NovelToon NovelToon
Nuri

Nuri

Status: tamat
Genre:Romansa / Duda / Berondong / Beda Usia / Tamat
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Nuryanthi Sudarma

Aku pikir aku akan memilih hidup dengan pria dewasa. Nyatanya impian itu sulit untuk diwujudkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Bab 6

"Maaf mbak ini ada titipan untuk Mbak Nuri." Lelaki itu menyodorkan paper bag berukuran sedang.

"Dari siapa, Pak?"

"Dari seseorang yang katanya mengagumi, Mbak Nuri." lelaki itu tersenyum lalu pamit.

Baiklah Nuri tak ingin ambil pusing dengan kirim tersebut. Dia segera masuk dan menyimpan paper bag tadi pada kursi penumpang. Nuri segera melakukan mobil menuju tempat yang dia sepekati dengan pelanggannya.

Saat mobil sudah memasuki jalan raya, sebuah motor dengan dua penumpang memakai helm fullface keluar dari sebuah gang dan mengikuti mobil Nuri.

Nuri tak menyadari hal itu, dia terus melaju sampai akhirnya tiba di tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobil dengan baik, Nuri meraih kantong berukuran sedang yang ada di kabin tengah. Dia turun dan segera menemui orang yang dimaksud.

Seorang perempuan berusia sekitar 35 tahun tengah duduk menanti kedatangannya. "Maaf sekali sudah membuat Bu Murni harus menunggu," sesal Nuri.

"Tidak apa-apa Bu Nuri saya baru saja sampai. Lihat saya belum pesan apa pun."

Mereka hanya memesan minuman. Nuri pun segera menunjukan model pakaian terbaru yang diperoduksi teamnya.

"Waw ini lucu-lucu sekali, Bu Nuri. Anda memang selalu menyesuaikan kebutuhan pasar," puji Bu Murni.

"Anda memang selalu bisa melambungan perasaan orang lain, Bu Murni." Mereka terkekeh bersama.

Pertemuan itu berlangsung hanya satu jam. Dengan rasa bahagia pada hati masing-masing.

Selesai dengan pertemuan, Nuri melajukan mobilnya ke arah pulang. Dia harus segera bersiap pergi ke kondnagan pernikahan Hani. Kenapa tidak berangkat sekalian saja? Jawabannya karena tentu berbeda arah.

Motor tadi kembali mengikuti mobil Nuri. Hanya saja mereka tak terlalu mencolok.

Nuri yang melihat itu dari kaca spion gantung, merasa heran. Tapi dia harus melawan rasa takut yangvterus bercokol dalam otaknya. Dia menginjak pedak gas dengan kuat sehingga mobil melesak begitu cepat.

***

Menggunakan gamis berwarna mokka senada denagn kerudungnya, serta pernak pernik yang tak terlalu mencolok, Nuri menghadiri pernikahan Hani.

Pada waktu yang sama saat Nuri turun dari mobil, Alisa dan suaminya pun baru saja tiba. Senyum mengejek sudah tentu Alisa tunjukan pada Nuri. Perempuan dengan perut yang terlihat membuncit itu menghampiri suaminya. Dia merapihkan pakaian suaminya yang tak terlihat kusut. Sengaja memanas-manasi Nuri.

Nuri terlihat biasa saja bahkan dia melemparkan senyum ke arah mereka. Sekali lagi bukan karena dia sempurna tapi dia tidak ingin orang lain menertawakan dirinya. Biarlah yang panas makin terbakar dengan sikapnya.

"Nuriii," teriak Via yang ternyata baru juga sampai. Nuri melamabaikan tangan. "Ya Ampun Nuri, kamu cantik sekali." Via memuji penampilan Nuri yang terlihat berbeda hari ini.

"Oh aku tak bisa bernafas, hidungku melayang." Nuri berkelakar.

