NovelToon NovelToon
Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:249.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Elvan begitu mencintai istrinya. Begitu juga istrinya yang sangat mencintainya. Namun, setelah menikah tiga tahun lamanya, Clara yang merupakan istri Elvan mulai berubah sikap. Di sela-sela rumah tangganya yang tak baik-baik saja, Elvan terjebak satu malam bersama Rania yang merupakan office girl yang bekerja di kantornya.

Akankah Elvan mempertanggung jawabkan perbuatannya? Ataukah dia tetap pada pendiriannya untuk tetap setia dengan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.6

Elvan terbangun dari tidurnya. Dia melepaskan diri dari pelukan istrinya. Sejenak dia tersenyum menatap istrinya yang sedang terlelap tak berbusana. Namun lama-kelamaan senyuman itu pudar saat dia teringat kejadian semalam.

'Bagaimana keadaan Rania? Pasti dia sangat hancur,' batin Elvan, sambil memijat pelipisnya yang tak sakit.

Elvan tampak memikirkan solusi untuk kesalahan yang tak sengaja dia lakukan. Namun dia masih bingung harus melakukan apa untuk menebus semua kesalahannya.

Elvan beranjak dari atas tempat tidur. Dia berniat untuk segera membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian, Elvan sudah selesai membersihkan diri. Dia juga sudah berganti pakaian. Elvan mendekati ranjang, lalu dia mencoba untuk membangunkan istrinya.

''Sayang, bangun dulu yuk!'' Elvan menepuk pelan pipi istrinya agar terbangun.

Setelah beberapa kali mencoba membangunkan, akhirnya Clara terbangun juga.

''Ada apa sih? Aku masih ngantuk tahu,'' ucap Clara sambil menguap.

''Ayo bangun, sayang! Aku sudah siap nih, ayo kita sarapan bersama!'' ajaknya.

''Duluan saja, aku masih mengantuk.''

''Baiklah,'' Elvan mengecup sekilas kening istrinya, setelah itu dia pergi keluar kamar.

Setelah selesai sarapan, Elvan memilih untuk bersantai sebentar di ruang keluarga.

''Permisi, Tuan. Ini teh hangatnya,'' Bi Ijah menaruh teh hangat buatannya ke atas meja.

''Terima kasih, Bi.''

''Sama-sama, Tuan.''

''Oh iya, Bi. Nanti kalau istri saya tidak bangun juga, tolong bangunkan ya,'' pinta Elvan.

''Tapi, Tuan. Saya takut jika Non Clara marah kalau saya bangunkan.''

''Kalau dia memarahi Bibi, nanti biar saya yang menasihatinya.''

''Baik, Tuan. Saya permisi dulu,'' Bi Ijah berlalu pergi dari hadapan Elvan.

Elvan langsung menyeruput teh hangatnya.

Hanya lima belas menit saja dia bersantai. Sekarang dia memutuskan untuk pergi ke kantor.

Saat ini Elvan sudah ada di dalam perjalanan.

Setelah cukup lama melewati keramaian ibu kota, akhirnya Elvan sampai juga di kantornya. Kedatangannya di sambut hangat oleh beberapa karyawan yang melihatnya memasuki kantor. Elvan yang memang tidak sombong, dia menyapa setiap karyawan yang berpapasan dengannya.

Elvan langsung menuju ke ruang kerjanya.

Baru juga sampai di ruang kerjanya, Elvan melihat Reno masuk ke ruangan itu.

''Pak Bos, tiga puluh menit lagi kita ada meeting,'' ucap Reno.

''Iya aku tahu,'' jawabnya.

Reno hanya datang untuk memberitahukan itu saja. Sekarang dia sudah pergi lagi ke ruangannya.

Elvan mengambil telepon kantor yang ada di atas mejanya. Dia menghubungi bagian office girl.

''Hallo, apa Rania ada?'' tanya Elvan yang kepada karyawannya yang kini mengangkat teleponnya.

''Maaf, Pak. Hari ini Rania izin tidak masuk kerja,'' ucapnya.

''Baiklah,'' Elvan mematikan panggilan teleponnya begitu saja.

Elvan menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya. Dia memilih untuk bersantai sampai tiga puluh menit ke depan. Lagian dia sedang tidak fokus untuk bekerja.

.....

Sore ini setelah pulang kerja, Elvan memutuskan untuk berkunjung ke kontrakan Rania. Kebetulan dia tahu alamat Rania dari data karyawan yang dia lihat di kantor.

Terpaksa Elvan menghentikan mobilnya di depan mini market, karena mobilnya tidak bisa masuk gang kecil yang merupakan jalan menuju ke kontrakan Rania.

Kedatangan Elvan disana tentu menjadi pusat perhatian warga sekitar. Karena baru kali ini ada lelaki berpakaian rapi yang datang ke area kontrakan kecil.

''Permisi, saya mau tanya, sebelah mana kontrakan Rania?'' Elvan bertanya kepada ibu-ibu yang lewat di depannya.

''Sebelah sana, yang paling pojok,'' ucapnya sambil menunjuk ke arah kontrakan Rania. Lalu ibu-ibu itu kembali bertanya. ''Apa Mas tampan ini pacarnya Rania?''

''Bukan, kalau begitu saya permisi,'' Elvan berlalu pergi dari sana.

Saat ini Elvan sudah berdiri di depan kontrakan Rania. Dia mengetuk pintu kontrakan.

Tok tok

''Permisi,'' ucap Elvan.

Nek Sukma yang sedang duduk di ruang depan, langsung saja membukakan pintu.

''Cari siapa ya?'' tanya Nek Sukma.

''Saya mencari Rania. Apa benar ini kontrakannya?''

