Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 10
Setelah rapat selesai, para peserta mulai meninggalkan ruangan satu per satu.
Bastian dan Gio masih tertahan di dalam karena Zayn masih ingin mendiskusikan detail proyek ekspansi yang baru saja disetujui.
Sementara itu, Ghina mengintip dari balik pintu ruangan.
Matanya terus menatap ke dalam.
PLAK....
" Ngapain kamu si sini, ayo kita ke kantin, kita sudah melewatkan makan siang "
Bu Ratna memukul bahu Ghina, sehingga Ghina terkejut dan langsung mengusap bahunya yang kena pukulan Bu Ratna.
" Hari ini aku traktir kamu, karena proposalmu berhasil membuat PT. Manggala menginvestasikan uangnya di perusahaan Bantara " kata Bu Ratna yang nampak senang, karena proyeknya berhasil menarik minat Pt. Manggala.
" Aku bawa bekal Sendiri Bu, nanti kalau bekal ku utuh, mamaku akan marah dan besok-besok aku tidak akan di bawakan bekal lagi "
Bu Ratna nampak kecewa, walaupun ia tahu kalau Ghina selalu membawa bekal setiap hati, katanya untuk mengirit pengeluaran.
" Gimana kalau traktirannya besok Bu, bersama semua tim, saya akan bilang mama, biar saya nggak di bawain bekal "
Bu Ratna menghela nafas berat.
" Baiklah "
" Kalau begitu kami ke kantin dulu "
" Ingat ya, besok jangan bawa bekal "
" Siap managerku yang Cantik mempesona membahana ".
Ghina menunggu Daddynya keluar dari ruang rapat di samping pintu ruang rapat.
Ceklek...
Mendengar itu Ghina langsung berlari ke arah tembok samping dan bersembunyi di balik tembok itu.
Zayn, kemal dan Ghani keluar dari ruangan itu, bersama Bastian dan Gio.
Tak jauh di belakangnya ada lift, Ghina tahu Daddy pasti lewat situ.
Ghina mengintip dari balik tembok.
" Semoga Pak Bastian dan Pak Gio tidak mengantar Daddy sampai bawah " gumam Ghina.
Dan pucuk di cinta ulam pun tiba, Ghina tersenyum tipis saat mendengar kalau Daddynya bilang tidak usah mengantar mereka.
" Daddy!"
Zayn terkejut saat ia berbelok dan tiba-tiba Ghina melompat di depannya.
" Dasar anak kodok, kamu ingin Daddymu mati jantungan "
" Hehehe..maaf "
Ghina langsung menarik tangan Daddy ke arah ruangan rapat lainnya yang berada di samping Lift.
Ghina langsung mendorong tubuh Daddynya untuk masuk ke ruangan itu.
" Uncle, pangeran kodok cepat masuk " ucap Ghina pelan pada Ghani dan Kemal.
" Anak ini, ngapain kamu bawa Daddy ke sini " kata Zayn kesal.
" masuk dulu Dad, nanti kita bicara di dalam "
Akhirnya keempatnya masuk ke dalam ruangan yang kosong.
Ghina mendudukkan Daddy di sebuah kursi dengan sembarangan sehingga Zayn hampir terjungkal ke belakang.
" Ghina..!! dasar anak kodok " seru Zayn Kesal.
Kemal yang berdiri di belakang Ghina hanya tersenyum tipis, ia bahkan tidak terlihat terkejut melihat kelakuan Ghina.
Ghani terlihat santai dan duduk di kursi lainnya.
Ghani tahu apa yang akan di lakukan Ghina, Ghina pasti akan mengultimatum mereka tentang kedatangan mereka ke perusahaan ini.
Ghina berjalan ke arah pintu, ia melongokkan kepalanya ke luar dan menoleh ke kiri dan ke kanan.
Saat melihat situasi aman, Ghina langsung menarik kepalanya ke dalam dan...
Brak!
Ghina menutup pintu dengan keras.
" Anak ini ....!!!" gumam gemas Zayn.
Ghina berdiri di depan Daddynya dan Lalu menunjuk ayahnya dengan kesal.
" Daddy!"
" Apa?" sahut kesal Zayn.
" Kenapa Daddy investasi di sini?!"
Zayn mengangkat alis.
" Itu pertanyaan atau tuduhan?"
" ini protes!" sahut Ghina sambil berkacak pinggang.
Kemal langsung menutup mulutnya untuk menahan tawa.
Ghina mendekati Daddy nya, wajahnya cemberut.
" Aku kerja di sini loh Dad "
" Terus?"
" Daddy tahu kan aku sengaja kerja di sini supaya orang-orang tidak tahu aku anak Zayyandra Manggala!"
" Terus?"
" Daddy malah muncul sebagai investor!"
" Terus..."
Zayn menatap putrinya beberapa detik.
" Kok teras - terus, ya Daddy jelasin dong, tujuan Daddy apa mau investasi di PT.Bantara "
" Apa Daddy ingin memata-mataiku dan menguntitku "
Kemudian... Zayn berdiri dan...
Tok!
Sebuah toyoran mendarat tepat di kepala Ghina.
" Aduh!"
Ghina langsung memegangi kepalanya.
" Daddy!"
" Itu karena kamu bicara tidak masuk akal."
Ghina mengerucutkan bibir.
" Aku serius!"
" Daddy juga serius."
