'' Rani Marissa ''
Seorang gadis cantik, yang mandiri baik hati.
'' Leonardo Pratama ''
Pria tampan ,pewaris tunggal perusahaan Pratama . sekaligus pria yang menjadi kekasih Rani Marissa.
'' Disa Andini ''
Sahabat Rani yang menyukai Leon, sejak pertama kali bertemu. Ketika Leon diperkenalkan oleh Rani, sebagai kekasihnya. Tapi demi persahabatan mereka , dia menyimpan perasaan itu dalam htinyaa.
Ada sebuah kejadian yang menyebabkan Leon menikah dengan Dissa
Apa kejadian itu?
penasaran ?.
yuk!! bacaa😍😌
jangan lupa like, comen, vote nya yaahh
😍😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raquini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06
Sehari sebelum hari ulang tahun Cucu dari Roni Pratama, Erick Pratama. Bu Nani pergi ke rumah temannya untuk mengambil kue yang sudah dipesan. Disaat yang sama Rani yang baru saja selesai membuat kue dan menghiasnya untuk diberikan kepada bu Wati.
" Mah, mama mau kemana ?" tanya Disa yang melihat ibu mertuanya sudah rapi dan hendak keluar rumah.
" mama mau ambil kue ulang tahun yang udah mama pesan ". Jawab bu Nani sambil menghampiri Erick yang sedang bermain bersama menantunya diruang keluarga.
" Oo gitu mah".
" ia. ya sudah mama pergi dulu yaa". pamitnya. " Sayang, oma pergi dulu yaahh" pamitnya pada cucunya.
"ii...aa o..ma". jawab Erick terbata
Bu Nani pun keluar dan meminta pak Tohir untuk mengantarnya. Setelah kurang lebih 3 jam lebih, mereka pun sampai. Perjalanan cukup jauh memang, sebenarnya Bu Nani bisa memesan kue yang lebih enak dan di toko kue terkenal di kota itu. Tapi, dia ingat pada temannya yang memberi saran sekalian mengobrol sedikit nantinya. Mengingat sangat jarang mereka mempunyai waktu luang.
" Hallo.... permisi ". panggil Bu Nani dari depan rumah bu Wati.
" iaa sebentar". Jawaban dari dalam rumah.
" Eehh, Bu Nani mari masuk " sapanya pada teman lamanya itu. Sebelum itu mereka saling bersalaman dan berpelukan.
" silahkan duduk bu, mau minum apa bu biar saya siapin." tanyanya setelah Bu Nani sudah duduk.
" Aku minum apa saja. Ooh ia, Panggil saja namaku jangan terlalu formal begitu. Kita sudah berteman sangat lama." tuturnya
" hahahh baiklah, sebentar yaa". Kata bu Wati, lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman.
" kamu belum sempat cerita yaa, waktu itu aku bertanya tentang suamimu?" tany bu Nani saat bu Wati sudah kembali dari dapur membawa minuman dan beberapa cemilan.
" suamiku sudah meninggal Ni," katanya sambil menunduk.
" eeh, maaf Wa aku tidak tau". sesalnya
" gakpapa ni" katanya sambil tersenyum
Mereka mengobrol dan sesekali bercanda sampai berjam-jam. Ketika waktu menunjukan pukul 16:27 .
" Waduh udah sore , hahahah kita mengobrol sampai sesore ini" kata bu Wati
" iaa ,hahahh. gimana kuenya Wa ?
" sebentar yaah , aku coba telpon dulu. Sepertinya dia lupa" .
" Hallo Ran, ini temanku sudah sampai kue nya gimana udah beres blum?" tanya bu Wati to the point. Karena tidak enak dengan teman lamanya itu karena kelamaan mengobrol, sedangkan hari sudah mulai sore.
" iia bu bentar aku lupa tadi, hahahh. aku ke rumah ibu skarang yaah . kata Rani yang langsung memutuskan sambungan telepon.
" Bi Ani tolong jaga anak-anak saya sebentar yaah, saya mau mengantar kue dulu."
" Baik bos". jawab bi Ani
Rani langsung mengambil kue yang sudah dia buat tadi dan pergi ke rumah bu Wati.
Rani masuk melalui pintu belakang karena sudah terbiasa. Saat sedang berada di dapur dia menghentikan langkahnya karena mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya.
" suara it..uu..." katanya lirih dengan perasaan yang campur aduk. Rani mencoba mendekat dengan kaki gemetar dan mengintip dari balik tembok horden yang menutupi ruang tamu dan dapur itu. Dan alangkah terkejutnya dia melihat siapa yang sedang mengobrol dengan bu Wati. Dia langsung meletakkan kue yang dibawahnya dan berlari kembali kerumahnya dengan berderai air mata.
Bu Wati yang tau bahwa Rani sudah datang langsung menghentikan obrolan mereka sejenak karena Rani tidak kunjung bersuara sangat berbeda dari biasanya. Ketika sudah didapur dia melihat kue yang sudah dihias dengan sangat cantik diletakkan begitu saja. Dan saat itu ponselnya berdering karena pesan masuk. Dari Rani.
"bu Wati, maaf ya aku gak bisa lama lama. Soalnya anak-anak aku lagi rewel dirumah. Uangnya nanti ibu pegang aja dulu, nanti aja aku ambil."
Bu Wati kembali keruang tamu dengan membawa kue ditangannya. Meski dalam hatinya dia merasa sangat aneh dengan sikap Rani.
" Ni, maaf tetanggaku tadi datang, lewat pintu blakang. Tapi anaknya rewel jadi dia langsung cepat pulang". katanya
" ooh ya sudah, gakpapa."
" Wah cantik banget kuenya, pasti rasanya juga tidak kalah enak dari penampilannya. Emang kamu teman paling baik dari dulu suka kasih saran terbaik". kata Bu Nani dengan bahagia. Dalam hati dia ingin bertemu dengan pembuat kue itu, tapi karena tidak sempat maka dia pun tidak bisa memaksakan kehendaknya. Setelah itu, bu Nani pun menitipkan uang kepada bu Wati dan mengucapkan terima kasih. Dan berpamitan untuk pulang.
Hai guys😍
jangan lupa like, comen, dan vote yaa!!
buat kalian yang udah mampir ☺️♥️🙏🙏
Raquini