobil gue,” jeda.

“OK, kita ketemu di ruang tunggu UGD ya. Ini gue bareng kakaknya Adisti,” jeda.

“Tadi kebetulan ketemu di jalan. Nanti aja cerita lengkapnya ya. Assalamu’alaikum,” Indra mengakhiri panggilannya.

“Sedang menunggu hasil CT scan, Gung. Masih di UGD. Adisti masih belum sadarkan diri,” Indra menjelaskan kepada Agung. Agung mengangguk, hatinya makin resah. Paru-parunya terasa berat untuk mengembang menyimpan oksigen.

“Bos lu udah bapak-bapak?” tanya Agung.

“Nggak, dia masih muda. Lebih muda dari gue 2 tahun,” jawab Indra.

Mereka memasuki lobby rumah sakit. Indra melihat salah satu anak buahnya yang tadi ikut bersama Bramasta ke rumah sakit di gerai kopi.

“Hai, Wan. Ngapain Bro?”

“Eh, Pak Indra. Mau ke gerai kopi. Mau nitip?”

“Boleh. Ice Americano ya. Cup yang paling gede. Gerah,” Indra mengeluarkan 2 lembar uang warna merah dari saku celananya, “Lu mau juga sekalian, Gung?”

Agung menggeleng, “Nggak, thanks. Gue kepikiran adik gue banget. Gue gak ingin apa-apa.”

Indra mengangguk, “Tapi lu harus minum ya. Cuaca lagi panas banget. Jangan sampai lu juga sakit karena dehidrasi.”

“Thanks again_Terimakasih sekali lagi_, Bro,” Agung menepuk punggung Indra.

“Don’t mention it_Jangan sungkan_.”

“Wan, sekalian air mineral dinginnya 3 ya. Sekalian beliin minum juga buat teman lu yang tadi bareng ke sini.”

“OK. Pak Indra tunggu aja di ruang tunggu UGD. Pak Bramasta sudah nungguin.”

Indra mengangguk lalu mengajak Agung untuk langsung ke ruang tunggu UGD. Mereka berjalan ke selasar penghubung lobby dan UGD.

Catatan Kecil:

Selasar adalah serambi atau beranda yang berfungsi sebagai jalan yang yang menyambungkan satu ruang dengan ruang lainnya pada bangunan. Selasar ada yang beratap dan ada juga yang tidak beratap.

1
Ough See Usi
gak di ACC pihak NT.

Sama dengan Mr. Architect, awalnya pakai foto Taehyung BTS, tapi disuruh ganti.
Niken Dwi Handayani
Awalnya pakai photo Chow Yun Fat, kok bisa ganti jadi Hyun Bin Thor?
Ough See Usi: waduh salah kolom sayanya.. 🙏🏼

karena gak di ACC pihak NT
Ya gitu deh...
total 1 replies
Ough See Usi
Eric masih 11 tahun
Alif 8 tahun
Abay 5 tahun
Andra 2 tahun
Sidney 15 tahun
Niken Dwi Handayani
Di novel ini Eric umurnya berapa ya? Sebab di novel nya Anton, umurnya sudah 11 tahun kalau ga salah baca.
Ough See Usi: maaf salah naruh komen.
Author juga salah nempatin umur 🙏🏼🙏🏼

Belum direvisi 🙏🏼🙏🏼
Mau nge-revisi udah kelewat jauh.

Semua novel, masih ditahun yang sama.
total 1 replies
Syaiful Leli
kapan munculnya naga2 dalam tubuh merwka thor
Ough See Usi: ada di bab-bab ataupun cerita berikutnya

Keempat novel Author itu twtralogi, saling menyambung jalinan ceritanya.

Selamat membaca, semoga suka ya. 😍😍😘
total 1 replies
Ulla Hullasoh
halahhhh....... lupa tuh Indra
Ough See Usi: qqqqqq 😁🤭
total 1 replies
Ulla Hullasoh
keluarga medusa emang keluarga bejad menyeramkan
Ough See Usi: jahara pokoknya..
total 1 replies
Ulla Hullasoh
Hadiah buat ayah mertua/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ough See Usi: ofcourse... 😁😁🤭
total 1 replies
Ulla Hullasoh
wahhhhh ngebut nih Bram wkwkwk
Ulla Hullasoh
keren nih bang Bram tanjabbb tanpa basa basi...keren Thor
Ough See Usi: Bram gitu loh.... 🥰🥰
total 1 replies
Ulla Hullasoh
tamu nya Adisti pada kreatif wkwkwk
Ough See Usi: qqqqqq 🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
Ulla Hullasoh
waduhhhh mama toh yang membocorkan
Ough See Usi: Mommy memang gak bisa nge-keep cerita... 😁😁🤣
total 1 replies
Ulla Hullasoh
semangat Thorrr
Ough See Usi: siyyyaaaap
(walau sambil meriang...)
total 1 replies
Ulla Hullasoh
Anton keren kumplit nih laporannya
Ough See Usi: selalu dong... Anton... 😁😁
total 1 replies
Ulla Hullasoh
lanjut Thorrr ceritamu selalu bagus. kerennn
Ough See Usi: Hatur nuhun, hatur tengkyu

🥰🥰🥰🥰🌷🌷🌷
total 1 replies
Ulla Hullasoh
kerennn Thor...saya malah sdh duluan baca cerita Anton yg sdh menikah. kerennn
Ough See Usi: Author baru nemuin Reader yang membacanya dengan urutan terbalik... 🤭

Kalem, gak akan jadi bingung.
Paling, "Ooh jadi begitu benang merahnya..."


Selamat membaca ya.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
amelia Adwin
ttp setia deh...tenang za...😘
Ough See Usi: 🥰🥰🥰 iya... iya.... 😁😁😁😘
total 1 replies
Noni Diani
Luar biasa
Ough See Usi: Terima kasih banyak🥰🥰
Ayo capcus ke novel berikutnya supaya lebih kenal dengan para Babang Ganteng di Kuping Merah 😁😁😉🌺
total 1 replies
Noni Diani
Biasa
Ough See Usi: Terimakasih banyak
Jangan lupa baca novel selanjutnya ya.. 🌷
total 1 replies
Septi Lahat
aq nggk ush baling-baling apapun tuh kak thor,, aq pengen punya kendaraan yg bisa anter jemput ank2 qu dg aman terlindungi dri panas n hujan 😁😁😁
Ough See Usi: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!