Zayn kembali duduk.
" Dengar baik-baik."
" Investasi Daddy tidak ada hubungannya dengan kamu."
" Tapi "
" Tidak ada hubungannya."
" Tapi aku kerja di sini!"
" Itu urusanmu."
Zayn menunjuk putrinya.
" Perusahaan ini menarik secara bisnis."
" Pertumbuhannya bagus."
" Dan proyek ekspansinya ke depan sangat menjanjikan."
" Itulah alasan Daddy berinvestasi."
" Bukan karena ada anak kodok yang kerja di sini." kata Zayn.
Kemal tertawa pelan.
" Betul "
" Dua lawan satu, tidak adil ! " seru Ghina.
" Pangeran kodok apa kamu ada di pihakku ?" tanya Ghina pada saudara kembarnya.
" Lihat situasi " sahut Ghani datar.
" Dasar penjilat " ucap Ghina.
Ghina langsung menatap kembali Daddynya.
Namun Zayn belum selesai.
Pria itu menyilangkan tangan di dada.
Tatapannya mulai menyipit.
Membuat Ghina sedikit waspada.
" Ngomong-ngomong."
" Apa ?"
" Apa Daddy akan mengurungkan kerja samanya "
" Tidaklah "
" Daddy cuma mau kasih peringatan padamu "
Ghina mengeryitkan dahinya.
" Peringatan..???"
" Daddy mau memperingatkan satu hal."
Ghina langsung merasa tidak enak.
" Peringatan apa?"
" Jaga pandanganmu."
Ghina berkedip.
" Hah?"
"Jangan terlalu terang-terangan saat melihat bosmu."
Detik itu juga wajah Ghina langsung merah.
Kemal yang melihat reaksi itu hampir tersedak tertawanya sendiri.
Sedangkan Zayn hanya menghela napas panjang.
" Selama rapat kamu terus melihat atasanmu "
" Benarkah, itu hanya perasaan Daddy saja " sangkal Ghina.
" Matamu itu tidak bisa di bohongi Ghina Aurelia manggala "
" Memang mataku kenapa Dad..mataku dari tadi baik-baik saja "
Zayn menghela nafas berat dan berdecak kesal.
" Sorot matamu itu sangat kelihatan kalau kamu sangat menyukai Bosmu "
Ghina terdiam sejenak dan beberapa detik kemudian ia langsung tertawa canggung.
"Hehehe...kelihatan banget ya Dad"
" jelas banget " sahut Zayn.
" Hehehe..."
" Ghina."
" Kamu ketahuan dari awal rapat."
" Aku tidak separah itu."
" Sangat parah, matamu sampai tak pernah lepas dari pria itu " kata Ghani.
" Jangan terlalu kelihatan, kalau kamu menyukai seseorang "
" Apa kamu tahu, dan mengenal siapa bosmu itu"
Ghina menggeleng.
" Aku baru tahu hari ini "
" Dan tadi sebelum aku tahu kalau dia Founder perusahaan ini, aku sudah nembak dia "
" Apa...!!!"
ketiga pria itu berteriak bersamaan .
" Kemal cari tukang kodok, jual kodok betina ini, biar di jadikan kodok goreng, memalukan sekali " seru Zayn.
" Dia tampan Dad, wajahnya berkharisma sekali, tidak hanya aku yang akan jatuh hati padanya, aku yakin banyak wanita diluar sana yang klepek-klepek kalau melihat Pak Bastian "
" Bosku memang tampan."
Zayn langsung memejamkan mata.
Kemal tertawa keras.
" Kemal, apa kamu bawa obat sakit kepalaku "
" Ada di mobil "
Namun Ghina masih melanjutkan.
" Pak Bastian itu pria yang sempurna Dad "
" Tinggi."
" Tampan."
" Pintar."
" Karismatik."
" Suaranya juga enak didengar, sangat menggoda "
" Ghina..."
" Terus cara dia presentasi keren banget."
Kata Ghina sambil membayangkan wajah Bosnya.
" Ghina."
" Dan waktu senyum..."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya.
Buk!
Seseorang memukul pelan bagian belakang kepalanya.
" Aduh!"
Ghina menoleh.
Dan langsung menemukan saudara kembar laki-lakinya berdiri di belakang.
" Ghani....sakit tahu "
Ghani menatapnya datar.
Ghina langsung cemberut.
" Kamu iri ya dengan ketampanan Bosku "
Buk!
Kepalanya dipukul lagi.
" Aduh...Ghani, sekali lagi kamu pukul kepalaku, aku pecat kamu jadi adik "
" Fokus kerja!"
Ghani menunjuk dahinya.
" Kamu masuk perusahaan untuk cari pengalaman."
" Bukan untuk mengagumi bos."
" Tapi kalau bosnya tampan bagaimana?"
" Ghina!"
Kemal sampai tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan Zayn memijat pelipisnya.
Kadang ia bertanya-tanya bagaimana mungkin Ghina dan Ghani bisa menjadi saudara kembar.
Karena sifat mereka bertolak belakang.
Ghani tenang, rasional, dan serius.
Sedangkan Ghina...
Yah...
Ghina adalah Ghina.
" Ghani seret kakakmu, bawa dia pulang, atau antarkan dia kerumah Aunty Lintang, masukkan dia ke kandang Si Belang "
#####
Assalamualaikum readers HAPPY READING.
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