Penampilan Nuri hari ini benar-mencuri perhatian. Bukan hanya teman-temannya yang terlihat kagum. Pak Isrya yang juga hadir di acara itu tak bisa mengalihkan tatapannya dari Nuri yang tengah berjalan bersama Via menuju pelaminan dan ikut antre untuk mengucapkan selamat pada pengantin

Lelaki itu mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar Nuri dari samping. Kemudian mengunggahnya ke sosial media. Sengaja dia tak memfokuskan lensa kamera agar Nuri tak terlihat begitu jelas. "Pantas saja hatiku selalu berdetak lebih keras dari biasanya karena dia memang memiliki pesona lain dari yang lain. Meski hanya memandang dari jarak jauh tapi getaran itu sungguh menyiksa" caption yang ditulis oleh pak Irsya.

"Makan yang banyak, pura-pura bahagia itu butuh tenaga." Jelas Alisa mengatakan itu pada Nuri yang tengah mengambil makanan di meja perasmanan.

Nuri mendekatkan bibirnya pada telinga Alisa dan berkata "Poles yang tebel, mempertahankan barang curian itu sulit. Bisa jadi dia berpaling pada yang lebih bening."

Alisa mengepalkan tangan, tapi Hardy sang suami yang melihatnya segera mengajak sang istri menjauh dari Nuri. Khawatir akan terjadi season jambak-menjambak.

Via yang tak jauh dari Nuri mengacungkan jempolnya. Entah alasan apa yang membuat perempuan itu terlihat dendam sekali pada Alisa, ah Nuri enggan memikirkannya.

***

"Boleh ikut bergabung di sini?" tanya pak Irsya yang akhirnya memberanikan diri untuk mendekati Nuri saat acara hiburan

Nuri dan Via mendongak secara bersamaan. "Oh mas Insya, boleh-boleh." Via menjawab seraya menagguk. Nuri hanya tersenyum menanggapi.

Ah senyum itu sungguh manis sekali, ucap Pak Irsya dalam hati.

"Mas Irsya kapan bawa gandengan baru?" Via melemparkan pertanyaan berupa candaan.

Pak Irsya melirik Nuri sebentar dan itu tak lepas dari penglihatan Via. "Belum peka calon istrinya nih."

Via menahan senyum kemudian berkata, "maksudnya Nuri, mas?"

Nuri langsung menoleh pada Via juga pak Irsya yang tengah menahan senyum. "Gak lucu Via." Nuri melotot ke arah Via sedangkan Viatak menaggapinya.

"Bukannya terlalu percaya diri itu tidak baik, Pak Irsya? Belum tentu juga Anda menyukai saya 'kan." Nuri terlihat santai saat menjawab, meski sebelumnya dia kesana bukan main terhadap Via.

Padahal tentu saja hatinya berdetak tak karuan saat pak Irsya mengakui perasaannya secara terang-terangan. Dia perempuan biasa, tentu saja hatinya akan bergetar saat lawan jenis menunjukkan sikap tertarik padanya. Baik melalui sikap maupun tindakan. Balik lagi, dia pernah kecewa karena terlalu percaya diri dan juga mengagantungkan harapan pada lawan jenis.

Via dan Pak Irsya lebih banyak telibat dalam obrolan sedangkan Nuri memilih jadi pendengar saja. Sesekali dia memang mengeluarkan komentar saat dimintai tanggapan.

Tepat sebelum adzan Ashar berkumandang acara berakhir. Pak Irsya Via dan juga Nuri keluar gedung secara bersamaan.

Bayangkan betapa senangnya pak Irsya yang bisa dekat dengan Nuri dalam waktu yang cukup panjang menurutnya. Apalagi saat menganatar Nuri sampai ke mobil, pria itu kembali tersenyum. Nuri hanya mengguk sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut.

Ah andai tak ingat usia, pria itu akan berjingkrak sambil bergoyang-goyang. Sungguh ia menganggap hari ini adalah hari keberuntunganya.

***

Nuri tiba di rumah dan langsung menemui Nia lebih dulu. Dia menanyakan apa semua pekerjanya sudah mendapatkan hak atau belum.

"Tinggal aku, Teh." Nia bertingkah so imut sekali.

"Gajimu tahun depan saja, Ni."