''Benar, tapi kenapa cari cucu saya?''

''Perkenalkan saya Elvan atasan Rania di kantor. Saya ada sedikit urusan dengannya.''

''Silakan masuk! Sebentar, saya mau panggilkan Rania dulu.''

Elvan mengikuti Nek Sukma masuk ke kontrakan. Lalu dia duduk di kursi kayu yang ada di kontrakan itu.

Terlihat Rania dan Nek Sukma menghampiri Elvan.

"Ran, bagaimana keadaan kamu?" Elvan menatap Rania yang kini sudah duduk di hadapannya.

"Ngapain Pak Elvan datang kesini?"

"Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu menyangkut persoalan kemarin."

Rania menatap Neneknya yang duduk di sebelahnya. Tidak bisa jika mereka berbicara di hadapan neneknya. Pasti neneknya akan terkejut.

"Bisakah kita bicaranya di luar saja?" Rania bertanya kepada Elvan.

"Baiklah, ayo kita cari cafe terdekat!" Ajaknya.

"Boleh, ayo!"

"Aku ke kamar sebentar ambil tas," Rania pergi ke kamarnya untuk mengambil tas. Kini dia sudah kembali menghampiri Elvan dan neneknya.

Rania dan Elvan berpamitan kepada Nek Sukma. Setelah itu mereka langsung pergi.

Elvan mengajak Rania ke cafe bintang. Karena hanya cafe itu yang paling dekat dari sana.

Kini keduanya sudah duduk saling berhadap-hadapan.

"Apa yang mau Pak Elvan katakan?"

Elvan mengambil sesuatu dari saku celananya. Ternyata itu sebuah cek kosong.

"Ini ada cek untuk kamu. Silakan masukan nominal berapa pun yang kamu mau," Elvan menaruh sebuah cek kosong di atas meja depan Rania.

"Apa maksudnya?" Rania tidak mengerti kenapa atasannya memberikannya cek kosong.

"Anggap saja ini tanda permintaan maaf saya atas kejadian kemarin malam."

"Jadi Pak Elvan menganggap saya menjual keperawanan saya? Mohon maaf, tapi saya bukan wanita seperti itu."

"Terimalah! Sampai sekarang saya jadi tidak tenang karena merasa bersalah kepada kamu."

"Aku tidak mau membahas kejadian itu lagi. Saya juga tidak bisa menerima cek ini. Maaf, Pak."

"Baiklah, tapi lain kali kalau kamu mau berubah pikiran, kamu bisa berbicara sama saya."

"Iya, Pak. Apakah pembicaraan bapak sudah selesai? Saya ingin segera pulang."

"Mari saya antar!"

"Tidak usah, saya bisa pulang sendiri. Saya permisi," setelah mengatakan itu Rania segera pergi.

Elvan yang masih duduk disana, dia menatap kepergian Rania hingga tak terlihat lagi di pandangan matanya.

Rania pulang dengan berjalan kaki. Kebetulan jarak kontrakannya dari sana cukup dekat.

Setelah berjalan selama lima belas menit, akhirnya Rania sampai juga di kontrakan. Ternyata Nek Sukma sudah menunggu kedatangannya.

“Ran, apa yang kalian obrolkan? Atasanmu itu lagi dekat sama kamu ya?” Bu Sukma bertanya karena penasaran.

“Nenek bicara apa sih? Aku sama bosku itu tidak ada hubungan apa pun. Lagian bosku itu sudah menikah.”

“Lalu kalian bicara apa?”

“Tadi bos bertanya soal berkas yang ada di ruangannya. Aku kan yang selalu membersihkan ruangannya,” ucap Rania berbohong. Sebenarnya tidak nyaman berbohong seperti itu. Namun terpaksa dia melakukannya agar neneknya tidak lagi bertanya.

1
Selamet Turipno
WOI AUTHOR ANJING KATANYA JUDUL ISTR YG SELINGKUH INI MALAH BANYAK CERITA ELVAN DAN RANIA BENAR BENAR AUTHOR ANJING
Aldi ana
trs di genjot
Aldi ana
di genjot trs
hellena jsn
novel pertama Yang aku baca watak lelaki nya bodoh cam elvan...bkin malas baca Kalo watak kelewat bodoh
Aan Darian
Roy sama Clara... di rantau bareng wkwkkwkwk
Aan Darian
nak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Aan Darian
enak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Simon Tambun
Rania hamil lagi ya pasti dong...wong digenjot terus sama Elvan koq
Simon Tambun
Itu aja jadi pembahasan ya
Simon Tambun
Pasti biar sekalian ya maksud si Elvan
Simon Tambun
Diajak berhubungan badan aja biar mulut nya mendesah nggak diam terus seperti itu
Simon Tambun
Dasar Reno tukang ngadu dia itu...dulu sewaktu mau didekatkan sama Ningsih sok jual mahal
Simon Tambun
Asal aja bukan didasari sifat licik nya si Roy
Simon Tambun
Emang nya kenapa dengan status pembantu ya???
Simon Tambun
Ada-ada aja Ibu mertua dan menantu nya ini
Simon Tambun
Bingung si Reno nya ya..... Tapi si Ningsih cantik kagak menurut kamu Reno😂😂😂
Simon Tambun
Dengan anak mu apa dengan Rania istri mu😂😂😂
Simon Tambun
Gimana sih Bu Rosma ini...kalo sama Elvan anak nya nggak mungkin lah😁😁😁 pasti nya ke si Reno dong
Simon Tambun
Ningsih apakah akan sementara bekerja pada keluarga Elvan atau untuk selama nya yaaa
Simon Tambun
Terlalu betul kalau Elvian macam-macam ya Thor...karna semua tau kan bagian itu pasti ada jahitan nya😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!