Nia langsung melotot mendengar jawaban Nuri. Notifikasi pada ponselnya berhasil mengembalikan senyum yang sempat hilang beberapa detik lalu. Bagaimana tidak, notifikasi tersebut merupakan dari m-bangkingnya.

"Aku pulang dulu ya, Teh. Mau jalan-jalan sama ayang."

"Gak nanya," balas Nuri.

Nuri memastikan lebih dulu jendela dan pintu terkunci dengan baik barulah dia meninggalkan rumah kerjanya itu.

Paper bag berukuran sedang dia bawa masuk ke dalam rumah. Dia memilih duduk diruang keluarga sambil membuka isi dari paper bag tadi.

Binar bahagia langsung terpancar di wajah Nuri saat kertas pembungkus itu terlepas. Ternyata itu buku yang kemarin dia cari.

"Aku sudah membaca isi dari buku ini. Tentunya banyak pelajaran yang tertulis di setiap halaman. Setelah membaca buku ini, aku semakin banyak tersenyum. Semoga kamu pun begitu." Begitu tulisan yang terdapat pada sebuah note.

"Cie yang dapat kiriman. Dari calon kakak ipar ya?" Hamzah tiba-tiba muncul dan mengagetkan Nuri. Senyum yang tadi nampak jelas di bibir Nuri pun lenyap entah kemana.

"Ya Allah, Zah. Sehari saja kamu bersikap normal."

"Wah, wah, wah ngatain Hamzah gak normal nih, Teteh. Padahal Teteh kan yang senyum-senyum sendiri. Aku kasih tau papa sama mama ya biar segera di nikahkan." Hamzah menaik turunkan alisnya. Benar-benar menyebalkan.

1
⚞ል☈⚟ MymooN
lanjutannya mana
Doli Sinaga
aku tunggu2 , lanjutan cerita nya kok ga ada , eh ternyata aku baru lihat ampe di bawah , cerita ini sudah tamat , cepat amat thorrr........ lanjut dong thorrrrr plisssss
Nuryanthi Sudarma: lagi diusahakan bisa baca dulu yang ini "Penyesalan Almira"
total 1 replies
Elfrina Binelka
kok sdh end thor
U²n
Wkwkwkkkkkkkk...
#lesti ikutan nimbrung🤭
Nuryanthi Sudarma: hah typo lagi 😂
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜🅼ιяα🅷㊍㊍🔰
Akmal jodoh Nuri
U²n
Fisika???
U²n
kesurupan???
Nuryanthi Sudarma: jarinya jempol semua 🤧🤧🤧🤧 jadi ada typo mulu. Padahal udah disisir kok
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜🅼ιяα🅷㊍㊍🔰
Ceritanya bagus
ˢ⍣⃟ₛ 𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜🅼ιяα🅷㊍㊍🔰
Ada apa dengan Nuri di masa lalu
⚞ል☈⚟ MymooN
alisa istrinya siapa dh? bengis bgt jd perempuan
⚞ል☈⚟ MymooN: oia iya lupa saya
total 2 replies
⚞ል☈⚟ MymooN
ini mksdnya gmn tersenyum tangan mereka?
Nuryanthi Sudarma: itu typo, Kak. Maksudnya "tersentuh tangan mereka."
total 1 replies
𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜🎯 Tati
Dari kemarin mau komentar ga jadi-jadi, sinyalnya ampuun
𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜🎯 Tati
Senang sekali karyamu hadir kembali
Nuryanthi Sudarma: Terima kasih loh semoga terhibur ya
total 1 replies
hana
yang tolol itu si Arsyan,
percuma bikin strategi naruh penjagaan tapi masih bisa kecolongan😒😒😒
⚞ል☈⚟ MymooN
ya ya ya
U²n
Sama, Kak...
Dsn juga hujan, tapi dipeluk ama Ayang🤪
Nuryanthi Sudarma: yaaaaaahh aku gak ada teman dong.🤧
total 1 replies
yanneBee
yaaaa😊🤭
Anna Kusbandiana
yayayaaaa...😅😅😅
yanneBee
manis bgt yaaa suaminya nuri tp klo ingt klakuanya yg dulu jd sebel
hana
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!